Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 4

Kata Pengantar

Salam akreditasi, Bapak/Ibu calon asesor dan rekan asesor sekalian.

Setelah seri latihan soal tingkat LOTS dan MOTS, kali ini saya membagikan paket yang lebih besar dan lebih menantang: 240 soal pilihan ganda tingkat MOTS dan HOTS. Soal-soal ini disusun mengikuti 12 materi kisi-kisi Uji Kompetensi Asesor 2026, masing-masing 20 soal dengan lima opsi jawaban. Paket ini dibagi menjadi 4 Bagian dengan masing-masing terdiri dari 60 Soal.

Kedua belas materi itu adalah: kebijakan BAN-PDM, Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024 versi 2025), kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, teknik penggalian data, pelaksanaan visitasi, penilaian rubrik, triangulasi bukti, pelaporan hasil akreditasi, etika asesor, dan studi kasus HOTS.

Mengapa porsinya lebih banyak HOTS? Di lapangan, tugas asesor bukan menghafal rumusan butir. Asesor harus membaca bukti, membandingkan keterangan guru, murid, orang tua, dan dokumen, lalu menetapkan kategori Kurang, Cukup Baik, Baik, atau Sangat Baik dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, sebagian besar soal disajikan sebagai kasus. Kita diminta menimbang data, bukan sekadar mengingat istilah.

Setiap materi dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat beserta rujukannya. Sumber utamanya adalah Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen versi 2025, Manual Penggalian Data, Agenda Visitasi, Mapping Teknik Penggalian Data, Format 3.3, dan Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023.

Beberapa catatan jujur sebelum Bapak/Ibu mulai berlatih:

  1. Ini bukan soal resmi. Paket ini adalah bahan latihan yang saya susun dari dokumen-dokumen di atas. Bentuk dan isi soal UKOM yang sebenarnya bisa berbeda.
  2. Ada perubahan regulasi yang perlu dicermati. Ada pemberitaan bahwa Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 mengubah BAN-PDM menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP). Soal-soal di sini masih memakai istilah BAN-PDM sesuai kisi-kisi. Silakan periksa naskah resminya di JDIH Kemendikdasmen.
  3. Materi pelaporan dan etika disusun dari prinsip IA2024 dan etika penilai yang umum. Saya belum menemukan teks resmi panduan validasi maupun kode etik asesor yang berlaku saat ini.
  4. Beberapa soal menguji tafsiran rubrik pada area yang tidak tertulis eksplisit. Pembahasannya menjelaskan penalaran saya. Jika Bapak/Ibu punya pemahaman berbeda dari pelatihan resmi, mari kita diskusikan di kolom komentar.

Saran saya, kerjakan per materi tanpa melihat kunci, lalu cocokkan dan baca pembahasannya. Yang terpenting bukan berapa yang benar, melainkan mengapa satu opsi lebih tepat daripada yang lain.

Selamat berlatih.

Kata Pengantar

Salam akreditasi, Bapak/Ibu calon asesor dan rekan asesor sekalian.

Setelah seri latihan soal tingkat LOTS dan MOTS, kali ini saya membagikan paket yang lebih besar dan lebih menantang: 240 soal pilihan ganda tingkat MOTS dan HOTS. Soal-soal ini disusun mengikuti 12 materi kisi-kisi Uji Kompetensi Asesor 2026, masing-masing 20 soal dengan lima opsi jawaban. Paket ini dibagi menjadi 4 Bagian dengan masing-masing terdiri dari 60 Soal.

Kedua belas materi itu adalah: kebijakan BAN-PDM, Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024 versi 2025), kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, teknik penggalian data, pelaksanaan visitasi, penilaian rubrik, triangulasi bukti, pelaporan hasil akreditasi, etika asesor, dan studi kasus HOTS.

Mengapa porsinya lebih banyak HOTS? Di lapangan, tugas asesor bukan menghafal rumusan butir. Asesor harus membaca bukti, membandingkan keterangan guru, murid, orang tua, dan dokumen, lalu menetapkan kategori Kurang, Cukup Baik, Baik, atau Sangat Baik dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, sebagian besar soal disajikan sebagai kasus. Kita diminta menimbang data, bukan sekadar mengingat istilah.

Setiap materi dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat beserta rujukannya. Sumber utamanya adalah Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen versi 2025, Manual Penggalian Data, Agenda Visitasi, Mapping Teknik Penggalian Data, Format 3.3, dan Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023.

Beberapa catatan jujur sebelum Bapak/Ibu mulai berlatih:

  1. Ini bukan soal resmi. Paket ini adalah bahan latihan yang saya susun dari dokumen-dokumen di atas. Bentuk dan isi soal UKOM yang sebenarnya bisa berbeda.
  2. Ada perubahan regulasi yang perlu dicermati. Ada pemberitaan bahwa Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 mengubah BAN-PDM menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP). Soal-soal di sini masih memakai istilah BAN-PDM sesuai kisi-kisi. Silakan periksa naskah resminya di JDIH Kemendikdasmen.
  3. Materi pelaporan dan etika disusun dari prinsip IA2024 dan etika penilai yang umum. Saya belum menemukan teks resmi panduan validasi maupun kode etik asesor yang berlaku saat ini.
  4. Beberapa soal menguji tafsiran rubrik pada area yang tidak tertulis eksplisit. Pembahasannya menjelaskan penalaran saya. Jika Bapak/Ibu punya pemahaman berbeda dari pelatihan resmi, mari kita diskusikan di kolom komentar.

