Seri Latihan Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026 • Bagian 3 (Penutup)
KATA PENGANTAR
Salam sejahtera bagi Bapak/Ibu asesor, calon asesor, kepala sekolah, pengawas, guru, dan seluruh pembaca setia pascaldaddy512.com.
Kita tiba di bagian penutup seri latihan uji kompetensi asesor BAN-PDM 2026. Pada bagian 1 (LOTS), kita memperkuat fondasi dengan mengingat dan memahami struktur Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024). Pada bagian 2 (MOTS), kita berlatih menerapkan pemahaman itu dalam situasi visitasi: memetakan temuan ke indikator yang tepat, mengenali sub-indikator yang belum terpenuhi, dan memilih teknik penggalian data. Kini kita masuk ke tahap yang paling menentukan, yaitu HOTS (Higher Order Thinking Skills).
Inti pekerjaan asesor: menimbang dan memutuskan
Tugas terberat asesor bukan mengumpulkan data, melainkan menimbang data itu dan mengambil keputusan. Pada akhir visitasi, asesor harus menetapkan kategori setiap indikator: Kurang, Cukup Baik, Baik, atau Sangat Baik. Keputusan itu harus berdasar, konsisten dengan rubrik, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sinilah kesalahan paling sering terjadi. Selisih antara “Baik” dan “Sangat Baik” sering kali hanya satu syarat, misalnya apakah hasil evaluasi kinerja sudah didiskusikan bersama guru, apakah laporan hasil belajar sudah memuat apa yang belum dikuasai murid, atau apakah prosedur evakuasi sudah direviu setelah ada gedung baru. Asesor yang tidak cermat membaca pembeda antarkategori mudah memberi nilai yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Keduanya sama-sama merugikan sekolah dan murid.
Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen versi 2025 mengingatkan bahwa penilaian bersifat induktif. Asesor tidak memulai dari skor lalu mencari pembenaran, tetapi mengumpulkan data, melihat pola, lalu menarik kesimpulan. Seperti kutipan Michael Fullan dalam Panduan tersebut: “Professional judgment is not about being subjective, but about being informed.”
Apa yang dilatih dalam paket HOTS ini?
- Mengevaluasi (C5), 41 soal. Peserta menentukan kategori rubrik dari data kasus yang memuat hasil observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Setiap opsi jawaban menyebut kategori beserta alasannya, sehingga peserta harus memahami pembeda antarkategori, bukan sekadar menebak.
- Menganalisis (C4), 8 soal. Peserta menangani data yang saling bertentangan, misalnya hasil observasi yang berbeda dengan keterangan murid. Peserta juga menelusuri keterkaitan antarindikator, misalnya bagaimana ketiadaan asesmen formatif (1.3.2) melemahkan laporan hasil belajar (1.3.4), atau bagaimana RKT yang tidak dianggarkan berdampak pada indikator 2.7.1. Termasuk di sini soal yang menguji kategori tertinggi yang masih mungkin diberikan, misalnya ketika bangunan membahayakan keselamatan.
- Mencipta (C6), 1 soal. Peserta merancang rekomendasi perbaikan, yaitu menyusun prosedur tertulis untuk menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif.
Cakupan dan isi paket
- 50 soal pilihan ganda dengan 5 opsi (A–E) berbasis kasus visitasi.
- Cakupan: 3 komponen, 14 butir, dan 45 indikator IA2024 jenjang Dasmen (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA). Setiap indikator terwakili oleh minimal satu soal:
- Kinerja Pendidik: 18 soal
- Kepemimpinan Kepala Sekolah: 18 soal
- Iklim Lingkungan Belajar: 14 soal
- Kisi-kisi soal, kunci jawaban, dan pembahasan yang menjelaskan mengapa sebuah kasus masuk kategori tertentu dan syarat apa yang belum terpenuhi untuk naik ke kategori berikutnya, dengan merujuk langsung ke rubrik dalam Panduan Penjelasan IA2024.
Saran cara menggunakan
- Kerjakan seri ini secara berurutan: LOTS—>MOTS—> HOTS. Soal HOTS menuntut penguasaan rubrik, dan fondasinya dibangun pada dua paket sebelumnya.
- Sediakan waktu sekitar 120 menit. Setiap soal memuat kasus yang cukup panjang dan perlu dibaca dengan teliti.
- Biasakan bertanya “apa yang kurang untuk naik satu kategori?” Cara berpikir ini adalah kunci menentukan kategori rubrik dengan tepat, dan juga modal penting saat menyusun catatan serta saran bagi sekolah.
- Bandingkan pembahasan dengan rubrik aslinya. Buka Panduan Penjelasan IA2024 di samping Anda dan cocokkan setiap pembahasan dengan deskripsi rubrik.
- Jadikan bahan diskusi kelompok. Soal kasus sangat baik untuk kalibrasi penilaian antarasesor. Bila Anda dan rekan berbeda jawaban, telusuri bersama pada syarat mana perbedaan itu muncul.
Catatan penting
Soal-soal ini adalah bahan latihan mandiri yang saya susun berdasarkan dokumen resmi BAN-PDM. Soal-soal ini bukan soal resmi uji kompetensi asesor BAN-PDM dan tidak mewakili kisi-kisi resmi ujian. Rujukan utama tetap Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 dan Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen versi 2025. Bila terdapat perbedaan, dokumen resmi yang berlaku.
