0

PROGRAM TAHUNAN PENGAWAS SEKOLAH TAHUN 2019

Pengawas sekolah memiliki tugas pokok untuk melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai kewajiban untuk:

(1) menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, serta membimbing dan melatih profesional guru;

(2) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

(3) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama, dan etika; serta

(4) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengawas Sekolah bertanggung jawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang dibebankan kepadanya. Berdasarkan tanggung jawabnya, Pengawas Sekolah memiliki kedudukan strategis dalam penjaminan mutu pendidikan. Dalam menjalankan tugas pokok yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya, Pengawas Sekolah perlu melakukan tahapan-tahapan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Penyusunan program pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan akademik dan manajerial, program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, program pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan dan program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, serta program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Dalam menyusun program pengawasan, pengawas sekolah berkewajiban memberikan penjelasan dari pertanyaan berikut.

What    : Apa tujuan dan sasaran pengawasan?

Who      : Siapa yang terlibat dalam pengawasan?

When   : Kapan pengawasan dilakukan?

Where  : Di mana pengawasan dilakukan?

Why      : Mengapa pengawasan dilakukan?

How      : Bagaimana pengawasan dilakukan?

Program pengawasan harus “SMARTERsehingga program pengawasan itu berisi program yang spesifik, dapat diukur ketercapaiannya, sesuai dengan kondisi sekolah binaan, tidak mengada-ada, jelas waktu pelaksanaannya, dapat dinilai secara objektif, dan dapat ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah, atau dalam panduan kerja ini disebut SMARTER.

SMARTER:

  1. Specific and motivated, artinya  pokok masalah yang  dijadikan program dalam penyusunan program kerja bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan. Program kerja yang disusun mampu memotivasi pihak yang terlibat untuk melaksanakannya.
  2. Measureable, artinya program dan kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya. Indikator pencapaian atau keberhasilan sebaiknya bersifat kuantitatif dan/atau dapat diamati.
  3. Achieveable, artinya program dan kegiatan dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah.
  4. Realistics, artinya program dan kegiatan yang dipilih sesuai dengan realistis, tidak mengada-ada, dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah dalam pencapaian hasilnya.
  5. Time bound,  artinya  target  waktu  pencapaian  jelas  dalam  setiap langkah.
  6. Evaluated, artinya program dan kegiatan yang  dipilih dapat dinilai secara objektif.
  7. Reviewed, artinya program dan kegiatan yang dipilih dapat ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah.

Selanjutnya, yang dilakukan dalam  penyusunan program pengawasan kegiatan adalah menyusun dan memiliki program pengawasan tahunan sekolah binaan yang terdiri atas enam aspek, yaitu: identitas, pendahuluan, evaluasi hasil pelaksanaan program kegiatan pengawasan tahun sebelumnya, program tahunan pengawasan sekolah, program semester pengawasan sekolah, rencana pengawasan akademik (RPA) dan rencana pengawasan manajerial (RPM), penutup, dan lampiran. Adapun sistematika dan petunjuk teknis penyusunan program pengawasan adalah sebagai berikut:

1.   Sistematika Program Pengawasan

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI,

DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Landasan Hukum
  3. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan
  4. Sasaran dan Strategi Pengawasan
  5. Alur Kegiatan Pengawasan
  6. Ruang Lingkup Pengawasan
  7. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PENGAWASAN TAHUN                         SEBELUMNYA

  1. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
  2. Analisis Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
  3. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan sebagai Acuan dalam Penyusunan Program Pengawasan

BAB III PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN SEKOLAH

  1. Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah
  2. Program Pemantauan Pelaksanaan SNP
  3. Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
  4. Program Pembimbingan  dan  Pelatihan  Profesional  Guru  dan/atau Kepala Sekolah*)

BAB IV PROGRAM SEMESTER PENGAWASAN SEKOLAH

  1. Program Semester (Januari sampai dengan Juni)
  2. Program Semester (Juli sampai dengan Desember)

BAB V RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

  1. Rencana Pengawasan Akademik (RPA)
  2. Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)

BAB VI PENUTUP

LAMPIRAN

*) Dikembangan dan dibuat tersendiri menjadi Program Bimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan Kepala Sekolah.

Berikut ini kami bagikan link download Program Tahunan Kepengawasan kepada Bapak/Ibu Pengawas untuk bisa dijadikan dasar pengembangan lebih lanjut sesuai karakteristik daerah masing-masing.

COVER klik disini

Bab I klik disini

Bab II klik disini

Bab III klik disini

Bab IV klik disini

Bab V klik disini

Bab VI klik disini

Baca juga : Instrumen Supervisi Akademik dan Instrumen Supervisi Manajerial

Demikian dulu  yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat buat semua.

Iklan
0

PENGELOLAAN SUPERVISI MANAJERIAL

Kemampuan seorang pengawas sekolah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya minimal mempunyai enam dimensi kompetensi, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah yang menegaskan bahwa seorang pengawas harus memiliki 6 (enam) dimensi kompetensi minimal, yaitu kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan serta kompetensi sosial.

Permeneg PAN dan RB Nomor 21 tahun 2010 tentang jabatan pengawas dan angka kreditnya mengamanatkan bahwa jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Regulasi tersebut ditindaklanjuti oleh Peraturan bersamaMenteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan KepegawaianNegara Nomor 01/III/PB/2011, Nomor 6 Tahun 2011 tentang PetunjukPelaksanaan Jabatan FungsionalPengawas Sekolah dan Angka Kreditnya serta PeraturanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 143 Tahun 2014 tentangPetunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah
dan Angka Kreditnya. Unsur-unsur kegiatan dalam supervisi akademik dan manajerial terdiri atas:

1) Penyusunan Program Supervisi;

2) Pelaksanaan Program Supervisi;

3) Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Supervisi;

 4) Membimbing dan Melatih profesional Guru, dan:

 5) Melaksanakan tugas di daerah khusus .

Untukmengetahui sejauhmana prestasi yang dapat diraih oleh jabatan fungsional pengawas sekolah dalam melaksanakan kegiatan unsur-unsur supervisi tersebut, seorang pengawas perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai ruang lingkup tugas dan kriteria kinerja jabatan fungsional pengawas sekolah.

Di sampingitu, perlu juga,memiliki kemampuan berpikir sistematis untuk memiliki Rencana SupervisiManajerial (RPM) berdasarkan hasil identifikasimasalah pada sekolah binaan yangmemberi kontribusi terhadap peningkatanmutu pendidikan.

Adapun regulasi ini sebagaimana telah direvisi dengan Permeneg PAN dan RB Nomor 14 tahun 2016 tentang jabatan pengawas dan angka kreditnya mengamanatkan

bahwa jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenanguntuk melaksanakan kegiatan supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan, tindak lanjutnya adalah Surat Edaran antara Kemendikbud dan Kepala BKN No. 01/Tahun 2016 dan No. 01/SE/XII/2016 Tanggal 13 Desember 2016.

Kompetensi pengawas sekolah pada dimensi supervisi manajerial, dalam Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 di atas terdiri dari delapan kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang pengawas sekolah. Secara umum, supervisi manajerial merupakan serangkaian kegiatan profesional yang dilakukan oleh

pengawas sekolah dalam rangka membantu kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya guna meningkatkan mutu dan efektivitas penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan.

Adapun titik berat supervisi manajerial terletak pada pengamatan aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah. Permeneg PAN dan RB Nomor 14 tahun 2016 tentang jabatan pengawas dan angka kreditnya juga mengamanatkan bahwa tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi:

  1. penyusunan program supervisi,
  2. pelaksanaan pembinaan,
  3. pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan,
  4. penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru,
  5. evaluasi hasil pelaksanaan program supervisi, dan
  6. pelaksanaan tugas supervisi di daerah khusus.

Kewajiban Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas adalah: menyusun program supervisi, melaksanakan program supervisi, melaksakan evaluasi hasil pelaksanaan program supervisi dan membimbing dan melatih profesional Guru.

supervisi manajerial ini membahas tiga hal pokok, yaitu

(1). penggunaan metode dan teknik supervisi manajerial dalam pembinaan sekolah;

(2). pembinaan pengelolaan dan administrasi sekolah berdasarkan manajemen mutu;

      dan

(3). pelaporan hasil pembinaan supervisi manajerial.

Kompetensi yangDiharapkan

Kompetensi Pengawas Sekolah berdasarkan Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah yang harus dikuasai oleh seorang pengawas pada dimensi kompetensi supervisi manajerial adalah:

  1. menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah;
  2. menyusun program supervisi berdasarkan visi, misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah;
  3. menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi supervisi di sekolah;
  4. menyusun laporan hasil-hasil supervisi dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program supervisi berikutnya di sekolah;
  5. membina kepala sekolah dalam pengelolaan satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah;
  6. membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah;
  7. mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah; dan
  8. memantau pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.

untuk memudahkan bapak/ibu pengawas sekolah berikut ini kami bagikan link download instrumen manajerial kepengawasan sebagai berikut:

  1. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 1
  2. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 2
  3. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 3
  4. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 4
  5. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 5
  6. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 6
  7. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 7
  8. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 8
  9. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 9
  10. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 10
  11. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 11
  12. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 12
  13. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 13
  14. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 14

Baca juga: INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH

Sampai di sini dulu yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat. Salam Pengawas !