Saran saya, kerjakan per materi tanpa melihat kunci, lalu cocokkan dan baca pembahasannya. Yang terpenting bukan berapa yang benar, melainkan mengapa satu opsi lebih tepat daripada yang lain.

Selamat berlatih.

Bagian 10 – Pelaporan Hasil Akreditasi

Fokus kompetensi: catatan, saran, rekomendasi, dan pertanggungjawaban penilaian.

Catatan sumber: rincian teknis penyusunan catatan dan saran ada di Panduan Visitasi dan Validasi untuk Asesor, yang tidak tersedia di Project ini. Kunci bagian ini disusun dari prinsip IA2024 (bermakna, kontekstual, induktif), Agenda Visitasi, dan Permendikbudristek 38/2023. Cocokkan dengan panduan resmi terbaru.

181. [MOTS] Sesuai prinsip bermakna, catatan dan saran asesor terutama dimaksudkan untuk …

  • A. membandingkan sekolah dengan sekolah lain di kabupaten
  • B. menjadi bahan promosi sekolah
  • C. memberi sanksi kepada guru yang kurang berkinerja
  • D. memberi gambaran yang jelas tentang kekuatan, kelemahan, dan peluang sekolah agar dapat mempertahankan kinerja baik dan memperbaiki kekurangan demi kepentingan murid
  • E. menjelaskan cara menghitung skor akreditasi

182. [HOTS] Indikator 1.3.2 SMA Kenari berlevel Cukup Baik karena asesmen formatif hanya dilakukan di awal semester dan hasilnya tidak dipakai. Catatan dan saran yang paling tepat adalah …

  • A. “Penilaian formatif kurang baik. Perlu ditingkatkan.”
  • B. “Asesmen formatif baru dilakukan sekali (awal semester) dan hasilnya belum dipakai untuk menyesuaikan kegiatan. Disarankan asesmen formatif dilakukan berkala dalam satu periode belajar dan hasilnya dipakai untuk menyesuaikan pembelajaran serta disampaikan kepada murid.”
  • C. “Guru wajib memakai aplikasi kuis daring merek tertentu.”
  • D. “Sekolah sebaiknya meniru SMA unggulan di kota.”
  • E. “Guru-guru kurang memahami asesmen.”

183. [HOTS] Saran yang paling sesuai dengan prinsip kontekstual untuk sekolah yang belum membudayakan literasi adalah …

  • A. “Sekolah wajib membangun perpustakaan baru tahun ini.”
  • B. “Sekolah wajib membeli 1.000 judul buku dari penerbit X.”
  • C. “Sekolah harus membuat pojok baca di setiap kelas.”
  • D. “Literasi tidak perlu diperbaiki karena tidak ada indikator literasi.”
  • E. “Sekolah dapat memilih strategi yang sesuai dengan kondisinya, misalnya mengintegrasikan kegiatan membaca dalam rutinitas kelas, membacakan buku, atau refleksi bacaan, lalu memantau dampaknya pada murid.”

184. [HOTS] Kalimat catatan yang paling memenuhi syarat berbasis fakta (bukan opini) adalah …

  • A. “Empat dari lima murid yang diwawancarai menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan kesepakatan kelas.”
  • B. “Guru-guru tampaknya tidak peduli pada murid.”
  • C. “Sekolah ini terkesan hanya mengejar nilai.”
  • D. “Murid kelihatannya takut pada guru.”
  • E. “Kepala sekolah kurang serius mengelola kurikulum.”

185. [MOTS] Pihak yang menetapkan status dan peringkat akreditasi sekolah adalah …

  • A. asesor pada sesi diskusi hasil sementara
  • B. kepala dinas pendidikan provinsi
  • C. BAN (melalui surat keputusan), bukan asesor di lapangan
  • D. pengawas sekolah binaan
  • E. komite sekolah

186. [HOTS] Seorang asesor ditanya validator, “Mengapa indikator 2.9.2 Anda beri level Baik?” Jawaban yang menunjukkan pertanggungjawaban penilaian yang paling baik adalah …

  • A. Menunjukkan sumber bukti (dokumen evaluasi kurikulum dua tahun, wawancara kepala sekolah dan guru) dan mencocokkannya dengan deskriptor Baik, serta menjelaskan deskriptor Sangat Baik yang belum terpenuhi (umpan balik orang tua belum digunakan).
  • B. “Karena sekolahnya sudah bagus secara umum.”
  • C. “Karena rekan asesor juga memberi Baik.”
  • D. “Karena kepala sekolah sangat kooperatif.”
  • E. “Karena tahun lalu sekolah ini berperingkat A.”

