0

RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

A. Rencana Pengawasan Akademik (RPA)

Rencana pengawasan akademik merupakan kegiatan supervisi tatap muka pengawas sekolah setiap minggu dengan sasaran guru binaan secara individu maupun kelompok melalui pembinaan, pendampingan dan supervisi klinis, serta pembimbingan dan pelatihan guru sesuai dengan kompetensi dan tugas pokok guru yang merupakan uraian kegiatan dalam aspek/materi program semester pengawasan.

Format  3.5 Contoh Rencana Pengawasan Akademik (RPA)

A. Aspek/masalah : pembinaan guru u nt uk menyusun perencanaan pembelajaran                                             sesuai dengan ketentuan

B. Tujuan                : Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan                                             pembelajaran sesuai  dengan ketentuan

C. Indikator           : 1.  Guru mampu menyusun perencanaan pembelajaran sesuai                                                     dengan ketentuan.

2.  Guru memenuhi dokumen perencanaan pembelajaran sesuai                                                dengan  kebutuhan pembelajaran setiap semester.

D. Waktu               : Agustus 2015, pukul 09.00–15.00

E. Tempat              : …………………………………

F. Strategi/metode kerja/teknik supervisi: Workshop dan tugas mandiri

G. Skenario Kegiatan :

  1. Pertemuan Awal (60 menit)
  •          Kepala sekolah menjelaskan tujuan workshop.
  •          Kepala  sekolah   memberikan  motivasi  kepada  peserta workshop.
  •          Kepala sekolah menyampaikan informasi perkembangan terakhir tentang                 hasil penyusunan perencanaan pembelajaran.
  1. Pertemuan Inti (4 x 60 menit)
    • Pengawas  sekolah   menjelaskan   konsep   penyusunan perencanaan pembelajaran sesuai dengan ketentua
    • Pengawas sekolah  membagikan  lembar  kerja  tentang perencanaan pembelajara
    • Pengawas sekolah  melakukan  pembimbingan  kelompok secara merat
    • Guru mempresentasikan hasil kerja kelompok.
    • Pengawas  sekolah   dan   kelompok   lain   memberikan tanggapan presentasi hasil kerja kelompok.
  2. Pertemuan Akhir (60 menit)
    • Pengawas  sekolah   mengonfirmasikan   hasil   presentasi kelompok.
    • Guru  melakukan   refleksi   hasil   kerja   kelompok   untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
    • Pengawas sekolah memberikan tugas mandiri untuk menyempurnakan hasil kerja penyusunan perencanaan pembelajaran.
    • Pengawas sekolah melakukan refleksi pelaksanaan pembinaan.

H. Sumber Daya:

    1. SK/KI dan KD mata pelajaran
    2. Permendikbud tentang standar proses
    3. Lembar kerja guru
    4. LCD
    5. Komputer
    6. Perangkat lain yang dibutuhkan

I. Penilaian dan Instrumen:

A. Penilaian   : Produk guru berupa perencanaan pembelajaran

B. Instrumen : Format evaluasi penyusunan perencanaan pembelajaran (sesuai                                           dengan standar proses)

J. Rencana Tindak Lanjut: Pengawas sekolah melakukan monitoring dan   evaluasi   hasil                                                kerja guru   dalam menyusun perencanaan pembelajaran.

……………………., 20……

Mengetahui,

Koordinator Pengawas Sekolah,                                                   Pengawas Sekolah,

……………………………….                                                                    ……………………………….

NIP                                                                                                      NIP

B.  Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)

Rencana pengawasan manajerial merupakan kegiatan supervisi tatap muka pengawas sekolah /madrasah dengan kepala sekolah binaan secara individu maupun kelompok (MKKS) dan melalui pembinaan, pendampingan, focus group discussion (FGD), dan benchmarking sesuai dengan tugas pokok dan kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah.

Format 3.6 RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

A. Aspek/Masalah                                    :

B. Tujuan                                                         :

C. Indikator                                                     :

D. Waktu                                                          :

E. Tempat                                                         :

F. Strategi/metode kerja /teknik supervisi:

G. Skenario Kegiatan

  1. Pertemuan Awal (20 menit)

(a) Pengawas  sekolah   menyampaikan   tujuan   penyusunan program sekolah.

(b) Pengawas sekolah mengingatkan tim pengembang program sekolah agar dalam                menyusun  program sekolah mengacu pada hasil EDS dengan memprioritaskan                kelemahan- kelemahannya.

  1. Pertemuan Inti (150 menit)
    1. Pengawas sekolah mengelompokkan tim sesuai dengan SK pembagian tugas penanggung jawab Delapan SN
    2. Pengawas sekolah memberikan lembar kerja untuk diisi kekurangan dan kelebihan pada setiap standar.
    3. Pengawas sekolah meminta penanggung jawab setiap standar untuk menentukan skala prioritas.
    4. Pengawas sekolah melakukan pembimbingan kepada setiap kelompok kerja secara merata.
    5. Setiap kelompok kerja mempresentasikan hasil kerjanya.
    6. Pengawas sekolah   dan    kelompok   lain    menanggapi presentasi.
    7. Setiap kelompok kerja merevisi sesuai dengan masukan dan tanggapan dari pengawas dan kelompok lain.
    8. Ketua diminta menyusun hasil kerja setiap kelompok menjadi program kerja sekolah secara utuh.
  1. Pertemuan Akhir

(a) Pengawas sekolah memberikan penguatan pelaksanaan program kerja sekolah.

