CARA TEPAT MENGISI FORMAT 4.3 – LEMBAR REKAP PENGGALIAN DATA OLEH ASESOR S/M PADA SISPENA 2025

1. Fungsi dan Tujuan

Format 4.3 adalah instrumen pencatatan hasil penggalian data di lapangan.
Jika Format 3.3 berisi rencana dan perkiraan data yang akan digali, maka Format 4.3 mencatat hasil faktual yang ditemukan saat visitasi melalui:

  • Observasi langsung,
  • Wawancara (kepala sekolah, guru, siswa, komite, orang tua, dsb),
  • Telaah dokumen tambahan, serta
  • Bukti fisik dan non-fisik di sekolah/madrasah.

Artinya, Format 4.3 menjadi jembatan antara data lapangan dan penilaian skor akhir (Format 4.4 dan 4.5).
Data yang tercatat di Format 4.3 harus relevan, valid, triangulatif, dan dapat diverifikasi.

2. Struktur Umum Format 4.3 (BAN-S/M Versi 2024–2025)

KolomKomponenPenjelasan
AButirPernyataan butir kinerja sesuai Instrumen Akreditasi S/M (misal: Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna)
BIndikatorAspek yang diukur dari butir tersebut (misal: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, penilaian, refleksi)
CTemuan Hasil Penggalian DataCatatan faktual dari hasil wawancara, observasi, dan dokumen (apa yang benar-benar ditemukan di lapangan)
DAnalisis dan InterpretasiPenafsiran asesor terhadap temuan: apakah memenuhi, sebagian memenuhi, atau belum memenuhi indikator kinerja
ERekomendasi Tindak LanjutSaran perbaikan bagi sekolah/madrasah (dalam bahasa konstruktif dan reflektif, bukan vonis)

3. Prinsip Pengisian Format 4.3

Agar Format 4.3 valid dan bermakna, asesor perlu memegang empat prinsip utama:

  1. Triangulasi Sumber
    Temuan harus diperoleh dari lebih dari satu sumber (misalnya, pernyataan kepala sekolah dikonfirmasi oleh guru dan siswa).
  2. Triangulasi Metode
    Data tidak hanya dari wawancara, tapi juga observasi dan dokumen (minimal dua metode untuk setiap butir).
  3. Objektivitas
    Catatan pada kolom C bersifat deskriptif faktual (“Guru menjelaskan konsep pecahan dengan alat peraga buatan siswa”) — bukan opini.
  4. Analisis Kritis dan Reflektif
    Kolom D tidak hanya “menilai”, tapi menjelaskan mengapa kondisi itu memenuhi atau belum memenuhi indikator.

4. Contoh Isian Lengkap Format 4.3 (Berdasarkan DKA SD IT Raudhatul Ilmi)

Butir 1:

Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

IndikatorTemuan Hasil Penggalian Data (C)Analisis & Interpretasi (D)Rekomendasi (E)
Interaksi pendidik dengan murid yang setara dan menghargaiBerdasarkan observasi kelas 2 dan 4, guru berinteraksi secara positif, menggunakan sapaan personal, dan memberi kesempatan siswa mengungkapkan pendapat tanpa takut salah. Wawancara dengan siswa menunjukkan mereka merasa “dihargai dan tidak takut bertanya.”Temuan menunjukkan indikator ini terpenuhi secara konsisten. Guru menunjukkan empati dan komunikasi setara sesuai prinsip SEL (Social Emotional Learning).Sekolah perlu mempertahankan budaya komunikasi positif ini melalui pelatihan lanjutan bagi guru baru.
Pemberian perhatian pada murid yang membutuhkan dukungan lebihGuru wali kelas memantau perkembangan siswa yang memiliki kesulitan belajar dan berkoordinasi dengan orang tua. Ada catatan komunikasi via grup WA orang tua.Sudah berjalan, namun pencatatan formal masih sederhana dan belum terdokumentasi di buku bimbingan khusus.Disarankan sekolah membuat format baku catatan pendampingan siswa bermasalah untuk tindak lanjut berkelanjutan.
Strategi pengajaran yang membangun keterampilan sosial emosionalDalam pembelajaran tematik, guru menugaskan kegiatan “berbagi pengalaman” setiap pagi. Observasi menunjukkan siswa saling menghargai.Kegiatan efektif membangun empati dan kerja sama. Indikator ini terpenuhi dengan baik.Program “morning talk” dapat dijadikan praktik baik sekolah dalam penguatan karakter dan SEL.

5. Hubungan antara Format 3.3 dan 4.3

TahapanFormatFokus Utama
Pra-Visitasi3.3 – Persiapan Penggalian DataRencana awal: apa yang akan digali dan bagaimana cara menggali.
Visitasi4.3 – Rekap Penggalian DataHasil lapangan: data faktual, analisis, dan rekomendasi.
Pasca-Visitasi4.4 & 4.5 – Rekap Penilaian & Profil MutuPenentuan skor dan rekomendasi akreditasi.

Dengan kata lain, Format 3.3 = rencana investigasi, sedangkan Format 4.3 = hasil investigasi nyata.
Asesor yang cerdas akan menulis Format 3.3 secara matang agar Format 4.3 bisa terisi cepat dan tepat.

6. Inovasi: Pengisian Format 4.3 Berbasis AI

Kini asesor dapat memanfaatkan AI (ChatGPT, Grok, Claude, Copilot, Gemini, atau alat BAN-SM internal berbasis NLP) untuk membantu:

  • Menganalisis transkrip wawancara dan observasi menjadi ringkasan indikator;
  • Menyusun kalimat profesional di kolom C dan D tanpa kehilangan konteks faktual;
  • Menemukan pola kekuatan dan kelemahan satuan pendidikan;
  • Menghasilkan draft rekomendasi yang objektif dan konstruktif.

Contoh prompt AI yang dapat digunakan:

“Buatkan ringkasan temuan Format 4.3 untuk butir 1 dan 2 berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru SD IT Raudhatul Ilmi berikut.”

AI akan memproses data dan memberikan draf profesional yang siap direvisi oleh asesor sesuai bukti nyata.

7. Penutup: Format 4.3 sebagai Cermin Profesionalisme Asesor

Mengisi Format 4.3 bukan sekadar menulis hasil visitasi, melainkan menunjukkan kualitas reflektif dan objektivitas seorang asesor.
Ketepatan mencatat temuan, ketajaman menganalisis, dan kejelasan rekomendasi akan menentukan validitas keseluruhan hasil akreditasi.

“Format 4.3 adalah bukti nyata profesionalisme seorang asesor.”

Dengan dukungan teknologi AI, kini pengisian Format 4.3 bisa dilakukan lebih cepat, sistematis, dan berorientasi mutu.

Demikian dulu yang bisa admin bagikan bila ada yang mau berdiskusi cara menggunakan AI (chatgpt) untuk mengisi Format 4.3. silahkan hubungi: 081262017001 (Bang Topaz)Salam CerdaS!