Soal HOTS Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026 – Komponen 3

Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak/Ibu calon asesor dan rekan-rekan asesor akreditasi di mana pun berada.

Inilah bagian penutup seri latihan soal HOTS kita: 30 Soal HOTS Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM Tahun 2026 untuk Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar. Kita sudah membahas kinerja pendidik di ruang kelas (Komponen 1) dan kepemimpinan kepala sekolah dalam tata kelola (Komponen 2). Kini kita menilai suasana sekolah secara keseluruhan: apakah sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, sehat, inklusif, dan menghargai keberagaman bagi setiap murid, guru, dan tenaga kependidikan.

Komponen ini mencakup lima butir:

  • iklim kebinekaan, yaitu keberagaman, hak beribadah, dan kesetaraan gender
  • lingkungan belajar yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus
  • keamanan psikis dari perundungan dan kekerasan
  • keselamatan, termasuk bangunan, P3K, dan kesiapsiagaan bencana
  • lingkungan sehat, yaitu pola hidup bersih, kesehatan mental, serta pencegahan adiksi dan edukasi kesehatan reproduksi

Komponen 3 paling banyak menuntut asesor untuk melihat langsung. Di sinilah observasi lingkungan sekolah memegang peran besar: kotak P3K yang terkunci, tanda bahaya yang tidak terpasang, jajanan berpewarna di kantin, dan petunjuk evakuasi yang membingungkan pengunjung. Poster “Stop Bullying” di setiap sudut pun belum tentu berarti sekolah memiliki kebijakan dan prosedur penanganan yang sesungguhnya.

Soal-soal ini juga memuat beberapa ketentuan rubrik yang sering terlewat. Sekolah khusus putra atau putri dinilai dengan rubrik tersendiri untuk indikator kesetaraan gender. Simulasi evakuasi yang sudah lewat lebih dari satu tahun menjatuhkan level ke Kurang, sebaik apa pun prosedurnya. Sekolah yang saat ini tidak memiliki murid berkebutuhan khusus tetap dinilai kesiapannya. Ada pula satu soal tentang sikap asesor ketika seorang murid melapor sedang dirundung saat wawancara. Situasi ini menguji bukan hanya pengetahuan rubrik, tetapi juga kepekaan dan etika kita.

Soal-soal ini disusun berdasarkan Panduan Penjelasan IA 2024 Dasmen versi 2025, Manual Penggalian Data IA 2024, Mapping Teknik Penggalian Data pada Visitasi, Agenda Visitasi, dan Daftar Dokumen Bukti Teramati yang Harus Disediakan Satuan Pendidikan Tahun 2026. Seperti sebelumnya, jawaban dianggap tepat hanya bila level dan alasannya sesuai rubrik.

Semua nama sekolah dan tokoh dalam soal ini fiktif. Kunci jawaban dan pembahasan ada di bagian akhir tulisan. Kerjakan dulu seluruh soal, baru periksa jawaban Anda.

Selamat berlatih!

Berikut ini terdapat 30 soal pilihan ganda HOTS berbasis studi kasus untuk Komponen 3 (Iklim Lingkungan Belajar), mencakup 13 indikator pada Butir 10–14, lengkap dengan kisi-kisi, kunci, dan pembahasan berbasis rubrik IA 2024.

Soal Butir 10 – Iklim Kebinekaan (No. 1–7)

Soal 1 · Indikator 3.10.1 · C5

Di SMA Cendekia Nusantara, materi keberagaman muncul dalam PPKn dan Pendidikan Agama. Observasi dokumen dan wawancara menunjukkan materi itu disampaikan melalui ceramah, lalu murid menghafal pengertian toleransi dan contoh-contohnya untuk ulangan. Murid yang diwawancarai tidak dapat menghubungkan materi itu dengan pengalaman mereka sehari-hari di sekolah yang muridnya berasal dari berbagai suku dan agama.

Level indikator 3.10.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena pembelajaran masih berupa hafalan.
  • B. Baik, karena materi keberagaman ada di lebih dari satu mata pelajaran.
  • C. Cukup Baik, karena materi tentang pentingnya sikap positif terhadap keberagaman sudah ada, tetapi masih berupa hafalan, belum terhubung dengan kehidupan murid, dan terbatas pada beberapa mata pelajaran.
  • D. Sangat Baik, karena murid berasal dari berbagai suku dan agama.
  • E. Cukup Baik, karena belum ada festival budaya.

