Kata Pengantar
Salam akreditasi, Bapak/Ibu calon asesor dan rekan asesor sekalian.
Setelah seri latihan soal tingkat LOTS dan MOTS, kali ini saya membagikan paket yang lebih besar dan lebih menantang: 240 soal pilihan ganda tingkat MOTS dan HOTS. Soal-soal ini disusun mengikuti 12 materi kisi-kisi Uji Kompetensi Asesor 2026, masing-masing 20 soal dengan lima opsi jawaban. Paket ini dibagi menjadi 4 Bagian dengan masing-masing terdiri dari 60 Soal.
Kedua belas materi itu adalah: kebijakan BAN-PDM, Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024 versi 2025), kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, teknik penggalian data, pelaksanaan visitasi, penilaian rubrik, triangulasi bukti, pelaporan hasil akreditasi, etika asesor, dan studi kasus HOTS.
Mengapa porsinya lebih banyak HOTS? Di lapangan, tugas asesor bukan menghafal rumusan butir. Asesor harus membaca bukti, membandingkan keterangan guru, murid, orang tua, dan dokumen, lalu menetapkan kategori Kurang, Cukup Baik, Baik, atau Sangat Baik dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, sebagian besar soal disajikan sebagai kasus. Kita diminta menimbang data, bukan sekadar mengingat istilah.
Setiap materi dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat beserta rujukannya. Sumber utamanya adalah Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen versi 2025, Manual Penggalian Data, Agenda Visitasi, Mapping Teknik Penggalian Data, Format 3.3, dan Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023.
Beberapa catatan jujur sebelum Bapak/Ibu mulai berlatih:
- Ini bukan soal resmi. Paket ini adalah bahan latihan yang saya susun dari dokumen-dokumen di atas. Bentuk dan isi soal UKOM yang sebenarnya bisa berbeda.
- Ada perubahan regulasi yang perlu dicermati. Ada pemberitaan bahwa Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 mengubah BAN-PDM menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP). Soal-soal di sini masih memakai istilah BAN-PDM sesuai kisi-kisi. Silakan periksa naskah resminya di JDIH Kemendikdasmen.
- Materi pelaporan dan etika disusun dari prinsip IA2024 dan etika penilai yang umum. Saya belum menemukan teks resmi panduan validasi maupun kode etik asesor yang berlaku saat ini.
- Beberapa soal menguji tafsiran rubrik pada area yang tidak tertulis eksplisit. Pembahasannya menjelaskan penalaran saya. Jika Bapak/Ibu punya pemahaman berbeda dari pelatihan resmi, mari kita diskusikan di kolom komentar.
Saran saya, kerjakan per materi tanpa melihat kunci, lalu cocokkan dan baca pembahasannya. Yang terpenting bukan berapa yang benar, melainkan mengapa satu opsi lebih tepat daripada yang lain.
Selamat berlatih.
Bagian 4 – Kepemimpinan Kepala Sekolah
Fokus kompetensi: visi, pengelolaan kurikulum, refleksi, dan pengembangan guru (Komponen 2, Butir 5–9).
