Blog

PANDUAN PEMBELAJARAN DAN ASESMEN PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK (PSP)

Pengantar

Dalam  proses pembelajaran seyogianya peserta didik yang menjadi fokus. Usaha untuk memahami peserta didik dan menjadikan mereka pembelajar yang aktif  akan memudahkan usaha untuk mengaktualisasikan tujuan pendidikan, yaitu  berkembangnya karakter dan kompetensi peserta didik.  Pendidik berperan memfasilitasi proses mencapai tujuan tersebut. Untuk  itu penting bagi pendidik untuk memiliki kemampuan merancang pembelajaran, agar mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.

Ketika  peserta didik menjadi seorang pelajar yang merdeka, interaksi pendidik dan peserta didik akan berubah. Peserta didik akan memiliki peluang untuk melakukan inisiatif, mempunyai suara dan kepemilikan pada proses pembelajaran serta memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik baik  kepada diri sendiri, peserta didik lain serta kepada pendidik.

Memahami Pembelajaran Paradigma Baru

Apakah pembelajaran paradigma baru?

Pembelajaran    paradigma    baru    memastikan    praktik pembelajaran untuk berpusat pada peserta didik.

Dengan paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan   proses   pembelajaran,  dan   pelaksanaan asesmen  untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pada pembelajaran paradigma baru, Profil  Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.


Kerangka Pengembangan Pembelajaran pada Pembelajaran Paradigma Baru

A. Kerangka Kurikulum pada Sekolah Penggerak

Bagaimana pembagian peran pemerintah dan satuan pendidikan dalam pembelajaran paradigma baru?

Pemerintah menyediakan contoh kurikulum operasional dan beragam perangkat ajar  untuk membantu satuan pendidikan dan pendidik yang membutuhkan inspirasi dalam pembelajaran.

Satuan pendidikan diberikan kemerdekaan untuk memilih  atau memodifikasi contoh kurikulum operasional dan perangkat ajar yang tersedia, atau membuat sendiri sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.

Pemerintah berperan menyiapkan:

  1. Profil Pelajar Pancasila
    Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.
  2. Struktur Kurikulum
    Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran.
  3. Capaian Pembelajaran
    Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
  4. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen
    Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Komponen yang dikembangkan satuan pendidikan:

  1. Kurikulum Operasional
    Menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran paradigma baru.
  2. Perangkat Ajar
    Berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru.

B. Profil Pelajar Pancasila

Bagaimana profil pelajar yang ingin dibentuk oleh pembelajaran paradigma baru?

Pada  Profil   Pelajar  Pancasila,  kompetensi  dan  karakter yang dapat  dipelajari lintas disiplin  ilmu  tertuang dalam 6 dimensi. Setiap  dimensi memiliki   beberapa  elemen yang menggambarkan lebih  jelas kompetensi dan karakter yang dimaksud. Selaras dengan  tahap  perkembangan peserta didik  serta sebagai acuan bagi pembelajaran dan asesmen, indikator kinerja pada setiap elemen dipetakan dalam setiap fase. Secara umum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila beserta elemen di dalamnya adalah sebagai berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.