Soal 2 · Indikator 3.10.1 · C5

Guru PPKn, Sosiologi, dan Bahasa Indonesia di SMA Bhinneka Raya memakai diskusi kasus, refleksi, dan proyek wawancara keluarga lintas suku. Murid mampu berbagi pendapat dan menyimpulkan nilai yang mereka pegang, dan wawancara menunjukkan nilai itu tertanam. Namun, kepala sekolah menyatakan, “Urusan keberagaman sudah cukup diajarkan di kelas.” Tidak ada program kokurikuler, ekstrakurikuler, atau suasana lingkungan yang dirancang untuk tujuan tersebut.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena strategi pengajaran sudah beragam dan murid memiliki nilai positif.
  • B. Baik, karena strategi pengajaran sudah membangun sikap positif terhadap keberagaman, tetapi pelaksanaannya masih sebatas pembelajaran di kelas pada beberapa mata pelajaran.
  • C. Cukup Baik, karena hanya tiga mata pelajaran yang terlibat.
  • D. Baik, karena kepala sekolah memahami pentingnya keberagaman.
  • E. Cukup Baik, karena tidak ada kegiatan perayaan budaya.

Soal 3 · Indikator 3.10.2 · C5

Di SMA Negeri Sejahtera ada sembilan murid beragama Buddha. Sekolah memfasilitasi pendidikan agama mereka setiap Sabtu melalui kemitraan dengan vihara terdekat, tetapi pembimbing yang ditugaskan sekolah di vihara bukan guru seagama yang berkompeten. Guru dan tenaga kependidikan beragama minoritas mendapat izin libur pada hari raya agamanya dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi panitia, pembina, dan peserta pelatihan.

Level indikator 3.10.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena kebutuhan murid minoritas sudah diakomodasi melalui kemitraan meskipun pendidiknya belum seagama dan kompeten, dan hak sipil PTK minoritas untuk beribadah serta berkegiatan sudah dipenuhi.
  • B. Sangat Baik, karena pendidikan agama dilakukan bermitra dengan rumah ibadah.
  • C. Cukup Baik, karena pendidik belum seagama.
  • D. Kurang, karena sekolah tidak memiliki guru agama Buddha.
  • E. Sangat Baik, karena PTK minoritas diberi hak libur.

Soal 4 · Indikator 3.10.2 · C5

SMA Swasta Pelita Kasih memiliki ruang ibadah untuk murid beragama Islam dan Kristen. Pendidikan agama setiap murid tercantum dalam struktur kurikulum dan diajar oleh guru seagama yang berkompeten, termasuk guru Hindu yang direkrut bermitra dengan Kemenag untuk tiga murid. Guru dan tenaga kependidikan minoritas diberi hak libur hari raya dan kesempatan yang sama dalam seluruh kegiatan sekolah.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena sekolah sudah bermitra dengan pihak lain.
  • B. Baik, karena ruang ibadah belum tersedia untuk semua agama.
  • C. Cukup Baik, karena jumlah murid Hindu sangat sedikit.
  • D. Sangat Baik, karena kebutuhan agama murid difasilitasi melalui sarana prasarana, integrasi kurikulum, dan pendidik seagama yang kompeten, serta hak sipil PTK minoritas terpenuhi.
  • E. Sangat Baik, karena sekolah swasta tidak wajib menyediakan guru agama lain.

Soal 5 · Indikator 3.10.2 · C6

Pada pravisitasi, deskripsi kinerja SMA Mandiri Jaya menyatakan “seluruh murid mendapat layanan pendidikan agama sesuai agamanya”. Data demografi menunjukkan ada 12 murid beragama minoritas, tetapi roster pelajaran hanya mencantumkan satu jam Pendidikan Agama tanpa rincian kelompok agama.

Rumusan kolom “Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi” (Format 3.3) yang paling tepat adalah ….

  • A. Meminta sekolah mengubah roster agar mencantumkan seluruh agama.
  • B. Menetapkan Kurang sejak pravisitasi karena roster tidak rinci.
  • C. Mengobservasi ruang ibadah untuk memastikan semua agama memiliki ruangan sendiri.
  • D. Mewawancarai orang tua murid mayoritas tentang toleransi di sekolah.
  • E. Memverifikasi melalui SK pembagian tugas guru agama, roster per kelompok agama, dan dokumentasi ibadah; mewawancarai kepala sekolah dan guru tentang cara fasilitasi (mandiri/bermitra) serta kompetensi pendidiknya; dan memastikan murid minoritas termasuk dalam minimal lima murid yang diwawancarai.

