0

INSTRUMEN PENGAWAS SEKOLAH 2020

Pengawasan adalah proses atau kegiatan melihat dengan cermat apakah pelaksanaan program (yang terjadi) dalam sebuah organisasi/lembaga/ proyek sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Pengawasan terdiri atas empat langkah, yaitu: (1) menetapkan suatu kriteria atau standar, (2)mengukur/menilai kinerja (performance) yang sedang atau sudah dilakukan, (3)membandingkan kinerja dengan standar yang ditetapkan dan menetapkan perbedaannya jikaada, dan (4) memperbaiki penyimpangan dari standar dengan tindakan pembetulan.

Dalam konteks pengawasan satuan pendidikan, dimensi perbaikan lebih ditonjolkan
dibanding dimensi penilaian semata. Hal ini karena proses pendidikan tidak dapat disamakan dengan proses produksi barang/jasa dalam sebuah prusahaan atau penyelesaian pekerjaan pada sebuah proyek. 

Pendidikan mengolah (mentransformasikan)  manusia untuk berubah dan bertambah dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga sifatnya lebih abstrak dan tidak mudah diukur secara utuh. Dengan demikian pengawasan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan lebih bersifat pembinaan dan bimbingan yang ditujukan pada perbaikan pelaksanaan.

Meski pun demikian, dalam sebuah pengawasan tetap diperlukan adanya instrumen yang disusun dari standar atau kriteria yang ditetapkan. Justru dalam pendidikan yang abstrak itu, melalui instrumen pengawasan target penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan menjadi observable dan measurable (dapat diamati dan diukur). Di sinilah diperlukan kemampuan pengawas satuan pendidikan untuk menyusun atau mengembangkan instrumen pengawasan sebagaimana dimaksud.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan  kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu  dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan  untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks  dan untuk  lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan  pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif.

Begitu pentingnya peran pengawas sekolah dalam memajukan mutu  pendidikan nasional hingga tak terasa tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul pengawas sekolah juga menjadi besar pula. Pengawas sekolah dalam tugas pengawasan harus memiliki kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman  analisis dan sintesis, ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah. Untuk mencapai itu, pengawas harus memiliki instrumen yang dapat dijadikan bahan penilaian bagi guru dan kepala sekolah.

Berikut ini kami bagikan kepada Bapak/Ibu Pengawas Sekolah/Madrasah beberapa instrumen kepengawasan yang bisa digunakan untuk keperluan Manajerial maupun Akademik sbb:

  1. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 1
  2. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 2
  3. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 3
  4. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 4
  5. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 5
  6. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 1
  7. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 2
  8. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 3
  9. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 4
  10. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 5
  11. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 6
  12. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 7
  13. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 8
  14. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 9
  15. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 10
  16. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 11
  17. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 12
  18. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 13
  19. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 14

Demikian yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat bagi kita semua.da

Iklan
0

PROGRAM TAHUNAN PENGAWAS SEKOLAH TAHUN 2019

Pengawas sekolah memiliki tugas pokok untuk melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai kewajiban untuk:

(1) menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, serta membimbing dan melatih profesional guru;

(2) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

(3) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama, dan etika; serta

(4) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengawas Sekolah bertanggung jawab melaksanakan tugas pokok dan kewajiban sesuai dengan yang dibebankan kepadanya. Berdasarkan tanggung jawabnya, Pengawas Sekolah memiliki kedudukan strategis dalam penjaminan mutu pendidikan. Dalam menjalankan tugas pokok yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya, Pengawas Sekolah perlu melakukan tahapan-tahapan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Penyusunan program pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan akademik dan manajerial, program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, program pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan dan program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, serta program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah.

Dalam menyusun program pengawasan, pengawas sekolah berkewajiban memberikan penjelasan dari pertanyaan berikut.

What    : Apa tujuan dan sasaran pengawasan?

Who      : Siapa yang terlibat dalam pengawasan?

When   : Kapan pengawasan dilakukan?

Where  : Di mana pengawasan dilakukan?

Why      : Mengapa pengawasan dilakukan?

How      : Bagaimana pengawasan dilakukan?

Program pengawasan harus “SMARTERsehingga program pengawasan itu berisi program yang spesifik, dapat diukur ketercapaiannya, sesuai dengan kondisi sekolah binaan, tidak mengada-ada, jelas waktu pelaksanaannya, dapat dinilai secara objektif, dan dapat ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah, atau dalam panduan kerja ini disebut SMARTER.

SMARTER:

  1. Specific and motivated, artinya  pokok masalah yang  dijadikan program dalam penyusunan program kerja bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan. Program kerja yang disusun mampu memotivasi pihak yang terlibat untuk melaksanakannya.
  2. Measureable, artinya program dan kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya. Indikator pencapaian atau keberhasilan sebaiknya bersifat kuantitatif dan/atau dapat diamati.
  3. Achieveable, artinya program dan kegiatan dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah.
  4. Realistics, artinya program dan kegiatan yang dipilih sesuai dengan realistis, tidak mengada-ada, dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah dalam pencapaian hasilnya.
  5. Time bound,  artinya  target  waktu  pencapaian  jelas  dalam  setiap langkah.
  6. Evaluated, artinya program dan kegiatan yang  dipilih dapat dinilai secara objektif.
  7. Reviewed, artinya program dan kegiatan yang dipilih dapat ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan berbagai kondisi di sekolah.

Selanjutnya, yang dilakukan dalam  penyusunan program pengawasan kegiatan adalah menyusun dan memiliki program pengawasan tahunan sekolah binaan yang terdiri atas enam aspek, yaitu: identitas, pendahuluan, evaluasi hasil pelaksanaan program kegiatan pengawasan tahun sebelumnya, program tahunan pengawasan sekolah, program semester pengawasan sekolah, rencana pengawasan akademik (RPA) dan rencana pengawasan manajerial (RPM), penutup, dan lampiran. Adapun sistematika dan petunjuk teknis penyusunan program pengawasan adalah sebagai berikut:

1.   Sistematika Program Pengawasan

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI,

DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Landasan Hukum
  3. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan
  4. Sasaran dan Strategi Pengawasan
  5. Alur Kegiatan Pengawasan
  6. Ruang Lingkup Pengawasan
  7. Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PENGAWASAN TAHUN                         SEBELUMNYA

  1. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
  2. Analisis Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
  3. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan sebagai Acuan dalam Penyusunan Program Pengawasan

BAB III PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN SEKOLAH

  1. Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah
  2. Program Pemantauan Pelaksanaan SNP
  3. Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
  4. Program Pembimbingan  dan  Pelatihan  Profesional  Guru  dan/atau Kepala Sekolah*)

BAB IV PROGRAM SEMESTER PENGAWASAN SEKOLAH

  1. Program Semester (Januari sampai dengan Juni)
  2. Program Semester (Juli sampai dengan Desember)

BAB V RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM)

  1. Rencana Pengawasan Akademik (RPA)
  2. Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)

BAB VI PENUTUP

LAMPIRAN

*) Dikembangan dan dibuat tersendiri menjadi Program Bimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan Kepala Sekolah.

Berikut ini kami bagikan link download Program Tahunan Kepengawasan kepada Bapak/Ibu Pengawas untuk bisa dijadikan dasar pengembangan lebih lanjut sesuai karakteristik daerah masing-masing.

COVER klik disini

Bab I klik disini

Bab II klik disini

Bab III klik disini

Bab IV klik disini

Bab V klik disini

Bab VI klik disini

Baca juga : Instrumen Supervisi Akademik dan Instrumen Supervisi Manajerial

Demikian dulu  yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat buat semua.

0

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH 2019

Tugas pengawas sekolah adalah melaksanakan pembinaan dan penilaian teknik dan administratif pendidikan terhadap sekolah yang menjadi tanggungjawabnya. Tugas ini dilakukan melalui pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pengawasan. Supervisi oleh pengawas sekolah meliputi supervisi manajerial yang berhubungan dengan aspek pengelolaan dan administrasi sekolah, dan supervisi akademik yang berhubungan dengan aspek pelaksanaan proses pembelajaran. Supervisi akademik dilakukan oleh pengawas sekolah, terhadap guru pada sekolah binaan atau kelompoknya.

Instrumen Supervisi Akademik ini disusun sebagai acuan bagi para pengawas Sekolah dalam melaksanakan pengamatan proses pembelajaran, baik untuk pembinaan maupun penilaian.

Ada dua macam format Instrumen Supervisi yaitu:

  1. Instrumen Supervisi “Kunjungan Kelas (Umum)” digunakan untuk supervisi akademik terhadap semua mata pelajaran tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dari pengawasnya.
  1. Instrumen Supervisi “Supervisi klinis (Khusus)” digunakan untuk supervisi akademik mata pelajaran tertentu dengan pengawas yang berlatar belakang sama/serumpun dengan mata pelajaran yang diampu oleh guru yang disupervisi.

Namun pada kesempatan ini kami masih mengupload Instrumen Supervisi Kunjungan Kelas (Umum) saja. Diharapkan dengan adanya Instrumen Supervisi ini para pengawas sekolah yang ditugasi sebagai penyelia dapat lebih efektif melaksanakan pengamatan pembelajaran dalam rangka pembinaan profesional guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Berikut ini Instrumen Supervisi Akademik yang bisa didownload :

  1. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 1 KLIK DISINI
  2. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 2 KLIK DISINI
  3. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 3 KLIK DISINI
  4. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 4 KLIK DISINI
  5. INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU 5 KLIK DISINI

Baca Juga : Instrumen Supervisi Akademik Pengawas Sekolah

Demikian dulu instrumen yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat !