0

SOAL UTBK 2019

Mulai tahun 2019, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).  UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019. UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi.

Pelaksana UTBK dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). LTMPT adalah satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Keunggulan pelaksanaan UTBK oleh LTMPT antara lain: tes dilakukan lebih dari 1 (satu) kali, peserta mengikuti maksimal 2 (dua) kali tes, dan hasil tes diberikan secara individu 10 (sepuluh) hari setelah pelaksanaan tes.

Agar dapat lulus pada SBMPTN 2019 adik-adik harus memiliki nilai UTBK di atas 700 supaya aman dan harus sering berlatih soal-soal  seperti  berikut ini:

  1. Soal Tes Potensi Skolastik (TPS) 110 klik disini
  2. Soal Tes Kompetensi Akademik Saintek (TKA) 210 klik disini
  3. Soal Tes Kompetensi Akademik Soshum (TKA) 310 klik disini

Penyelesaian Soal Tes Potensi Skolastik (TPS) 110 klik disini

Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Saintek (TKA) 310 klik disini

Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Soshum (TKA) 210 klik disini

  1. Soal Tes Potensi Skolastik (TPS) 001 klik disini
  2. Soal Tes Kompetensi Akademik Saintek (TKA) 002 klik disini
  3. Soal Tes Kompetensi Akademik Soshum (TKA) 003 klik disini

Penyelesaian Soal Tes Potensi Skolastik (TPS) 001 klik disini

Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Saintek (TKA) 002 klik disini

Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Soshum (TKA) 003 klik disini

Demikian dulu yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat!

password: pascaldaddy512.com

0

CONTOH SOAL UTBK 2019

CONTOH SOAL UTBK 2019

Selamat datang di pascaldaddy512.com buat adik-adik pejuang UTBK (ujian Tulis Berbasis Komputer) 2019. UTBK adalah jalan masuk bagi kamu untuk mendaftar di SBMPTN 2019. UTBK itu sendiri dibuat dua tahap/gelombang. Peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua. Pendaftaran UTBK : Gelombang Pertama tanggal 01 – 24 Maret 2019 dan Gelombang Kedua tanggal 25 Maret – 01 April 2019.

Waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama tanggal 13 April – 4 Mei 2019 dan waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang kedua tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019. Untuk persiapan menghadapi tes tersebut pihak panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (selanjutnya disebut LTMPT) telah menyediakan bahan sebagai berikut:

Contoh Soal UTBK 2019

  1. Contoh_Tes_UTBK_TPS_TKA_Saintek -àSelengkapnya untuk mendownload prediksi soal klik disini. 
  2. Contoh_Tes_UTBK_TPS_TKA_Soshum-àSelengkapnya untuk mendownload prediksi soal klik disini. 
0

INFORMASI UJIAN TULIS BERBASIS KOMPUTER (UTBK) 2019

Informasi UTBK 2019

TUJUAN UTBK

  1. Memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu.
  2. Memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti tes secara fleksibel dalam memilih waktu dan lokasi tes.

Ketentuan Umum

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal 2 (dua) kali, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. UTBK kelompok Saintek satu kali dan kelompok Soshum satu kali; atau kelompok Saintek dua kali; atau Kelompok Soshum dua kali.
  2. Peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua. Pendaftaran UTBK : Gelombang Pertama tanggal 01 – 24 Maret 2019 dan Gelombang Kedua tanggal 25 Maret – 01 April 2019. Waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama tanggal 13 April – 4 Mei 2019 dan waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar gelombang kedua tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.
  3. Peserta yang ingin mengikuti tes dua kali harus mendaftar di gelombang pertama dan gelombang kedua (waktu pendaftaran dan pelaksanan tes seperti tertera di butir 2).PERHATIAN:

PESERTA YANG MENDAFTAR HANYA DI GELOMBANG KEDUA HANYA MENGIKUTI 1 (SATU) KALI TES PADA TANGGAL 11 MEI – 26 MEI 2019.