187. [HOTS] Dari banyak temuan, saran yang perlu diprioritaskan dalam catatan adalah …

  • A. temuan yang paling mudah diperbaiki
  • B. temuan yang paling disukai kepala sekolah
  • C. temuan yang paling berdampak langsung pada keselamatan dan pengalaman belajar murid, serta indikator dengan level terendah
  • D. temuan yang berkaitan dengan kerapian dokumen
  • E. temuan yang paling banyak halamannya

188. [HOTS] Dalam catatan, asesor ingin menyampaikan bahwa ada guru yang membentak murid. Cara penulisan yang paling tepat adalah …

  • A. menyebut nama guru agar kepala sekolah segera bertindak
  • B. tidak menuliskannya sama sekali
  • C. menuliskannya dengan huruf kapital agar diperhatikan
  • D. menuliskan pola temuan secara faktual dan terkait indikator (misalnya disiplin positif), tanpa mempermalukan individu, disertai arah perbaikan
  • E. menyampaikannya hanya kepada orang tua murid

189. [HOTS] Catatan dan saran sebaiknya juga memuat praktik baik sekolah. Alasan yang paling tepat adalah …

  • A. agar laporan lebih panjang
  • B. agar sekolah tidak keberatan dengan temuan negatif
  • C. agar peringkat sekolah naik
  • D. agar asesor dinilai ramah
  • E. agar sekolah mengetahui kekuatan yang perlu dipertahankan dan dapat ditularkan, sesuai prinsip bermakna

190. [MOTS] Menurut Agenda Visitasi, penyusunan catatan dan diskusi hasil sementara dengan sekolah dilakukan pada …

  • A. Hari ke-1 pukul 12.30–13.30
  • B. Hari ke-2 pukul 13.30–15.00
  • C. Hari ke-2 pukul 08.00–10.00
  • D. seminggu setelah visitasi
  • E. saat pravisitasi

191. [HOTS] Pada diskusi hasil sementara, kepala sekolah keberatan atas temuan bahwa evaluasi kinerja tidak memiliki prosedur. Respons asesor yang paling tepat adalah …

  • A. Langsung mengubah temuan agar suasana tetap baik.
  • B. Menolak mendengarkan karena temuan sudah final.
  • C. Menjanjikan perbaikan level jika sekolah menyusun prosedur malam ini.
  • D. Menyerahkan keputusan kepada rekan asesor.
  • E. Mendengarkan keberatan, meminta bukti tambahan yang relevan bila ada, menelaahnya secara objektif, lalu mempertahankan atau mengoreksi temuan berdasarkan bukti.

192. [HOTS] Bagi sekolah yang hasilnya Tidak Terakreditasi, BAN memberi rekomendasi perbaikan. Implikasinya bagi kualitas catatan asesor adalah …

  • A. catatan harus cukup spesifik dan terkait indikator agar dapat menjadi dasar rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti
  • B. catatan cukup berisi daftar indikator berlevel Kurang
  • C. catatan tidak diperlukan karena BAN menyusun sendiri
  • D. catatan cukup ditulis umum agar tidak menyinggung
  • E. catatan hanya ditujukan kepada dinas pendidikan

193. [HOTS] Indikator 3.12.2 berlevel Baik. Saran yang paling tepat sasaran adalah …

  • A. saran mengulang semua deskriptor Kurang agar tidak terulang
  • B. saran yang menargetkan kesenjangan menuju deskriptor yang lebih tinggi sambil mempertahankan praktik yang sudah ada
  • C. saran tidak diperlukan karena sudah Baik
  • D. saran agar sekolah mengganti seluruh guru BK
  • E. saran agar sekolah menambah spanduk antiperundungan

194. [HOTS] Kalimat yang tidak boleh muncul dalam catatan maupun diskusi hasil sementara adalah …

  • A. “Temuan ini didasarkan pada wawancara guru dan telaah dokumen.”
  • B. “Praktik umpan balik di kelas X sudah baik.”
  • C. “Jika sekolah melengkapi dokumen ini, sekolah pasti mendapat peringkat A.”
  • D. “Prosedur refleksi belum berlaku bagi semua guru.”
  • E. “Orang tua menyatakan menerima laporan hasil belajar setiap semester.”

195. [HOTS] Dari catatan berikut, yang paling tidak tepat ditulis asesor adalah …

  • A. “Simulasi evakuasi dilakukan satu kali dalam satu tahun terakhir.”
  • B. “KSP memuat silabus tujuan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum nasional.”
  • C. “Kotak P3K disimpan terkunci di ruang kepala sekolah.”
  • D. “Kepala sekolah tidak kompeten dan sebaiknya diganti.”
  • E. “Rencana anggaran belum memuat tujuan pemanfaatan setiap pos.”

196. [MOTS] Menurut Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023, penetapan status dan peringkat akreditasi disertai …

  • A. hadiah pembinaan bagi sekolah peringkat A
  • B. daftar sekolah pembanding
  • C. penjelasan hasil penilaian sebagai umpan balik
  • D. nilai rata-rata asesor
  • E. foto kegiatan visitasi

197. [HOTS] Dua hari setelah mengirim isian, asesor menyadari salah mencatat jawaban responden pada satu indikator. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Membiarkan karena perbedaannya kecil.
  • B. Mengubah catatan sesuai perkiraannya sendiri.
  • C. Meminta sekolah mengirim pernyataan baru.
  • D. Segera mengoreksi berdasarkan bukti yang benar, memberi tahu rekan asesor, dan mengikuti mekanisme koreksi yang berlaku.
  • E. Menghapus indikator tersebut dari laporan.