61. [HOTS] Kepala sekolah memahami makna visi-misi dan mengomunikasikannya melalui spanduk, laman sekolah, dan rapat orang tua. Namun asesor tidak menemukan program atau budaya sekolah yang secara konkret menerjemahkan visi-misi itu. Level indikator 2.6.1 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Sangat Baik
- D. Cukup Baik
- E. Kurang, karena visi-misi tidak dihafal murid
62. [HOTS] Visi-misi sudah diterjemahkan menjadi beberapa program. Media komunikasinya kepada guru, tendik, orang tua, dan murid terdokumentasi. Orang tua dapat menyebut contoh program yang mencerminkan visi-misi. Namun keterkaitan antara rancangan dan implementasi program belum terlihat jelas. Level indikator 2.6.1 adalah …
- A. Baik
- B. Sangat Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. Sangat Baik, karena orang tua memahami visi-misi
63. [HOTS] Beberapa guru rutin menulis jurnal refleksi atas inisiatif sendiri, tetapi sekolah tidak memiliki prosedur refleksi yang berlaku bagi semua guru. Ada umpan balik murid, tetapi guru tidak dapat menjelaskan bagaimana umpan balik itu dipakai untuk merancang pembelajaran berikutnya. Level indikator 2.5.1 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Sangat Baik
- D. Kurang, karena jurnal tidak diwajibkan
- E. Cukup Baik
64. [HOTS] Sekolah memiliki prosedur refleksi kinerja yang berjalan minimal enam bulan sekali selama dua tahun terakhir. Kepala sekolah dan guru menjelaskannya secara konsisten. Seorang guru Fisika menunjukkan catatan refleksi tentang miskonsepsi gaya, lalu menjelaskan perubahan urutan praktikum yang ia lakukan sesudahnya. Level indikator 2.5.1 adalah …
- A. Cukup Baik
- B. Baik
- C. Sangat Baik
- D. Baik, karena hanya satu guru yang mencontohkan
- E. Kurang
65. [HOTS] Jadwal supervisi tercantum dalam kalender akademik dan dilaksanakan berkala. Namun tidak ada prosedur yang memandu pelaksanaannya, sehingga cara setiap wakil kepala sekolah menilai guru berbeda-beda. Level indikator 2.5.2 adalah …
- A. Kurang
- B. Cukup Baik
- C. Baik
- D. Sangat Baik
- E. Kurang, karena supervisi tidak seragam
66. [HOTS] Evaluasi kinerja di SMA Mutiara dipandu prosedur dan berjalan rutin enam bulan sekali selama dua tahun. Hasilnya didiskusikan bersama setiap guru, dan kepala sekolah dapat menunjukkan peningkatan capaian literasi murid setelah tindak lanjut evaluasi. Level indikator 2.5.2 adalah …
- A. Cukup Baik
- B. Baik
- C. Baik, karena tendik belum dievaluasi
- D. Kurang
- E. Sangat Baik
67. [HOTS] Dalam satu tahun terakhir, guru SMA Karya mengikuti enam pelatihan, semuanya karena undangan dinas atau penawaran penerbit. Sekolah belum memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi guru. Level indikator 2.5.3 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Sangat Baik
- E. Baik, karena jumlah pelatihan banyak
68. [HOTS] Topik pengembangan profesional di SMA Lentera ditentukan dari hasil refleksi dan evaluasi kinerja guru. Sekolah juga dapat menunjukkan bahwa pelatihan asesmen formatif berdampak pada membaiknya kualitas umpan balik di kelas. Level indikator 2.5.3 adalah …
- A. Baik
- B. Sangat Baik
- C. Cukup Baik
- D. Baik, karena dampaknya baru di satu bidang
- E. Kurang
69. [HOTS] Sekolah memiliki SK pembagian tugas guru dan tata tertib pegawai yang merinci perilaku yang dikenai sanksi. Namun belum ada rujukan pemberian gaji dan tunjangan berdasarkan beban dan kinerja. Level indikator 2.5.4 adalah …
- A. Cukup Baik
- B. Baik
- C. Kurang
- D. Sangat Baik
- E. NA, karena gaji diatur yayasan
70. [HOTS] Sekolah mengevaluasi penerapan kurikulum setiap tahun selama dua tahun terakhir memakai data hasil belajar dan refleksi guru. Perbaikan kurikulum sepenuhnya dikerjakan tim pengembang kurikulum, dan kepala sekolah hanya menandatangani hasilnya. Level indikator 2.9.2 adalah …
- A. Baik
- B. Sangat Baik
- C. Kurang
