Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 1

Kata Pengantar

Salam akreditasi, Bapak/Ibu calon asesor dan rekan asesor sekalian.

Setelah seri latihan soal tingkat LOTS dan MOTS, kali ini saya membagikan paket yang lebih besar dan lebih menantang: 240 soal pilihan ganda tingkat MOTS dan HOTS. Soal-soal ini disusun mengikuti 12 materi kisi-kisi Uji Kompetensi Asesor 2026, masing-masing 20 soal dengan lima opsi jawaban. Paket ini dibagi menjadi 4 Bagian dengan masing-masing terdiri dari 60 Soal.

Kedua belas materi itu adalah: kebijakan BAN-PDM, Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024 versi 2025), kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar, teknik penggalian data, pelaksanaan visitasi, penilaian rubrik, triangulasi bukti, pelaporan hasil akreditasi, etika asesor, dan studi kasus HOTS.

Mengapa porsinya lebih banyak HOTS? Di lapangan, tugas asesor bukan menghafal rumusan butir. Asesor harus membaca bukti, membandingkan keterangan guru, murid, orang tua, dan dokumen, lalu menetapkan kategori Kurang, Cukup Baik, Baik, atau Sangat Baik dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, sebagian besar soal disajikan sebagai kasus. Kita diminta menimbang data, bukan sekadar mengingat istilah.

Setiap materi dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat beserta rujukannya. Sumber utamanya adalah Panduan Penjelasan IA2024 Dasmen versi 2025, Manual Penggalian Data, Agenda Visitasi, Mapping Teknik Penggalian Data, Format 3.3, dan Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023.

Beberapa catatan jujur sebelum Bapak/Ibu mulai berlatih:

  1. Ini bukan soal resmi. Paket ini adalah bahan latihan yang saya susun dari dokumen-dokumen di atas. Bentuk dan isi soal UKOM yang sebenarnya bisa berbeda.
  2. Ada perubahan regulasi yang perlu dicermati. Ada pemberitaan bahwa Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 mengubah BAN-PDM menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP). Soal-soal di sini masih memakai istilah BAN-PDM sesuai kisi-kisi. Silakan periksa naskah resminya di JDIH Kemendikdasmen.
  3. Materi pelaporan dan etika disusun dari prinsip IA2024 dan etika penilai yang umum. Saya belum menemukan teks resmi panduan validasi maupun kode etik asesor yang berlaku saat ini.
  4. Beberapa soal menguji tafsiran rubrik pada area yang tidak tertulis eksplisit. Pembahasannya menjelaskan penalaran saya. Jika Bapak/Ibu punya pemahaman berbeda dari pelatihan resmi, mari kita diskusikan di kolom komentar.

Saran saya, kerjakan per materi tanpa melihat kunci, lalu cocokkan dan baca pembahasannya. Yang terpenting bukan berapa yang benar, melainkan mengapa satu opsi lebih tepat daripada yang lain.

Selamat berlatih.

Bagian 1 – Kebijakan BAN-PDM

Fokus kompetensi: regulasi, tugas, fungsi, dan kebijakan akreditasi.

1. [MOTS] Peraturan menteri yang mengatur akreditasi PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta menjadi dasar terbentuknya BAN-PDM (gabungan BAN-S/M dan BAN PAUD PNF) adalah …

  • A. Permendikbud Nomor 13 Tahun 2018
  • B. Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012
  • C. Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023
  • D. Kepmendikbudristek Nomor 246/O/2024
  • E. Permendikdasmen Nomor 23 Tahun 2026

2. [MOTS] Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024) untuk PAUD, Dikdas, dan Dikmen ditetapkan melalui …

  • A. Kepmendikbudristek Nomor 246/O/2024
  • B. Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023
  • C. Kepmendikbudristek Nomor 247/O/2024
  • D. Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026
  • E. PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan

3. [HOTS] SMA Bina Ilmu memperoleh status terakreditasi dengan peringkat B pada 2026. Wakil kepala sekolah berkata, “Tahun 2031 kita pasti divisitasi penuh lagi dari awal.” Tanggapan yang paling tepat berdasarkan kebijakan akreditasi adalah …

  • A. Benar, setiap akhir masa berlaku selalu dilakukan visitasi penuh.
  • B. Benar, karena peringkat B wajib divisitasi ulang setiap tiga tahun.
  • C. Salah, karena status akreditasi berlaku seumur hidup selama sekolah tidak berganti kepala sekolah.
  • D. Salah, karena sekolah cukup mengunggah DKA baru tanpa penilaian apa pun.
  • E. Belum tentu; akreditasi ulang dilakukan pada tahun terakhir masa berlaku melalui mekanisme automasi berbasis pemantauan data untuk memperpanjang status dengan peringkat yang sama.

