Soal HOTS Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026 – Komponen 2

Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak/Ibu calon asesor dan rekan-rekan asesor akreditasi di mana pun berada.

Setelah 30 soal HOTS untuk Komponen 1 tentang kinerja pendidik, kali ini saya hadirkan lanjutannya: 30 Soal HOTS Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM Tahun 2026 untuk Komponen 2: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan.

Jika Komponen 1 mengajak kita mengamati apa yang terjadi di ruang kelas, Komponen 2 mengajak kita melihat ke ruang kepala sekolah. Pertanyaannya adalah bagaimana sekolah dikelola agar pembelajaran yang baik dapat terus berlangsung. Kita akan menelaah lima butir:

  • budaya refleksi dan evaluasi kinerja guru serta tenaga kependidikan
  • layanan yang partisipatif dan kolaboratif
  • pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel
  • pengelolaan sarana prasarana
  • pengembangan kurikulum satuan pendidikan

Di sinilah asesor paling sering berhadapan dengan tumpukan dokumen: SOP, RKT, RKAS, laporan BOSP, dan KSP. Karena itu, soal-soal ini sengaja menguji satu kemampuan penting, yaitu membedakan dokumen yang sekadar ada dari tata kelola yang benar-benar berjalan. Contohnya SOP refleksi yang baru dibuat tiga bulan sebelum visitasi, RKAS yang menyalin pos tahun lalu, laporan yang hanya sampai ke dinas, KSP yang tidak berubah meski “sudah dievaluasi”, dan honor guru yang tertunggak di balik SOP yang tampak lengkap.

Seperti seri sebelumnya, soal-soal ini disusun berdasarkan:

  • Panduan Penjelasan IA 2024 Dasmen versi 2025
  • Manual Penggalian Data IA 2024
  • Mapping Teknik Penggalian Data pada Visitasi
  • Agenda Visitasi
  • Daftar Dokumen Bukti Teramati yang Harus Disediakan Satuan Pendidikan Tahun 2026

Perhatikan bahwa beberapa rubrik Komponen 2 memiliki pembeda yang halus dan kadang tidak terduga. Misalnya, pada indikator 2.7.1, penyusunan anggaran yang belum melibatkan komite masih dapat berada di level Baik. Sebaliknya, pada indikator 2.6.4, RKT yang disusun sendiri oleh kepala sekolah justru jatuh ke level Kurang. Karena itu, baca rubrik dengan teliti dan jangan mengandalkan intuisi. Jawaban dianggap tepat hanya bila level dan alasannya sesuai rubrik.

Semua nama sekolah dan tokoh dalam soal ini fiktif. Kunci jawaban dan pembahasan ada di bagian akhir tulisan. Kerjakan dulu seluruh soal, baru periksa jawaban Anda.

Selamat berlatih!

Berikut ini 30 soal pilihan ganda HOTS berbasis studi kasus untuk Komponen 2 (Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan Pendidikan), mencakup 16 indikator pada Butir 5–9, lengkap dengan kisi-kisi, kunci, dan pembahasan berbasis rubrik IA 2024.

Petunjuk

  • Bacalah setiap stimulus (narasi/studi kasus) dengan cermat. Semua nama sekolah dan orang dalam soal bersifat fiktif.
  • Setiap soal memiliki satu jawaban paling tepat. Beberapa pilihan memuat level rubrik yang benar tetapi dengan alasan yang keliru; jawaban dinilai benar hanya bila level dan alasannya tepat.
  • Rujukan: rubrik Kurang – Cukup Baik – Baik – Sangat Baik pada Manual Penggalian Data IA 2024, Panduan Penjelasan IA 2024 Dasmen versi 2025, Mapping Teknik Penggalian Data, Agenda Visitasi, dan Daftar Dokumen Bukti Teramati Komponen 2 Tahun 2026.
  • Level kognitif: C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), C6 (mencipta/merumuskan).

Soal Butir 5 – Budaya Refleksi dan Evaluasi Kinerja (No. 1–8)

Soal 1 · Indikator 2.5.1 · C5

Di SMA Cendekia Nusantara, sebagian besar guru menulis jurnal refleksi setiap selesai satu lingkup materi. Mereka juga sesekali menyebarkan formulir daring untuk meminta umpan balik murid. Saat diwawancarai, kepala sekolah menjelaskan, “Itu inisiatif guru masing-masing; sekolah belum punya aturan khusus tentang refleksi.” Ketika ditanya, guru tidak dapat menjelaskan bagaimana umpan balik murid itu mengubah rancangan pembelajaran berikutnya.