Untuk beberapa indikator yang deskripsi rubriknya saling tumpang tindih antarkategori, saya sengaja menyusun soal analisis alih-alih soal penentuan kategori, agar kunci jawabannya tidak menimbulkan perdebatan. Koreksi dan masukan dari Bapak/Ibu sangat saya harapkan melalui kolom komentar.
Penutup
Dengan terbitnya bagian ketiga ini, lengkaplah seri latihan uji kompetensi asesor dari tingkat mengingat, menerapkan, hingga menganalisis dan mengevaluasi. Semoga seri ini membantu Bapak/Ibu tidak hanya lulus uji kompetensi, tetapi juga menjadi asesor yang cermat, jujur, dan adil dalam memotret layanan belajar di sekolah. Pada akhirnya, setiap kategori yang kita tetapkan akan menjadi cermin bagi sekolah untuk berbenah, dan yang merasakan hasilnya adalah murid-murid kita.
Selamat belajar dan sukses selalu!
Salam hormat,
Togi Parsaoran Soaloon Pasaribu, S.Pd., M.Si
Asesor & Koordinator Pengawas Sekolah Provinsi Sumatera Utara
🔗 Baca juga seri sebelumnya:
- 50 Soal LOTS Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026 Jenjang Dasmen (bagian 1)
- 50 Soal MOTS Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026 Jenjang Dasmen (bagian 2)
Soal
Komponen 1. Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran
1. Hasil observasi kelas: guru memberi kesempatan bertanya, mendengarkan dengan saksama, dan menanggapi secara relevan.
Empat murid bertanya atau berkomentar. Namun, guru tidak menggali lebih lanjut jawaban murid, dan bahasanya netral tanpa
kalimat yang membangun semangat. Kategori penilaian indikator 1.1.1 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena guru mendengarkan saksama, menanggapi relevan, dan melibatkan tiga murid atau lebih, tetapi belum
melakukan penggalian lebih lanjut
B. Sangat Baik, karena lebih dari tiga murid berkesempatan bertanya
C. Cukup Baik, karena guru hanya mendengar sepintas dan terburu-buru menjawab
D. Kurang, karena guru tidak menggunakan bahasa yang membangun semangat
E. Sangat Baik, karena guru tidak merendahkan murid sama sekali
2. Saat membagikan hasil ulangan, guru berkata kepada seluruh kelas, “Kerja bagus, tetap semangat ya!” tanpa menyebut upaya
spesifik murid. Guru tidak pernah menyatakan ada murid yang tidak mampu. Kategori penilaian indikator 1.1.2 yang paling
tepat adalah …
A. Cukup Baik, karena umpan balik masih berfokus pada hasil dan memuat penghargaan umum yang belum spesifik
B. Baik, karena guru sudah memberi penghargaan kepada seluruh kelas
C. Sangat Baik, karena guru tidak melabel murid sebagai tidak mampu
D. Kurang, karena guru hanya memberi umpan balik lisan
E. Baik, karena guru menjelaskan kepada kelas mengapa usaha murid pantas diapresiasi
3. Guru mengidentifikasi murid berkebutuhan khusus yang kasat mata dan murid yang tertinggal dalam pembelajaran melalui
pengamatan informal serta bertanya kepada wali kelas. Guru menyusun rencana dukungan dan menyiapkan bahan belajar
tambahan, tetapi tidak melibatkan murid dan orang tua, serta tidak memakai metode identifikasi yang sistematis. Kategori
yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena guru sudah menyiapkan sumber daya dukungan
B. Baik, karena identifikasi mencakup murid yang memerlukan dukungan ekstra dan disertai perencanaan, tetapi belum
sistematis dan belum melibatkan murid serta orang tua
C. Cukup Baik, karena guru hanya mengidentifikasi murid berkebutuhan khusus yang kasat mata
D. Kurang, karena guru tidak menggunakan tes diagnostik
E. NA, karena tidak ada murid penyandang disabilitas di kelas
4. Seorang murid tampak frustrasi dan menolak mengerjakan tugas. Guru mendekatinya dengan empati, menanyakan
penyebabnya, lalu saat itu juga mendampinginya memecah tugas menjadi langkah kecil. Guru belum memiliki rancangan
strategi terencana untuk membangun kemandirian murid mengelola emosi. Kategori yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena guru langsung memberikan pendampingan nyata
B. Cukup Baik, karena guru hanya menunjukkan simpati tanpa tindakan
C. Kurang, karena guru belum memiliki program konseling
D. Baik, karena guru bersimpati, menggali akar masalah, dan menindaklanjuti secara spontan, tetapi belum terencana
E. Cukup Baik, karena murid masih menunjukkan emosi negatif
5. Saat observasi, guru tampak sangat menghargai pertanyaan murid. Namun, lima murid yang diwawancarai secara terpisah
menyatakan guru biasanya mengabaikan pertanyaan dan kerap menyebut murid “lamban”. Analisis yang paling tepat
terhadap data tersebut adalah …
A. Hasil observasi lebih sahih karena dilihat langsung oleh asesor sehingga wawancara murid diabaikan
B. Data observasi berpotensi dipengaruhi kehadiran asesor, sehingga asesor perlu menggali bukti tambahan dan menimbang
pola yang konsisten sebelum menyimpulkan
C. Keterangan murid pasti keliru karena murid cenderung subjektif terhadap gurunya
D. Asesor cukup mengambil nilai rata-rata antara hasil observasi dan wawancara
E. Asesor langsung memberi kategori Kurang karena murid tidak mungkin berbohong
6. Kesepakatan kelas disusun bersama murid pada awal semester. Namun, wawancara menunjukkan sebagian murid tidak