198. [HOTS] SMA Seroja tidak memiliki murid berkebutuhan khusus. Cara melaporkan indikator 3.11.2 yang tepat adalah …

  • A. Menyatakan NA beserta alasannya, tanpa memberi level, karena indikator itu tidak diperhitungkan dalam akumulasi skor.
  • B. Memberi level Sangat Baik.
  • C. Memberi level Kurang.
  • D. Mengosongkan tanpa keterangan.
  • E. Memakai level indikator 3.11.1.

199. [HOTS] Saat observasi, asesor menemukan jalur evakuasi tertutup tumpukan meja bekas. Penulisan catatan yang paling tepat adalah …

  • A. Tidak dicatat karena sekolah sudah melakukan simulasi.
  • B. Dicatat secara faktual sebagai temuan keselamatan pada Butir 13, disertai saran tindak lanjut segera untuk membebaskan jalur evakuasi dan mereviu prosedur.
  • C. Dicatat sebagai kelalaian petugas kebersihan.
  • D. Disampaikan lewat media sosial agar sekolah lain belajar.
  • E. Dicatat di Butir 8 saja tanpa saran.

200. [HOTS] Seorang asesor ingin mengunggah ringkasan temuan visitasi ke grup WhatsApp asesor “sebagai bahan belajar bersama”, lengkap dengan nama sekolah. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Mengunggahnya karena tujuannya baik.
  • B. Mengunggahnya setelah hasil akreditasi diumumkan.
  • C. Mengunggahnya dengan izin kepala sekolah.
  • D. Mengunggah fotonya saja tanpa teks.
  • E. Tidak mengunggahnya, karena data dan temuan visitasi bersifat rahasia dan hanya dilaporkan melalui mekanisme resmi.

Bagian 11 – Etika Asesor

Fokus kompetensi: objektivitas, integritas, independensi, dan kerahasiaan.

Catatan sumber: saya tidak menemukan teks kode etik asesor BAN-PDM yang berlaku di dokumen Project. Kunci disusun dari prinsip umum etika penilai dan pesan kejujuran dalam Panduan Penjelasan IA2024. Cocokkan dengan kode etik dan pakta integritas resmi terbaru.

201. [HOTS] Setibanya di kota tujuan, Anda diberi tahu bahwa sekolah sudah memesankan dan membayar hotel serta makan malam untuk tim asesor. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Menerima karena sudah telanjur dipesan.
  • B. Menerima hotelnya saja dan menolak makan malam.
  • C. Menolak dengan santun, menggunakan fasilitas sesuai ketentuan penugasan, dan menyampaikan hal ini kepada BAN Provinsi bila diperlukan.
  • D. Menerima, lalu mengganti biayanya setelah hasil keluar.
  • E. Menerima karena tidak ada uang tunai yang diberikan.

202. [HOTS] Anda ditugaskan memvisitasi SMA yang termasuk sekolah binaan Anda sebagai pengawas sekolah. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Memberi tahu BAN Provinsi tentang potensi konflik kepentingan sebelum bertugas dan mengikuti keputusan penugasan ulang.
  • B. Tetap berangkat karena Anda paling memahami sekolah itu.
  • C. Berangkat, tetapi menyerahkan penilaian Komponen 2 kepada rekan.
  • D. Meminta sekolah tidak menyebut bahwa Anda pengawasnya.
  • E. Berangkat karena hubungan pengawas bukan hubungan keluarga.

203. [HOTS] Rekan asesor datang terlambat dua jam dan meminta Anda menandatangani daftar hadir yang menyatakan kalian berdua tiba tepat waktu. Tindakan Anda …

  • A. Menandatangani karena rekan setim.
  • B. Menandatangani, lalu memperingatkannya secara pribadi.
  • C. Menolak, lalu melaporkannya ke kepala sekolah.
  • D. Menolak menandatangani keterangan yang tidak benar, mencatat waktu sebenarnya, dan mengomunikasikan perubahan jadwal sesuai mekanisme.
  • E. Mengubah agenda agar terlihat sesuai jadwal.

204. [HOTS] Di akhir visitasi, kepala sekolah menawari Anda kontrak pendampingan berbayar untuk “mempersiapkan akreditasi berikutnya”. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Menerima karena visitasi sudah selesai.
  • B. Menerima setelah SK keluar.
  • C. Menerima, tetapi tanpa honor.
  • D. Menyarankan rekan asesor lain untuk mengambilnya.
  • E. Menolak karena menimbulkan konflik kepentingan dan dapat dipersepsikan memengaruhi penilaian yang sedang berproses.

205. [MOTS] Objektivitas asesor berarti …

  • A. mengikuti pendapat mayoritas responden
  • B. menetapkan penilaian berdasarkan bukti dan kriteria rubrik, bukan berdasarkan preferensi, kesan, atau hubungan pribadi
  • C. memberi level yang sama untuk semua indikator
  • D. menilai cepat agar tidak terpengaruh
  • E. menghindari berbicara dengan sekolah

206. [HOTS] Anda memvisitasi SMA ternama yang lulusannya banyak diterima di PTN favorit. Sejak awal Anda merasa “sekolah sebagus ini pasti Sangat Baik semua”. Sikap yang paling tepat adalah …

  • A. Mengikuti kesan itu karena reputasi adalah bukti.
  • B. Menyadari potensi efek halo dan menilai setiap indikator berdasarkan bukti yang tergali.
  • C. Sengaja menilai lebih ketat agar adil bagi sekolah lain.
  • D. Meminta rekan asesor menilai sendirian.
  • E. Menunda visitasi sampai kesan itu hilang.