Soal 6 · Indikator 3.10.3 · C5

SMA Harapan Bangsa (murid putra dan putri) memiliki modul ajar dengan tujuan pembelajaran tentang kesetaraan gender, sumber belajar yang relevan, dan tidak ada bahan ajar yang menampilkan stereotip. Murid putra dan putri memiliki akses yang sama terhadap ekstrakurikuler dan pemilihan ketua OSIS. Namun, wawancara guru menunjukkan guru perempuan hampir selalu ditugasi sebagai notulis dan seksi konsumsi, sedangkan guru laki-laki menjadi pembina pramuka dan koordinator teknis.

Level indikator 3.10.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena muatan pembelajaran memenuhi ketiga kriteria.
  • B. Baik, karena muatan pembelajaran terintegrasi dan tidak ada pembedaan hak murid, tetapi masih ditemukan stereotip gender dalam penugasan pendidik dan tenaga kependidikan.
  • C. Kurang, karena terdapat stereotip gender di sekolah.
  • D. Cukup Baik, karena penugasan guru belum setara.
  • E. Baik, karena ketua OSIS saat ini perempuan.

Soal 7 · Indikator 3.10.3 · C5

SMA Taruna Bakti adalah sekolah berasrama khusus putra. Rekan asesor ingin menetapkan Kurang karena “tidak ada murid perempuan sehingga kesetaraan gender tidak bisa dibuktikan”. Telaah menunjukkan modul ajar memuat tujuan pembelajaran tentang kesetaraan gender dan memakai sumber belajar yang relevan, tetapi satu buku bacaan wajib menggambarkan perempuan hanya berperan di rumah.

Keputusan yang paling tepat adalah ….

  • A. Menggunakan rubrik untuk sekolah homogen yang menilai tiga kriteria muatan pembelajaran; dua dari tiga kriteria terpenuhi, sehingga levelnya Baik.
  • B. Menyetujui Kurang karena sekolah homogen tidak dapat membangun kesetaraan gender.
  • C. Menggunakan rubrik sekolah heterogen dan menilai Cukup Baik.
  • D. Menilai Sangat Baik karena tidak ada pembedaan hak antarmurid.
  • E. Tidak menilai indikator ini karena tidak relevan bagi sekolah khusus putra.

Soal Butir 11 – Lingkungan Belajar Inklusif (No. 8–12)

Soal 8 · Indikator 3.11.1 · C5

SMA Insan Mandiri memiliki kebijakan tertulis untuk menerima murid penyandang disabilitas dan SOP rinci untuk memfasilitasi mereka: koordinasi guru pendamping khusus dengan orang tua serta penyusunan program pembelajaran individual. Namun, sekolah tidak memiliki kebijakan untuk mengidentifikasi dan menyesuaikan layanan bagi murid berkebutuhan khusus lain (misalnya kesulitan belajar), dan tidak ada asesmen awal untuk tujuan itu.

Level indikator 3.11.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena SOP fasilitasi murid disabilitas sudah rinci.
  • B. Cukup Baik, karena tidak ada asesmen awal.
  • C. Kurang, karena layanan masih mengasumsikan semua murid sama.
  • D. Baik, karena kebijakan dan prosedur rinci untuk murid disabilitas tersedia, tetapi belum ada kebijakan persiapan dan penyesuaian bagi murid berkebutuhan khusus lainnya.
  • E. Sangat Baik, karena sekolah memiliki guru pendamping khusus.

Soal 9 · Indikator 3.11.1 · C5

Brosur SPMB SMA Pelita Ilmu mencantumkan “menerima semua anak, termasuk penyandang disabilitas”. Namun, ketika ditanya langkah apa yang dilakukan saat murid disabilitas diterima, kepala sekolah menjawab, “Kami tangani nanti sesuai kondisi.” Tidak ada prosedur tertulis, dan tidak ada identifikasi kebutuhan khusus melalui asesmen awal.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena tidak ada prosedur tertulis.
  • B. Baik, karena kebijakan penerimaan sudah dipublikasikan.
  • C. Cukup Baik, karena ada kebijakan menerima murid penyandang disabilitas, tetapi tidak disertai prosedur atau sistem tertulis untuk memfasilitasinya.
  • D. Sangat Baik, karena sekolah terbuka bagi semua anak.
  • E. Kurang, karena belum ada murid disabilitas yang mendaftar.

Soal 10 · Indikator 3.11.2 · C5

Guru SMA Pelangi Nusantara telah mengikuti pelatihan pendidikan inklusif dan menunjukkan modul ajar yang disesuaikan. Dalam rapat awal tahun, orang tua diberi tahu bahwa ada murid berkebutuhan khusus di beberapa kelas, tanpa pembekalan lebih lanjut. Murid tidak pernah mendapat materi khusus tentang cara berinteraksi dengan teman berkebutuhan khusus.

Level indikator 3.11.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena guru telah dilatih.
  • B. Cukup Baik, karena murid belum mendapat pembekalan.
  • C. Kurang, karena orang tua tidak dibekali.
  • D. Cukup Baik, karena pemberitahuan kepada orang tua hanya sekali.
  • E. Baik, karena guru sudah dibekali dan orang tua diberi tahu tentang keberadaan murid berkebutuhan khusus, tetapi belum ada pembekalan bagi orang tua maupun murid.

Soal 11 · Indikator 3.11.2 · C5

SMA Kasih Bangsa melatih guru dan tenaga kependidikan untuk memfasilitasi murid penyandang disabilitas. Orang tua mengikuti sesi pembekalan tentang hak setiap anak dan peran mereka dalam mendampingi anak bersekolah bersama teman berkebutuhan khusus. Murid mengikuti kegiatan MPLS dan program “teman sebangku” yang membahas hak dan kebutuhan setiap anak sebagai perbedaan yang berhak difasilitasi. Materi dan dokumentasinya tersedia.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena orang tua sudah mendapat informasi.
  • B. Sangat Baik, karena pembekalan diberikan kepada guru, orang tua, dan murid sehingga semua pihak siap menerima dan berinteraksi dengan murid berkebutuhan khusus sebagai perbedaan kebutuhan yang berhak difasilitasi.
  • C. Baik, karena program teman sebangku baru berjalan satu tahun.
  • D. Sangat Baik, karena dokumentasi kegiatan tersedia lengkap.
  • E. Cukup Baik, karena tidak ada guru pendamping khusus bersertifikat.

Soal 12 · Indikator 3.11.2 · C4

Kepala SMA Wira Karya menyampaikan, “Indikator inklusif tidak berlaku untuk kami karena tahun ini tidak ada murid berkebutuhan khusus.” Tidak ada program pembekalan bagi guru, orang tua, atau murid, dan sekolah tidak memiliki kebijakan tentang penerimaan murid penyandang disabilitas.

Analisis asesor yang paling tepat adalah ….

  • A. Indikator tetap dinilai karena yang dinilai adalah kebijakan dan kesiapan sekolah menghadirkan lingkungan inklusif, bukan keberadaan murid berkebutuhan khusus saat ini; ketiadaan murid ABK tidak membebaskan sekolah dari penilaian.
  • B. Indikator tidak dinilai dan dicatat “tidak relevan”.
  • C. Indikator otomatis Baik karena tidak ada masalah inklusi yang terjadi.
  • D. Indikator ditunda sampai sekolah menerima murid ABK.
  • E. Indikator dinilai hanya berdasarkan sarpras ramah disabilitas.

Soal Butir 12 – Keamanan Psikis (No. 13–18)

Soal 13 · Indikator 3.12.1 · C5

Tata tertib SMA Garuda Sakti secara tegas melarang perundungan dan kekerasan, dan sekolah telah membentuk TPPK dengan SK kepala sekolah. Prosedur penanganan berupa salinan pasal-pasal peraturan menteri tanpa langkah operasional. Saat ditanya, anggota TPPK tidak dapat menjelaskan alur pelaporan dan investigasi di sekolah.

Level indikator 3.12.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena TPPK sudah dibentuk dengan SK.
  • B. Cukup Baik, karena prosedur masih normatif.
  • C. Kurang, karena anggota TPPK tidak memahami prosedur.
  • D. Baik, karena ada kebijakan tertulis dan TPPK telah dibentuk, tetapi prosedurnya normatif sehingga tidak dapat menjadi rujukan penanganan kasus.
  • E. Sangat Baik, karena prosedur merujuk pada peraturan menteri.

Soal 14 · Indikator 3.12.1 · C5

Di setiap sudut SMA Melati Deli terpasang poster “Stop Bullying”. Namun, tata tertib sekolah tidak memuat larangan perundungan dan kekerasan, TPPK belum dibentuk, dan tidak ada prosedur penanganan maupun mekanisme pelaporan.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena sekolah sudah mengampanyekan antiperundungan.
  • B. Baik, karena poster terpasang di seluruh lingkungan sekolah.
  • C. Kurang, karena tidak ada kebijakan tertulis yang tegas melarang perundungan dan kekerasan, tidak ada satgas, dan tidak ada prosedur penanganan termasuk mekanisme pelaporan.
  • D. Cukup Baik, karena poster termasuk bukti teramati yang diminta.
  • E. Kurang, karena poster tidak memuat nomor pengaduan.

Soal 15 · Indikator 3.12.1 · C5

SMA Bintang Timur memiliki kebijakan tertulis yang melarang perundungan dan kekerasan, TPPK yang aktif, serta prosedur yang lugas: kanal pelaporan (kotak aduan, formulir daring, guru BK), langkah investigasi, batas waktu tindak lanjut, dan perlindungan pelapor. Wali kelas dan dua guru dapat menjelaskan alur yang sama, dan orang tua yang diwawancarai mengetahui cara melapor.

Level indikator 3.12.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena kebijakan dan TPPK sudah ada.
  • B. Baik, karena belum ada kasus yang ditangani.
  • C. Cukup Baik, karena kanal pelaporan terlalu banyak.
  • D. Sangat Baik, karena orang tua mengetahui cara melapor.
  • E. Sangat Baik, karena ada kebijakan tertulis, satgas, dan prosedur yang lugas dan sistematis, termasuk mekanisme pelaporan dan investigasi, sehingga dapat menjadi rujukan PTK.

Soal 16 · Indikator 3.12.2 · C5

Materi antiperundungan di SMA Dharma Karya sudah terintegrasi dalam PPKn, BK klasikal, dan projek kokurikuler. Namun, belum ada program bagi guru dan tenaga kependidikan untuk membedakan resolusi konflik, perundungan, dan kekerasan. Orang tua yang diwawancarai menyebut, “Kalau ada masalah, tergantung wali kelasnya bagaimana.”

Level indikator 3.12.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena tidak ada program bagi guru.
  • B. Cukup Baik, karena materi sudah terintegrasi dalam kurikulum, tetapi belum ada program bagi PTK dan orang tua belum mengetahui mekanisme pelaporan yang sistemik.
  • C. Baik, karena materi sudah terintegrasi di intrakurikuler dan kokurikuler.
  • D. Cukup Baik, karena guru BK belum bersertifikat konselor.
  • E. Baik, karena wali kelas menangani masalah secara langsung.

Soal 17 · Indikator 3.12.2 · C5

Di SMA Citra Bangsa, materi antiperundungan terintegrasi di intrakurikuler dan kokurikuler. Guru dan tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan sehingga mampu membedakan konflik, perundungan, dan kekerasan, serta menjelaskan prosedurnya. Orang tua dapat menjelaskan mekanisme pelaporan. Namun, sekolah tidak memiliki guru BK; layanan konseling ditangani wali kelas tanpa pembekalan khusus.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena tiga unsur program sudah terpenuhi, tetapi belum ada pihak yang ditugaskan dan kompeten untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling.
  • B. Sangat Baik, karena wali kelas sudah menjalankan fungsi konseling.
  • C. Cukup Baik, karena tidak ada guru BK.
  • D. Sangat Baik, karena orang tua memahami mekanisme pelaporan.
  • E. Baik, karena pelatihan baru diikuti sebagian guru.

Soal 18 · Indikator 3.12.2 · C6

Saat wawancara murid, seorang murid kelas X menyampaikan kepada asesor bahwa ia sering diejek dan didorong oleh sekelompok kakak kelas, dan ia takut melapor ke sekolah.

Tindakan asesor yang paling tepat adalah ….

  • A. Langsung memanggil kakak kelas yang disebut untuk dimintai keterangan.
  • B. Mengabaikan cerita itu karena asesor tidak berwenang menangani kasus.
  • C. Mendengarkan dengan empati tanpa menjanjikan kerahasiaan mutlak, menjaga identitas murid dalam forum wawancara, menyampaikan secara tertutup kepada kepala sekolah/TPPK agar kasus ditangani sesuai prosedur sekolah, dan mencatatnya sebagai data tentang efektivitas mekanisme pelaporan.
  • D. Mengumumkan temuan itu pada pertemuan penutupan visitasi agar sekolah segera bertindak.
  • E. Meminta murid membuat laporan tertulis kepada asesor sebagai bukti.

Soal Butir 13 – Keselamatan (No. 19–24)

Soal 19 · Indikator 3.13.1 · C5

Observasi lingkungan SMA Mekar Sari menunjukkan bangunan dalam kondisi baik, dan sarana belajar tidak berbahaya. Sekolah berada di tepi jalan raya, tetapi memiliki pagar, zebra cross, dan petugas penyeberangan pada jam masuk dan pulang. Namun, ruang penyimpanan bahan kimia di laboratorium tidak diberi tanda peringatan bahaya.