merasakan pentingnya isi kesepakatan itu, dan pelanggaran dibiarkan tanpa saling mengingatkan. Kategori indikator 1.2.1
yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena kesepakatan disusun bersama murid
B. Cukup Baik, karena penyusunan tidak melibatkan murid
C. Kurang, karena masih terjadi pelanggaran kesepakatan
D. Sangat Baik, karena kesepakatan sudah ditampilkan di kelas
E. Baik, karena murid dilibatkan, tetapi pelibatannya kurang bermakna sehingga sebagian murid tidak menjadikannya acuan
7. Guru tidak pernah berkata kasar atau menghukum fisik. Untuk menertibkan kelas, guru mengandalkan teguran sopan dan
ancaman “nilai sikapmu saya kurangi” tanpa menjelaskan dampak negatif perilaku tersebut. Kategori indikator 1.2.2 yang
paling tepat adalah …
A. Cukup Baik, karena guru mengandalkan teguran dan ancaman nonfisik tanpa penjelasan dampak perilaku
B. Baik, karena guru tidak menggunakan hukuman fisik
C. Sangat Baik, karena bahasa guru selalu sopan
D. Kurang, karena guru menggunakan ancaman
E. Baik, karena sanksi pengurangan nilai relevan dengan pelanggaran
8. Selama observasi, sekelompok murid bermain di belakang kelas sekitar 7 menit. Murid lain sempat terganggu, tetapi tetap
dapat melanjutkan aktivitas belajar. Kategori indikator 1.2.3 yang paling tepat adalah …
A. Kurang, karena ada murid yang melakukan kegiatan non-pembelajaran
B. Cukup Baik, karena kekacauan berlangsung singkat (kurang dari 10 menit) dan murid lain masih dapat belajar
C. Baik, karena gangguan berlangsung kurang dari 10 menit
D. Sangat Baik, karena sebagian besar murid tetap belajar
E. Kurang, karena gangguan berlangsung lebih dari 5 menit
9. RPP memuat tujuan, kegiatan, dan asesmen. Tujuan dirumuskan berdasarkan silabus sekolah, guru menjelaskan kesesuaian
kegiatan dengan tujuan secara logis, dan materi telah disiapkan. Tujuan belum mempertimbangkan profil murid dan tidak
dijelaskan kepada murid. Kategori indikator 1.3.1 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena ketiga elemen esensial sudah lengkap
B. Cukup Baik, karena tujuan belum berdasarkan silabus sekolah
C. Kurang, karena RPP tidak dijelaskan kepada murid
D. Sangat Baik, karena guru mampu menjelaskan RPP secara logis
E. Baik, karena ketiga elemen lengkap, tujuan berbasis silabus, dan materi disiapkan, tetapi belum berbasis profil murid
10. Guru hanya sekali melakukan asesmen diagnostik di awal semester, dan hasilnya disimpan tanpa digunakan untuk
menyesuaikan pembelajaran. Kategori indikator 1.3.2 yang paling tepat adalah …
A. Kurang, karena asesmen formatif hanya dilakukan sekali
B. Baik, karena guru sudah melakukan asesmen di awal semester
C. Sangat Baik, karena asesmen dilakukan sebelum pembelajaran dimulai
D. Cukup Baik, karena asesmen formatif dilakukan secara terbatas dan hasilnya belum dimanfaatkan
E. N/A, karena asesmen diagnostik bukan asesmen formatif
11. Asesmen sumatif IPS dilakukan beberapa kali dalam semester melalui tes tertulis, proyek kelompok, dan presentasi hasil
proyek yang menilai kolaborasi dan komunikasi. Instrumen sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kategori indikator 1.3.3 yang
paling tepat adalah …
A. Baik, karena menggunakan lebih dari satu metode
B. Sangat Baik, karena memadukan beberapa metode termasuk metode otentik yang mengembangkan kompetensi nonkognitif
C. Cukup Baik, karena tes tertulis masih digunakan
D. Baik, karena dilakukan lebih dari sekali dalam semester
E. Kurang, karena penilaian kelompok tidak mengukur capaian individu
12. Rapor memuat deskripsi kualitatif yang cukup ekstensif tentang kompetensi yang sudah dikuasai, disusun dari rubrik dan
analisis asesmen formatif-sumatif, lalu dibahas secara dialogis bersama orang tua lengkap dengan rencana tindak lanjut. Rapor
belum menjelaskan kompetensi yang belum dikuasai, dan murid tidak diajak berefleksi. Kategori yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena deskripsi, mekanisme penyusunan, dan penyampaian dialogis terpenuhi, tetapi belum memuat kompetensi yang
belum dikuasai dan refleksi murid
B. Sangat Baik, karena rapor disampaikan secara dialogis
C. Cukup Baik, karena deskripsi masih berupa label
D. Kurang, karena murid tidak dilibatkan
E. Sangat Baik, karena rapor disusun dari asesmen formatif dan sumatif
13. Guru masih meminta murid menghafal rumus, tetapi penilaian tidak hanya mengukur hafalan. Guru memandu diskusi
kelompok, namun murid belum berhasil mengaitkan materi dengan fenomena nyata. Kategori indikator 1.3.5 yang paling
tepat adalah …
A. Baik, karena guru sudah menerapkan diskusi kelompok
B. Kurang, karena guru masih meminta murid menghafal
C. Sangat Baik, karena penilaian tidak hanya mengukur hafalan
D. Baik, karena murid bekerja dalam kelompok
E. Cukup Baik, karena sudah ada metode interaktif dan penilaian nonhafalan, tetapi belum berhasil mendorong keterkaitan
materi dengan fenomena nyata
14. Pendidikan agama diajarkan melalui diskusi dan refleksi penerapan dalam kehidupan sehari-hari, disertai contoh perilaku
akhlak mulia. Sekolah juga menyelenggarakan kegiatan kerohanian sebagai ekstrakurikuler. Namun, belum ada pembiasaan