- D. Cukup Baik
- E. Baik, karena evaluasi rutin
71. [MOTS] Untuk mencapai level Sangat Baik pada indikator 2.9.2, hasil evaluasi kurikulum perlu meliputi …
- A. data hasil belajar murid, refleksi guru, serta umpan balik orang tua dan data lain yang relevan, dengan kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran
- B. data hasil belajar murid saja
- C. refleksi guru saja
- D. laporan keuangan sekolah
- E. hasil akreditasi sebelumnya
72. [HOTS] KSP SMA Bahari menjelaskan bagaimana rancangan pembelajaran mencerminkan karakter kemaritiman sekolah. Ada dua program spesifik yang mewujudkan visi-misi, dan ada contoh jelas penyesuaian kegiatan tahun ini berdasarkan evaluasi tahun lalu. Level indikator 2.9.3 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Baik
- E. Sangat Baik, karena karakter unik sudah tampak
73. [HOTS] KSP digunakan untuk memandu layanan satu tahun ajaran. Isinya memuat silabus tujuan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum nasional serta pengorganisasian kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Namun belum ada acuan sistematika penilaian hasil belajar bagi guru. Level indikator 2.9.1 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Baik
- D. Kurang
- E. NA
74. [HOTS] Kepala sekolah memiliki dokumen RKT yang lengkap dan rapi, tetapi mengaku menyusunnya sendiri di rumah tanpa melibatkan guru maupun data evaluasi tahun lalu. Level indikator 2.6.4 adalah …
- A. Cukup Baik
- B. Kurang
- C. Baik
- D. Cukup Baik, karena dokumennya ada
- E. Sangat Baik
75. [HOTS] Evaluasi kinerja sekolah satu tahun terakhir melibatkan guru, tendik, dan komite sekolah. Evaluasi memakai data yang dikumpulkan secara sistematis dari asesmen kelas dan refleksi guru, serta Rapor Pendidikan dan masukan pengawas. Level indikator 2.6.3 adalah …
- A. Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Baik, karena data eksternal hanya dua jenis
- E. Sangat Baik
76. [HOTS] Sekolah membagikan kalender akademik dan memiliki grup komunikasi dua arah dengan orang tua setiap kelas. Pelibatan orang tua masih berupa permintaan bantuan dan undangan acara. Ada dukungan perusahaan lokal untuk laboratorium tiga tahun lalu. Level indikator 2.6.2 adalah …
- A. Cukup Baik
- B. Sangat Baik
- C. Baik
- D. Kurang
- E. Cukup Baik, karena orang tua belum menjadi narasumber
77. [HOTS] RKAS SMA Garuda merinci jumlah dan harga setiap belanja serta telah disahkan pihak berwenang, tetapi tidak mencantumkan tujuan pemanfaatan setiap pos. Level indikator 2.7.2 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. Cukup Baik, karena tujuan tidak dicantumkan
78. [HOTS] Sekolah menyusun laporan pemanfaatan anggaran dua tahun terakhir yang memuat realisasi program dan belanja sesuai perencanaan yang disahkan. Laporan disampaikan kepada pemberi dana (termasuk BOSP) dan dipaparkan juga kepada guru serta tendik dalam rapat. Level indikator 2.7.3 adalah …
- A. Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Sangat Baik
- E. Baik, karena belum diumumkan kepada orang tua
79. [HOTS] Semua ruang dan alat di SMA Cahaya terpakai, jadwal pemeliharaan berjalan rutin, dan lingkungan bersih. Namun atap laboratorium yang bocor sejak enam bulan lalu belum ditindaklanjuti meskipun sudah dilaporkan. Level indikator 2.8.2 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Sangat Baik, karena kebersihan terjaga
- E. Baik
80. [HOTS] Rencana anggaran tahun depan terhubung dengan RKT, dan setiap pos disertai telaah kebutuhan. Namun kepala sekolah menyusunnya sendiri tanpa diskusi dengan pihak lain. Level indikator 2.7.1 adalah …
- A. Baik
- B. Sangat Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. Cukup Baik, karena tidak partisipatif
Bagian 5 – Iklim Lingkungan Belajar
Fokus kompetensi: keamanan, inklusivitas, kebinekaan, dan lingkungan belajar (Komponen 3, Butir 10–14).
81. [HOTS] Guru PPKn dan Sosiologi mengajarkan sikap positif terhadap keberagaman dengan mengaitkannya pada pengalaman murid sehari-hari, memberi ruang murid berbagi pendapat dan merefleksikan pengalamannya, dan murid menunjukkan nilai itu dalam diskusi. Namun upaya ini hanya berlangsung di kelas pada dua mata pelajaran tersebut. Level indikator 3.10.1 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Cukup Baik, karena hanya dua mata pelajaran
- E. Baik
82. [HOTS] Materi toleransi ada dalam buku PPKn, tetapi diajarkan sebagai hafalan definisi dan contoh tanpa dikaitkan dengan kehidupan murid. Level indikator 3.10.1 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Sangat Baik
- E. NA
83. [HOTS] Lima murid beragama minoritas di SMA Swasta Bakti memperoleh pendidikan agama melalui kerja sama dengan lembaga keagamaan, tetapi pengajarnya belum seagama dengan murid. Guru dan tendik dari kelompok minoritas memperoleh hak libur hari raya dan kesempatan yang sama dalam kepanitiaan. Level indikator 3.10.2 adalah …
- A. Baik
- B. Sangat Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. NA, karena jumlah murid minoritas sedikit
84. [HOTS] Di sekolah dengan kelas campuran, muatan kesetaraan gender sudah terintegrasi dalam pembelajaran (ketiga kriteria terpenuhi), dan tidak ada kebijakan yang membedakan hak murid perempuan dan laki-laki dalam OSIS. Namun wakil kepala sekolah selalu laki-laki, sementara guru perempuan selalu ditugasi seksi konsumsi. Level indikator 3.10.3 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Baik
- E. NA
85. [HOTS] SMA Putri Mandiri hanya menerima murid perempuan (homogen). Dari tiga kriteria integrasi muatan kesetaraan gender dalam pembelajaran, dua terpenuhi. Level indikator 3.10.3 dengan rubrik homogen adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. NA, karena muridnya homogen
86. [HOTS] Sekolah memiliki kebijakan menerima murid penyandang disabilitas beserta prosedur tertulis yang rinci (koordinasi dengan guru dan orang tua, program individual). Namun tidak ada kebijakan persiapan dan penyesuaian layanan bagi murid berkebutuhan khusus lainnya, dan tidak ada asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus. Level indikator 3.11.1 adalah …
- A. Baik
- B. Sangat Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. Cukup Baik, karena tidak ada asesmen awal
87. [HOTS] Sekolah memiliki dua murid tunarungu. Guru sudah dibekali sehingga lebih siap memfasilitasi mereka. Orang tua murid lain hanya diberi pemberitahuan tentang keberadaan murid tersebut, dan murid lain belum mendapat materi pembekalan untuk berinteraksi. Level indikator 3.11.2 adalah …
- A. Cukup Baik
- B. Sangat Baik
- C. Kurang
- D. Baik
- E. NA
88. [HOTS] Tata tertib sekolah secara tegas melarang perundungan dan kekerasan. Belum dibentuk satgas atau tim pencegahan dan penanganan kekerasan. Prosedur penanganan ada, tetapi isinya normatif sehingga tidak dapat dijadikan rujukan saat kasus terjadi. Level indikator 3.12.1 adalah …
- A. Kurang
- B. Cukup Baik
- C. Baik
- D. Sangat Baik
- E. Baik, karena ada prosedur
89. [HOTS] Sekolah memiliki kebijakan tertulis anti-perundungan dan satgas yang sudah dibentuk. Prosedurnya lugas dan sistematis, mencakup mekanisme pelaporan dan investigasi, serta menjadi rujukan guru dan tendik. Level indikator 3.12.1 adalah …
- A. Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Baik, karena belum ada kasus yang ditangani
- E. Sangat Baik
90. [HOTS] Materi anti-perundungan sudah terintegrasi dalam intrakurikuler dan kokurikuler. Belum ada program bagi guru dan tendik, dan orang tua belum mengetahui mekanisme pelaporan karena penanganan bergantung pada cara masing-masing guru. Level indikator 3.12.2 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Sangat Baik
- E. NA
91. [MOTS] Salah satu penanda program bagi guru yang efektif pada indikator 3.12.2 adalah guru mampu …