207. [HOTS] Seorang wartawan media lokal menghubungi Anda dan menanyakan perkiraan peringkat sekolah yang baru Anda visitasi. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Memberi bocoran umum tanpa menyebut level.
  • B. Menyampaikan bahwa sekolah itu “bagus”.
  • C. Meminta wartawan menunggu sepekan.
  • D. Menolak memberi informasi karena hasil bersifat rahasia dan ditetapkan BAN, lalu mengarahkan ke kanal resmi.
  • E. Memberi informasi bila nama Anda tidak dikutip.

208. [HOTS] Seorang pejabat dinas menelepon dan meminta Anda “membantu” sebuah sekolah karena kepala sekolahnya akan dipromosikan. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Menolak dengan santun, menjaga independensi penilaian, dan melaporkan intervensi tersebut kepada BAN Provinsi.
  • B. Menyanggupi agar hubungan kerja tetap baik.
  • C. Menyanggupi, tetapi hanya untuk indikator yang ragu-ragu.
  • D. Diam saja dan tetap menilai seperti biasa tanpa melaporkan.
  • E. Meminta pejabat itu menulis permintaannya secara resmi.

209. [HOTS] Anak Anda akan mendaftar ke SMA yang Anda visitasi tahun depan, dan Anda sedang berharap memperoleh jalur khusus. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Tetap bertugas karena anak belum menjadi murid.
  • B. Bertugas, tetapi tidak membicarakan pendaftaran.
  • C. Mengungkapkan potensi konflik kepentingan kepada BAN Provinsi dan mengikuti keputusan penugasan.
  • D. Meminta kepala sekolah merahasiakannya.
  • E. Bertugas dan memastikan nilai tidak terlalu tinggi.

210. [HOTS] Saat wawancara, rekan asesor membisikkan kepada guru, “Bilang saja hasil refleksinya dipakai untuk memperbaiki RPP, Bu, supaya dapat Sangat Baik.” Penilaian yang tepat atas tindakan ini adalah …

  • A. Tepat, karena membantu guru yang gugup.
  • B. Tepat, asalkan guru memang pernah melakukannya.
  • C. Tidak masalah, karena tidak tertulis.
  • D. Tepat, karena akreditasi bersifat membina.
  • E. Tidak tepat, karena mengarahkan jawaban merusak keaslian data dan objektivitas penilaian; asesor perlu mengingatkan rekannya dan menggali ulang secara netral.

211. [MOTS] Integritas asesor paling tepat digambarkan sebagai …

  • A. kejujuran dan konsistensi antara ucapan, tindakan, dan bukti, termasuk menolak gratifikasi dan tidak memanipulasi data
  • B. kemampuan menyelesaikan laporan dengan cepat
  • C. kepatuhan pada permintaan kepala sekolah
  • D. keramahan kepada semua responden
  • E. pengalaman menjadi asesor lebih dari lima tahun

212. [HOTS] Sebelum visitasi ke sebuah sekolah berbasis keagamaan, rekan Anda berkata, “Sekolah seperti ini pasti lemah di kebinekaan.” Sikap yang paling tepat adalah …

  • A. Setuju dan memfokuskan penggalian untuk membuktikan dugaan itu.
  • B. Diam saja agar tidak berdebat.
  • C. Memberi level Kurang pada Butir 10 sejak pravisitasi.
  • D. Menghindari penilaian Butir 10.
  • E. Mengingatkan bahwa praduga adalah bias; penilaian dimulai dari data, dan indikator tertentu memiliki ketentuan NA atau rubrik khusus sesuai konteks sekolah.

213. [HOTS] Anda merekam wawancara murid dengan ponsel pribadi, lalu berencana menyimpannya di folder daring yang juga dapat diakses keluarga. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Melanjutkan karena rekaman memudahkan pelaporan.
  • B. Membagikan rekaman ke grup asesor untuk diskusi.
  • C. Merekam hanya bila diizinkan ketentuan dan dengan persetujuan responden, menyimpannya secara aman dan terbatas, lalu memusnahkannya sesuai ketentuan.
  • D. Merekam diam-diam agar murid tidak gugup.
  • E. Menyerahkan rekaman kepada kepala sekolah.

214. [HOTS] Sepekan setelah visitasi, seorang guru mengirim pesan WhatsApp, “Pak, kira-kira hasil kami bagaimana?” Respons yang paling tepat adalah …

  • A. Memberi perkiraan umum agar guru tenang.
  • B. Membalas dengan santun bahwa asesor tidak dapat menyampaikan hasil, dan hasil resmi akan disampaikan melalui mekanisme BAN.
  • C. Tidak membalas dan memblokir nomor guru.
  • D. Meminta guru bertanya kepada rekan asesor.
  • E. Menyampaikan level indikator Komponen 1 saja.