(b)  Pengawas sekolah melaksanakan refleksi pelaksanaan pembinaan.

H. Sumber Daya:

    1. EDS
    2. LCD
    3. komputer; dan
    4. perangkat lain yang diperlukan

I. Penilaian dan Instrumen:

    1. Penilaian
    2. Dokumen program sekolah

J. Instrumen

Format observasi dokumen program sekolah

K. Rencana Tindak Lanjut

Pemantauan implementasi dan tindak lanjut program

…..…………………………20……..

Mengetahui:

Koordinator Pengawas Sekolah,                                           Pengawas Sekolah,

………………………………….                                                           ………………………………..

Iklan
0

PROGRAM TAHUNAN PENGAWAS SEKOLAH TAHUN 2019

Pengawas sekolah memiliki tugas pokok untuk melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai kewajiban untuk:

(1) menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, serta membimbing dan melatih profesional guru;

(2) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

(3) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama, dan etika; serta

(4) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengawas Sekolah bertanggung jawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang dibebankan kepadanya. Berdasarkan tanggung jawabnya, Pengawas Sekolah memiliki kedudukan strategis dalam penjaminan mutu pendidikan. Dalam menjalankan tugas pokok yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya, Pengawas Sekolah perlu melakukan tahapan-tahapan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Penyusunan program pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan akademik dan manajerial, program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, program pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan dan program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, serta program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Dalam menyusun program pengawasan, pengawas sekolah berkewajiban memberikan penjelasan dari pertanyaan berikut.

What    : Apa tujuan dan sasaran pengawasan?

Who      : Siapa yang terlibat dalam pengawasan?

When   : Kapan pengawasan dilakukan?

Where  : Di mana pengawasan dilakukan?

Why      : Mengapa pengawasan dilakukan?

How      : Bagaimana pengawasan dilakukan?

Program pengawasan harus “SMARTERsehingga program pengawasan itu berisi program yang spesifik, dapat diukur ketercapaiannya, sesuai dengan kondisi sekolah binaan, tidak mengada-ada, jelas waktu pelaksanaannya, dapat dinilai secara objektif, dan dapat ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah, atau dalam panduan kerja ini disebut SMARTER.

SMARTER:

  1. Specific and motivated, artinya  pokok masalah yang  dijadikan program dalam penyusunan program kerja bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan. Program kerja yang disusun mampu memotivasi pihak yang terlibat untuk melaksanakannya.
  2. Measureable, artinya program dan kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya. Indikator pencapaian atau keberhasilan sebaiknya bersifat kuantitatif dan/atau dapat diamati.
  3. Achieveable, artinya program dan kegiatan dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah.
  4. Realistics, artinya program dan kegiatan yang dipilih sesuai dengan realistis, tidak mengada-ada, dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah dalam pencapaian hasilnya.
  5. Time bound,  artinya  target  waktu  pencapaian  jelas  dalam  setiap langkah.
  6. Evaluated, artinya program dan kegiatan yang  dipilih dapat dinilai secara objektif.
  7. Reviewed, artinya program dan kegiatan yang dipilih dapat ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah.

Selanjutnya, yang dilakukan dalam  penyusunan program pengawasan kegiatan adalah menyusun dan memiliki program pengawasan tahunan sekolah binaan yang terdiri atas enam aspek, yaitu: identitas, pendahuluan, evaluasi hasil pelaksanaan program kegiatan pengawasan tahun sebelumnya, program tahunan pengawasan sekolah, program semester pengawasan sekolah, rencana pengawasan akademik (RPA) dan rencana pengawasan manajerial (RPM), penutup, dan lampiran. Adapun sistematika dan petunjuk teknis penyusunan program pengawasan adalah sebagai berikut:

1.   Sistematika Program Pengawasan

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI,

DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Landasan Hukum
  3. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan
  4. Sasaran dan Strategi Pengawasan
  5. Alur Kegiatan Pengawasan
  6. Ruang Lingkup Pengawasan
  7. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PENGAWASAN TAHUN                         SEBELUMNYA

  1. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
  2. Analisis Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
  3. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan sebagai Acuan dalam Penyusunan Program Pengawasan

BAB III PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN SEKOLAH

  1. Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah
  2. Program Pemantauan Pelaksanaan SNP
  3. Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
  4. Program Pembimbingan  dan  Pelatihan  Profesional  Guru  dan/atau Kepala Sekolah*)

BAB IV PROGRAM SEMESTER PENGAWASAN SEKOLAH

  1. Program Semester (Januari sampai dengan Juni)
  2. Program Semester (Juli sampai dengan Desember)

BAB V RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

  1. Rencana Pengawasan Akademik (RPA)
  2. Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)

BAB VI PENUTUP

LAMPIRAN

*) Dikembangan dan dibuat tersendiri menjadi Program Bimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan Kepala Sekolah.

Berikut ini kami bagikan link download Program Tahunan Kepengawasan kepada Bapak/Ibu Pengawas untuk bisa dijadikan dasar pengembangan lebih lanjut sesuai karakteristik daerah masing-masing.

COVER klik disini

Bab I klik disini

Bab II klik disini

Bab III klik disini

Bab IV klik disini

Bab V klik disini

Bab VI klik disini

Baca juga : Instrumen Supervisi Akademik dan Instrumen Supervisi Manajerial

Demikian dulu  yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat buat semua.