dan lingkungan belajar yang konsisten membangun akhlak mulia di luar kegiatan tersebut. Kategori yang paling tepat adalah
A. Sangat Baik, karena sudah ada ekstrakurikuler kerohanian
B. Cukup Baik, karena upaya terbatas pada mata pelajaran agama
C. Baik, karena upaya diperluas ke kokurikuler/ekstrakurikuler dengan praktik reflektif, tetapi belum didukung pembiasaan
lingkungan yang konsisten
D. Kurang, karena belum ada pembiasaan rutin
E. Sangat Baik, karena guru memberi contoh akhlak mulia
15. Guru Sejarah menerapkan studi kasus dan diskusi yang mengaitkan materi dengan sejarah lokal. Sekolah juga memiliki
kegiatan kokurikuler festival budaya yang membangun kebanggaan sebagai warga Indonesia, tetapi rancangannya tidak
terhubung dengan materi intrakurikuler. Kategori indikator 1.4.2 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena sudah ada festival budaya
B. Baik, karena pembelajaran mendalam dan kokurikuler sudah ada, tetapi kokurikuler belum terhubung dengan intrakurikuler
C. Cukup Baik, karena guru masih menggunakan metode satu arah
D. Kurang, karena belum ada kegiatan kokurikuler
E. Sangat Baik, karena murid bangga sebagai warga Indonesia
16. Dalam proyek pemecahan masalah lingkungan, seluruh topik, langkah kerja, dan bentuk produk akhir ditentukan oleh guru.
Murid hanya mengikuti instruksi tersebut untuk menganalisis masalah. Kategori indikator 1.4.3 yang paling tepat adalah …
A. Cukup Baik, karena murid diberi kesempatan bernalar tetapi topik, proses, dan hasil sepenuhnya ditentukan guru
B. Baik, karena murid sudah mengerjakan proyek pemecahan masalah
C. Sangat Baik, karena proyek terkait isu nyata
D. Kurang, karena praktik berfokus pada pemberian materi
E. Baik, karena kegiatan dirancang sesuai tahap perkembangan murid
17. Karakter “peduli lingkungan” dinyatakan eksplisit sebagai profil murid di KSP. Terlihat kesinambungan yang jelas antara
karakter tersebut dengan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Namun, metode pembelajaran mendalam
untuk menguatkan karakter itu belum diterapkan konsisten di semua mata pelajaran yang relevan. Kategori yang paling tepat
adalah …
A. Sangat Baik, karena karakter dinyatakan eksplisit di KSP
B. Cukup Baik, karena upaya masih insidental
C. Kurang, karena belum semua guru menerapkannya
D. N/A, karena peduli lingkungan bukan misi akademik
E. Baik, karena kesinambungan intra-ko-ekstrakurikuler sudah jelas, tetapi penerapan di semua mata pelajaran relevan
belum konsisten
18. Asesor menyimpulkan indikator 1.3.2 berkategori Kurang karena guru tidak melakukan asesmen formatif sama sekali.
Indikator lain yang paling mungkin ikut terdampak oleh temuan ini adalah …
A. 1.2.1, karena kesepakatan kelas memuat aturan penilaian
B. 2.8.2, karena asesmen memerlukan sarana laboratorium
C. 3.14.2, karena asesmen memengaruhi kesehatan mental murid
D. 2.7.3, karena asesmen formatif harus dilaporkan dalam laporan keuangan
E. 1.3.4, karena laporan hasil belajar yang baik disusun dari analisis asesmen formatif dan sumatif
Komponen 2. Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan
19. Beberapa guru rutin menulis jurnal refleksi atas inisiatif sendiri, tetapi sekolah tidak memiliki prosedur refleksi kinerja yang
berlaku bagi seluruh guru. Guru juga belum dapat menjelaskan bagaimana umpan balik murid dipakai untuk menyesuaikan
pembelajaran. Kategori indikator 2.5.1 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena refleksi guru sudah dilakukan rutin
B. Kurang, karena tidak semua guru melakukan refleksi
C. Cukup Baik, karena refleksi berjalan sebagai inisiatif mandiri tanpa prosedur sekolah
D. Sangat Baik, karena ada dokumentasi jurnal refleksi
E. Baik, karena refleksi memuat umpan balik murid
20. Supervisi tercantum di kalender akademik, dipandu prosedur yang diikuti semua pihak, dan berjalan setiap semester selama
dua tahun terakhir. Namun, hasilnya tidak didiskusikan dengan guru, dan kepala sekolah tidak dapat menunjukkan dampaknya
pada pembelajaran. Kategori indikator 2.5.2 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena evaluasi rutin minimal 6 bulan sekali selama dua tahun
B. Cukup Baik, karena tidak ada prosedur evaluasi
C. Kurang, karena tidak ada dampak pada capaian murid
D. Baik, karena evaluasi berkala dan sistematis sudah berjalan, tetapi hasilnya belum didiskusikan dan dimanfaatkan bersama
guru
E. Cukup Baik, karena supervisi hanya tercantum di kalender akademik
21. Dalam setahun terakhir, guru mengikuti berbagai pelatihan, namun sebagian besar merupakan respons atas undangan dinas
dan tawaran pihak luar. Sekolah belum memetakan kebutuhan belajar guru. Kategori indikator 2.5.3 yang paling tepat adalah…
A. Baik, karena guru mengikuti banyak pelatihan
B. Cukup Baik, karena pengembangan kompetensi ada tetapi lebih banyak merespons undangan dan belum sistematis
C. Sangat Baik, karena pelatihan berasal dari dinas
D. Kurang, karena sekolah tidak menyelenggarakan pelatihan sendiri
E. Baik, karena pelatihan dilaksanakan dalam setahun terakhir
22. Topik lokakarya guru ditentukan dari hasil refleksi dan evaluasi kinerja yang menunjukkan kelemahan pada asesmen formatif.
Setelah lokakarya, supervisi berikutnya memperlihatkan guru rutin memakai hasil formatif untuk menyesuaikan
pembelajaran, dan sekolah dapat menunjukkan contoh peningkatan tersebut. Kategori indikator 2.5.3 yang paling tepat adalah
A. Baik, karena program disusun berdasarkan hasil evaluasi kinerja
B. Cukup Baik, karena hanya satu topik pelatihan yang diberikan
C. Baik, karena lokakarya dilaksanakan internal
D. Sangat Baik, karena program berbasis kebutuhan hasil refleksi/evaluasi dan ada contoh keberhasilan meningkatkan kualitas
pembelajaran
E. Kurang, karena tidak melibatkan narasumber eksternal
23. Sekolah memiliki rujukan pembagian tugas dengan rincian yang jelas, aturan perilaku guru yang menjadi dasar sanksi, serta
pedoman gaji dan tunjangan berdasarkan beban dan kinerja. Namun, rujukan tersebut tidak memuat prasyarat kompetensi, dan
tidak ada bukti bahwa penugasan sesuai kompetensi. Kategori indikator 2.5.4 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena rujukan tugas, sanksi, dan kompensasi berbasis kinerja tersedia, tetapi belum ada prasyarat dan bukti kesesuaian
kompetensi
B. Sangat Baik, karena sudah ada pedoman gaji berbasis kinerja
C. Cukup Baik, karena belum ada rujukan gaji dan tunjangan
D. Kurang, karena tidak ada bukti penugasan sesuai kompetensi
E. Sangat Baik, karena rincian tugas antarguru sudah jelas
24. Kepala sekolah memahami makna visi misi dan mengomunikasikannya melalui spanduk, laman web, dan rapat orang tua.
Namun, belum ada program atau budaya sekolah yang secara konkret menerjemahkan visi misi, dan orang tua tidak dapat
memberi contoh penerapannya. Kategori indikator 2.6.1 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena visi misi dikomunikasikan melalui berbagai media
B. Kurang, karena orang tua tidak memahami visi misi
C. Sangat Baik, karena kepala sekolah memahami visi misi
D. Cukup Baik, karena visi misi sudah dikomunikasikan tetapi penerapannya masih normatif
E. Baik, karena sudah ada rapat orang tua
25. Sekolah membagikan kalender akademik dan memiliki grup komunikasi dua arah per kelas. Pelibatan orang tua masih berupa
permintaan dukungan dan undangan menghadiri acara. Tiga tahun lalu sekolah bekerja sama dengan puskesmas untuk layanan
kesehatan murid. Kategori indikator 2.6.2 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena ada kerja sama dengan pihak eksternal
B. Cukup Baik, karena kerja sama eksternal sudah lebih dari satu tahun lalu
C. Baik, karena ada komunikasi dua arah dan dukungan eksternal dalam lima tahun terakhir, tetapi orang tua belum dilibatkan
dalam kegiatan pembelajaran
D. Kurang, karena pelibatan orang tua hanya berupa permintaan dukungan
E. Sangat Baik, karena ada wadah komunikasi dua arah
26. Evaluasi tahunan sekolah melibatkan guru dan tenaga kependidikan, menggunakan data asesmen kelas, refleksi guru, rapor
pendidikan, dan masukan pengawas. Komite sekolah tidak dilibatkan. Kategori indikator 2.6.3 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena data yang digunakan sudah lengkap
B. Baik, karena evaluasi berbasis data internal dan eksternal serta melibatkan PTK, tetapi belum melibatkan komite
C. Cukup Baik, karena evaluasi tidak melibatkan orang tua
D. Kurang, karena komite tidak hadir
E. Cukup Baik, karena data tidak dikumpulkan secara sistematis
27. RKT disusun berdasarkan evaluasi tahun lalu dengan melibatkan guru, komite, dan orang tua. RKT termuat dalam KSP,
dikomunikasikan melalui kalender akademik, dan mencakup bidang pembelajaran, pengembangan profesional PTK, serta
sarana prasarana. Kategori indikator 2.6.4 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena perencanaan melibatkan banyak pihak
B. Cukup Baik, karena RKT hanya dikomunikasikan melalui kalender
C. Sangat Baik, karena perencanaan berbasis evaluasi, partisipatif, dikomunikasikan, dan mencakup ketiga bidang
D. Baik, karena RKT termuat dalam KSP
E. Kurang, karena RKT tidak memuat bidang kesiswaan
28. RKAS terhubung jelas dengan RKT dan seluruh alokasinya berbasis telaah kebutuhan disertai catatan rasionalisasi. Namun,
RKAS disusun sendiri oleh kepala sekolah tanpa diskusi dengan pihak lain. Kategori indikator 2.7.1 yang paling tepat adalah
A. Baik, karena anggaran terhubung dengan perencanaan dan berbasis kebutuhan, tetapi disusun tanpa melibatkan pihak relevan
B. Sangat Baik, karena seluruh alokasi berbasis kebutuhan
C. Cukup Baik, karena kepala sekolah menyusun sendiri
D. Kurang, karena komite tidak menandatangani
E. Sangat Baik, karena ada catatan rasionalisasi
29. Rencana anggaran sekolah merinci jumlah dan harga setiap pos belanja serta telah disahkan, tetapi tidak mencantumkan tujuan pemanfaatan setiap pos. Dampak paling mendasar dari kelemahan ini terhadap pengelolaan anggaran adalah …
A. anggaran tidak dapat dicairkan oleh bendahara
B. sekolah otomatis melanggar aturan BOSP
C. keterhubungan anggaran dengan area perbaikan yang ingin didukung menjadi tidak jelas sehingga pemantauan sulit dilakukan
D. jumlah dana yang diterima sekolah berkurang
E. laporan realisasi tidak perlu disusun
30. Sekolah menyusun laporan pemanfaatan anggaran dua tahun terakhir yang memuat realisasi sesuai perencanaan yang
disahkan. Laporan disampaikan kepada pemberi dana (termasuk BOSP) serta dipaparkan dalam rapat guru dan rapat komite.
Kategori indikator 2.7.3 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena laporan memuat realisasi anggaran
B. Cukup Baik, karena laporan disampaikan kepada BOSP
C. Baik, karena laporan disusun dua tahun terakhir
D. Kurang, karena laporan tidak dipublikasikan di media massa
E. Sangat Baik, karena laporan memuat realisasi sesuai rencana dan disampaikan kepada pemberi dana serta kalangan internal
31. Sekolah membangun laboratorium bahasa berbiaya besar, padahal hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan mendesak murid
adalah ruang baca dan akses internet untuk proyek. Laboratorium itu jarang dipakai. Analisis yang paling tepat terhadap
kinerja indikator 2.8.1 adalah …
A. Kinerja sangat baik karena sekolah memiliki fasilitas modern
B. Kinerja baik karena sarpras disediakan secara mandiri
C. Penyediaan sarpras belum didasarkan pada identifikasi kebutuhan belajar murid, sehingga relevansinya lemah
D. Temuan hanya relevan untuk indikator 2.7.3 tentang laporan anggaran
E. Temuan tidak relevan karena laboratorium bahasa termasuk standar sarpras
32. Seluruh ruang dan peralatan dimanfaatkan optimal, jadwal pemeliharaan dijalankan rutin, dan lingkungan bersih serta terawat.
Namun, kebocoran atap ruang perpustakaan yang dilaporkan enam bulan lalu belum ditindaklanjuti. Kategori indikator 2.8.2
yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena seluruh sarpras dimanfaatkan optimal
B. Cukup Baik, karena masih ada sarpras yang rusak
C. Baik, karena pemanfaatan dan pemeliharaan optimal, tetapi belum ada tindak lanjut perbaikan prioritas
D. Kurang, karena perpustakaan tidak dapat digunakan
E. Sangat Baik, karena jadwal pemeliharaan rutin
33. KSP memandu penyelenggaraan layanan satu tahun ke depan, memuat silabus tujuan pembelajaran yang selaras dengan
kurikulum nasional, serta pengorganisasian intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. KSP belum memuat acuan
sistematika penilaian hasil belajar. Kategori indikator 2.9.1 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena KSP berfungsi sebagai rujukan dan memuat silabus serta pengorganisasian, tetapi belum memuat acuan
penilaian
B. Sangat Baik, karena KSP selaras dengan kurikulum nasional
C. Cukup Baik, karena KSP hanya mengatur pengorganisasian mata pelajaran
D. Kurang, karena KSP hanya pemenuhan administratif
E. Sangat Baik, karena KSP memandu satu tahun ajaran
34. Sekolah mengevaluasi penerapan kurikulum secara rutin dalam dua tahun terakhir menggunakan data hasil belajar dan refleksi
guru. Perbaikan kurikulum sepenuhnya ditangani wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan kepala sekolah tidak terlibat.
Kategori indikator 2.9.2 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena evaluasi rutin menggunakan data hasil belajar
B. Sangat Baik, karena ada pembagian tugas yang jelas
C. Kurang, karena evaluasi tidak melibatkan orang tua
D. Baik, karena wakil kepala sekolah kompeten
E. Cukup Baik, karena evaluasi rutin berjalan tetapi kepala sekolah belum berperan sebagai pemimpin pembelajaran
35. KSP menjelaskan karakteristik unik sekolah dan memuat dua program khas yang mewujudkan visi misi. KSP tahun ini juga
menambahkan penguatan numerasi sebagai tindak lanjut evaluasi kurikulum tahun lalu. Kategori indikator 2.9.3 yang paling
tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena ada penyesuaian berbasis evaluasi
B. Cukup Baik, karena program khas hanya dua
C. Baik, karena ada program khas visi misi dan penyesuaian berbasis evaluasi, tetapi program khas belum lebih dari tiga
D. Kurang, karena program numerasi bukan program khas
E. Sangat Baik, karena KSP menjelaskan karakteristik unik
36. RKT menetapkan peningkatan literasi sebagai prioritas utama berdasarkan hasil evaluasi, tetapi RKAS tidak mengalokasikan
dana untuk program literasi. Indikator yang paling terdampak oleh ketidakselarasan ini adalah …
A. 2.6.1, karena visi misi sekolah tidak jelas
B. 2.8.2, karena sarpras perpustakaan tidak terawat
C. 2.5.3, karena guru tidak dilatih literasi
D. 2.7.1, karena rencana anggaran tidak terhubung dengan perencanaan tahunan
E. 3.10.1, karena literasi terkait keberagaman
Komponen 3. Iklim Lingkungan Belajar
37. Pada mata pelajaran PPKn dan Agama, guru mengajak murid berdiskusi, berefleksi, dan mengaitkan keberagaman dengan
kehidupan sehari-hari, sehingga murid menunjukkan sikap menghargai perbedaan. Di luar kedua mata pelajaran itu belum ada
program kokurikuler, ekstrakurikuler, atau suasana sekolah yang membangun sikap tersebut. Kategori yang paling tepat
adalah…
A. Sangat Baik, karena murid sudah menghargai perbedaan
B. Baik, karena strategi pengajaran sudah membangun nilai positif, tetapi masih terbatas pada beberapa mata pelajaran
C. Cukup Baik, karena materi masih berupa hafalan
D. Kurang, karena belum ada program kokurikuler
E. Sangat Baik, karena ada dua mata pelajaran yang terlibat
38. Sekolah memfasilitasi pelajaran agama bagi murid minoritas, tetapi guru yang ditugaskan tidak seagama dengan murid. Guru
dan tenaga kependidikan minoritas mendapat hak libur hari raya dan kesempatan yang sama dalam kegiatan sekolah. Kategori
indikator 3.10.2 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena PTK minoritas mendapat hak libur
B. Baik, karena hak murid dan PTK minoritas sudah difasilitasi, tetapi guru agama yang ditugaskan belum seagama
C. Cukup Baik, karena guru agama tidak seagama dengan murid
D. Kurang, karena murid minoritas tidak mendapat guru seagama
E. N/A, karena jumlah murid minoritas sedikit
39. Di sebuah sekolah heterogen, muatan kesetaraan gender sudah terintegrasi dalam pembelajaran dan penugasan guru bebas
stereotip. Namun, ditemukan aturan bahwa hanya murid laki-laki yang boleh menjadi ketua OSIS. Konsekuensi temuan ini
terhadap penilaian indikator 3.10.3 adalah …
A. kategori maksimal Kurang, karena adanya kebijakan yang membedakan hak murid perempuan dan laki-laki dalam organisasi
intrasekolah
B. tetap Sangat Baik karena kriteria lain terpenuhi
C. Baik, karena aturan OSIS bukan bagian dari pembelajaran
D. Cukup Baik, karena hanya satu aturan yang bermasalah
E. N/A, karena OSIS dikelola oleh murid sendiri
40. Sekolah menyatakan bersedia menerima murid penyandang disabilitas, tetapi tidak memiliki prosedur tertulis untuk
memfasilitasi mereka. Rekomendasi yang paling tepat untuk memperbaiki kinerja indikator 3.11.1 adalah …
A. mengajukan pembangunan gedung khusus bagi murid disabilitas
B. membatasi penerimaan murid disabilitas sampai ada guru pendamping khusus
C. memindahkan murid disabilitas ke kelas terpisah
D. menyusun prosedur tertulis yang mengatur koordinasi dengan PTK dan orang tua, penyesuaian sarpras yang ada, serta
asesmen awal untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran
E. mewajibkan orang tua menandatangani surat pernyataan tidak menuntut layanan khusus
41. Sekolah yang memiliki murid tunarungu telah memberi pembekalan kepada guru sehingga lebih siap memfasilitasinya. Orang
tua murid lain hanya diberi pemberitahuan tentang keberadaan murid tersebut, dan tidak ada pembekalan khusus bagi murid
lain. Kategori indikator 3.11.2 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena guru sudah siap memfasilitasi
B. Cukup Baik, karena orang tua hanya diberi pemberitahuan
C. Baik, karena guru sudah dibekali dan orang tua diberi tahu, tetapi belum ada pembekalan bagi orang tua dan murid
D. Kurang, karena murid lain belum dibekali
E. N/A, karena hanya ada satu murid berkebutuhan khusus
42. Sekolah memiliki kebijakan tertulis yang tegas melarang perundungan dan kekerasan serta telah membentuk tim/satgas.
Prosedur penanganan ada, tetapi isinya normatif sehingga tidak dapat dijadikan rujukan dalam menangani kasus. Kategori
indikator 3.12.1 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena satgas sudah dibentuk
B. Cukup Baik, karena prosedur masih normatif
C. Kurang, karena prosedur tidak dapat dijadikan rujukan
D. Baik, karena kebijakan dan satgas ada, tetapi prosedur masih normatif
E. Sangat Baik, karena kebijakan ditulis secara tegas
43. Dokumen kebijakan, SK satgas, dan prosedur pelaporan sekolah sangat lengkap. Namun, wawancara menunjukkan guru
tidak mampu membedakan konflik biasa dengan perundungan, dan orang tua tidak mengetahui mekanisme pelaporan.