215. [HOTS] Rekan asesor mewawancarai guru dengan nada menghakimi, sehingga guru tampak takut dan menjawab singkat. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Membiarkan karena gaya setiap asesor berbeda.
  • B. Menegurnya di depan guru.
  • C. Mengakhiri wawancara lebih cepat.
  • D. Mengambil alih dengan suasana yang menenangkan, lalu membicarakan cara bertanya rekan secara pribadi saat diskusi internal.
  • E. Melaporkan rekan ke kepala sekolah.

216. [HOTS] Rekan asesor mengusulkan visitasi dipadatkan menjadi satu hari, sementara sisa indikator dinilai dari dokumen unggahan saja. Tanggapan yang paling tepat adalah …

  • A. Setuju bila sekolah juga setuju.
  • B. Setuju karena dokumen unggahan sudah lengkap.
  • C. Setuju untuk Komponen 2 saja.
  • D. Setuju bila honor tetap dua hari.
  • E. Menolak, karena agenda visitasi dirancang dua hari agar seluruh data dapat digali dan ditriangulasi; perubahan agenda harus mengikuti ketentuan dan kesepakatan resmi.

217. [HOTS] Saat wawancara murid, seorang murid mengungkapkan bahwa ia mengalami kekerasan berulang dan merasa tidak aman. Tindakan asesor yang paling tepat adalah …

  • A. Mengabaikan karena di luar tugas penilaian.
  • B. Menyelidiki sendiri pelakunya.
  • C. Mendengarkan dengan empati, tidak menjanjikan kerahasiaan mutlak, mencatat secara faktual, lalu segera menyampaikannya melalui jalur yang tepat (pimpinan sekolah/tim penanganan kekerasan dan BAN Provinsi) agar murid terlindungi.
  • D. Mengumumkannya pada diskusi hasil sementara.
  • E. Menyarankan murid pindah sekolah.

218. [MOTS] Independensi asesor berarti …

  • A. bekerja tanpa rekan asesor
  • B. bebas dari tekanan dan pengaruh pihak mana pun (asesi, yayasan, pemerintah daerah, atau pihak lain) dalam menetapkan penilaian
  • C. tidak perlu mengikuti panduan BAN
  • D. boleh mengubah agenda sesuai keinginan
  • E. menilai berdasarkan pengalaman pribadi

219. [HOTS] Sejak pagi Anda kesal karena sekolah menyambut tim dengan kurang ramah. Menjelang penilaian, Anda merasa ingin memberi level rendah. Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Memberi level rendah agar sekolah belajar menghargai tamu.
  • B. Menyerahkan semua penilaian kepada rekan.
  • C. Memberi level tinggi agar tidak dianggap dendam.
  • D. Menyadari emosi tersebut, memisahkannya dari penilaian, lalu memeriksa ulang setiap level terhadap bukti dan rubrik bersama rekan asesor.
  • E. Menunda penilaian sampai hari berikutnya tanpa alasan.

220. [HOTS] Seusai visitasi, rekan asesor mengunggah foto bersama kepala sekolah ke media sosial dengan keterangan “Semoga hasilnya A!” Tindakan yang paling tepat adalah …

  • A. Mengingatkan rekan untuk menghapus unggahan itu karena dapat menimbulkan kesan keberpihakan dan mendahului penetapan hasil.
  • B. Membiarkan karena hanya doa.
  • C. Ikut menyukai unggahan sebagai bentuk dukungan.
  • D. Melaporkan rekan ke kepala sekolah.
  • E. Mengunggah foto serupa agar adil.

Bagian 12 – Studi Kasus HOTS

Fokus kompetensi: menganalisis kasus dan menetapkan kategori berdasarkan bukti. Setiap kasus dipakai untuk empat soal.

Kasus A – SMA Negeri Pelangi (Butir 3)

Data yang terkumpul dari telaah dokumen, wawancara guru Kategori A, dan wawancara lima murid lintas kelas:

  1. RPP memuat tujuan, kegiatan, dan penilaian. Tujuan diturunkan dari silabus sekolah, tetapi tidak didasarkan pada informasi profil atau kebutuhan belajar murid. Guru menjelaskan kesesuaian kegiatan dan tujuan secara logis, dan bahan ajar sudah disiapkan. RPP tidak dijelaskan kepada murid.
  2. Kuis formatif dilakukan setiap dua minggu. Hasilnya dipakai untuk membentuk kelompok bimbingan. Murid menyatakan hasil kuis dikembalikan keesokan harinya disertai komentar tertulis tentang cara memperbaiki jawaban.
  3. Penilaian sumatif terdiri atas tes tertulis dan portofolio individu, dilakukan tiga kali per semester dengan instrumen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tidak ada penilaian yang mengembangkan komunikasi atau kolaborasi.
  4. Rapor memuat deskripsi berupa label (“baik”, “perlu ditingkatkan”) tanpa penjelasan. Saat pembagian rapor, wali kelas menyampaikan hasil satu arah tanpa membahas rencana tindak lanjut.