PERSYARATAN UTBK

  1. Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 pada tahun 2019 atau peserta didik Paket C tahun 2019.
  2. Lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C tahun 2017 dan 2018.
    Membayar biaya UTBK.

Tahapan Mengikuti UTBK

  1. Mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id Menggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.
  2. Mengunggah pas foto berwarna terbaru, mengisi data, memi- lih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.
  3. Membayar di Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN menggunakan slip pembayaran kecuali bagi pendaftar Bidikmi- si. Pembayaran harus dilakukan paling lambat 1 x 24 jam.
  4. Melakukan login ke laman pendaftaran di https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk mencetak Kartu Peserta UTBK.
  5. Mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

JENIS TES
UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.

  1. TPS mengukur kemampuan kognitif yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.
  2. TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi. TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Kelompok Ujian (Kelompok ujian pada UTBK dibagi menjadi:)

  1. Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TPS dan TKA Saintek (Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi);
  2. Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum (Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi).
  3. Setiap peserta dapat memilih kelompok ujian Saintek dan/atau Soshum.

BIAYA UTBK

  1. Biaya yang ditanggung oleh peserta sebesar Rp200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) setiap mengikuti tes.
  2. Biaya UTBK dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN.
  3. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.
  4. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan lolos persyaratan tidak dipungut biaya.

 

Jadwal UTBK   LTMPT_Leaflet_UTBK_2019

PENYELENGGARAAN UTBK 2019:

  1. Pada hari Sabtu atau Minggu, sebanyak 10 kali.
  2. Setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi (kecuali hari libur nasional).

JADWAL KEGIATAN UTBK 2019:

  1. Pendaftaran UTBK : 01 Maret – 01 April 2019
  2. Pelaksanaan UTBK : 13 April – 26 Mei 2019
  3. Pengumuman Hasil UTBK : Paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.
0

UTBK (UJIAN TULIS BERBASIS KOMPUTER) 2019

Pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau Kemristekdikti mengubah seleksi masuk perguruan tinggi negeri atau PTN. Perubahan untuk 2019 ini sama sekali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Untuk tahun depan, bukan mahasiswa datang ke kampus untuk mendaftar, tetapi dilakukan tes lebih dahulu. Nilai yang didapat digunakan mendaftar,” ujar Menristekdikti, Mohamad Nasir, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Penerimaan mahasiswa baru, menurut Menteri Nasir, tidak lagi dilaksanakan panitia seleksi. Pelaksanaannya, dilakukan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT yang merupakan lembaga nirlaba.

Penyelenggaraan tes PTN sama halnya dengan tes seperti TOEFL ataupun IELTS. Hasil tes tersebut berlaku selama satu tahun dan digunakan masuk PTN yang masing-masing memiliki batas nilai kelulusan. Dijelaskannya, pola seleksi masuk PTN 2019 akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN dengan daya tampung minimal 20 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN minimal 40 persen dan seleksi mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung tiap program studi di PTN. Karena pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), maka metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan. UTBK berbasis android sementara belum diterapkan, karena masih dikembangkan.

“Memang ada perubahan dari tahun sebelumnya, yang mana kuota untuk SNMPTN minimal menjadi 30 persen turun jadi 20 persen,” ujar Nasir. Materi tes yang dikembangkan dalam UTBK 2019 yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dengan kelompok ujian Saintek atau Soshum. Bagi program studi keolahragaan dan atau seni cukup mengunggah dokumen prestasi atau portofolio saja, tidak ada Ujian Keterampilan (UK). “Model tes seperti ini lebih memberikan rasa keadilan pada siswa,” kata Menteri Nasir.

Ketua LTMPT, Ravik Karsidi, mengatakan pelaksanaan UTBK dilakukan beberapa kali dan hasilnya akan diinformasikan kepada peserta dan PTN tujuan. “Pelaksanaannya dilakukan 24 kali dalam satu tahun, sepanjang periode Maret hingga Juni,” kata Ravik. Ravik menjelaskan, tidak ada tes berbasis kertas. Setiap siswa memiliki kesempatan dua kali untuk ikut tes. Setiap tes, akan dikenakan biaya Rp 200 ribu dan calon mahasiswa bisa memilih dua PTN.

Ditambahkannya, masing-masing PTN pada SBMPTN 2019 menentukan sendiri batas nilainya. Yang membedakan adalah kriteria khusus atau pertimbangan prestasi. Hal ini ditentukan oleh rektor PTN yang bersangkutan. “Untuk tahun depan akan diikuti 85 PTN dan dilakukan di daerah masing-masing,” kata Ravik.

0

SBMPTN 2019, ADA 6 ATURAN BARU

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) Tahun 2019.
Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti, Senin (22/10/2018), menyebutkan, terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.
Kebijakan tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel, serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.
  1. Institusi LTMPT
Untuk itu, mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi:
  • Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN
  • Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK).
  1. Tes dulu, dapat nilai, daftar PTN
“Tahun 2019 mendatang Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dan sistem pelaksanaannya pun berbeda. Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. “Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ujar Nasir.
  1. Hanya ada 1 model tes
Menristek menambahkan, pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Mulai tahun mendatang, metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan).
  1. Ada 2 materi tes
Lebih lanjut, Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Untuk soal TKA, lanjut Menristek, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).
  1. Bisa melakukan tes 2 kali
Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.
Ia menambahkan, peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda. Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.
  1. UTBK diselenggarakan 24 kali
Ravik menambahkan, UTBK akan dilakukan sebanyak 24 kali dalam setahun. “Kami akan menyelenggarakan UTBK selama 24 kali dalam setahun, dalam waktu 12 hari yakni Sabtu dan Minggu,” ujarnya.
Pelaksanaan SBMPTN akan dilaksanakan pada Maret 2019 dan akan serentak dimulai pukul 08.00 dan pukul 13.00.
Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen dan Seleksi Mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.
0

2019, SBMPTN AKAN DIHAPUS

infosbmptnJAKARTA – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mewacanakan model penerimaan mahasiswa baru melalui Pusat Layanan Tes (“Test Center”) di 2019. Model baru ini akan menggantikan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tulis atau Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruaan Tinggi Negeri (SBMPTN). Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan jumlah peserta SBMPTN dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di 2018.
Menurut Nasir, UTBK ini akan menjadi embrio model penerimaan mahasiswa baru melalui “Test Center” yang akan diterapkan mulai tahun depan.
Pusat Layanan Tes ini merupakan salah satu terobosan yang akam menitikberatkan pada penggalian potensi akademik calon mahasiswa. “Selama ini kan model SBMPTN selalu ujian tulis, dan sangat tinggi risiko kebocoran soal, dan mata uji yang diujikan belum tentu pas,” kata Nasir, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ke depan, kata Nasir, proses seleksi akan lebih melihat potensi akademik dan kemampuan seseorang. “Kadang saat anak di sekolah SMA, dia anaknya kurang rajin karena terbatas oleh fasilitas sekolahnya, ada anak SMA fasilitasnya lengkap tersedia semuanya. Ini kan hasil SBMPTN-nya pasti akan beda,” jelasnya.
Padahal, menurut Nasir, kemampuan akademiknya sangat mungkin sama. “Nah, ‘Test Center’ inilah yang akan menggantikam agar sistem tes seleksinya tidak seperti SBMPTN ini lagi,” terangnya.
Dengan begitu, Nasir berharap seleksi masuk PTN tahun depan hanya ada SNMPTN dan menghapus model SBMPTN. Model seleksi di “Test Center” ini tidak hanya dibuka satu kali dalam setahun, namun sepanjang tahun. “Ya dengan diterapkan ya sistem ini, maka SBMPTN rencananya dihapus tahun depan, harapan saya jadi hanya ada SNMPTN saja,” tambahnya.
Ketua Panitia SNMPTN /SBMPTN 2018, Ravik Karsidi mengatakan dengan model “Test Center” memungkinkan siswa untuk mengikuti tes PTN lebih dari satu kali. “Penyelenggaraannya bisa lebih dari dua kali, mulai semester 5 ketika siswa sudah yakin maka boleh masuk test center ini,” papar dia.
Sumber :http://www.koran-jakarta.com/2019–sbmptn-akan-dihapus/