- A. menghukum pelaku perundungan dengan tegas
- B. membedakan antara resolusi konflik, perundungan, dan kekerasan, serta menjelaskan prosedur penanganannya
- C. menyembunyikan kasus agar nama sekolah terjaga
- D. menyerahkan semua kasus kepada polisi
- E. menghafal definisi perundungan
92. [HOTS] Bangunan SMA Kenanga dalam kondisi baik. Saat observasi, asesor menemukan dua dari tiga kondisi berisiko: tidak ada tanda peringatan pada tangga curam, dan sekolah berada di tepi jalan raya tanpa pagar atau upaya mitigasi. Sarana belajar aman. Level indikator 3.13.1 adalah …
- A. Kurang
- B. Sangat Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang, karena ada risiko jalan raya
- E. Baik
93. [HOTS] Sekolah bekerja sama dengan puskesmas terdekat dan memiliki panduan P3K. Kotak P3K mudah diakses, tidak kedaluwarsa, dan isinya memadai. Namun dalam dua tahun terakhir belum ada pelatihan P3K bagi PTK yang bertugas. Level indikator 3.13.2 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Baik
- E. Cukup Baik, karena pelatihan belum ada
94. [HOTS] Sekolah memiliki bukti kerja sama dengan klinik terdekat, tetapi tidak memiliki panduan P3K dan tidak ada pelatihan dua tahun terakhir. Kotak P3K disimpan terkunci di ruang kepala sekolah. Level indikator 3.13.2 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Sangat Baik
- E. Kurang, karena kotak P3K terkunci
95. [HOTS] Prosedur evakuasi bencana SMA Merapi memenuhi empat kriteria (tanda bahaya, jalur dan titik kumpul, cara melindungi diri, dan jelas bagi pengunjung). Simulasi dilakukan delapan bulan sebelum visitasi, dan prosedur direviu setelah gedung baru dibangun tahun lalu. Level indikator 3.13.3 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Baik
- C. Cukup Baik
- D. Kurang
- E. Baik, karena simulasi hanya sekali
96. [HOTS] Prosedur evakuasi SMA Tepian hanya memuat bel tanda bahaya dan peta jalur evakuasi. Simulasi dilaksanakan sekali dalam satu tahun terakhir. Level indikator 3.13.3 adalah …
- A. Kurang
- B. Baik
- C. Sangat Baik
- D. Cukup Baik
- E. Kurang, karena tidak ada titik kumpul
97. [MOTS] Tiga kriteria akses peralatan P3K pada indikator 3.13.2 adalah …
- A. dapat diakses (tidak terkunci/tidak di ruang yang sulit dijangkau), siap pakai (tidak kedaluwarsa), dan minimal dapat dipakai untuk menekan dan memberi antiseptik pada luka terbuka serta menangani demam
- B. tersedia dokter jaga, ambulans, dan apotek
- C. tersimpan di ruang kepala sekolah, terdaftar, dan berlabel
- D. dibeli dari dana BOSP, diaudit, dan dilaporkan
- E. tersedia di setiap kelas, laboratorium, dan kantin
98. [HOTS] Kesadaran kesehatan mental sudah terintegrasi dalam kurikulum, guru telah mendapat pembekalan untuk memberi bimbingan, dan tersedia ruang istirahat guru terpisah dari murid. Namun layanan bimbingan penyuluhan bagi murid oleh guru/tendik belum benar-benar berjalan. Level indikator 3.14.2 adalah …
- A. Sangat Baik
- B. Cukup Baik
- C. Baik
- D. Kurang
- E. Cukup Baik, karena layanan belum berjalan
99. [HOTS] Sekolah rutin memberi edukasi anti-NAPZA melalui PJOK dan kegiatan BNN, tetapi edukasi kesehatan reproduksi belum diberikan. Level indikator 3.14.3 adalah …
- A. Baik
- B. Cukup Baik
- C. Kurang
- D. Sangat Baik
- E. Baik, karena edukasi anti-NAPZA rutin
100. [HOTS] Kantin masih menjual minuman berpemanis dan pewarna buatan yang tidak aman. Kebersihan lingkungan memenuhi dua dari tiga kriteria. Muatan pembelajaran memenuhi satu dari dua kriteria pola hidup bersih sehat. Sekolah memiliki program senam dan lapangan yang memfasilitasi murid bergerak aktif. Level indikator 3.14.1 adalah …
- A. Kurang
- B. Cukup Baik
- C. Sangat Baik
- D. Kurang, karena kantin tidak sehat
- E. Baik
Bagian 6 – Teknik Penggalian Data
Fokus kompetensi: observasi, wawancara, dan telaah dokumen.