Level indikator 2.5.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena tidak ada prosedur refleksi yang ditetapkan sekolah.
  • B. Baik, karena refleksi dilakukan secara rutin dan terdokumentasi.
  • C. Cukup Baik, karena guru sudah merefleksikan pembelajaran secara rutin atas inisiatif mandiri dengan bukti tertulis, tetapi belum ada prosedur yang berlaku bagi seluruh guru.
  • D. Sangat Baik, karena refleksi sudah memanfaatkan umpan balik murid.
  • E. Cukup Baik, karena jurnal refleksi tidak ditandatangani kepala sekolah.

Soal 2 · Indikator 2.5.1 · C6

Pada tahap pravisitasi, SMA Harapan Mulia mengunggah SOP refleksi kinerja guru yang ditetapkan pada Juli 2026, sekitar tiga bulan sebelum visitasi. Deskripsi kinerja menyatakan bahwa “refleksi kinerja guru telah berjalan sistematis dan berkelanjutan”.

Rumusan kolom “Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi” (Format 3.3) yang paling tepat adalah ….

  • A. Meminta sekolah mengunggah ulang SOP yang telah dilegalisasi dinas pendidikan.
  • B. Memverifikasi sejak kapan refleksi berjalan rutin (minimal 6 bulan sekali dalam dua tahun terakhir) melalui dokumen hasil refleksi periode sebelumnya, serta mewawancarai kepala sekolah dan guru kategori B tentang konsistensi prosedur dan contoh spesifik pemanfaatan hasil refleksi.
  • C. Menetapkan Kurang sejak pravisitasi karena SOP baru berlaku tiga bulan.
  • D. Mewawancarai orang tua/wali tentang pengalaman mereka terhadap refleksi guru.
  • E. Mengobservasi lingkungan sekolah untuk mencari poster prosedur refleksi.

Soal 3 · Indikator 2.5.2 · C5

Kalender akademik SMA Bhakti Pertiwi selama dua tahun terakhir mencantumkan jadwal supervisi akademik setiap semester, dan laporan supervisinya tersedia. Namun, setiap wakil kepala sekolah menggunakan instrumen dan langkah yang berbeda: ada yang hanya memeriksa kelengkapan perangkat ajar, ada yang mengobservasi kelas tanpa pertemuan balikan. Tidak ada prosedur tertulis yang menyatukan pelaksanaannya.

Level indikator 2.5.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena evaluasi kinerja terjadwal dan berkala, tetapi tidak dipandu prosedur sehingga pelaksanaannya beragam antarguru.
  • B. Baik, karena evaluasi kinerja berlangsung setiap semester selama dua tahun.
  • C. Kurang, karena instrumen supervisi tidak seragam.
  • D. Sangat Baik, karena laporan supervisi tersedia lengkap.
  • E. Baik, karena supervisi dilakukan oleh lebih dari satu orang pimpinan.

Soal 4 · Indikator 2.5.2 · C5

SMA Cahaya Bangsa memiliki prosedur evaluasi kinerja (observasi kelas, pertemuan balikan, dan rencana tindak lanjut) yang dijalankan setiap semester sejak dua tahun lalu. Dalam wawancara, kepala sekolah dan dua guru menjelaskan hal yang sama: hasil observasi menunjukkan pembelajaran berdiferensiasi masih lemah, lalu sekolah menjalankan coaching antarguru. Rapor Pendidikan tahun berikutnya menunjukkan kenaikan capaian literasi, dan guru dapat menunjukkan perubahan modul ajarnya.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena evaluasi kinerja berjalan rutin dan dipandu prosedur.
  • B. Baik, karena dampak terhadap capaian murid belum dapat dipastikan hanya dari satu tahun data.
  • C. Sangat Baik, karena Rapor Pendidikan menunjukkan kenaikan.
  • D. Sangat Baik, karena evaluasi berkala dan sistematis, hasilnya didiskusikan bersama guru, dan pimpinan serta guru mampu menjelaskan bagaimana hasil evaluasi digunakan untuk meningkatkan pembelajaran.
  • E. Cukup Baik, karena pertemuan balikan tidak dihadiri pengawas.

Soal 5 · Indikator 2.5.3 · C5

Dalam satu tahun terakhir, guru-guru SMA Insan Mandiri mengikuti webinar dari berbagai penyelenggara, diklat atas undangan dinas, dan kegiatan MGMP. Sertifikat dan surat tugas lengkap. Ketika ditanya dasar pemilihan pelatihan, kepala sekolah menjawab, “Kami kirim guru sesuai undangan yang masuk.” Tidak ada analisis kebutuhan pengembangan yang dikaitkan dengan hasil supervisi atau refleksi.

Level indikator 2.5.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena sekolah tidak menyelenggarakan pelatihan sendiri.
  • B. Baik, karena jumlah sertifikat pelatihan banyak dan beragam.
  • C. Baik, karena pelatihan dilaksanakan dalam satu tahun terakhir.
  • D. Kurang, karena pelatihan daring tidak dihitung sebagai pengembangan profesional.
  • E. Cukup Baik, karena pengembangan kompetensi terlaksana dalam satu tahun terakhir, tetapi lebih banyak merupakan respons terhadap undangan dan belum direncanakan berdasarkan kebutuhan.

Soal 6 · Indikator 2.5.3 · C5

SMA Tunas Harapan memiliki mekanisme penyusunan program pengembangan: rekap supervisi semester lalu menunjukkan asesmen formatif sebagai kelemahan terbanyak, sehingga sekolah menyelenggarakan IHT asesmen formatif dan pendampingan per MGMP sekolah. Notulen dan rekap supervisi tersedia. Namun, saat ditanya dampaknya, kepala sekolah dan guru belum dapat menunjukkan contoh perbaikan pembelajaran atau layanan yang dihasilkan.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena program disusun berdasarkan hasil evaluasi kinerja.
  • B. Baik, karena terdapat mekanisme yang memastikan program pengembangan disusun berdasarkan identifikasi kebutuhan dari evaluasi kinerja, tetapi belum ada contoh keberhasilan sebagai dampaknya.
  • C. Cukup Baik, karena IHT diselenggarakan secara internal.
  • D. Kurang, karena dampak program belum terlihat.
  • E. Baik, karena sekolah sudah menyelenggarakan lebih dari satu kegiatan.

Soal 7 · Indikator 2.5.4 · C5

SMA Pelita Ilmu memiliki SK pembagian tugas mengajar dan tugas tambahan, serta kode etik guru yang merinci perilaku yang dapat dikenai sanksi. Namun, honor guru tidak tetap dibayarkan dalam jumlah yang sama untuk semua guru, tanpa memperhitungkan beban mengajar maupun kinerja, dan tidak ada pedoman tertulis tentang hal itu.

Level indikator 2.5.4 yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena ada rujukan pembagian tugas dan sanksi, tetapi belum ada rujukan pemberian gaji dan tunjangan berdasarkan beban kerja dan kinerja.
  • B. Kurang, karena honor guru tidak dibedakan.
  • C. Baik, karena pembagian tugas dan sanksi sudah tertulis.
  • D. Sangat Baik, karena seluruh guru diperlakukan setara.
  • E. Baik, karena SK pembagian tugas ditetapkan setiap tahun.

Soal 8 · Indikator 2.5.4 · C4

SOP tata kelola PTK di SMA swasta Mutiara Bangsa tampak lengkap: rincian tugas, prasyarat kompetensi, sanksi, dan skema honor berbasis beban kerja. Namun, dalam wawancara guru kategori B, tiga guru menyebut honor mereka tertunggak tiga bulan pada semester lalu. Bendahara membenarkannya dan menyebut alasan keterlambatan dana dari yayasan.

Analisis asesor yang paling tepat adalah ….

  • A. Temuan diabaikan karena keterlambatan disebabkan oleh yayasan, bukan kepala sekolah.
  • B. Indikator langsung ditetapkan Kurang karena terjadi pelanggaran hak guru.
  • C. Asesor meminta bukti pelunasan, lalu menganggap masalah selesai.
  • D. Temuan terkait langsung dengan subindikator “tidak ada kasus penunggakan honorarium/tunjangan PTK”; asesor mengonfirmasinya melalui dokumen pembayaran dan wawancara kepala sekolah, lalu mempertimbangkannya dalam penilaian dan rekomendasi, karena kelengkapan SOP tidak menjamin pengelolaan yang efektif dan akuntabel.
  • E. Asesor meminta guru yang mengeluh menandatangani pernyataan tertulis.

Soal Butir 6 – Layanan Partisipatif dan Kolaboratif (No. 9–16)

Soal 9 · Indikator 2.6.1 · C5

Visi misi SMA Bina Karya terpasang di gerbang dan setiap kelas. Dokumentasi sosialisasi tersedia dari MPLS dan rapat orang tua. Guru dapat melafalkan visi sekolah, tetapi ketika ditanya program apa yang mewujudkannya, mereka menjawab, “Semua program sekolah, Pak.” Telaah RKT tidak menunjukkan program yang dirancang dari visi misi tersebut.

Level indikator 2.6.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena guru tidak dapat menyebut program.
  • B. Baik, karena visi misi telah disosialisasikan kepada guru, orang tua, dan murid.
  • C. Cukup Baik, karena sudah ada upaya mengomunikasikan visi misi, tetapi visi misi masih diketahui secara normatif dan belum diterjemahkan menjadi program/kegiatan/budaya yang konkret.
  • D. Sangat Baik, karena guru hafal visi sekolah.
  • E. Baik, karena visi misi ditampilkan di seluruh kelas.

Soal 10 · Indikator 2.6.1 · C5

Visi SMA Insan Cita, “berkarakter dan berwawasan lingkungan”, diterjemahkan menjadi program Adiwiyata, bank sampah, dan projek kokurikuler pengelolaan limbah yang tercantum di KSP dan RKT. Saat diwawancarai, guru dan kepala sekolah menjelaskan kaitan setiap program dengan visi. Orang tua dapat menyebut bank sampah sebagai contoh perwujudan visi, dan murid menjelaskan kegiatan pilah sampah harian.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena guru dapat menjelaskan penerapan visi misi.
  • B. Baik, karena korelasi program dengan visi belum diuji di semua mata pelajaran.
  • C. Cukup Baik, karena visi misi lebih menonjolkan lingkungan daripada akademik.
  • D. Sangat Baik, karena sekolah meraih penghargaan Adiwiyata.
  • E. Sangat Baik, karena visi misi diterjemahkan menjadi program yang korelasinya jelas, dikomunikasikan kepada semua pihak, dan dipahami warga sekolah termasuk orang tua dan murid hingga mampu memberi contoh penerapannya.

Soal 11 · Indikator 2.6.2 · C5

SMA Prima Cendekia membagikan kalender akademik kepada orang tua dan mengelola grup pesan per kelas tempat orang tua bisa bertanya dan wali kelas menjawab. Orang tua dilibatkan untuk sumbangan kegiatan dan diundang menonton pentas seni. Sejak 2023, sekolah bermitra dengan puskesmas untuk layanan UKS. Belum ada pelibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran, misalnya sebagai narasumber.

Level indikator 2.6.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena pelibatan orang tua masih sebatas permintaan bantuan.
  • B. Baik, karena ada wadah komunikasi dua arah, pelibatan berupa bantuan dan undangan kegiatan, serta dukungan pihak eksternal dalam lima tahun terakhir.
  • C. Sangat Baik, karena terdapat kemitraan resmi dengan puskesmas.
  • D. Kurang, karena orang tua tidak terlibat dalam pembelajaran.
  • E. Cukup Baik, karena komunikasi melalui grup pesan bersifat insidental.

Soal 12 · Indikator 2.6.2 · C4

Asesor merencanakan penggalian data indikator 2.6.2 (kolaborasi dan kemitraan dengan orang tua/wali dan pihak eksternal). Berdasarkan Mapping Teknik Penggalian Data IA 2024 versi 2025, kombinasi sumber data yang paling tepat adalah ….

  • A. Telaah dokumen (MoU, dokumentasi pertemuan dengan wali murid dan masyarakat) serta wawancara kepala sekolah, guru kategori B, dan orang tua/wali.
  • B. Observasi PBM dan wawancara minimal lima murid.
  • C. Observasi lingkungan sekolah dan wawancara guru kategori C.
  • D. Telaah MoU saja, karena kemitraan dibuktikan dengan dokumen resmi.
  • E. Wawancara komite sekolah dan pihak mitra eksternal.

Soal 13 · Indikator 2.6.3 · C5

Pada akhir tahun ajaran, SMA Citra Bangsa mengadakan rapat evaluasi program bersama wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Bahan evaluasi meliputi rekap hasil asesmen kelas, rangkuman refleksi guru, Rapor Pendidikan, dan catatan pembinaan pengawas. Komite sekolah tidak dilibatkan dalam proses evaluasi ini.

Level indikator 2.6.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena sumber data internal dan eksternal sudah lengkap.
  • B. Cukup Baik, karena komite sekolah tidak dilibatkan.
  • C. Baik, karena rapat evaluasi dihadiri seluruh guru.
  • D. Baik, karena evaluasi melibatkan guru dan tenaga kependidikan yang relevan serta menggunakan data internal dan eksternal yang dikumpulkan secara sistematis, tetapi belum melibatkan komite sekolah.
  • E. Kurang, karena evaluasi hanya dilakukan sekali setahun.

Soal 14 · Indikator 2.6.3 · C5

Rapat evaluasi akhir tahun di SMA Dharma Karya melibatkan seluruh guru. Notulen menunjukkan pembahasan berlangsung berdasarkan kesan dan pengalaman masing-masing guru, misalnya “murid kelas X kurang disiplin” dan “nilai matematika rendah”, tanpa rekap data, Rapor Pendidikan, atau hasil asesmen yang dianalisis.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena evaluasi tidak menggunakan data.
  • B. Baik, karena seluruh guru dilibatkan.
  • C. Cukup Baik, karena evaluasi satu tahun terakhir dilakukan dengan melibatkan PTK, tetapi tidak menggunakan sumber data yang dikumpulkan secara sistematis.
  • D. Kurang, karena notulen tidak ditandatangani komite.
  • E. Baik, karena masalah yang dibahas relevan dengan pembelajaran.

Soal 15 · Indikator 2.6.4 · C5

Dalam wawancara, bendahara SMA Lentera Ilmu menjelaskan bahwa RKT disusun berdua oleh kepala sekolah dan bendahara “agar cepat selesai”. Sebagian besar isinya mengikuti RKT tahun sebelumnya. Guru dan komite baru mengetahui isi RKT setelah disahkan.

Level indikator 2.6.4 yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena dokumen RKT ada meskipun tidak berbasis evaluasi.
  • B. Cukup Baik, karena RKT sudah disahkan.
  • C. Baik, karena RKT dikomunikasikan setelah disahkan.
  • D. Kurang, karena RKT tidak mencakup bidang sarana prasarana.
  • E. Kurang, karena dokumen perencanaan tahunan disusun secara mandiri oleh kepala sekolah/pimpinan tanpa melibatkan pihak yang relevan.

Soal 16 · Indikator 2.6.4 · C6

Pada pravisitasi, SMA Nusa Indah mengunggah RKT yang rapi dengan daftar kegiatan dan jadwal. Namun, RKT tidak memuat rujukan pada hasil evaluasi tahun sebelumnya atau Rapor Pendidikan, dan tidak tampak program pengembangan PTK maupun pemenuhan sarpras.

Rumusan kolom “Data yang perlu dikumpulkan saat visitasi” (Format 3.3) yang paling tepat adalah ….

  • A. Meminta sekolah merevisi RKT sebelum visitasi.
  • B. Memverifikasi melalui wawancara kepala sekolah dan guru kategori B serta telaah notulen penyusunan RKT: apakah perencanaan berangkat dari evaluasi tahun sebelumnya (Rapor Pendidikan/EDS), siapa yang dilibatkan, bagaimana dikomunikasikan, dan apakah mencakup bidang pembelajaran, PTK, dan sarpras.
  • C. Menetapkan Cukup Baik sejak pravisitasi karena RKT tidak berbasis data.
  • D. Mewawancarai murid tentang kegiatan yang mereka ikuti tahun ini.
  • E. Mengobservasi lingkungan sekolah untuk mencocokkan kegiatan RKT.

Soal Butir 7 – Pengelolaan Anggaran (No. 17–21)

Soal 17 · Indikator 2.7.1 · C5

RKAS SMA Garuda Sakti terhubung jelas dengan RKT: setiap alokasi merujuk pada program prioritas dan disertai catatan rasionalisasi kebutuhan. Namun, wawancara menunjukkan RKAS disusun oleh kepala sekolah dan bendahara saja; komite dan guru tidak dilibatkan dalam diskusi prioritas anggaran.

Level indikator 2.7.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena ada keterhubungan rencana dan anggaran dengan alokasi berbasis telaah kebutuhan, tetapi penyusunannya dilakukan secara mandiri oleh pimpinan tanpa melibatkan pihak yang relevan.
  • B. Cukup Baik, karena komite sekolah tidak dilibatkan.
  • C. Sangat Baik, karena seluruh alokasi disertai rasionalisasi.
  • D. Kurang, karena penyusunan anggaran tidak partisipatif.
  • E. Baik, karena RKAS telah disahkan oleh dinas.

Soal 18 · Indikator 2.7.1 · C4

Saat menelaah RKAS SMA Melati Deli, asesor menemukan alokasi pengadaan 10 unit proyektor dan renovasi ruang rapat. Kedua alokasi itu juga ada pada RKAS dua tahun terakhir dengan nilai yang sama. Tidak satu pun program dalam RKT tahun ini membutuhkan kedua item tersebut, dan kepala sekolah menjawab, “Itu memang pos rutin setiap tahun.” Penyusunan dilakukan kepala sekolah sendiri.

Kesimpulan yang paling tepat untuk indikator 2.7.1 adalah ….

  • A. Baik, karena RKAS tersedia dan disahkan tepat waktu.
  • B. Kurang, karena sekolah tidak memiliki rencana anggaran yang sah.
  • C. Cukup Baik, karena rencana anggaran ada, tetapi sejumlah alokasi tidak berdasarkan telaah kebutuhan (disusun berdasarkan kebiasaan tahun sebelumnya) dan penyusunannya tidak melibatkan pihak yang relevan.
  • D. Baik, karena pengadaan proyektor mendukung pembelajaran.
  • E. Sangat Baik, karena anggaran konsisten dari tahun ke tahun.

Soal 19 · Indikator 2.7.2 · C5

RKAS SMA Bintang Timur merinci jumlah, harga satuan, dan sumber dana setiap kegiatan. Setiap kegiatan juga dilengkapi tujuan pemanfaatan yang merujuk pada area perbaikan dari Rapor Pendidikan, misalnya “penguatan numerasi kelas X”. RKAS disetujui dan disahkan oleh pihak berwenang sebelum dilaksanakan.

Level indikator 2.7.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena RKAS rinci dan disahkan.
  • B. Baik, karena sumber dana masih didominasi BOSP.
  • C. Cukup Baik, karena tujuan pemanfaatan hanya ditulis singkat.
  • D. Sangat Baik, karena rencana anggaran rinci dan lengkap (jumlah, harga, dan tujuan pemanfaatan) sehingga mudah dipantau, serta mendapat persetujuan pihak berwenang.
  • E. Sangat Baik, karena merujuk pada Rapor Pendidikan.

Soal 20 · Indikator 2.7.3 · C5

Selama dua tahun terakhir, SMA Sinar Harapan menyampaikan laporan penggunaan dana BOSP kepada dinas setiap tahap. Laporan memuat realisasi program dan belanja yang dibandingkan dengan RKAS yang disahkan. Laporan yang sama dipaparkan dalam rapat komite dan rapat dewan guru, dan ringkasannya ditempel di papan informasi sekolah.

Level indikator 2.7.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena laporan disampaikan kepada pemberi dana.
  • B. Baik, karena laporan memuat realisasi sesuai perencanaan.
  • C. Cukup Baik, karena laporan hanya mencakup dana BOSP.
  • D. Sangat Baik, karena laporan dipasang di papan informasi.
  • E. Sangat Baik, karena laporan memuat realisasi berdasarkan perencanaan yang disahkan dan disampaikan kepada pemberi dana sekaligus kalangan internal sekolah.

Soal 21 · Indikator 2.7.3 · C5

SMA Karya Utama menyampaikan laporan keuangan BOSP kepada dinas selama dua tahun terakhir. Namun, laporan hanya berisi rekap pengeluaran per jenis belanja, tanpa perbandingan dengan program dan anggaran yang direncanakan. Guru kategori B menyatakan tidak pernah memperoleh informasi pemanfaatan anggaran.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Cukup Baik, karena laporan disusun dan disampaikan kepada pemberi dana dalam dua tahun terakhir, tetapi belum memuat realisasi berdasarkan perencanaan yang disahkan.
  • B. Kurang, karena guru tidak mengetahui laporan.
  • C. Baik, karena laporan disampaikan secara berkala.
  • D. Kurang, karena laporan tidak dipublikasikan.
  • E. Baik, karena rekap pengeluaran sudah dirinci per jenis belanja.

Soal Butir 8 – Pengelolaan Sarana dan Prasarana (No. 22–25)

Soal 22 · Indikator 2.8.1 · C5

SMA Bumi Persada menganalisis kebutuhan sarpras dari rancangan pembelajaran di KSP dan menyusun rencana pemenuhan dengan prioritas laboratorium kimia. Namun, kebutuhan prioritas tersebut belum terpenuhi, baik secara mandiri maupun melalui kemitraan. Observasi lingkungan menunjukkan ventilasi kelas baik, ruang gerak cukup, tidak ada kebisingan, air bersih mengalir, dan toilet bersih.

Level indikator 2.8.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena kelima kriteria kenyamanan terpenuhi.
  • B. Cukup Baik, karena laboratorium kimia belum tersedia.
  • C. Kurang, karena kebutuhan prioritas tidak terpenuhi.
  • D. Baik, karena penyelarasan sarpras dengan kebutuhan belajar baru memenuhi sebagian kriteria (analisis dan rencana, tetapi belum pemenuhan), sedangkan kelima kriteria kenyamanan terpenuhi.
  • E. Sangat Baik, karena analisis kebutuhan sudah berbasis KSP.

Soal 23 · Indikator 2.8.1 · C5

SMA Kasih Bangsa berdiri di lahan sempit di tengah kota. Rekan asesor ingin menilai kriteria ruang gerak “tidak terpenuhi” karena rasio luas halaman terhadap jumlah rombel rendah. Padahal observasi menunjukkan murid leluasa bergerak di kelas, dan kegiatan olahraga dilakukan di lapangan milik kelurahan berdasarkan perjanjian kemitraan.

Tanggapan yang paling tepat terhadap rekan asesor adalah ….

  • A. Menyetujui, karena rasio luas lahan per rombel merupakan kriteria utama ruang gerak.
  • B. Menjelaskan bahwa jumlah rombel hanya menjadi referensi, bukan kriteria yang harus dipenuhi; ruang gerak dinilai dari kecukupan nyata yang teramati, dan pemenuhan sarpras melalui kemitraan dengan lingkungan sekitar diakui dalam indikator ini.
  • C. Menunda penilaian hingga sekolah memperluas lahan.
  • D. Menilai ruang gerak terpenuhi hanya bila lapangan kelurahan dihibahkan kepada sekolah.
  • E. Meminta sekolah mengurangi jumlah rombel.

Soal 24 · Indikator 2.8.2 · C5

SMA Mekar Sari memiliki jadwal pemeliharaan rutin, dan kondisi ruangan cukup bersih. Namun, saat observasi lingkungan, laboratorium komputer terkunci, 20 unit perangkatnya berdebu, dan daftar penggunaan menunjukkan laboratorium terakhir dipakai empat bulan lalu.

Level indikator 2.8.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Kurang, karena laboratorium komputer terkunci.
  • B. Baik, karena ada jadwal pemeliharaan rutin.
  • C. Cukup Baik, karena ada jadwal pemeliharaan rutin dan kondisi cukup bersih, tetapi sarpras belum dimanfaatkan secara optimal.
  • D. Baik, karena perangkat masih berfungsi.
  • E. Kurang, karena tidak ada teknisi laboratorium.

Soal 25 · Indikator 2.8.2 · C5

Sarpras SMA Taruna Bakti terpakai sesuai jadwal dan tidak ada yang terbengkalai. Jadwal pemeliharaan berjalan, dan lingkungan bersih serta terawat. Ketika atap laboratorium biologi bocor pada awal semester, sekolah menetapkannya sebagai prioritas, menggeser anggaran pemeliharaan, dan memperbaikinya dalam dua minggu; dokumentasi dan notulennya tersedia.

Level yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena sarpras bersih dan terawat.
  • B. Cukup Baik, karena sempat ada kerusakan atap.
  • C. Baik, karena perbaikan menggunakan pergeseran anggaran.
  • D. Sangat Baik, karena perbaikan selesai dalam dua minggu.
  • E. Sangat Baik, karena sarpras dimanfaatkan optimal, pemeliharaan rutin, kondisi bersih dan terawat, serta ada tindak lanjut atas kebutuhan perbaikan yang dianggap prioritas.

Soal Butir 9 – Pengembangan Kurikulum dan Lintas Butir (No. 26–30)

Soal 26 · Indikator 2.9.1 · C5

KSP SMA Nurul Ilmi memandu penyelenggaraan layanan untuk satu tahun ajaran: pengorganisasian intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler; silabus tujuan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum nasional; serta program penilaian berisi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dan sistematika pelaporan yang menjadi acuan guru di semua tingkat kelas. Guru kategori B dapat menunjukkan bagian KSP yang mereka gunakan.

Level indikator 2.9.1 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena KSP memandu penyelenggaraan layanan, memuat silabus tujuan pembelajaran yang selaras, pengorganisasian pembelajaran, dan acuan sistematika penilaian bagi guru di berbagai tingkatan kelas.
  • B. Baik, karena KSP memuat silabus yang selaras dengan kurikulum nasional.
  • C. Cukup Baik, karena KSP mengatur pengorganisasian pembelajaran.
  • D. Baik, karena guru menggunakan KSP sebagai rujukan.
  • E. Sangat Baik, karena KSP telah disahkan dinas pendidikan.

Soal 27 · Indikator 2.9.2 · C5

Setiap akhir semester selama dua tahun terakhir, Wakasek Kurikulum SMA Mandiri Jaya mengevaluasi penerapan kurikulum dengan data hasil belajar dan refleksi guru, lalu merevisi bagian KSP. Dalam wawancara, kepala sekolah menyatakan, “Urusan kurikulum sepenuhnya di tangan wakasek; saya tinggal menandatangani.”

Level indikator 2.9.2 yang paling tepat adalah ….

  • A. Baik, karena evaluasi kurikulum berjalan rutin dengan data hasil belajar dan refleksi guru.
  • B. Kurang, karena kepala sekolah tidak terlibat.
  • C. Sangat Baik, karena revisi KSP dilakukan setiap semester.
  • D. Cukup Baik, karena evaluasi rutin dengan data hasil belajar dan refleksi guru sudah berjalan, tetapi kepala sekolah belum berperan sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan kurikulum.
  • E. Baik, karena kepala sekolah menandatangani hasil evaluasi.

Soal 28 · Indikator 2.9.3 · C5

KSP SMA Pelangi Nusantara menjelaskan bagaimana rancangan pembelajaran mencerminkan karakteristik sekolah sebagai sekolah inklusif. Ada dua program spesifik yang mewujudkan visi misinya: kelas literasi isyarat dan tutor sebaya lintas kebutuhan. Hasil evaluasi tahun lalu juga ditindaklanjuti secara jelas: jadwal kokurikuler diubah dari blok mingguan menjadi reguler karena murid berkebutuhan khusus kesulitan mengikuti blok panjang.

Level indikator 2.9.3 yang paling tepat adalah ….

  • A. Sangat Baik, karena ada penyesuaian kurikulum berdasarkan evaluasi.
  • B. Baik, karena KSP mencerminkan karakteristik sekolah, ada program spesifik perwujudan visi misi, dan ada contoh jelas penyesuaian berdasarkan evaluasi, tetapi program spesifiknya belum lebih dari tiga.
  • C. Cukup Baik, karena baru dua program yang tercantum.
  • D. Sangat Baik, karena sekolah inklusif memiliki karakteristik yang unik.
  • E. Baik, karena penyesuaian jadwal termasuk perubahan kecil.

Soal 29 · Indikator 2.9.3 · C4

Asesor membandingkan KSP SMA Wira Karya tahun 2026/2027 dengan tahun 2025/2026. Isinya identik kecuali tahun dan nama penandatangan. Kepala sekolah menyatakan evaluasi kurikulum sudah dilakukan “dan hasilnya kurikulum kita sudah sesuai”. Notulen evaluasi tidak menyebut temuan atau rekomendasi apa pun.

Analisis yang paling tepat adalah ….

  • A. Indikator langsung Kurang karena KSP disalin dari tahun sebelumnya.
  • B. Indikator dinilai Baik karena kepala sekolah menyatakan evaluasi sudah dilakukan.
  • C. Tidak ada contoh jelas penyesuaian rancangan pembelajaran sebagai dampak evaluasi, sehingga indikator paling tinggi berada pada Cukup Baik; asesor tetap menggali muatan karakteristik dan program spesifik dalam KSP melalui wawancara kepala sekolah dan pengelola kurikulum sebelum menentukan level.
  • D. Asesor meminta sekolah menyusun KSP baru selama visitasi.
  • E. Indikator tidak dapat dinilai karena tidak ada mekanisme review KSP.

Soal 30 · Lintas Butir Komponen 2 · C6

Kepala SMA Merah Putih baru menjabat empat bulan. Banyak indikator Komponen 2 menuntut bukti dua tahun terakhir (refleksi kinerja, evaluasi kinerja, laporan anggaran, evaluasi kurikulum). Kepala sekolah baru meminta asesor “memaklumi” karena dokumen periode sebelumnya disimpan oleh kepala sekolah lama.

Sikap asesor yang paling tepat adalah ….

  • A. Memaklumi dan menilai hanya kinerja empat bulan terakhir.
  • B. Menetapkan semua indikator berbasis dua tahun pada level Kurang karena dokumen tidak tersedia.
  • C. Menunda visitasi sampai kepala sekolah lama dapat dihadirkan.
  • D. Menilai berdasarkan rencana kerja kepala sekolah baru untuk dua tahun ke depan.
  • E. Menegaskan bahwa yang diakreditasi adalah kinerja satuan pendidikan sebagai lembaga; asesor menggali jejak data dua tahun terakhir dari arsip sekolah, wakasek, guru kategori B, komite, dan bendahara, serta menilai sesuai bukti yang terkonfirmasi tanpa memberi kelonggaran atau hukuman karena pergantian pimpinan.

Demikian 30 soal HOTS untuk Komponen 2 ini saya bagikan. Semoga latihan ini membantu Bapak/Ibu makin tajam membaca rubrik dan makin cermat menimbang bukti.

Satu pelajaran penting dari Komponen 2: kepemimpinan kepala sekolah tidak diukur dari tebalnya map dokumen, tetapi dari jejak tata kelola yang hidup. Refleksi yang benar-benar mengubah cara guru mengajar. Anggaran yang lahir dari data dan diputuskan bersama. Laporan yang dapat diakses warga sekolah. Kurikulum yang terus diperbaiki dari hasil evaluasi. Tugas asesor adalah menelusuri jejak itu melalui triangulasi telaah dokumen, observasi lingkungan, dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta orang tua, lalu menilainya dengan jujur tanpa memaklumi dan tanpa menghakimi. Yang kita akreditasi adalah satuan pendidikan sebagai lembaga, bukan pribadi kepala sekolahnya.

Saya menyadari kumpulan soal ini masih memiliki kekurangan. Jika Bapak/Ibu menemukan pembahasan yang perlu didiskusikan, atau punya pengalaman visitasi yang relevan, silakan bagikan di kolom komentar. Diskusi kita akan saling menguatkan.

Nantikan seri berikutnya untuk Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar. Bagikan tulisan ini kepada rekan-rekan yang sedang mempersiapkan diri mengikuti Uji Kompetensi Asesor BAN-PDM 2026.

Salam mutu pendidikan!