4. [MOTS] Menurut Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023, status terakreditasi diberi peringkat …

  • A. Unggul, Baik Sekali, dan Baik
  • B. A, B, dan C
  • C. Sangat Baik, Baik, Cukup Baik, dan Kurang
  • D. Terakreditasi Penuh, Bersyarat, dan Sementara
  • E. Unggul, Baik, dan Minimum

5. [HOTS] SMA Harapan Baru memperoleh izin pendirian pada Juli 2025. Batas paling lambat sekolah mengajukan akreditasi pertama kali adalah …

  • A. Juli 2026
  • B. Juli 2028
  • C. Juli 2030
  • D. Juli 2027
  • E. tidak ada batas, karena akreditasi pertama bersifat sukarela

6. [HOTS] Sebuah SMA ditetapkan Tidak Terakreditasi. Rangkaian konsekuensi yang sesuai dengan kebijakan adalah …

  • A. Sekolah langsung ditutup oleh pemerintah daerah pada tahun yang sama.
  • B. BAN memberi rekomendasi perbaikan; sekolah wajib mengajukan akreditasi kembali paling lambat 2 tahun; jika tetap Tidak Terakreditasi, BAN melaporkannya kepada pemerintah daerah/kementerian yang dapat menggunakannya untuk penggabungan atau penutupan.
  • C. Sekolah baru boleh mengajukan akreditasi kembali setelah 5 tahun.
  • D. Asesor yang memvisitasi wajib membina sekolah sampai peringkatnya naik.
  • E. Status otomatis berubah menjadi peringkat C setelah sekolah mengirim laporan perbaikan.

7. [HOTS] Masyarakat melaporkan kasus kekerasan serius yang membahayakan keselamatan murid di sebuah SMA berperingkat A yang status akreditasinya masih berlaku tiga tahun lagi. Langkah yang paling sesuai kebijakan adalah …

  • A. Menunggu masa berlaku habis, lalu menilai ulang.
  • B. Asesor yang pernah memvisitasi datang atas inisiatif sendiri untuk memeriksa.
  • C. BAN Provinsi langsung menurunkan peringkat tanpa pemeriksaan.
  • D. Sekolah diminta mengajukan akreditasi ulang melalui automasi.
  • E. BAN dapat menugaskan asesor melakukan pemeriksaan lapangan sewaktu-waktu; bila terbukti ada kasus yang membahayakan keamanan dan keselamatan warga akibat kegagalan layanan, status dapat dicabut sebelum masa berlakunya habis.

8. [MOTS] Kedudukan BAN menurut Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023 adalah …

  • A. badan nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri, bersifat mandiri dan profesional
  • B. unit kerja eselon I di lingkungan kementerian
  • C. badan di bawah dinas pendidikan provinsi
  • D. lembaga swasta yang ditunjuk melalui lelang
  • E. badan yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden

9. [MOTS] Asesor akreditasi adalah tenaga profesional yang memenuhi persyaratan, lalu diangkat dan ditugaskan oleh …

  • A. kepala dinas pendidikan provinsi
  • B. kepala sekolah yang akan diakreditasi
  • C. Menteri secara langsung
  • D. BAN, dengan persyaratan, tugas, dan fungsi yang diatur dalam pedoman yang ditetapkan Ketua BAN melalui rapat pleno
  • E. BAN Provinsi atas usulan satuan pendidikan

10. [HOTS] Dalam akreditasi pertama kali, penilaian asesor yang paling lengkap sesuai kebijakan mencakup …

  • A. hasil visitasi lapangan saja
  • B. hasil ujian akhir murid tiga tahun terakhir
  • C. dokumen permohonan, data pokok pendidikan/EMIS, profil dan rapor satuan pendidikan, serta hasil pemeriksaan lapangan
  • D. Deskripsi Kinerja Asesi (DKA) saja
  • E. survei kepuasan orang tua dan murid

11. [MOTS] Salah satu tugas BAN menurut Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023 adalah …

