Akreditasi sekolah/madrasah (S/M) adalah proses penting untuk memastikan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam proses ini, asesor memiliki peran strategis sebagai penilai sekaligus pendamping mutu satuan pendidikan. Salah satu tahapan krusial dalam visitasi akreditasi adalah pengisian Format 3.3 – Lembar Persiapan Penggalian Data Pra-Visitasi, yang kini dapat dilakukan secara lebih cerdas dan efisien dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Artikel ini akan membahas secara mendalam dan praktis bagaimana asesor dapat mengisi Format 3.3 dengan pendekatan cerdas berbasis AI — mulai dari memahami esensi dokumen, teknik analisis Deskripsi Kinerja Asesi (DKA), hingga strategi penggalian data yang efektif.
1. Apa Itu Format 3.3 dan Mengapa Penting?
Format 3.3 merupakan lembar kerja asesor untuk menyiapkan pelaksanaan visitasi akreditasi sekolah/madrasah. Dokumen ini berfungsi sebagai peta penggalian data, yang membantu asesor menentukan:
- Data yang sudah teridentifikasi dari hasil telaah dokumen dan DKA (Deskripsi Kinerja Asesi), serta
- Data yang perlu dikumpulkan melalui wawancara, observasi, atau klarifikasi langsung saat visitasi.
Secara sederhana, Format 3.3 adalah jembatan antara data daring (dokumen di Sispena) dan realitas lapangan yang akan diverifikasi oleh asesor.
Tanpa Format 3.3 yang disiapkan dengan baik, visitasi bisa kehilangan arah, terlalu banyak waktu terbuang, dan hasil validasi menjadi kurang tajam.
2. Struktur Format 3.3 dalam Akreditasi S/M
Struktur Format 3.3 terdiri dari empat kolom utama:
| No | Komponen | Penjelasan |
| A | Butir | Merujuk pada indikator utama yang dinilai, misalnya: “Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik.” |
| B | Indikator | Rincian aspek dari setiap butir, seperti interaksi setara, perhatian pada siswa, dan strategi penguatan sosial emosional. |
| C | Rekap Data yang Sudah Teridentifikasi | Berisi hasil telaah dokumen wajib (kurikulum, RKT, RKAS, RPP, dll) dan DKA. |
| D | Data yang Perlu Dikumpulkan Saat Visitasi | Catatan asesor tentang bukti yang harus diverifikasi melalui wawancara, observasi, atau dokumen tambahan. |
Dengan kata lain, Format 3.3 adalah “peta investigasi mutu sekolah” yang menuntun asesor untuk menggali bukti secara sistematis dan berbasis data.
3. Pemanfaatan AI untuk Mengisi Format 3.3 Secara Cerdas
Kini, dengan kemajuan teknologi AI (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT, Grok, Claude, Copilot, atau Gemini, asesor bisa melakukan analisis DKA dan dokumen akreditasi secara cepat, akurat, dan terstruktur.
Berikut langkah-langkah “Cerdas Berbasis AI” untuk mengisi Format 3.3:
🔹 Langkah 1: Analisis DKA secara otomatis
Unggah dokumen Deskripsi Kinerja Asesi ke sistem AI (sebaiknya Chat GPT), lalu minta ringkasan butir demi butir.
Contoh prompt:
“Ringkaslah deskripsi kinerja asesi SD IT Raudhatul Ilmi per butir penilaian sesuai indikator BAN-S/M.”
AI akan membantu menemukan kata kunci, bukti praktik baik, dan potensi kekosongan data dari DKA.
🔹 Langkah 2: Kategorisasi bukti ke kolom C
Gunakan hasil analisis untuk menuliskan rekap data yang sudah teridentifikasi, seperti:
“Guru menerapkan pendekatan personal, membangun komunikasi setara, dan memberi perhatian bagi siswa yang membutuhkan dukungan emosional.”
AI dapat menyusun kalimat profesional, lengkap, dan sesuai diksi BAN-S/M.
🔹 Langkah 3: Rancang strategi visitasi (kolom D)
AI juga dapat membantu merancang pertanyaan wawancara dan fokus observasi, misalnya:
“Wawancara dengan guru dan siswa untuk memastikan penerapan interaksi setara dalam keseharian.”
“Observasi kegiatan ‘morning talk’ dan pembiasaan karakter.”
Dengan begitu, asesor memiliki rencana penggalian data yang tajam dan relevan.
🔹 Langkah 4: Cek keselarasan dengan dokumen wajib
AI dapat menandai apakah setiap indikator telah didukung oleh bukti wajib (RKT, RPP, foto, video). Jika belum, sistem akan memberi saran data yang perlu dilengkapi oleh sekolah.
4. Contoh Pengisian Format 3.3 Berbasis AI
Butir: Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.
| Interaksi pendidik dengan murid yang setara dan menghargai | Guru menerapkan pendekatan personal dan membangun komunikasi empatik dengan siswa, sebagaimana tergambar pada DKA dan RPP tematik. | Wawancara guru dan siswa untuk verifikasi praktik interaksi setara. Observasi pembelajaran langsung. |
| Pemberian perhatian pada murid yang membutuhkan dukungan lebih | Guru memiliki catatan konseling sederhana dan berkomunikasi dengan orang tua siswa bermasalah. | Perlu konfirmasi hasil tindak lanjut melalui wawancara wali kelas dan telaah dokumen catatan guru. |
| Strategi pembelajaran sosial emosional | Pembelajaran diintegrasikan dengan kegiatan morning talk dan doa bersama. | Observasi kegiatan pembiasaan pagi dan wawancara siswa. |
AI dapat membantu menyusun tabel seperti di atas secara otomatis dari file DKA dan dokumen pendukung, sehingga asesor dapat menghemat waktu hingga 60% dalam tahap pra-visitasi.
5. Manfaat Menggunakan Pendekatan AI dalam Akreditasi
| Aspek | Manfaat AI untuk Asesor |
| Efisiensi waktu | Analisis cepat DKA, RKT, dan dokumen wajib tanpa harus membaca manual satu per satu. |
| Akurasi tinggi | AI membantu mendeteksi kesenjangan data dan memastikan tiap indikator terisi lengkap. |
| Bahasa profesional | Kalimat hasil AI dapat disesuaikan dengan diksi BAN-S/M yang baku dan konsisten. |
| Kolaborasi mudah | AI dapat menghasilkan draft awal untuk dikoreksi bersama asesor pasangan sebelum visitasi. |
| Peningkatan mutu asesmen | Format 3.3 yang berbasis data dan reflektif membuat visitasi lebih objektif dan fokus. |
6. Penutup: Asesor Hebat = Asesor Adaptif
Mengisi Format 3.3 bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi proses reflektif dan strategis untuk memahami mutu pendidikan di satuan pendidikan.
Dengan memanfaatkan AI sebagai asisten analisis cerdas, asesor dapat bekerja lebih cepat, lebih tajam, dan lebih profesional.
🔹 “Asesor hebat bukan yang bekerja paling keras, tetapi yang bekerja paling cerdas.”
Ke depan, akreditasi sekolah akan semakin bertransformasi menjadi proses berbasis data, digital, dan reflektif.
AI bukan pengganti peran manusia, melainkan alat bantu cerdas yang memperkuat kompetensi asesor dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Demikian dulu yang bisa admin bagikan bila ada yang mau berdiskusi cara menggunakan AI (chatgpt) untuk mengisi Format 3.3. silahkan hubungi: 081262017001 (Bang Topaz). Salam CerdaS!