Level indikator 3.13.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena lokasi berisiko sudah dimitigasi.
  • B. Cukup Baik, karena ada bahan kimia di sekolah.
  • C. Kurang, karena sekolah berada di tepi jalan raya.
  • D. Baik, karena bangunan dalam kondisi baik dan hanya ditemukan satu dari tiga kondisi bahaya (tidak ada peringatan pada potensi bahaya), yakni maksimal dua dari tiga kondisi.
  • E. Sangat Baik, karena laboratorium jarang digunakan.

Soal 20 · Indikator 3.13.2 · C5

SMA Sinar Harapan memiliki ruang UKS dan kerja sama dengan puskesmas. Panduan P3K tersedia, dan pada 2025 seluruh guru, tenaga kependidikan, serta satpam mengikuti pelatihan P3K dari PMI. Kotak P3K yang tidak terkunci tersedia di setiap lantai, isinya lengkap, bersih, dan obat-obatannya belum kedaluwarsa.

Level indikator 3.13.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena sekolah bermitra dengan puskesmas.
  • B. Baik, karena pelatihan dilakukan oleh pihak eksternal.
  • C. Cukup Baik, karena UKS tidak memiliki tenaga kesehatan tetap.
  • D. Sangat Baik, karena kotak P3K tersedia di setiap lantai.
  • E. Sangat Baik, karena ada layanan faskes, panduan dan pelatihan P3K bagi PTK dalam dua tahun terakhir, serta akses peralatan P3K memenuhi ketiga kriteria.

Soal 21 · Indikator 3.13.2 · C5

SMA Karya Utama memiliki MoU dengan klinik terdekat. Namun, tidak ada panduan P3K dan tidak ada pelatihan P3K bagi PTK dalam dua tahun terakhir. Satu-satunya kotak P3K disimpan terkunci di ruang tata usaha, dan sebagian obatnya sudah kedaluwarsa.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena ada kerja sama dengan faskes, tetapi tidak ada panduan dan pelatihan P3K dan akses peralatan P3K tidak memenuhi kriteria.
  • B. Kurang, karena kotak P3K terkunci.
  • C. Baik, karena sekolah memiliki MoU dengan klinik.
  • D. Kurang, karena sekolah tidak memiliki ruang UKS sendiri.
  • E. Cukup Baik, karena obat kedaluwarsa hanya sebagian.

Soal 22 · Indikator 3.13.3 · C5

Prosedur evakuasi SMA Nusa Indah memuat bel tanda bahaya, jalur dan petunjuk arah evakuasi, cara melindungi diri, serta titik kumpul. Namun, petunjuknya hanya dipahami warga sekolah dan sulit diikuti pengunjung. Simulasi gempa terakhir dilaksanakan Februari 2026. Pada Juli 2026 sekolah menambah gedung tiga lantai, tetapi prosedur evakuasi belum ditinjau ulang.

Level indikator 3.13.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena simulasi dilakukan dalam satu tahun terakhir.
  • B. Cukup Baik, karena prosedur belum memandu pengunjung.
  • C. Kurang, karena gedung baru belum masuk prosedur.
  • D. Baik, karena prosedur memenuhi tiga dari empat kriteria dan simulasi dilakukan dalam satu tahun terakhir, tetapi prosedur belum ditinjau ulang setelah bangunan dimodifikasi.
  • E. Sangat Baik, karena prosedur memuat titik kumpul.

Soal 23 · Indikator 3.13.3 · C5

Rekan asesor menyatakan kriteria keempat prosedur evakuasi (“isi prosedur cukup jelas sehingga mampu memandu pengunjung”) terpenuhi karena “semua guru dan murid hafal jalurnya”. Saat observasi lingkungan, asesor sendiri kesulitan menemukan petunjuk arah evakuasi di lantai dua.

Tanggapan yang paling tepat adalah ….

  • A. Menyetujui, karena pemahaman warga sekolah adalah inti kesiapan bencana.
  • B. Menjelaskan bahwa kriteria keempat menilai kejelasan prosedur bagi pengunjung yang bukan warga sekolah; pengalaman asesor sebagai “pengunjung” saat observasi lingkungan adalah data yang sah, sehingga kriteria ini belum terpenuhi.
  • C. Meminta sekolah segera memasang petunjuk arah sebelum visitasi berakhir, lalu menilai terpenuhi.
  • D. Menilai kriteria keempat tidak relevan bagi SMA.
  • E. Mewawancarai lima murid untuk memastikan mereka hafal jalur evakuasi.

Soal 24 · Indikator 3.13.3 · C4

SMA Lentera Ilmu memiliki prosedur evakuasi yang memenuhi keempat kriteria dan ditinjau ulang setiap tahun. Namun, dokumentasi menunjukkan simulasi evakuasi terakhir dilaksanakan Agustus 2025, sedangkan visitasi berlangsung Oktober 2026.

Kesimpulan yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena prosedur memenuhi keempat kriteria dan rutin ditinjau.
  • B. Baik, karena simulasi pernah dilakukan dalam dua tahun terakhir.
  • C. Kurang, karena simulasi evakuasi tidak dilaksanakan minimal satu kali dalam satu tahun terakhir terhitung dari saat visitasi, yang menjadi syarat di semua level di atas Kurang.
  • D. Cukup Baik, karena keterlambatan simulasi hanya dua bulan.
  • E. Baik, karena sekolah berencana melakukan simulasi bulan depan.

Soal Butir 14 – Lingkungan Sehat dan Lintas Butir (No. 25–30)

Soal 25 · Indikator 3.14.1 · C5

Di SMA Bumi Persada, manfaat hidup bersih dan sehat dibahas dalam PJOK, tetapi budaya cuci tangan setelah istirahat tidak terlihat. Kantin masih menjual minuman berpewarna mencolok. Lingkungan sekolah bersih dan tempat sampah tersedia, tetapi tempat pembuangan sampah terbuka di samping kelas. Jadwal harian memuat istirahat yang cukup dan kegiatan bergerak, dan sekolah memiliki lapangan terbuka untuk olahraga.

Level indikator 3.14.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena kantin menjual minuman berpewarna.
  • B. Sangat Baik, karena tersedia program dan prasarana kebugaran.
  • C. Cukup Baik, karena tempat pembuangan sampah terbuka.
  • D. Cukup Baik, karena budaya cuci tangan belum terlihat.
  • E. Baik, karena muatan pembelajaran baru memenuhi satu kriteria, pilihan makanan belum aman, kebersihan lingkungan memenuhi lebih dari satu kriteria, dan sudah tersedia program serta prasarana kebugaran.

Soal 26 · Indikator 3.14.1 · C4

SMA Prima Cendekia mengunggah kebijakan kantin sehat yang melarang makanan berpemanis buatan, pewarna, dan pengawet tidak aman (bukti teramati nomor 39). Saat observasi lingkungan, asesor menemukan kantin menjual minuman serbuk berpewarna, dan pedagang di depan gerbang menjual jajanan serupa yang dibeli murid saat istirahat.

Analisis yang paling tepat adalah ….

  • A. Hasil observasi menunjukkan kebijakan belum terlaksana, sehingga subindikator pilihan makanan belum terpenuhi dan level Sangat Baik tidak dapat diberikan; asesor juga menggali strategi sekolah terhadap pedagang di sekitar gerbang melalui wawancara pimpinan.
  • B. Kebijakan tertulis sudah cukup membuktikan subindikator pilihan makanan terpenuhi.
  • C. Pedagang di luar gerbang bukan tanggung jawab sekolah sehingga diabaikan.
  • D. Asesor meminta kantin menarik minuman tersebut selama visitasi.
  • E. Indikator langsung Kurang karena dokumen tidak sesuai dengan kenyataan.

Soal 27 · Indikator 3.14.2 · C5

Kesadaran tentang kesehatan mental di SMA Insan Cita terintegrasi dalam BK klasikal, PJOK, dan projek kokurikuler. Guru BK dan wali kelas telah dibekali, dan layanan bimbingan individual serta kelompok berjalan terjadwal dengan catatan layanan yang lengkap. Guru dan tenaga kependidikan memiliki ruang istirahat terpisah dari murid.

Level indikator 3.14.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena ada pembekalan bagi guru dan ruang istirahat terpisah.
  • B. Baik, karena layanan konseling belum menjangkau semua murid.
  • C. Cukup Baik, karena kesehatan mental guru belum diprogramkan.
  • D. Sangat Baik, karena kesadaran kesehatan mental terintegrasi dalam kurikulum, ada pembekalan dan layanan bimbingan penyuluhan yang berjalan bagi murid, serta tersedia ruang istirahat PTK yang terpisah.
  • E. Sangat Baik, karena sekolah memiliki guru BK.

Soal 28 · Indikator 3.14.3 · C5

SMA Merah Putih mengundang BNN dan kepolisian setiap tahun untuk penyuluhan pencegahan narkoba, rokok, dan judi daring, serta memasukkan materinya dalam BK klasikal. Namun, edukasi kesehatan reproduksi tidak pernah diberikan karena komite menganggapnya “tabu”.

Level indikator 3.14.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena edukasi pencegahan adiksi berjalan rutin.
  • B. Cukup Baik, karena pemahaman tentang pencegahan adiksi sudah diberikan secara rutin, tetapi kesehatan reproduksi belum diberikan.
  • C. Kurang, karena kesehatan reproduksi tidak diberikan.
  • D. Cukup Baik, karena penyuluhan hanya setahun sekali.
  • E. Baik, karena keputusan komite harus dihormati.

Soal 29 · Indikator 3.14.3 · C5

Edukasi pencegahan adiksi dan kesehatan reproduksi di SMA Tunas Harapan berjalan rutin melalui BK klasikal, kerja sama dengan puskesmas, dan kegiatan kokurikuler. Sekolah juga menegakkan kawasan tanpa rokok bagi seluruh warga termasuk guru, mengatur penggunaan gawai di sekolah, dan mengajak orang tua memantau aktivitas daring anak.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena kedua edukasi diberikan secara rutin.
  • B. Baik, karena kawasan tanpa rokok merupakan kewajiban regulasi.
  • C. Sangat Baik, karena edukasi pencegahan adiksi dan kesehatan reproduksi berjalan rutin, dan sekolah menerapkan strategi agar lingkungan belajar menjauhkan murid dari potensi adiksi.
  • D. Sangat Baik, karena bekerja sama dengan puskesmas.
  • E. Cukup Baik, karena pengaturan gawai belum tertulis.

Soal 30 · Lintas Butir Komponen 3 · C6

Asesor memiliki waktu terbatas untuk observasi lingkungan sekolah. Berdasarkan Mapping Teknik Penggalian Data IA 2024 versi 2025, observasi lingkungan Komponen 3 mendukung indikator 3.10.1, 3.13.1, 3.13.2, 3.13.3, 3.14.1, dan 3.14.2.

Rencana rute observasi yang paling tepat adalah ….

  • A. Mengamati proses pembelajaran di tiga kelas untuk melihat sikap toleransi murid.
  • B. Memeriksa ruang tata usaha untuk menelaah SK TPPK dan tata tertib.
  • C. Mengamati ruang ibadah untuk memastikan semua agama memiliki ruangan sendiri.
  • D. Mewawancarai murid di kantin tentang pengalaman perundungan.
  • E. Menelusuri suasana keberagaman di lingkungan sekolah; kondisi bangunan, sarana, tanda peringatan bahaya, dan mitigasi lokasi; UKS dan kotak P3K (keterjangkauan dan kedaluwarsa); rambu, jalur evakuasi, dan titik kumpul; kebersihan, tempat sampah, dan kantin; prasarana kebugaran; serta ruang istirahat guru dan tenaga kependidikan.

Dengan 30 soal Komponen 3 ini, lengkaplah seri 90 soal HOTS untuk ketiga komponen Instrumen Akreditasi. Terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah mengikuti seri ini dari awal.

Jika ketiga komponen kita rangkai, akan tampak satu benang merah. Pembelajaran yang berpusat pada murid (Komponen 1) hanya dapat tumbuh bila ditopang tata kelola yang reflektif dan akuntabel (Komponen 2), serta suasana sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, sehat, diterima, dan dihargai (Komponen 3). Ketiganya saling bertaut, sehingga asesor pun perlu melihatnya secara utuh, bukan per butir yang terpisah-pisah.

Komponen 3 juga mengingatkan kita bahwa iklim sekolah tidak cukup dibuktikan dengan dokumen. Iklim itu dirasakan murid ketika ia berani bertanya, ketika ia tahu ke mana harus melapor saat dirundung, ketika teman berkebutuhan khusus duduk di sebelahnya tanpa dianggap aneh, dan ketika ia tahu jalan keluar saat gempa datang. Tugas asesor adalah menangkap realitas itu dengan jujur melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, lalu menuangkannya dalam penilaian yang adil dan rekomendasi yang membangun.

Saya menyadari seri soal ini masih memiliki kekurangan, termasuk pada beberapa bagian rubrik yang teksnya sendiri masih memerlukan klarifikasi. Masukan, koreksi, dan pengalaman visitasi Bapak/Ibu di kolom komentar akan sangat berharga untuk menyempurnakannya.

Semoga seri ini bermanfaat bagi persiapan Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026, dan lebih dari itu, bagi praktik akreditasi yang sungguh-sungguh mendorong mutu pendidikan kita. Silakan bagikan kepada rekan-rekan yang membutuhkan.

Salam mutu pendidikan!