  • A. mengangkat dan memberhentikan kepala sekolah
  • B. menyalurkan dana BOSP kepada sekolah
  • C. menetapkan struktur kurikulum nasional
  • D. menyusun instrumen akreditasi, memantau pencapaian Standar Nasional Pendidikan, dan memberi umpan balik kepada satuan pendidikan
  • E. menilai kinerja guru untuk sertifikasi pendidik

12. [HOTS] Saat presentasi kinerja, kepala sekolah berkata, “Akreditasi ini sebenarnya untuk branding saat penerimaan murid baru.” Tanggapan asesor yang paling sesuai dengan kebijakan BAN-PDM adalah …

  • A. Membenarkan, karena peringkat memang memengaruhi minat orang tua.
  • B. Diam saja karena bukan wewenang asesor.
  • C. Menjelaskan dengan santun bahwa akreditasi berfungsi sebagai akuntabilitas publik dan penjaminan mutu, bersifat wajib, dan bukan pemberian image branding, melainkan penghela perbaikan layanan.
  • D. Menegur kepala sekolah di depan guru.
  • E. Mencatatnya sebagai pelanggaran dan menurunkan level Butir 6.

13. [HOTS] Perbedaan paling mendasar pendekatan IA2024 dibandingkan pendekatan yang menekankan kepatuhan administratif adalah …

  • A. IA2024 hanya menilai kelengkapan dokumen yang diunggah ke Sispena.
  • B. IA2024 menilai apakah kondisi nyata dan perilaku di sekolah benar-benar mencerminkan layanan berkualitas yang berdampak pada pengalaman belajar murid.
  • C. IA2024 menghapus telaah dokumen dari proses visitasi.
  • D. IA2024 hanya memakai data Asesmen Nasional.
  • E. IA2024 menilai sekolah berdasarkan peringkat sebelumnya.

14. [MOTS] Peran BAN Provinsi menurut Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023 adalah …

  • A. menetapkan instrumen akreditasi untuk provinsinya
  • B. bertanggung jawab kepada gubernur dalam menetapkan peringkat
  • C. menyusun Standar Nasional Pendidikan tingkat provinsi
  • D. mengangkat kepala sekolah yang berperingkat A
  • E. berkedudukan di provinsi, bertanggung jawab kepada BAN, dan membantu pelaksanaan akreditasi di tingkat provinsi

15. [HOTS] Pada tahun kedua masa berlaku akreditasi, data profil dan rapor sebuah SMA berperingkat A menunjukkan penurunan tajam pada banyak indikator. Mekanisme yang paling tepat adalah …

  • A. Dugaan penurunan mutu berdasarkan pemantauan dan analisis data, yang dapat ditindaklanjuti BAN dengan menugaskan asesor untuk pemeriksaan lapangan.
  • B. Perpanjangan otomatis karena masa berlaku belum habis.
  • C. Pencabutan langsung tanpa pemeriksaan.
  • D. Sekolah wajib mengajukan akreditasi pertama kali lagi.
  • E. Penurunan peringkat menjadi B secara otomatis oleh sistem.

16. [MOTS] Perangkat “Panduan Umum Pelaksanaan Akreditasi Pendidikan Dasar dan Menengah” terutama ditujukan bagi …

  • A. asesor, sebagai manual penggalian data per indikator
  • B. asesi, sebagai panduan mengisi DKA
  • C. murid dan orang tua, sebagai informasi hasil akreditasi
  • D. pengawas sekolah, sebagai instrumen supervisi
  • E. BAN Provinsi, dinas pendidikan, Kanwil/Kankemenag, dan pihak lain, berisi rincian tahapan pelaksanaan akreditasi

17. [HOTS] Sebuah SMA di daerah terpencil tidak memiliki pojok baca, tetapi guru rutin membacakan buku dan murid menulis refleksi bacaan. Sesuai kebijakan IA2024, sikap asesor yang tepat adalah …

  • A. Memberi level Kurang karena tidak ada program pojok baca.
  • B. Meminta sekolah membuat pojok baca sebelum visitasi selesai.
  • C. Mengabaikan praktik itu karena tidak tercantum dalam dokumen wajib.
  • D. Menerima ragam bukti kinerja karena keterpenuhan indikator tidak terkunci pada satu bentuk dokumen/kegiatan tertentu, dan asesor dapat menambahkan bukti lain yang ditemukan saat visitasi.
  • E. Menilai berdasarkan sekolah lain di kota sebagai pembanding.