101. [MOTS] Tata cara observasi proses pembelajaran menurut Lampiran Agenda Visitasi adalah …
- A. kedua asesor mengamati kelas yang sama selama satu jam pelajaran penuh
- B. setiap asesor mengamati minimal lima kelas, masing-masing lima menit
- C. setiap asesor memilih satu kelas berbeda untuk diamati selama 20 menit, lalu memakai 10 menit lain untuk berkeliling ke kelas-kelas lain
- D. asesor cukup menonton video pembelajaran unggahan sekolah
- E. asesor mengamati kelas yang ditunjuk kepala sekolah selama 45 menit
102. [MOTS] Menurut Daftar Indikator per Kegiatan, observasi proses pembelajaran menggali data untuk …
- A. 8 indikator Butir 8, 10, 13, dan 14
- B. 11 indikator Butir 1–4
- C. 3 indikator Butir 3
- D. 16 indikator Komponen 1
- E. 5 indikator: Butir 1 (indikator 1 dan 4) dan Butir 2 (indikator 1, 2, dan 3)
103. [MOTS] Observasi lingkungan sekolah menggali data untuk 8 indikator pada butir …
- A. 1, 2, 3, dan 4
- B. 8, 10, 13, dan 14
- C. 5, 6, 7, dan 9
- D. 10, 11, dan 12
- E. 3, 7, 11, dan 14
104. [HOTS] Asesor ingin menggali indikator 1.3.4 (hasil penilaian dilaporkan secara informatif). Kombinasi teknik yang paling sesuai dengan pemetaan adalah …
- A. telaah dokumen rapor, wawancara kepala sekolah, wawancara guru Kategori A, dan wawancara orang tua/wali
- B. observasi proses pembelajaran dan wawancara murid
- C. observasi lingkungan sekolah dan wawancara guru Kategori C
- D. telaah RKAS dan wawancara bendahara
- E. wawancara murid saja
105. [HOTS] Kepala sekolah menawarkan “kelas contoh” yang sudah disiapkan sejak seminggu lalu untuk diobservasi. Sikap asesor yang paling sesuai dengan prinsip setting alami adalah …
- A. Menerima dan hanya mengamati kelas contoh tersebut.
- B. Menolak semua observasi kelas.
- C. Meminta guru mengulang pembelajaran khusus untuk asesor.
- D. Memilih sendiri kelas yang sedang berlangsung secara alami, dengan tetap santun, dan memakai waktu berkeliling untuk melihat kelas lain.
- E. Meminta video kelas contoh sebagai pengganti observasi.
106. [HOTS] Setelah presentasi kinerja pada Hari ke-1, Asesor R sudah mengisi level untuk sebagian besar indikator di lembar kerjanya. Penilaian yang tepat terhadap tindakan ini adalah …
- A. Tepat, karena mempercepat proses dan sisanya tinggal dikonfirmasi.
- B. Kurang tepat, karena penilaian harus induktif: asesor mengumpulkan data, mengamati pola, lalu menarik kesimpulan, dan menunda penilaian sampai penggalian data tuntas.
- C. Tepat, karena presentasi kinerja adalah sumber data paling sahih.
- D. Kurang tepat, karena level seharusnya diisi saat pravisitasi.
- E. Tepat, asalkan rekan asesor menyetujui.
107. [MOTS] Kriteria responden wawancara murid Kategori B (Komponen 3) adalah …
- A. lima pengurus OSIS
- B. murid berprestasi dari setiap kelas
- C. murid yang direkomendasikan wali kelas
- D. minimal lima murid dengan karakteristik paling minoritas di sekolah, mewakili laki-laki dan perempuan, dan dapat menyertakan murid berkebutuhan khusus bila kondisi memungkinkan
- E. seluruh murid kelas XII
108. [MOTS] Wawancara guru Kategori C (Komponen 3) dilakukan bersamaan kepada 3–5 guru yang dipilih dengan mempertimbangkan …
- A. guru yang paling lama mengajar saja
- B. guru yang menjadi bendahara dan operator
- C. wali kelas XII saja
- D. guru yang ditunjuk kepala sekolah tanpa kriteria
- E. keterlibatan dalam pengelolaan kurikulum/pembelajaran, peran memfasilitasi pendidikan agama minoritas, representasi guru laki-laki dan perempuan, serta guru lama dan guru baru
109. [HOTS] Untuk wawancara guru Kategori A, sekolah hanya menyiapkan tiga guru senior berprestasi. Tindakan asesor yang paling tepat adalah …
- A. Menerima karena guru senior paling memahami pembelajaran.
- B. Membatalkan wawancara guru Kategori A.
- C. Meminta dengan santun agar responden juga mewakili guru baru, karena kriteria Kategori A adalah minimal tiga guru kelas yang mewakili guru lama dan guru baru.
- D. Menambah wawancara dengan kepala sekolah sebagai pengganti.
- E. Mewawancarai satu per satu agar jawaban tidak saling memengaruhi.
110. [MOTS] Selain kepala sekolah, responden wawancara pimpinan adalah orang yang memahami atau bertanggung jawab atas …
- A. pengelolaan sekolah (terutama perencanaan dan penganggaran) serta pengelolaan kurikulum dan proses pembelajaran
- B. kebersihan dan keamanan gedung
- C. kegiatan ekstrakurikuler olahraga
- D. hubungan masyarakat dan promosi sekolah
- E. administrasi kepegawaian di dinas
111. [HOTS] Untuk indikator 2.7.3 (laporan berkala pemanfaatan anggaran), kombinasi teknik penggalian data yang dipetakan adalah …
- A. observasi lingkungan sekolah dan wawancara murid
- B. wawancara orang tua/wali dan murid
- C. observasi proses pembelajaran
- D. telaah dokumen, wawancara kepala sekolah, dan wawancara guru Kategori B
- E. telaah dokumen saja
112. [MOTS] Penentuan responden wawancara orang tua/wali mempertimbangkan …
- A. keterlibatan dalam komite orang tua di sekolah serta keterwakilan orang tua/wali laki-laki dan perempuan
- B. orang tua dengan penghasilan tertinggi
- C. orang tua yang anaknya juara kelas
- D. orang tua yang menjadi guru di sekolah tersebut
- E. orang tua yang dipilih secara acak oleh kepala sekolah
113. [HOTS] Asesor ingin menggali indikator 1.2.1 (kesepakatan kelas partisipatif) melalui wawancara murid. Pertanyaan yang paling tepat adalah …
- A. “Kesepakatan kelas kalian disusun bersama, kan?”
- B. “Apakah kalian suka aturan kelas?”
- C. “Bagaimana kesepakatan kelas kalian dibuat? Coba ceritakan, dan apa yang biasanya terjadi kalau ada teman yang melanggar?”
- D. “Sebutkan isi kesepakatan kelas kalian satu per satu.”
- E. “Apakah guru kalian galak?”
114. [HOTS] Panduan Penjelasan menyatakan bahwa asesor adalah instrumen utama dan penilaian keliru sering bukan karena kurang data, melainkan karena interpretasi yang tidak tepat. Implikasi paling penting bagi praktik penggalian data adalah …
- A. memperbanyak jumlah dokumen yang diminta
- B. mempercepat wawancara agar lebih banyak responden
- C. mengandalkan lembar kerja agar tidak perlu menafsirkan
- D. menyerahkan penafsiran kepada sekolah
- E. menguatkan kemampuan observasi, mendengar aktif, memahami konteks, dan berpikir kritis, serta menjaga sikap selama visitasi
115. [HOTS] Kepala sekolah menyatakan semua guru rutin memberi umpan balik, sedangkan sebagian murid merasa jarang menerimanya. Sikap asesor yang sesuai dengan prinsip “sudut pandang beragam” adalah …
- A. Memilih pernyataan kepala sekolah karena ia penanggung jawab.
- B. Memahami bahwa setiap perspektif sahih dalam konteksnya, lalu mencari pola konsistensi melalui triangulasi, bukan sekadar memilih siapa yang benar.
- C. Memilih pernyataan murid karena murid penerima layanan.
- D. Merata-ratakan kedua pernyataan.
- E. Mengabaikan kedua pernyataan dan hanya memakai dokumen.
116. [MOTS] Menurut Daftar Indikator per Kegiatan, wawancara murid menggali data untuk …
- A. 20 indikator
- B. 32 indikator
- C. 6 indikator
- D. 9 indikator
- E. 8 indikator
117. [HOTS] Saat wawancara guru, jawaban responden masih umum: “Kami selalu memperhatikan murid yang kesulitan.” Langkah asesor yang paling sesuai dengan Manual Penggalian Data adalah …
- A. Mencatat jawaban itu sebagai bukti level Baik.
- B. Menambah pertanyaan penggali yang relevan, misalnya meminta contoh murid tertentu, cara mengidentifikasinya, dan bentuk bantuannya, karena Manual memperbolehkan pertanyaan tambahan untuk menggali bukti.
- C. Pindah ke indikator berikutnya agar waktu cukup.
- D. Meminta kepala sekolah menjawab untuk guru.
- E. Memberi contoh jawaban yang ideal agar guru mengerti.
118. [MOTS] Wawancara orang tua/wali menggali data untuk 6 indikator, yaitu …
- A. seluruh indikator Butir 1 dan 2
- B. indikator Butir 7 dan 8
- C. indikator Butir 10, 11, dan 13
- D. Butir 3 (indikator 4), Butir 4 (indikator 4), Butir 6 (indikator 1 dan 2), dan Butir 12 (indikator 1 dan 2)
- E. Butir 5 (indikator 1–4) dan Butir 9 (indikator 1–2)
119. [HOTS] Untuk menilai indikator 3.13.1 (lingkungan yang menjaga keselamatan), teknik penggalian yang paling menentukan untuk memastikan ada atau tidaknya tiga kondisi berisiko adalah …
- A. wawancara orang tua/wali
- B. telaah RKAS
- C. observasi lingkungan sekolah, dikonfirmasi dengan wawancara kepala sekolah
- D. wawancara guru Kategori A
- E. observasi proses pembelajaran
120. [HOTS] Saat jam istirahat, asesor berkeliling dan memperhatikan bagaimana murid berinteraksi di kantin dan lapangan, termasuk dengan murid berkebutuhan khusus. Kegiatan ini paling tepat dipahami sebagai …
- A. kegiatan di luar agenda yang tidak perlu dicatat
- B. observasi proses pembelajaran
- C. wawancara informal yang menggantikan wawancara murid
- D. telaah dokumentasi
- E. observasi lingkungan sekolah, yang mencakup interaksi warga sekolah di luar kegiatan belajar mengajar
Penutup
Demikian 60 soal latihan MOTS dan HOTS untuk persiapan Uji Kompetensi Asesor 2026-Bagian 2. Semoga bermanfaat, bukan hanya untuk lulus ujian, tetapi juga untuk mempertajam cara kita menilai di lapangan.
Satu hal yang perlu terus kita ingat: Panduan Penjelasan IA2024 menegaskan bahwa akreditasi bukan pemberian image branding, melainkan penghela sekolah menuju layanan yang lebih baik. Asesor adalah instrumen utama dalam proses itu. Penilaian yang tepat lahir dari ketelitian mendengar dan mengamati, bukan dari kecepatan menyimpulkan. Sekolah perlu jujur tentang kondisinya, dan kita sebagai asesor perlu jujur “memotret” apa adanya.
Bila Bapak/Ibu menemukan kunci yang keliru, pembahasan yang kurang tepat, atau ketentuan yang sudah berubah, mohon sampaikan di kolom komentar. Koreksi dari rekan-rekan akan saya gunakan untuk memperbaiki paket ini, sehingga bermanfaat bagi lebih banyak calon asesor.
Silakan membagikan tautan postingan ini kepada rekan yang sedang bersiap mengikuti UKOM. Sampai jumpa di seri latihan berikutnya.
Salam akreditasi!
Baca Juga :
