Blog

PERSIAPAN MENGHADAPI WAWANCARA/INTERVIEW MENJADI CALON ASESOR BAN S/M (PREDIKSI)

WAWANCARA/INTERVIEW

 Wawancara merupakan sebuah kegiatan tanya jawab yang dilakukan dua individu atau lebih untuk mendapatkan sebuah informasi, pendapat, data, dan keterangan. Seseorang yang memberikan pertanyaan disebut dengan pewawancara. Adapun orang yang menjawab pertanyaan atau memberikan informasi disebut dengan narasumber.

Ada beberapa hal yang harus anda ketahui / persiapkan dalam menghadapi wawancara, sbb:

A. Persiapan Fisik

Sebaiknya, interview/wawancara jangan pernah dianggap sebagai beban yang terlampau berat, sehingga menjadikannya momok yang menakutkan. Menghadapi interview/wawancara dengan wajar akan menentramkan hati seseorang untuk kemudian bisa mengerjakan soal/menjawab pertanyaan dengan tenang dan penuh konsentrasi.

Berikut merupakan beberapa persiapan fisik yang perlu diperhatikan sebelum menjalani interview/wawancara.

1. Persiapan peralatan

Sebelum menjalani interview/wawancara hendaknya kita menyiapkan peralatan standar. Diminta atau tidak, persiapan peralatan ini menunjukkan keseriusan kita dalam menjalani wawancara. Peralatan standar yang perlu disiapkan di antaranya:

  • pensil 2B dan ballpoin masing-masing satu buah,
  • penghapus pensil dan tip ex
  • Kartu Ujian / Berkas
  • identitas diri (KTP atau SIM).

2. Persiapan busana

Pilih busana yang hendak dikenakan sehari sebelum menjalani Interview/wawancara. Bukan busana baru atau bagus yang akan dinilai, tetapi kerapian dan kesopanan busana bagi pekerjaan atau pendidikan yang memang profesional.

screenshot 2021 05 02 230956
screenshot 2021 05 02 230956

3. Persiapan diri

  • Tidur yang cukup malam sebelumnya, sehingga bisa berkonsentrasi pagi harinya.
  • Mandi dan mengantisipasi datangnya keringat, bisa dengan bedak, mengenakan kaus dalam, atau semacamnya.
  • Menyisir rambut dengan rapi, menggunakan parfum yang baunya tidak menyengat atau beraroma lembut.
  • Make up lembut dan secukupnya bagi wanita.
  • Makan pagi sesuai kebiasaan dan secukupnya.
  • Pergi ke toilet sebelum interview/wawancara dimulai.

B. PERSIAPAN MENTAL

Selain persiapan fisik, perlu pula dilakukan persiapan mental ketika hendak menjalani interview/wawancara. Persiapan mental ini terlebih untuk melatih kepercayaan diri dan mengatasi rasa gugup ketika menjalani tes. Berikut merupakan beberapa persiapan mental yang perlu dilakukan.

1) Berdoa

Apapun agama dan kepercayaan kita, berdoa merupakan satu cara untuk menenangkan diri dan membuat kita tampil lebih prima. Dengan adanya kepasrahan dan permintaan pertolongan kepada Yang Mahakuasa, otomatis akan tumbuh rasa percaya diri untuk menjalani apa yang hendak dilakukan. Termasuk dalam menjalani interview/wawancara.

2) Meluruskan niat

Mempersiapkan mental berarti juga dengan meluruskan niat dalam mengikuti interview/wawancara. Mengikuti psikotes demi cita-cita dan keinginan yang baik akan mempermudah penerimaan terhadap diri sendiri.

3) Melihat lokasi

Lokasi interview/wawancara hendaknya telah disurvei terlebih dahulu satu atau dua hari sebelumnya. Jika memungkinkan, lihat tempat duduk kita nanti berada. Dengan mengetahui lokasi tes, hati akan jauh lebih tenang dan siap.

4) Yakin

Keyakinan terhadap hal yang hendak dihadapi akan membuat semangat dan kemampuan lebih pada diri seseorang. Maka yakinlah Anda bisa melakukan semua yang disajikan dalam interview dan bisa menjawab dengan tepat yang ditanyakan dalam wawancara.

5) Berlatih

Berlatih soal-soal interview bukan hanya menyiapkan diri secara fisik, tetapi terlebih secara mental karena telah mendapat gambaran kemungkinan soal yang akan dihadapi meskipun tidak sama 100%.

6) Datang lebih awal

Usahakan untuk datang lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan dalam menghadapi interview/wawancara. Kesiapan ini akan membuat diri kita tidak gugup dan lebih percaya diri ketika menghadapi tes.

7) Teliti, sportif, dan penuh perhatian

Mengerjakan soal dengan sportif akan menambah rasa percaya diri, sehingga mempengaruhi jawaban yang ditulis. Kerjakan satu per satu soal dengan cermat dan teliti, perhatikan petunjuk yang diberikan baik lewat lisan maupun lewat tulisan.

C. PERTANYAAN UMUM DAN JAWABAN YANG TEPAT

Dalam melakukan tes wawancara, persiapan fisik dan mental yang dilakukan hampir serupa dengan persiapan pada psikotes tertulis. Tekankan adanya kepercayaan diri, pembicaraan yang sopan dan terarah dengan baik, serta rendah hati yang bersahaja. Hadapi pewawancara dengan tegas, tetapi tidak mengurangi rasa hormat. Pasrah dan tidak pernah berpikiran bahwa pekerjaan atau pendidikan yang hendak dijalani adalah segalanya. Oleh karena jika nantinya ada kekurangsesuaian, kita masih tetap tegak dan penuh rasa percaya diri untuk menunggu saat tepat dengan posisi yang juga tepat.

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh pewawancara serta persiapan jawaban yang sekiranya sesuai dengan kriteria yang ditentukan :

PERTANYAAAN JAWABAN
Mengapa Anda ingin melamar menjadi Asesor?(jawab dengan jujur sesuai diri Anda) misalnya : karena membutuhkan penghasilan yang baik. dlsb
Tanggung jawab sebesar apa yang Anda rasa sesuai dengan diri Anda?Tentu saja yang sesuai dengan bidang pekerjaan dan kemampuan saya.
Nantinya, sebagai Asesor  apa yang hendak Anda cari?Di samping penghasilan yang mencukupi, saya ingin medapatkan pengalaman dan menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
Apa yang sebenarnya bisa memotivasi Anda dalam menjalani kehidupan keseharian dan pekerjaan Anda?Motivasi datang dari dalam diri saya sendiri. Keinginan kuat untuk maju dan menjadi manusia berkualitas membuat saya selalu bersemangat melakukan pekerjaan.
Bagaimanakah sikap Anda ketika diberikan deadline atas pekerjaan yang tengah dilakukan?Berusaha memenuhi deadline tersebut semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya.
Seandainya ada pimpinan yang marah karena pekerjaan Anda tidak sesuai dengan apa yang dimaksudnya, bagaimana sikap Anda?Diam dulu sambil menelaah bagian dari pekerjaan saya       yang salah. Setelah beliau bisa diajak bicara baik-baik, baru saya akan bertanya dengan detail pekerjaan yang harus dibenahi.
Bagaimana cara Anda menyikapi kritik yang diberikan kepada Anda?Menerima dengan lapang dada, lalu melakukan pembenahan diri jika memang ada hal yang kurang sesuai dengan prosedur serta tanggung jawab.
Menurut Anda, apa tugas yang akan dibebankan kepada Anda jika diterima sebagai Asesor?(Jelaskan tentang tugas yang semestinya diberikan untuk posisi yang sedang Anda lamar, tidak perlu melebar, secukupnya saja)
Menurut Anda, bisakan seandainya Anda diminta untuk mengelola satu tim di bawah tanggung jawab Anda?Bisa, saya akan berusaha semaksimal mungkin.
Apakah anda bisa menggunakan Laptop/PC ?Bisa, saya sudah terbiasa menggunakannya
Apakah arti sukses menurut Anda?Menjadi diri saya yang semakin meningkat menuju kebaikan dari waktu ke waktu dan bisa bermanfaat bagi sesama.

Note : Bagi Calon Asesor diharapkan memahami betul tentang Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 atau IASP 2020

D. ASESOR YANG IDEAL

Dalam pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah dibutuhkan asesor yang memiliki:  

  • 1.  sikap dan kepribadian yang terpuji,
  • 2.  pemahaman dan penguasaan yang baik terhadap   perangkat akreditasi sekolahlmadrasah,
  • 3.  keterampilan menggunakan software Aplikasi Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi,
  • 4.  kemampuan menggali informasi secara baik,
  • 5.  kemampuan untuk komunikasi yang baik,
  • 6.  kemampuan membuat rekomendasi yang solutif dan dapat dilaksanakan.

E. CALON ASESOR

  • 1)Tahapan wawancara dilakukan terhadap calon asesor yang direkomendasikan dari tahap tes psikologi.
  • 2) Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk menggali pengetahuan dan pengalaman (track record) calon asesor tentang:
  1. Sistem penjaminan mutu DIKDASMEN
  2. Manajemen Sekolah/Madrasah
  3. Penguasaan ICT.
  4. Kemampuan berkomunikasi.

F. Wawancara  Prof. Suyanto, Ph.D. dengan Dr. Toni Toharudin, M.Sc. (Dosen Unpad, Ketua BAN SM) Terkait Wawancara Calon Asesor Tahun 2021

  1. Registrasi dan Wawancara dilakukan via Zoom dan akan di breakout menjadi beberapa room
  2. Ketika calon Asesor datang/hadir, peserta akan mengisi Biodata sejenis Daftar Riwayat Hidup
  3. Beberapa pertanyaan pada poin 2) akan dikonfirmasi  Kembali pada saat wawancara. Contoh : Pengalaman di bidang Pendidikan minimal 5 tahun termasuk pengetahuan tentang bidang persekolahan
  4. Reformasi Sistem Akreditasi yaitu Perubahan Paradigma pada IASP 2020 dari compliance Base menjadi Performance base juga akan digali. Contoh: Peserta harus mampu melakukan penilaian terhadap Sekolah/Madrasah
  5. Konfirmasi terhadap Nilai-nilai kognitip dan Kognitip pada saat Ujian online terkait Kepribadian dan Integritas ( Pewawancara akan diberitahu hasil/nilai peserta pada ujian online)
  6. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 3-6 Mei 2021 dan akan di umumkan pada tanggal  8 Mei 2021

Demikian yang bisa kami bagikan kepada Bapak/Ibu Calon Asesor yang akan menghadapi Interview yang akan dilakukan oleh BAN S/M Provinsi di seluruh Indonesia, semoga Bapak/Ibu bisa Lulus Interview dengan Baik ! Amin