18. [MOTS] Deskripsi Kinerja Asesi (DKA) adalah …

  • A. laporan asesor setelah visitasi
  • B. surat keputusan penetapan hasil akreditasi
  • C. penjabaran informasi dari sekolah tentang caranya berkinerja memenuhi SNP, ditulis saat pravisitasi pada laman Sispena
  • D. daftar dokumen wajib yang diunggah sekolah
  • E. catatan dan saran asesor untuk sekolah

19. [MOTS] Berdasarkan pemberitaan tentang Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026, BAN-PDM diubah menjadi …

  • A. Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP)
  • B. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M)
  • C. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
  • D. Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Dasar (LAM)
  • E. Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi

20. [HOTS] Kepala sekolah meminta, “Kami cukup diberi peringkat akhirnya saja, tidak usah ada penjelasan.” Berdasarkan kebijakan penetapan hasil akreditasi, hal yang tepat adalah …

  • A. Permintaan dapat dipenuhi karena penjelasan bersifat opsional.
  • B. Penetapan status dan peringkat disertai penjelasan hasil penilaian sebagai umpan balik bagi perbaikan satuan pendidikan.
  • C. Penjelasan hanya diberikan bila sekolah Tidak Terakreditasi.
  • D. Penjelasan hanya disampaikan kepada dinas pendidikan.
  • E. Penjelasan hanya diberikan bila sekolah mengajukan banding.

Bagian 2 – Instrumen Akreditasi 2024 (IA2024 versi 2025)

Fokus kompetensi: komponen, butir, indikator, dan definisi operasional.

21. [MOTS] Empat komponen dalam IA2024 adalah …

  • A. kinerja pendidik dalam proses pembelajaran, kepemimpinan kepala satuan pendidikan, iklim lingkungan belajar, dan hasil belajar
  • B. standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan
  • C. mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah
  • D. kurikulum, sarana prasarana, pembiayaan, dan ketenagaan
  • E. perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut

22. [MOTS] Jumlah indikator pada Komponen 1 (Butir 1–4) adalah …

  • A. 12
  • B. 14
  • C. 15
  • D. 16
  • E. 18

23. [MOTS] Redaksi Butir 12 IA2024 adalah “Satuan pendidikan mewujudkan …”

  • A. lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam
  • B. iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
  • C. keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
  • D. iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
  • E. lingkungan yang sehat dan program kesehatan fisik dan mental

24. [HOTS] Seorang asesor baru menempatkan indikator “Pelaksanaan evaluasi/refleksi berbasis data yang melibatkan berbagai pihak yang relevan” di bawah Butir 5 karena sama-sama memuat kata “refleksi”. Koreksi yang tepat adalah …

  • A. Penempatan sudah benar karena Butir 5 tentang budaya refleksi.
  • B. Indikator tersebut termasuk Butir 9 tentang kurikulum.
  • C. Indikator tersebut termasuk Komponen 3 tentang iklim.
  • D. Indikator tersebut termasuk Butir 7 tentang anggaran.
  • E. Indikator tersebut adalah 2.6.3 pada Butir 6 (layanan belajar partisipatif dan kolaboratif), karena yang diukur adalah evaluasi kinerja sekolah yang melibatkan berbagai pihak, bukan refleksi kinerja guru.

25. [MOTS] Definisi operasional indikator 1.1.4 (strategi pengajaran yang membangun keterampilan sosial emosional) menekankan pembangunan …

  • A. kepatuhan murid terhadap tata tertib
  • B. nilai akademik murid di atas KKM
  • C. efikasi diri, yaitu saat murid mampu mengelola emosi dan memiliki keterampilan sosial emosional untuk mengatasi tantangan belajar
  • D. kemampuan murid menghafal materi pelajaran
  • E. kemampuan guru menyusun RPP yang lengkap

26. [HOTS] Pada indikator 2.5.3, sekolah menunjukkan banyak pelatihan bagi staf tata usaha dan laboran, tetapi pengembangan kompetensi guru hanya satu kali karena undangan dinas. Analisis yang tepat adalah …

  • A. Pelatihan tendik yang banyak dapat menaikkan level indikator ke Sangat Baik.
  • B. Pelatihan tendik dan guru dijumlahkan, lalu dibandingkan dengan rubrik.
  • C. Indikator ini hanya mengukur pengembangan kompetensi guru, sehingga pelatihan tendik tidak menjadi dasar penentuan level.
  • D. Indikator ini tidak dapat dinilai dan berstatus NA.
  • E. Pelatihan tendik dinilai pada indikator 2.5.3, sedangkan pelatihan guru dinilai pada indikator 2.5.1.

27. [MOTS] Ciri pendekatan substansial IA2024 terkait sub-indikator dan bukti pendukung adalah …

  • A. sub-indikator terbuka dan bukti pendukung tertutup
  • B. sub-indikator dan bukti pendukung sama-sama ditetapkan secara kaku
  • C. sub-indikator ditentukan sendiri oleh asesor
  • D. bukti pendukung hanya berupa dokumen wajib
  • E. sub-indikator (kriteria penilaian) tertutup untuk menjaga presisi, sedangkan bukti pendukung terbuka sesuai keragaman konteks

28. [HOTS] Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan SMA Al-Hikmah beragama sama dan berlatar belakang homogen. Perlakuan yang tepat terhadap indikator 3.10.2 (hak sipil untuk beribadah dan berbudaya) adalah …

  • A. Skor berupa NA (not applicable) dan tidak diperhitungkan dalam akumulasi skor penentu status akreditasi.
  • B. Otomatis diberi level Sangat Baik karena tidak ada diskriminasi.
  • C. Otomatis diberi level Kurang karena tidak ada fasilitasi minoritas.
  • D. Dinilai dengan rubrik indikator 3.10.1.
  • E. Sekolah diminta merekrut guru berlatar belakang berbeda.

29. [MOTS] Indikator yang memiliki dua rubrik berbeda (untuk pembelajaran heterogen dan homogen) adalah …

  • A. 3.10.1 Iklim yang membangun nilai positif terhadap keberagaman
  • B. 3.10.3 Iklim lingkungan belajar yang membangun kesadaran terhadap kesetaraan gender
  • C. 3.11.1 Kebijakan lingkungan belajar inklusif
  • D. 3.12.1 Kebijakan pencegahan perundungan
  • E. 2.6.1 Visi dan misi sekolah

30. [HOTS] SMA Cendana tidak memiliki murid penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus. Perlakuan yang tepat terhadap Butir 11 adalah …

  • A. Kedua indikator Butir 11 berstatus NA.
  • B. Indikator 3.11.1 diberi level Sangat Baik secara otomatis.
  • C. Butir 11 diganti dengan indikator lain yang relevan.
  • D. Indikator 3.11.2 berstatus NA, sedangkan indikator 3.11.1 tetap dinilai karena mengukur kesediaan menerima murid penyandang disabilitas dan kepemilikan prosedurnya.
  • E. Indikator 3.11.1 berstatus NA, sedangkan 3.11.2 tetap dinilai.

31. [MOTS] Definisi operasional indikator 2.6.2 mengukur kinerja pimpinan sekolah dalam …

  • A. menyusun rencana anggaran yang rinci
  • B. melaksanakan supervisi kelas
  • C. menyediakan sarana ibadah
  • D. menyusun laporan BOSP
  • E. memposisikan orang tua/wali sebagai mitra pendamping belajar murid dan memberdayakan pihak eksternal untuk layanan yang diperlukan murid

32. [MOTS] Menurut penjelasan indikator 1.2.3, kelas dengan suasana teratur adalah …

  • A. kelas yang sunyi dan bebas dari suara murid
  • B. kelas yang bebas dari gangguan yang menghambat pembelajaran, bukan kelas yang sunyi
  • C. kelas yang muridnya duduk diam mendengarkan guru
  • D. kelas yang selalu memakai metode ceramah
  • E. kelas dengan jumlah murid di bawah 30

33. [HOTS] Guru di SMA Pelita memakai format RPP yang berbeda-beda; ada yang satu halaman, ada yang modul ajar panjang. Sikap asesor yang tepat terhadap indikator 1.3.1 adalah …

  • A. Memberi level Kurang karena format tidak seragam.
  • B. Meminta sekolah menyeragamkan format sebelum dinilai.
  • C. Menilai hanya RPP yang paling panjang.
  • D. Tidak menilai format, tetapi memeriksa keberadaan tiga elemen esensial (tujuan, kegiatan, penilaian), dasar perumusan tujuan, serta penjelasan guru tentang kesesuaian kegiatan dengan tujuan.
  • E. Menilai berdasarkan jumlah halaman RPP.

34. [MOTS] Jumlah indikator pada Komponen 3 (Butir 10–14) adalah …

  • A. 13
  • B. 12
  • C. 14
  • D. 15
  • E. 16

35. [HOTS] KSP SMA Nusantara tidak mengikuti sistematika yang dipakai sekolah lain, tetapi memuat silabus tujuan pembelajaran, pengorganisasian mata pelajaran, kegiatan intra/ko/ekstrakurikuler, dan acuan penilaian. Sikap asesor yang tepat adalah …

  • A. Menurunkan level karena sistematika tidak baku.
  • B. Meminta sekolah memakai template dari dinas.
  • C. Tidak menilai format KSP; yang utama adalah adanya informasi esensial yang jelas untuk memandu guru dan tendik selama satu tahun ajaran.
  • D. Menilai KSP hanya dari jumlah halaman.
  • E. Menyatakan indikator 2.9.1 berstatus NA.

36. [MOTS] Redaksi Butir 9 IA2024 adalah “Kepala satuan pendidikan …”

  • A. memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan pembelajaran
  • B. mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional
  • C. menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran
  • D. memastikan pengelolaan anggaran sesuai perencanaan
  • E. menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif

37. [HOTS] Pada indikator 2.7.1, asesor menemukan beberapa pengeluaran di RKAS yang tidak persis sama dengan RKT. Sikap yang sesuai dengan catatan penting indikator ini adalah …

  • A. Langsung menyimpulkan anggaran tidak selaras dan memberi level Kurang.
  • B. Mengabaikan perbedaan karena perencanaan bersifat dinamis.
  • C. Mendengarkan rasional asesi tentang pengeluaran yang dirasa perlu, karena indikator ini tidak sebatas meninjau kesamaan isi antardokumen, melainkan penganggaran berbasis kebutuhan.
  • D. Meminta bendahara merevisi RKAS saat visitasi.
  • E. Meminta laporan audit dari inspektorat.

38. [MOTS] Indikator 1.1.2 (interaksi yang membangun pola pikir bertumbuh) dipetakan pada standar nasional pendidikan …

  • A. Standar Pengelolaan
  • B. Standar Sarana dan Prasarana
  • C. Standar Isi saja
  • D. Standar Pembiayaan
  • E. Standar Proses dan Standar Penilaian

39. [HOTS] Instrumen PAUD, Dikdas, dan Dikmen disusun merujuk pada satu konstruk yang sama, lalu disesuaikan dengan konteks setiap jenis dan jenjang. Hal ini merupakan perwujudan prinsip …

  • A. bermakna
  • B. kontekstual
  • C. akuntabel
  • D. inklusif
  • E. objektif

40. [MOTS] Jumlah seluruh indikator pada Komponen 1, 2, dan 3 IA2024 untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA adalah …

  • A. 45
  • B. 42
  • C. 14
  • D. 48
  • E. 40

Bagian 3 – Kinerja Pendidik

Fokus kompetensi: perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan refleksi pembelajaran (Komponen 1, Butir 1–4).

41. [HOTS] Saat observasi, guru memberi kesempatan murid bertanya, mendengarkan dengan saksama, dan menanggapi secara relevan. Empat murid sempat bertanya atau berkomentar. Namun guru tidak menggali lebih lanjut jawaban murid dan tidak tampak memakai bahasa yang membangun semangat. Level indikator 1.1.1 yang tepat adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. belum dapat dinilai karena belum ada wawancara guru

42. [HOTS] Dalam wawancara, guru menjelaskan umpan baliknya: “Nilaimu 85, bagus, pertahankan ya.” Guru tidak pernah menyebut upaya spesifik murid, tetapi juga tidak menyatakan bahwa ada murid yang memang tidak mampu. Level indikator 1.1.2 yang paling sesuai adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Baik
  • C. Kurang
  • D. NA
  • E. Cukup Baik

43. [HOTS] Guru mengidentifikasi murid yang perlu dukungan melalui pengamatan, informasi wali kelas, dan asesmen diagnostik awal. Guru lalu menyusun rencana bantuan bersama murid dan orang tuanya, termasuk jadwal pendampingan dan sumber belajar tambahan. Level indikator 1.1.3 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Baik, karena belum ada bukti program remedial tertulis

44. [HOTS] Seorang murid frustrasi karena gagal dalam praktikum. Guru bersimpati, menanyakan penyebabnya, lalu langsung mendampingi murid itu mengulang langkah praktikum. Pendampingan dilakukan spontan, belum dirancang sebagai strategi untuk menguatkan kemandirian dan pengelolaan emosi murid. Level indikator 1.1.4 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Cukup Baik
  • C. Baik
  • D. Sangat Baik
  • E. NA

45. [HOTS] Kesepakatan kelas di X-2 dipajang rapi, tetapi disusun guru sendiri pada awal tahun. Dalam wawancara, murid tidak tahu mengapa aturan itu penting. Level indikator 1.2.1 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Cukup Baik
  • E. Kurang, karena kesepakatan tidak ditandatangani murid

46. [HOTS] Guru menegur murid yang terlambat dengan bahasa sopan dan mengancam akan memanggil orang tua, tanpa menjelaskan dampak keterlambatan bagi belajar murid dan kelas. Guru tidak pernah memakai hukuman fisik. Level indikator 1.2.2 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Cukup Baik
  • E. Kurang, karena ancaman pemanggilan orang tua termasuk kekerasan

47. [HOTS] Selama 20 menit observasi, dua murid sempat berbicara di luar topik sekitar tiga menit, tetapi tidak mengganggu murid lain yang sedang mengerjakan tugas. Sebagian besar murid fokus. Level indikator 1.2.3 adalah …

  • A. Baik
  • B. Sangat Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. Cukup Baik, karena tidak semua murid fokus

48. [MOTS] Tiga elemen esensial rencana pembelajaran yang diperiksa pada indikator 1.3.1 adalah …

  • A. identitas, alokasi waktu, dan media
  • B. capaian pembelajaran, profil lulusan, dan asesmen diagnostik
  • C. tujuan, kegiatan, dan penilaian
  • D. pendahuluan, inti, dan penutup
  • E. materi, metode, dan sumber belajar

49. [HOTS] RPP guru memuat tujuan, kegiatan, dan penilaian. Tujuannya diturunkan dari silabus sekolah dan disesuaikan dengan hasil asesmen awal tentang kebutuhan belajar murid. Guru menyiapkan materi pendukung dan menjelaskan rencana itu kepada murid di awal pertemuan. Level indikator 1.3.1 adalah …

  • A. Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Baik, karena profil murid tidak wajib
  • E. Sangat Baik

50. [HOTS] Guru melaksanakan kuis formatif hanya sekali pada awal semester. Hasilnya direkap, tetapi tidak dipakai untuk menyesuaikan kegiatan belajar. Level indikator 1.3.2 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Cukup Baik
  • C. Baik
  • D. Sangat Baik
  • E. Kurang, karena kuis bukan asesmen formatif

51. [HOTS] Penilaian sumatif guru Sosiologi terdiri atas tes tertulis akhir bab dan presentasi proyek kelompok yang menilai komunikasi serta kolaborasi. Penilaian dilakukan beberapa kali dalam satu semester dengan instrumen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Level indikator 1.3.3 adalah …

  • A. Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Kurang
  • E. Baik, karena tes tertulis masih digunakan

52. [HOTS] Rapor memuat deskripsi kualitatif yang cukup luas tentang apa yang sudah dikuasai murid. Rapor disusun memakai rubrik dan analisis hasil asesmen formatif serta sumatif. Guru berdialog dengan orang tua tentang rencana tindak lanjut. Namun rapor tidak menyebut apa yang belum dikuasai, dan murid tidak dilibatkan dalam refleksi. Level indikator 1.3.4 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Kurang
  • E. NA

53. [HOTS] Guru meminta murid tidak sekadar menghafal, memakai soal penalaran tingkat tinggi, dan memandu diskusi yang berhasil mengaitkan materi dengan fenomena nyata. Guru belum melibatkan murid merefleksikan proses dan hasil belajarnya. Level indikator 1.3.5 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Cukup Baik, karena belum ada refleksi
  • E. Baik

54. [MOTS] Pembeda utama antara level Baik dan Sangat Baik pada indikator 1.3.5 adalah …

  • A. pelibatan murid dalam refleksi tentang proses dan hasil belajar mereka
  • B. penggunaan tes pilihan ganda
  • C. jumlah jam pelajaran tatap muka
  • D. ketersediaan proyektor di kelas
  • E. penggunaan modul ajar dari pemerintah

55. [HOTS] Di SMA Tunas, pembangunan keimanan dan akhlak hanya dilakukan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama di kelas. Namun guru agama sudah mengajak murid menganalisis materi dan merefleksikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Belum ada kegiatan kokurikuler atau ekstrakurikuler terkait. Level indikator 1.4.1 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Cukup Baik
  • E. Baik, karena ada refleksi

56. [HOTS] Guru Sejarah memakai diskusi dan studi kasus yang memandu murid menganalisis karya anak bangsa. Sekolah merancang kegiatan kokurikuler festival budaya yang membangun identitas positif murid sebagai warga Indonesia, tetapi rancangannya belum terhubung dengan materi intrakurikuler. Level indikator 1.4.2 adalah …

  • A. Sangat Baik
  • B. Cukup Baik
  • C. Kurang
  • D. Sangat Baik, karena ada festival budaya
  • E. Baik

57. [HOTS] Murid diminta menganalisis masalah sampah di sekitar sekolah, tetapi topik, langkah kerja, dan bentuk produk akhir sepenuhnya ditentukan guru. Level indikator 1.4.3 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Baik
  • C. Sangat Baik
  • D. Cukup Baik
  • E. Kurang, karena murid tidak memilih topik

58. [MOTS] Bukti utama yang dipetakan untuk indikator 1.1.1 (interaksi yang setara dan menghargai) adalah …

  • A. telaah RPP dan wawancara orang tua
  • B. hasil observasi proses pembelajaran dan wawancara dengan minimal 5 orang murid
  • C. wawancara kepala sekolah dan telaah KSP
  • D. observasi lingkungan sekolah dan wawancara guru Kategori C
  • E. laporan supervisi kepala sekolah saja

59. [HOTS] KSP SMA Insan Mandiri menyatakan “jiwa wirausaha” sebagai profil murid yang dituju. Buktinya berupa bazar sekali setahun dan seminar insidental tanpa rancangan berkelanjutan dalam mata pelajaran. Level indikator 1.4.4 adalah …

  • A. Kurang
  • B. Baik
  • C. Cukup Baik
  • D. Sangat Baik
  • E. NA

60. [HOTS] Dua guru sama-sama melakukan asesmen formatif berkala dan memakai hasilnya untuk menyesuaikan pembelajaran. Guru P juga segera menyampaikan hasilnya kepada murid secara informatif sehingga murid tahu cara memperbaiki diri; Guru Q tidak. Kesimpulan yang tepat untuk indikator 1.3.2 adalah …

  • A. Guru P Sangat Baik, Guru Q Baik.
  • B. Keduanya Sangat Baik.
  • C. Keduanya Baik.
  • D. Guru P Baik, Guru Q Cukup Baik.
  • E. Guru P Sangat Baik, Guru Q Cukup Baik.

Penutup

Demikian 60 soal latihan MOTS dan HOTS untuk persiapan Uji Kompetensi Asesor 2026-Bagian 1. Semoga bermanfaat, bukan hanya untuk lulus ujian, tetapi juga untuk mempertajam cara kita menilai di lapangan.

Satu hal yang perlu terus kita ingat: Panduan Penjelasan IA2024 menegaskan bahwa akreditasi bukan pemberian image branding, melainkan penghela sekolah menuju layanan yang lebih baik. Asesor adalah instrumen utama dalam proses itu. Penilaian yang tepat lahir dari ketelitian mendengar dan mengamati, bukan dari kecepatan menyimpulkan. Sekolah perlu jujur tentang kondisinya, dan kita sebagai asesor perlu jujur “memotret” apa adanya.

Bila Bapak/Ibu menemukan kunci yang keliru, pembahasan yang kurang tepat, atau ketentuan yang sudah berubah, mohon sampaikan di kolom komentar. Koreksi dari rekan-rekan akan saya gunakan untuk memperbaiki paket ini, sehingga bermanfaat bagi lebih banyak calon asesor.

Silakan membagikan tautan postingan ini kepada rekan yang sedang bersiap mengikuti UKOM. Sampai jumpa di seri latihan berikutnya.

Salam akreditasi!

Baca Juga :

  1. Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 2
  2. Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 3
  3. Bank Soal UKOM Asesor BAN-PDM 2026 – Bagian 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *