0

KUMPULAN SOAL -SOAL PENGETAHUAN UMUM AKPOL TAHUN 2020

Tes Akademik Polri atau sering disebut Tes Potensi Akademik (TPA) polri merupakan bagian penting dalam seleksi masuk Polri. Untuk itu mengerti dan memahami tes akademik ini penting bagi adik-adik yang sedang mengikuti seleksi masuk Polri. Materi Pengetahuan Umum merupakan salah satu Tes akademik yang dimaksud disamping Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Untuk itu dalam seleksi ini adik-adik harus benar benar mempersiapkan diri dan sering membaca informasi melalui media cetak dan elektronik untuk menambah wawasan. Materi tes Pengetahuan Umum untuk Akpol selain pengetahuan umum, UU kepolisian, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika biasanya ditambah Materi Fisika, Kimia, dan Biologi . Adapun contoh soal Materi Uji Tes Akademik Pengetahuan Umum AKPOL adalah sebagai berikut:

0

PENERIMAAN BINTARA POLRI TAHUN 2020

Kepolisian Negara Republik Indonesia ( Polri) membuka penerimaan Bintara tahun anggaran 2020. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat dilihat pada laman resmi perekrutan Polri di www.penerimaan.polri.go.id. Berikut informasi selengkapnya:
A. PERSYARATAN UMUM:

a) warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
b) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
c) setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
d) pendidikan paling rendah SMU/sederajat;
e) berumur paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri);
f) sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
g) tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat);
h) berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;

B. PERSYARATAN KHUSUS:
a. pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
b. lulusan:
1) SMA/sederajat:
a. bagi lulusan sebelum tahun 2018 melampirkan Nilai ljazah (gabungan nilai rata-rata
rapor ditambah nilai rata-rata ujian sekolah dibagi dua) minimal 60,00;
b. bagi lulusan tahun 2018 dan 2019 melampirkan Nilai ljazah (gabungan nilai rata-rata
rapor ditambah nilai rata-rata USBN dibagi dua) minimal 65,00;
2) lulusan D-11I dengan IPK minimal 2,75 dan terakreditasi;
3) lulusan S-I dengan IPK minimal 2, 75 dan terakreditasi.
c. bagi yang masih duduk di kelas XII (lulusan tahun 2020) melampirkan nilai rata-rata rapor semester I minimal 70,00 dan setelah lulus melampirkan ijasah dengan akhir sesuai pada poin b;
d. bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemendikbud RI;
e. ketentuan tentang Ujian Nasional Perbaikan:
1) bagi lulusan tahun 2016 s.d. 2019 yang mengikuti Ujian Nasional perbaikan dapat mengikuti seleksi penerimaan terpadu Bintara Polri T.A. 2020 dengan ketentuan nilai rata-rata memenuhi persyaratan;
2) calon peserta yang mengulang di kelas XII baik di sekolah yang sama atau di sekolah yang berbeda tidak dapat mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri T.A. 2020
f. usia calon Bintara Polri T.A. 2020:
1) lulusan S sederajat usia minimal 17 (tujuh belas) tahun 6 (enam) bulan dan maksimal 21 tahun;
2) lulusan D-I11 usia maksimal 22 tahun;
3) lulusan D-IV/S-I usia maksimal 24 tahun.
g. belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
h. tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
i. dinyatakan bebas narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh Panpus/Panda;
j. tidak mendukung atau ikut serta dalam organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal lka;
k. tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma sosial dan norma hukum;
l. membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
m. membuat surat pernyataan bermaterai bahwa tidak akan melakukan korupsi, kolusi, nepotisme dan menjanjikan ataupun membuat janji serta memberikan imbalan dalam bentuk apapun dengan atau kepada siapapun untuk membantu atau menolong kelulusan calon peserta dalam proses seleksi penerimaan terpadu yang ditandatanganoileh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
n. membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan calon peserta tidak masuk sebagaimana diatur pada angka 4 huruf j dan k;
o. berdomisili paling sedikit 2 tahun pada saat buka pendidikan di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, kecuali calon peserta Bintara Kompetensi Khusus tidak berlaku ketentuan domisili, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
p. bagi calon/peserta yang berusaha menggunakan sponsor/koneksi/katabelece dengan cara menghubungi lewat telepon/surat atau dalam bentuk apapun kepada panitia/pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain akan didiskualifikasi;
q. bagi calon Bintara yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan
r. bagi yang sudah beke a secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
1) mendapat persetujuan/rekomendasdi ari kepala instansi yang bersangkutan;
2) bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri;
s. pendaftaran calon peserta dilaksanakan di tiap-tiap Polres/Pabanrim atau Subpanda sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

C. PERSYARATAN LAINNYA:
a) Bintara Polisi Tugas Umum:
1) Berijazah:
b) lulusan SMA/MA jurusan IPA/IPS/Bahasa (bukan lulusan Paket A,B dan C);
c) lulusan SMK semua jurusan kecuali jurusan tata busana dan tata kecantikan, khusus lulusan SMK yang melalui jalur Bakomsus diatur tersendiri;
d) lulusan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM/setingkat SMA) pada pondok pesantren dan lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF/setingkat SMA);
e) lulusan S-I/D-IV, D-11I dengan IPK minimal 2,75 dan Prodi terakreditas;i
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
f) umum:
a. Pria : 165 cm;
b. Wanita: 160 cm;
g) Wilayah Perbatasan (Wiltas)/Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT)/Pulau-PulauTerpencil (PPT):
a. Pria : 163 cm;
b. Wanita: 158 cm;
h) khusus Ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat):
a. Daerah Pesisir:
(a) Pria : 163 cm;
(b) Wanita: 158 cm;
(2) Daerah Pegunungan:
(a) Pria : 160cm;
(b) Wanita: 155 cm;
3) pendaftaran dan seleksi diselenggarakan di masing-masing Polda sesuai domisili;
b) Bintara Kompetensi Pelayaran/Polair:
1) berijazah:
a) SMA/MA/SMK dan SMK Pelayaran/Perkapalan;
b) D-III/D-IV Nautika dan Teknika dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi, (wajib memiliki ijazah Ahli Nautika dan Teknika Tk. Ill dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia);
c) D-III/D-IV Teknik Perkapalan (Desain dan Rancang Bangun Kapal) dengan Akreditasi minimal B dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi;
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk pria 165 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm;
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
c) Bintara Kompetensi Teknologi lnformasi (Tl):
1) Berijazah SMK jurusan:
a) Teknik Komputer Jaringan;
b) Multimedia;
c) Teknik Komputer dan lnformatika;
d) Telekomunikasi;
e) Rekayasa Piranti Lunak; Teknik Elektro.
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk Pria 163 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm;
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
d) Bintara Kompetensi Musik:
1) berijazah SMK jurusan Seni Musik atau Sekolah Menengah Musik dengan menguasai (bukan menguasai karena hobi) minimal 1 (satu) instrumen musik sebagai berikut:
a) Flute;
b) Oboe;
c) Clarinet;
d) Sax Alto;
e) Sax Tenor;
f) Trumpet;
g) Trombone;
h) Tuba;
i) Bason/Fagot;
j) Percusi;
k) Keyboard;
l) Electric Bas;
m) Electric Guitar;
n) Violin;
o) Drum Set;
p) Gelo.
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk Pria 163 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm;
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda dan untuk uji kompetensi diselenggarakan oleh Panpus (melalui video conference atau panpus turun ke Panda) dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
e) Bintara Kompetensi Penerbang (Pilot):
1) Berijazah:
a) SMA/SMK/MA dan memiliki sertifikat Civil Pilot License (CPL) dari Sekolah Penerbangan;
b) D-II/D-I11/D-IV/S-I dan memiliki sertifikat Civil Pilot License (CPL) Sekolah Penerbangan.
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk Pria 165 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm:
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
4) khusus bagi lulusan Bakomsus Penerbang dapat mengikuti Pendidikan Dikbang Alih Golongan Bintara ke Perwira melalui jalur Sekolah lnspektur Palisi (SIP) setelah berdinas selama 5 (lima) tahun atau berpangkat Briptu;
f) Bintara Penyidik Pembantu:
1) Berijazah D-IV/S-I dengan Program Studi llmu Hukum, Akuntansi dan Teknologi lnformatika, dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi minimal B;
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk Pria 163 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm:
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
g) Bintara Kompetensi Olahraga:
1) Berijazah:
a) SMA Keberbakatan Olahraga;
b) S-1 Jurusan Pendidikan Olahraga dengan IPK minimal 2,75 dari Perguruan Tinggi Negeri terakreditasi;
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk Pria 165 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm:
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan Kemenpora dan Kanwil Kemenpora serta KONI setempat.
h) Bintara Kompetensi Agama:
1) berijazah Madrasah lbtidaiyah/Sekolah Dasar (Ml/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) jurusan agama, Sekolah Menengah Teologi Kristen, Sekolah Menengah Agama Kristen, Sekolah Menengah Agama Katolik dan SMA Utama Widya Pasraman Ganesha Parwati;
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk Pria 163 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm:
3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakandi masing-masing Polda dan untuk uji kompetensi diselenggarakan dengan bekerjasama Kantor Kanwil Kemenag Provinsi/Kota/Kabupaten;
i) Bintara Kompetensi Tata Boga
4) berijazah SMK Tata Boga;
5) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk pria 165 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm:
6) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
j) Bintara Kompetensi Perawat
(1) berijazah D-11I Perawat, mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan diutamakan mempunyai sertifikat Basic Cardiovasculer Life Support (BCLS) atau Basic Trauma Life Support (BTLS) dengan IPK minimal 2,75 dan Prodi terakreditasi;
(2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
a) untuk pria: 163 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 160 cm;
b) untuk wanita: 160 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 158 cm.
(3) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
k) Bintara Kompetensi Bidan
7) berijazah D-11I Bidan, mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan mempunyai sertifikat Basic Cardiovasculer Life Support (BCLS) atau Basic Trauma Life Support (BTLS) dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi;
8) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk wanita 160 cm, khusus ras Melanesia (Polda Papua dan Papua Barat) 158 cm;
9) pendaftaran dan seleksi dilaksanakan di masing-masing Polda sesuai domisili dan untuk uji kompetensi diselenggarakan di seluruh Polda yang terdapat calon peserta seleksi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten;
l) Bintara Kompetensi Pramugari
1) Berijazah:
a) SMA/SMK/MA dan memiliki sertifikat Lembaga Pendidikan dan Keterampilan Pramugari;
b) D-11I/D-IV/S-I dan memiliki sertifikat Lembaga Pendidikan dan Keterampilan Pramugari;
2) tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) untuk wanita 165 cm;

0

PELATIHAN AKADEMIK/PSIKOTES SELEKSI MASUK BRIGADIR DAN AKPOL TAHUN 2020

Lembaga Bimbingan Belajar Quantum Learning (LBB-QL) Medan membuka pelatihan Akademik dan Psikotes untuk seleksi penerimaan Brigadir/Akpol Tahun 2020. Pelatihan ini telah mulai di buka pada awal agustus 2019 yang lalu, hal ini dimaksudkan untuk membekali peserta didik agar memperoleh pendalaman materi tes sebanyak mungkin sehingga pada waktu pelaksanaan tes bisa meraih hasil yang maksimal.

Bahan Pelatihan terdiri dari 2 Bagian yaitu :

A. Materi Akademik untuk Brigadir dan untuk Akpol

>Materi yang di ujikan dalam tes akademik brigadir dan tamtama polri yang di ujikan adalah:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa inggris
  3. Pengetahuan umum

>Materi yang di ujikan dalam tes akademik akpol polri yang di ujikan adalah:

Tes Potensi Akademik yang akan diujian meliputi berikut ini :
Materi yang akan diujikan, meliputi :
1. TPA (Tes Potensi Akademik) yaitu: meliputi:  Pengetahuan Umum, Bahasa       Indonesia, dan Matematika (IPA/IPS)

2. TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

Jenis dan bentuk Tes/Ujian :
dilaksanakan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test)
bentuk soal berbentuk objektif dengan ragam pilihan ganda dengan 4 (empat) pilihan jawaban 100 soal

B. Materi Psikotes untuk Brigadir dan untuk Akpol

Pemeriksaan Psikologi dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik individu berdasarkan nilai dan persyaratan yang ditetapkan dimana pemeriksanaan dilakukan melalui tes tertulis meliputi :
1. Faktor kecerdasan terdiri dari : kecerdasan umum, kemampuan praktis, kemampuan verbal, kemampuan abstrak.
2. Faktor kepribadian terdiri dari :  prososial; pengendalian diri; penyesuaian diri; kepercayaan diri.
3. Faktor minat terdiri dari :  prosedural, pelayanan sosial, adil, kebenaran, demokratis, humanisme.
4. Sikap kerja terdiri dari : kecepatan, daya tahan, ketelitian.

Bagi yang berminat,segera daftar di :

Lembaga Bimbingan Belajar Quantum Learning (LBB-QL) Medan

Jl.  Abdullah Lubis No. 18 H Medan Baru    C.P. 081262017001      

4

KUMPULAN CONTOH SOAL TES AKADEMIK SELEKSI MASUK POLRI

Tes Akademik Polri atau sering disebut Tes Potensi Akademik (TPA) polri merupakan bagian penting dalam seleksi masuk Polri. Untuk itu mengerti dan memahami tes akademik ini penting bagi adikadik yang sedang mengikuti seleksi masuk Polri. Tes akademik dimaksudkan sebagai tolak ukur instansi atau lembaga dalam melakukan seleksi masuk, sehingga panitia tahu benar kemampuan akademik dari calon anggota yang masuk dalam kesatuan. Tes akademik seleksi masuk polri merupakan langkah awal dari semua anggota memasuki jenajang kepolisian. Untuk itu dalam seleksi ini harus benar di tata dan dipersiapkan dari sisi materi yang memang dibutuhkan dari sisi SDM kepolisian. Adapun Materi uji Tes Akademik Polri sebagai berikut:

1) Bahasa Indonesia

2) Bahasa Inggris

3) Pengetahuan Umum (Muatan Lokal)

4) Matematika

Empat materi ini merupakan materi pokok yang ada dalam silabus materi soal tes akademik Brigadir Polri, namun dilapangan tes akademik Brigadir Polri memiliki variasi yang dikembangkan sesuai daerah penerimaannya.