Analisis yang paling tepat adalah …
A. Kedua indikator otomatis Sangat Baik karena dokumen lengkap
B. Kelemahan terletak pada 1.2.2 karena guru belum menerapkan disiplin positif
C. Temuan wawancara diabaikan karena dokumen lebih objektif
D. Kelemahan terletak pada 2.6.1 karena orang tua tidak memahami visi misi
E. Kelemahan terutama terletak pada indikator 3.12.2, karena program pembekalan bagi warga sekolah belum efektif walaupun
kebijakan (3.12.1) kuat
44. Plafon salah satu ruang kelas retak dan berpotensi runtuh. Aspek keselamatan lain dalam kondisi baik: sarana belajar aman,
terdapat tanda peringatan bahaya, dan lokasi sekolah aman. Kategori tertinggi yang dapat diberikan untuk indikator 3.13.1
adalah …
A. Baik, karena hanya satu ruang yang bermasalah
B. Kurang, karena kategori Cukup Baik ke atas mensyaratkan bangunan tidak membahayakan keselamatan warga
C. Sangat Baik, karena ketiga kondisi lain terpenuhi
D. Cukup Baik, karena sekolah sudah memasang peringatan bahaya
E. N/A, karena kerusakan bangunan termasuk indikator 2.8.2
45. Bangunan sekolah dalam kondisi baik dan sarana belajar aman. Namun, tidak ada tanda peringatan di area berbahaya, dan
sekolah berada di tepi jalan raya tanpa pagar atau upaya mitigasi. Kategori indikator 3.13.1 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena bangunan dalam kondisi baik
B. Cukup Baik, karena ditemukan ketiga kondisi berisiko
C. Kurang, karena sekolah berada di tepi jalan raya
D. Baik, karena bangunan aman dan ditemukan maksimal 2 dari 3 kondisi berisiko
E. N/A, karena lokasi sekolah bukan kewenangan sekolah
46. Sekolah bekerja sama dengan puskesmas terdekat, memiliki panduan P3K, dan akses peralatan P3K memenuhi ketiga kriteria.
Namun, dalam dua tahun terakhir tidak ada pelatihan P3K bagi PTK yang bertugas. Kategori indikator 3.13.2 yang paling
tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena akses peralatan memenuhi ketiga kriteria
B. Cukup Baik, karena tidak ada pelatihan P3K
C. Baik, karena faskes, panduan, dan akses peralatan terpenuhi, tetapi pelatihan PTK belum dilaksanakan
D. Kurang, karena PTK belum terlatih
E. Sangat Baik, karena ada kerja sama dengan puskesmas
47. Prosedur evakuasi sekolah memenuhi 3 dari 4 kriteria, dan simulasi dilakukan sekali dalam setahun terakhir. Tahun lalu
sekolah menambah gedung tiga lantai, tetapi prosedur evakuasi belum pernah direviu. Kategori indikator 3.13.3 yang paling
tepat adalah …
A. Baik, karena prosedur dan simulasi memenuhi ketentuan, tetapi belum direviu setelah ada modifikasi bangunan
B. Sangat Baik, karena simulasi sudah dilakukan
C. Cukup Baik, karena prosedur hanya memenuhi 3 dari 4 kriteria
D. Kurang, karena prosedur tidak direviu
E. Sangat Baik, karena prosedur memenuhi minimal 3 kriteria
48. Muatan pembelajaran PHBS sudah memenuhi kriteria, lingkungan sekolah bersih, dan tersedia program serta prasarana
olahraga. Namun, kantin masih menjual minuman berpemanis buatan dan jajanan berpewarna yang tidak aman. Faktor yang
paling menghambat indikator 3.14.1 mencapai kategori Sangat Baik adalah …
A. tidak adanya ruang UKS yang terpisah
B. kurangnya jam pelajaran PJOK
C. belum adanya kerja sama dengan puskesmas
D. pilihan makanan di lingkungan sekolah yang masih mengandung pemanis buatan dan pewarna tidak aman
E. tidak adanya tempat sampah terpilah di setiap kelas
49. Kesadaran tentang kesehatan mental sudah terintegrasi dalam kurikulum, guru telah mendapat pembekalan penyediaan
bimbingan, dan tersedia ruang istirahat guru yang terpisah dari murid. Namun, layanan bimbingan bagi murid belum berjalan.
Kategori indikator 3.14.2 yang paling tepat adalah …
A. Sangat Baik, karena guru sudah dibekali
B. Cukup Baik, karena layanan bimbingan belum berjalan
C. Kurang, karena tidak ada psikolog sekolah
D. Sangat Baik, karena ruang istirahat guru terpisah
E. Baik, karena integrasi kurikulum, pembekalan, dan ruang istirahat tersedia, tetapi layanan bimbingan bagi murid belum
dilaksanakan
50. Sekolah rutin menyelenggarakan edukasi pencegahan narkoba bersama BNN sebagai program tahunan, tetapi belum pernah
memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada murid. Kategori indikator 3.14.3 yang paling tepat adalah …
A. Baik, karena edukasi dilakukan rutin setiap tahun
B. Sangat Baik, karena melibatkan BNN
C. Kurang, karena kesehatan reproduksi tidak diberikan
D. N/A, karena kesehatan reproduksi bukan kewenangan sekolah
E. Cukup Baik, karena baru salah satu aspek (pencegahan adiksi) yang diberikan secara rutin
Untuk mendapatkan soal dan kunci penyelesaian materi silakan donasi pengganti secangkir kopi (Buy Me A Coffee) untuk menambah semangat Kerja. Top Up Gopay/Ovo/Dana di Nomor HP. 081269438538 (Japri)