221. [HOTS] Level indikator 1.3.1 untuk SMA Negeri Pelangi adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Sangat Baik, karena bahan ajar sudah disiapkan

222. [HOTS] Level indikator 1.3.2 adalah …

  • A. Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Baik, karena hasil kuis hanya dipakai untuk membentuk kelompok
  • E. Sangat Baik

223. [HOTS] Level indikator 1.3.3 adalah …

  • A. Baik
  • B. Sangat Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Sangat Baik, karena portofolio termasuk asesmen otentik

224. [HOTS] Level indikator 1.3.4 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Cukup Baik
  • E. Kurang, karena tidak ada rencana tindak lanjut

Kasus B – SMA Swasta Tunas Bangsa (Butir 5)

  • Sejak dua setengah tahun lalu, sekolah menerapkan prosedur refleksi kinerja guru setiap semester. Kepala sekolah dan guru Kategori B menjelaskan prosedur itu dengan konsisten. Guru menunjukkan rekap umpan balik murid, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana umpan balik itu dipakai untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran berikutnya.
  • Evaluasi kinerja guru tercantum dalam kalender, dipandu prosedur tertulis, dan berjalan setiap semester selama dua tahun terakhir. Hasilnya diarsipkan wakil kepala sekolah, tetapi tidak pernah didiskusikan dengan guru yang bersangkutan.
  • Tema pelatihan tahun ini ditentukan dari peta kebutuhan yang disusun berdasarkan hasil evaluasi kinerja. Sekolah belum dapat menunjukkan contoh dampak pelatihan terhadap kualitas pembelajaran.

225. [HOTS] Level indikator 2.5.1 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Baik
  • D. Kurang
  • E. Sangat Baik, karena prosedur sudah berjalan lebih dari dua tahun

226. [HOTS] Level indikator 2.5.2 adalah …

  • A. Baik
  • B. Sangat Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Cukup Baik, karena hasil hanya diarsipkan

227. [HOTS] Level indikator 2.5.3 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Baik
  • E. Sangat Baik, karena tema ditentukan dari evaluasi kinerja

228. [HOTS] Perubahan yang paling menentukan agar indikator 2.5.2 SMA Tunas Bangsa dapat mencapai level Sangat Baik adalah …

  • A. menambah frekuensi evaluasi menjadi setiap bulan
  • B. mengganti formulir evaluasi dengan aplikasi daring
  • C. melibatkan pengawas dalam setiap evaluasi
  • D. mencetak hasil evaluasi dalam buku tahunan
  • E. mendiskusikan hasil evaluasi bersama setiap guru dan menunjukkan bagaimana hasil itu dipakai untuk meningkatkan pembelajaran atau capaian murid

Kasus C – SMA Kartini (Butir 12–14)

  • Tata tertib melarang tegas perundungan dan kekerasan. SK tim pencegahan dan penanganan kekerasan (satgas) sudah terbit. Prosedurnya rinci, memuat alur pelaporan dan investigasi kasus, serta dijadikan rujukan guru. Murid dan orang tua dapat menjelaskan ke mana harus melapor.
  • Prosedur evakuasi bencana memenuhi keempat kriteria. Simulasi evakuasi terakhir dilaksanakan 14 bulan sebelum visitasi.
  • Bangunan dalam kondisi baik. Di laboratorium kimia, bahan berbahaya diletakkan di rak terbuka yang mudah dijangkau murid, dan tidak ada tanda peringatan bahaya. Sekolah berada di tepi jalan raya, tetapi sudah berpagar dan memiliki petugas penyeberangan.
  • Edukasi pencegahan adiksi dan kesehatan reproduksi diberikan rutin melalui PJOK, BK, dan kerja sama dengan puskesmas. Sekolah menetapkan kawasan tanpa rokok dan memantau lingkungan sekitar kantin.

229. [HOTS] Level indikator 3.12.1 adalah …

  • A. Baik
  • B. Sangat Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Baik, karena belum ada kasus yang diinvestigasi

230. [HOTS] Level indikator 3.13.3 yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah …

  • A. Sangat Baik, karena keempat kriteria prosedur terpenuhi
  • B. Baik
  • C. Kurang, karena simulasi tidak dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun terakhir dari saat visitasi, padahal syarat itu ada mulai level Cukup Baik
  • D. Cukup Baik
  • E. NA

231. [HOTS] Level indikator 3.13.1 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Baik
  • E. Kurang, karena ada bahan kimia berbahaya

232. [HOTS] Level indikator 3.14.3 adalah …

  • A. Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Kurang
  • E. Baik, karena razia belum dilakukan

Kasus D – SMA Bhinneka (Butir 10–11)

  1. Sikap positif terhadap keberagaman dibangun melalui pembelajaran di banyak mata pelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan murid, memberi ruang berbagi pendapat dan refleksi, serta melalui festival budaya (kokurikuler), ekstrakurikuler lintas budaya, dan suasana sekolah. Kepala sekolah dan guru menjelaskan bahwa nilai ini sengaja dibangun di luar kelas juga.
  2. Murid dari setiap agama memperoleh ruang ibadah, guru agama yang seagama dan kompeten, serta muatan agama yang terintegrasi dalam kurikulum. Guru dan tendik minoritas memperoleh hak libur dan kesempatan yang sama dalam kegiatan.
  3. Sekolah menyatakan menerima murid penyandang disabilitas, tetapi belum memiliki prosedur tertulis untuk memfasilitasi mereka maupun kebijakan penyesuaian layanan bagi kebutuhan khusus lainnya.
  4. Ada satu murid dengan disabilitas fisik. Guru pernah mengikuti satu sesi pembekalan, tetapi belum memahami penyesuaian yang perlu dilakukan. Orang tua dan murid lain belum diberi pembekalan.

233. [HOTS] Level indikator 3.10.1 adalah …

  • A. Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Baik, karena festival budaya hanya setahun sekali
  • E. Sangat Baik

234. [HOTS] Level indikator 3.10.2 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. NA
  • E. Baik, karena belum ada perayaan bersama

235. [HOTS] Level indikator 3.11.1 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Cukup Baik
  • C. Baik
  • D. Sangat Baik
  • E. NA

236. [HOTS] Saran yang paling tepat sasaran untuk Butir 11 SMA Bhinneka adalah …

  • A. menambah festival budaya agar murid lebih toleran
  • B. menunda penerimaan murid penyandang disabilitas sampai sarana lengkap
  • C. memindahkan murid penyandang disabilitas ke sekolah luar biasa
  • D. membeli kursi roda tambahan
  • E. menyusun prosedur tertulis fasilitasi murid penyandang disabilitas dan penyesuaian layanan, serta memberi pembekalan yang memadai kepada guru, orang tua/wali, dan murid

Kasus E – SMA Cendekia (Butir 6 dan 9)

  1. DKA menyatakan kurikulum dievaluasi setiap tahun dengan masukan orang tua.
  2. Telaah dokumen menunjukkan notulen evaluasi kurikulum tahun 2024 dan 2025 yang memakai data hasil belajar, refleksi guru, dan rekap angket orang tua. Notulen menunjukkan kepala sekolah memimpin rapat dan menetapkan tindak lanjut; guru mengonfirmasi peran itu dalam wawancara.
  3. Visi-misi sudah diterjemahkan menjadi program literasi dan proyek sains, dan media komunikasinya kepada guru, orang tua, dan murid terdokumentasi. Namun lima orang tua yang diwawancarai tidak dapat menjelaskan visi-misi sekolah maupun contoh program yang mencerminkannya.
  4. Asesor A memberi level Sangat Baik pada indikator 2.9.2, sedangkan Asesor B memberi Baik karena meragukan keaslian rekap angket orang tua.

237. [HOTS] Jika keaslian rekap angket terkonfirmasi, level indikator 2.9.2 adalah …

  • A. Baik
  • B. Sangat Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Baik, karena angket hanya dari orang tua

238. [HOTS] Level indikator 2.6.1 yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah …

  • A. Sangat Baik, karena program sudah konkret
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik, karena deskriptor pemahaman warga (termasuk orang tua) yang disyaratkan level Baik dan Sangat Baik tidak terpenuhi
  • D. Kurang
  • E. NA

239. [HOTS] Dari seluruh data Kasus E, bukti yang paling lemah apabila berdiri sendiri adalah …

  • A. notulen rapat evaluasi kurikulum 2024 dan 2025
  • B. konfirmasi guru tentang peran kepala sekolah
  • C. keterangan lima orang tua dalam wawancara
  • D. klaim DKA bahwa kurikulum dievaluasi setiap tahun dengan masukan orang tua
  • E. dokumentasi media komunikasi visi-misi

240. [HOTS] Cara paling tepat menyelesaikan perbedaan penilaian Asesor A dan Asesor B pada indikator 2.9.2 adalah …

  • A. Menguji keaslian angket dengan memeriksa data mentah atau instrumen dan mengonfirmasinya kepada pengelola kurikulum atau orang tua, lalu menetapkan level berdasarkan bukti yang terverifikasi.
  • B. Mengambil level tengah di antara keduanya.
  • C. Mengikuti asesor yang lebih senior.
  • D. Mengikuti DKA karena DKA menyebut masukan orang tua.
  • E. Meminta kepala sekolah memilih level.

Penutup

Demikian 60 soal latihan MOTS dan HOTS untuk persiapan Uji Kompetensi Asesor 2026-Bagian 4. Semoga bermanfaat, bukan hanya untuk lulus ujian, tetapi juga untuk mempertajam cara kita menilai di lapangan.

Satu hal yang perlu terus kita ingat: Panduan Penjelasan IA2024 menegaskan bahwa akreditasi bukan pemberian image branding, melainkan penghela sekolah menuju layanan yang lebih baik. Asesor adalah instrumen utama dalam proses itu. Penilaian yang tepat lahir dari ketelitian mendengar dan mengamati, bukan dari kecepatan menyimpulkan. Sekolah perlu jujur tentang kondisinya, dan kita sebagai asesor perlu jujur “memotret” apa adanya.

Bila Bapak/Ibu menemukan kunci yang keliru, pembahasan yang kurang tepat, atau ketentuan yang sudah berubah, mohon sampaikan di kolom komentar. Koreksi dari rekan-rekan akan saya gunakan untuk memperbaiki paket ini, sehingga bermanfaat bagi lebih banyak calon asesor.

Silakan membagikan tautan postingan ini kepada rekan yang sedang bersiap mengikuti UKOM. Sampai jumpa di seri latihan berikutnya.

Salam akreditasi!

Baca Juga :

  1. Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 1
  2. Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 2
  3. Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *