Selamat datang, rekan-rekan sejawat dan Bapak/Ibu Asesor.
Proses akreditasi merupakan jantung dari penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan hadirnya Instrumen Akreditasi (IA) 2024, pola pikir dan pendekatan kita dalam melakukan asesmen lapangan (visitasi) harus terus beradaptasi. Sebagai asesor, kemampuan kita dalam menggali data melalui wawancara yang terstruktur, kritis, dan reflektif sangat menentukan akurasi penilaian terhadap pemenuhan standar mutu di setiap perguruan tinggi.
Artikel ini disusun sebagai panduan praktis bagi para asesor yang akan bertugas di tahun 2026. Fokus utamanya adalah bagaimana menerjemahkan butir-butir IA 2024 ke dalam daftar pertanyaan wawancara yang efektif, sehingga mampu mengungkap bukti kinerja nyata di lapangan secara lebih mendalam. Semoga panduan ini menjadi kompas yang memudahkan Bapak/Ibu dalam menjalankan tugas mulia menjaga marwah mutu pendidikan di Indonesia.
Komponen 1 (Proses Pembelajaran), Komponen 2 (Pengelolaan), dan Komponen 3 (Iklim Lingkungan Belajar). Petunjuk umum: Wawancara dilakukan oleh dua asesor secara bersamaan. Setiap pertanyaan utama dapat dikembangkan lebih lanjut dengan probe (→) sesuai kebutuhan. Catat jawaban secara ringkas dan fokus pada bukti konkret yang dapat diverifikasi.
A.1 Wawancara Murid – Komponen 1: Proses Pembelajaran
Responden: Min. 5 murid dari lintas kelas (SMP: kelas 7-9; SMA: kelas 10-12; SD: kelas bawah & atas). Lakukan pada Hari ke-2 visitasi pukul 08.00-10.00.
1. Bagaimana interaksimu dengan guru selama pembelajaran di kelas? Apakah kamu merasa pendapat, pertanyaan, atau usulanmu dihargai? [Referensi: Butir 1 – Indikator 1.1.1 & 1.1.2]
- Ceritakan contoh spesifik saat kamu bertanya atau berpendapat — pada mata pelajaran apa, dengan guru siapa?
- Apakah guru memberikan kesempatan kepada semua murid untuk bertanya atau berpendapat?
- Apakah kamu merasa nyaman untuk bertanya saat belum paham?
2. Pernahkah guru memberikan umpan balik atau komentar khusus atas usaha dan proses belajarmu (bukan hanya nilai)? [Referensi: Butir 1 – Indikator 1.1.2 (Pola Pikir Bertumbuh)]
- Bagaimana perasaanmu saat mendapat pujian atas usaha, bukan hanya nilai?
- Apakah kamu merasa semua murid bisa meningkatkan kemampuannya jika berusaha?
3. Apakah ada teman yang mendapat perhatian atau bantuan ekstra dari guru saat mengalami kesulitan belajar? [Referensi: Butir 1 – Indikator 1.1.3]
- Bagaimana cara guru membantu murid yang mengalami kesulitan?
- Apakah kamu sendiri pernah mendapat bantuan ekstra? Ceritakan pengalamanmu!
4. Apakah kamu ikut menyusun kesepakatan kelas? Bagaimana prosesnya? [Referensi: Butir 2 – Indikator 1.2.1]
- Apakah semua murid diberi kesempatan menyampaikan pendapat?
- Apa yang terjadi jika ada yang melanggar kesepakatan kelas?
5. Bagaimana guru mengingatkan murid yang melanggar aturan di kelas? Apakah dengan cara yang positif? [Referensi: Butir 2 – Indikator 1.2.2]
- Pernahkah kamu melihat guru menghukum murid dengan cara yang membuatmu tidak nyaman?
- Apakah menurutmu aturan di kelas sudah adil?
6. Apakah waktu di kelas lebih banyak digunakan untuk belajar, atau sering terbuang? [Referensi: Butir 2 – Indikator 1.2.3]
- Apakah guru selalu hadir tepat waktu dan memulai pelajaran dengan cepat?
- Kegiatan belajar seperti apa yang kamu rasa paling bermakna dan tidak membuang waktu?
7. Bagaimana guru mengajakmu menganalisis, menyampaikan pendapat, atau menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata? [Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.5]
- Apakah kamu pernah diminta menyelesaikan masalah nyata atau proyek yang terkait kehidupan sehari-hari?
- Apakah kamu punya kesempatan berdiskusi atau berdebat dalam pembelajaran?
8. Apa nilai atau karakter penting yang sering ditekankan di sekolahmu? Di mana kamu pertama kali mengetahuinya? [Referensi: Butir 4 – Indikator 1.4.1 s.d. 1.4.4]
- Apakah nilai/karakter tersebut diajarkan di semua mata pelajaran?
- Kegiatan apa di sekolah yang menurutmu paling berpengaruh dalam membentuk karaktermu?
A.2 Wawancara Murid – Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar
Responden: Min. 5 murid dengan karakteristik paling minoritas di sekolah. Perwakilan laki-laki dan perempuan. Sertakan penyandang disabilitas bila memungkinkan.
9. Apakah kamu merasa nyaman berada di sekolah ini bersama teman-teman yang berbeda agama, suku, atau budaya? [Referensi: Butir 10 – Indikator 3.10.1, 3.10.2]
- Pernahkah ada kegiatan atau pelajaran yang membahas pentingnya menghargai perbedaan?
- Apakah kamu merasa semua teman diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang?
10. Apakah ada teman yang memiliki kebutuhan khusus atau kondisi berbeda di sekolah ini? Bagaimana sekolah membantu mereka? [Referensi: Butir 11 – Indikator 3.11.1, 3.11.2]
- Apakah teman dengan kebutuhan khusus bisa mengikuti kegiatan belajar seperti murid lainnya?
- Pernahkah kamu atau temanmu mendapat layanan tambahan karena membutuhkan perhatian khusus?
11. Apakah kamu pernah merasa takut, tidak aman, atau menjadi korban perundungan di sekolah ini? [Referensi: Butir 12 – Indikator 3.12.1, 3.12.2]
- Bagaimana sekolah menangani jika ada kejadian perundungan atau kekerasan?
- Ke mana kamu akan melapor jika ada teman yang di-bully atau mengalami kekerasan?
12. Apakah kamu merasa aman secara fisik di lingkungan sekolah ini? [Referensi: Butir 13 – Indikator 3.13.1, 3.13.2, 3.13.3]
- Apakah ada prosedur atau latihan evakuasi bencana di sekolah ini? Ceritakan!
- Di mana letak kotak P3K dan apakah kamu tahu cara menggunakannya?
13. Apakah lingkungan sekolah ini mendukung pola hidup bersih dan sehat? Bisa ceritakan contohnya?[Referensi: Butir 14 – Indikator 3.14.1, 3.14.2, 3.14.3]
- Apakah kamu pernah mendapat edukasi tentang bahaya narkoba, rokok, atau kesehatan reproduksi?
- Apakah ada program atau kegiatan untuk menjaga kesehatan mental kamu?
B.1 Wawancara Guru – Komponen 1: Proses Pembelajaran
Responden: Min. 3 guru kelas dari lintas kelas; representasi guru lama dan baru. Lakukan pada Hari ke-1 pukul 10.00-12.30 bersamaan dengan telaah dokumen.
1. Bagaimana Ibu/Bapak memastikan interaksi di kelas setara dan menghargai semua murid? [Referensi: Butir 1 – Indikator 1.1.1]
- Bagaimana cara Ibu/Bapak merespons jawaban murid yang salah?
- Bagaimana Ibu/Bapak memastikan murid yang pendiam atau pasif juga punya kesempatan berpendapat?
2. Bagaimana Ibu/Bapak membangun kepercayaan diri murid bahwa kemampuan mereka bisa terus berkembang? [Referensi: Butir 1 – Indikator 1.1.2]
- Contoh umpan balik seperti apa yang Ibu/Bapak berikan selain nilai angka?
- Apa yang Ibu/Bapak lakukan terhadap murid yang menganggap dirinya tidak bisa?
3. Bagaimana Ibu/Bapak mengidentifikasi dan membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?[Referensi: Butir 1 – Indikator 1.1.3]
- Apakah ada mekanisme khusus untuk menandai murid yang perlu perhatian ekstra?
- Bagaimana keterlibatan orang tua dalam proses pendampingan murid ini?
- 4. Bagaimana Ibu/Bapak melibatkan murid dalam menyusun kesepakatan kelas? [Referensi: Butir 2 – Indikator 1.2.1, 1.2.2]
- Seberapa sering Ibu/Bapak meninjau ulang kesepakatan kelas bersama murid?
- Bagaimana cara Ibu/Bapak menegakkan disiplin jika ada murid yang melanggar?
5. Bagaimana Ibu/Bapak menyusun rencana pembelajaran agar tujuan, kegiatan, dan asesmen selaras?[Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.1]
- Apakah Ibu/Bapak menyusun sendiri atau memodifikasi dari sumber lain? Bagaimana prosesnya?
- Bagaimana Ibu/Bapak memilih atau menyiapkan sumber belajar yang sesuai kebutuhan murid?
6. Bagaimana Ibu/Bapak menerapkan asesmen formatif dan menggunakan hasilnya untuk pembelajaran? [Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.2]
- Seberapa sering asesmen formatif dilakukan? Dalam bentuk apa?
- Bisakah berikan contoh spesifik ketika Ibu/Bapak mengubah strategi mengajar setelah melihat hasil asesmen?
7. Bagaimana Ibu/Bapak melaksanakan asesmen sumatif dengan metode yang beragam? [Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.3]
- Selain tes tertulis, metode asesmen sumatif apa lagi yang Ibu/Bapak gunakan?
- Bagaimana Ibu/Bapak memastikan instrumen penilaian sesuai dengan tujuan pembelajaran?
8. Bagaimana Ibu/Bapak melaporkan hasil penilaian kepada murid dan orang tua secara informatif?[Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.4]
- Apakah laporan penilaian hanya berupa angka atau dilengkapi deskripsi/rekomendasi?
- Bagaimana Ibu/Bapak menindaklanjuti hasil penilaian yang kurang memuaskan?
9. Bagaimana Ibu/Bapak memfasilitasi murid untuk berpikir kritis, mengutarakan gagasan, dan menghubungkan pengetahuan dengan konteks nyata? [Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.5 & Butir 4]
- Pendekatan atau strategi pembelajaran apa yang paling sering Ibu/Bapak gunakan?
- Berikan contoh kegiatan pembelajaran yang berdampak besar bagi murid!
B.2 Wawancara Guru – Komponen 2: Pengelolaan Satuan Pendidikan
Responden: Guru yang terlibat dalam pengelolaan satuan pendidikan (perencanaan, anggaran, kurikulum).
1. Bagaimana proses refleksi atau evaluasi kinerja yang Ibu/Bapak lakukan di sekolah ini? [Referensi: Butir 5 – Indikator 2.5.1, 2.5.2]
- Seberapa sering evaluasi kinerja dilakukan? Siapa yang melakukannya?
- Apakah hasil evaluasi kinerja berdampak pada pengembangan karir Ibu/Bapak?
2. Program pengembangan profesional apa yang Ibu/Bapak ikuti dalam satu atau dua tahun terakhir?[Referensi: Butir 5 – Indikator 2.5.3]
- Apakah program tersebut berdampak pada perubahan praktik mengajar Ibu/Bapak?
- Bagaimana tindak lanjut setelah mengikuti program pengembangan?
3. Apakah Ibu/Bapak terlibat dalam penyusunan visi, misi, atau perencanaan tahunan sekolah?[Referensi: Butir 6 – Indikator 2.6.1]
- Bagaimana cara sekolah mengomunikasikan visi misi kepada guru dan murid?
- Apakah Ibu/Bapak memahami keterkaitan tugas mengajar dengan visi misi sekolah?
4. Bagaimana sekolah melibatkan berbagai pihak (orang tua, mitra eksternal) dalam mendukung pembelajaran? [Referensi: Butir 6 – Indikator 2.6.2, 2.6.3]
- Apakah ada kemitraan dengan lembaga, perusahaan, atau komunitas yang berdampak pada pembelajaran?
- Bagaimana orang tua dilibatkan dalam proses evaluasi atau pengembangan program?
5. Apakah Ibu/Bapak mengetahui bagaimana anggaran sekolah direncanakan dan dilaporkan?[Referensi: Butir 7 – Indikator 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3]
- Apakah ada transparansi dalam pengelolaan anggaran kepada guru dan orang tua?
- Bagaimana proses perencanaan anggaran melibatkan kebutuhan pembelajaran?
6. Bagaimana Ibu/Bapak memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung pembelajaran?[Referensi: Butir 8 – Indikator 2.8.1, 2.8.2]
- Apakah sarana yang tersedia sudah mencukupi kebutuhan belajar murid?
- Bagaimana mekanisme pelaporan jika ada sarana yang rusak atau tidak layak?
7. Bagaimana Ibu/Bapak menggunakan kurikulum satuan pendidikan (KSP) dalam perencanaan pembelajaran? [Referensi: Butir 9 – Indikator 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3]
- Apakah KSP dijadikan rujukan utama dalam menyusun rencana pembelajaran?
- Perubahan apa yang dilakukan pada KSP tahun ini berdasarkan evaluasi tahun lalu?
B.3 Wawancara Guru – Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar
Responden: 3-5 guru yang terlibat dalam pengelolaan kurikulum atau pembelajaran; mencakup guru yang memfasilitasi pendidikan agama bagi murid minoritas.
1. Bagaimana Ibu/Bapak membangun iklim kelas yang menghargai keberagaman agama, suku, dan budaya? [Referensi: Butir 10 – Indikator 3.10.1, 3.10.2, 3.10.3]
- Apakah ada muatan pembelajaran yang secara khusus membangun toleransi?
- Bagaimana Ibu/Bapak merespons jika ada murid yang menunjukkan sikap tidak toleran?
2. Bagaimana Ibu/Bapak memastikan murid dengan kebutuhan khusus dapat belajar dengan optimal?[Referensi: Butir 11 – Indikator 3.11.1, 3.11.2]
- Apakah ada penyesuaian pembelajaran atau penilaian untuk murid berkebutuhan khusus?
- Apa kebijakan sekolah terkait inklusivitas dan bagaimana implementasinya di kelas?
3. Bagaimana Ibu/Bapak mencegah dan menangani kasus perundungan atau kekerasan di sekolah?[Referensi: Butir 12 – Indikator 3.12.1, 3.12.2]
- Apakah ada prosedur atau kebijakan yang jelas terkait penanganan perundungan?
- Pernakah Ibu/Bapak menangani kasus perundungan? Bagaimana prosesnya?
4. Bagaimana sekolah memastikan lingkungan yang aman secara fisik bagi semua warga sekolah?[Referensi: Butir 13 – Indikator 3.13.1, 3.13.2, 3.13.3]
- Apakah ada simulasi evakuasi bencana yang dilakukan secara rutin?
- Bagaimana kesiapan Ibu/Bapak dalam memberikan pertolongan pertama?
5. Program apa yang dijalankan sekolah untuk membangun kesehatan fisik dan mental warga sekolah?[Referensi: Butir 14 – Indikator 3.14.1, 3.14.2, 3.14.3]
- Apakah ada program khusus untuk mendukung kesehatan mental guru dan murid?
- Bagaimana edukasi tentang bahaya narkoba dan kesehatan reproduksi disampaikan?
C. Wawancara Kepala Sekolah / Pimpinan / Wakil Yayasan
Responden: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum/Kesiswaan/Sarana, atau pihak bertugas dari yayasan. Lakukan pada Hari ke-2 pukul 10.00-12.30.
1. Bagaimana Bapak/Ibu memastikan bahwa proses pembelajaran di setiap kelas sudah berpusat pada murid? [Referensi: Komponen 1 – Butir 1, 2, 3, 4]
- Bagaimana mekanisme supervisi pembelajaran yang dilakukan?
- Bagaimana Bapak/Ibu menindaklanjuti hasil supervisi untuk perbaikan pembelajaran?
2. Bagaimana Bapak/Ibu memfasilitasi guru untuk melakukan refleksi dan evaluasi kinerja secara berkala? [Referensi: Butir 5 – Indikator 2.5.1, 2.5.2]
- Aspek apa saja yang dievaluasi dalam kinerja guru? Format atau mekanisme apa yang digunakan?
- Bagaimana tindak lanjut dari evaluasi kinerja tersebut terhadap karir guru?
3. Program pengembangan profesional apa yang telah Bapak/Ibu programkan untuk guru dalam dua tahun terakhir? [Referensi: Butir 5 – Indikator 2.5.3]
- Bagaimana program tersebut dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan guru?
- Apakah ada pemantauan terhadap dampak program pengembangan pada praktik mengajar?
4. Bagaimana visi dan misi sekolah dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan?[Referensi: Butir 6 – Indikator 2.6.1]
- Bagaimana guru, murid, dan orang tua memahami visi misi sekolah?
- Apakah visi misi tercermin dalam program dan kegiatan harian sekolah?
5. Bagaimana sekolah berkolaborasi dengan orang tua, komite, dan mitra eksternal dalam mendukung pendidikan? [Referensi: Butir 6 – Indikator 2.6.2]
- Bagaimana keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan di sekolah?
- Program kemitraan apa yang paling berdampak bagi pembelajaran murid?
6. Bagaimana proses evaluasi/refleksi berbasis data dilakukan di sekolah ini, dan siapa saja yang dilibatkan? [Referensi: Butir 6 – Indikator 2.6.3, 2.6.4]
- Data apa yang dikumpulkan sebagai bahan evaluasi?
- Bagaimana hasil evaluasi digunakan dalam penyusunan perencanaan tahunan?
7. Bagaimana anggaran sekolah direncanakan, dikelola, dan dilaporkan secara transparan? [Referensi: Butir 7 – Indikator 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3]
- Bagaimana proses penyusunan RKAS melibatkan berbagai pihak?
- Bagaimana laporan pemanfaatan anggaran disampaikan kepada pemangku kepentingan?
8. Bagaimana sekolah merencanakan, mengelola, dan memelihara sarana dan prasarana? [Referensi: Butir 8 – Indikator 2.8.1, 2.8.2]
- Bagaimana analisis kebutuhan sarana dilakukan sebelum pengadaan?
- Bagaimana mekanisme pemeliharaan dan pelaporan kerusakan sarana?
9. Bagaimana Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dikembangkan dan dievaluasi? [Referensi: Butir 9 – Indikator 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3]
- Bagaimana KSP mencerminkan kekhasan dan visi misi sekolah?
- Apa perubahan yang dilakukan pada KSP tahun ini berdasarkan evaluasi sebelumnya?
10. Bagaimana sekolah membangun iklim kebinekaan, inklusivitas, dan keamanan psikis bagi seluruh warga sekolah? [Referensi: Komponen 3 – Butir 10, 11, 12]
- Kebijakan apa yang mengatur lingkungan belajar yang inklusif dan bebas perundungan?
- Program apa yang paling efektif dalam membangun iklim sekolah yang aman dan positif?
11. Bagaimana sekolah memastikan keselamatan fisik dan kesehatan seluruh warga sekolah? [Referensi: Komponen 3 – Butir 13, 14]
- Apakah ada prosedur tanggap darurat yang dilatih secara rutin?
- Bagaimana program kesehatan mental diintegrasikan dalam kehidupan sekolah?
D. Wawancara Orang Tua / Wali & Komite Sekolah
Responden: Beberapa orang tua/wali murid; pertimbangkan keterlibatan dalam komite sekolah; perwakilan laki-laki dan perempuan. Lakukan pada Hari ke-1 pukul 13.30-15.00.
1. Bagaimana Ibu/Bapak memperoleh informasi tentang perkembangan belajar anak di sekolah ini?[Referensi: Butir 3 – Indikator 1.3.4 & Butir 4 – Indikator 1.4.4]
- Apakah laporan hasil belajar anak sudah memuat informasi yang informatif dan mudah dipahami?
- Apakah ada rekomendasi atau tindak lanjut yang disarankan sekolah untuk dilakukan di rumah?
2. Apakah Ibu/Bapak mengetahui nilai atau karakter yang ingin dibangun oleh sekolah pada anak-anak? Bagaimana sekolah mengomunikasikannya? [Referensi: Butir 4 – Indikator 1.4.1, 1.4.4]
- Apakah Ibu/Bapak melihat perubahan sikap atau karakter positif pada anak sejak bersekolah di sini?
- Bagaimana kesinambungan antara nilai yang diajarkan di sekolah dengan yang dipraktikkan anak di rumah?
3. Bagaimana keterlibatan Ibu/Bapak dalam kegiatan atau program sekolah? [Referensi: Butir 6 – Indikator 2.6.1, 2.6.2]
- Apakah Ibu/Bapak pernah diajak berdiskusi atau dimintai masukan untuk pengembangan sekolah?
- Bagaimana komunikasi Ibu/Bapak dengan guru atau pihak sekolah selama ini?
4. Apakah Ibu/Bapak merasa anak aman secara psikis (tidak mengalami perundungan atau tekanan) di sekolah ini? [Referensi: Butir 12 – Indikator 3.12.1, 3.12.2]
- Pernahkah anak menceritakan kejadian yang membuatnya tidak nyaman di sekolah?
- Bagaimana respons sekolah jika ada laporan permasalahan terkait keamanan atau perundungan?
5. Bagaimana sekolah mendukung kesehatan fisik dan mental anak? Adakah program khusus yang Ibu/Bapak ketahui? [Referensi: Butir 14 – Indikator 3.14.1, 3.14.2]
- Apakah ada layanan konseling atau program kesehatan mental yang tersedia untuk murid?
- Apakah Ibu/Bapak pernah dilibatkan dalam program terkait kesehatan atau iklim sekolah?
6. Apakah sekolah secara terbuka mengomunikasikan penggunaan anggaran dan program tahunan kepada orang tua? [Referensi: Butir 7 – Indikator 2.7.3 & Butir 6 – Indikator 2.6.3]
- Apakah Ibu/Bapak mengetahui rencana kerja atau prioritas program sekolah tahun ini?
- Bagaimana partisipasi Ibu/Bapak dalam komite sekolah terkait perencanaan dan pengawasan?
Kata Penutup
Demikian panduan pertanyaan wawancara berdasarkan IA 2024 ini saya bagikan. Perlu diingat bahwa daftar pertanyaan ini hanyalah kerangka dasar. Kunci dari visitasi yang sukses bukan sekadar menanyakan poin-poin dalam borang, melainkan kemampuan kita untuk melakukan verifikasi, validasi, dan observasi secara holistik.
Di tahun 2026 nanti, tantangan dunia pendidikan mungkin akan semakin kompleks. Sebagai asesor, ketajaman analisis saat berhadapan langsung dengan pemangku kepentingan di perguruan tinggi akan menjadi instrumen paling berharga. Teruslah berefleksi dan perkuat integritas dalam setiap proses asesmen yang Bapak/Ibu lakukan.
Semoga panduan ini memberikan manfaat nyata bagi kelancaran tugas Anda. Mari terus berkomitmen untuk memberikan penilaian yang objektif, edukatif, dan membangun demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
Selamat bertugas, semoga sukses!
