0

STRATEGI LULUS MENJADI TARUNA/I AKPOL TAHUN 2020

5 Hal Yang Harus Dipersiapkan Bila Ingin Masuk Akpol

Untuk menjadi siswa taruna Akademi Kepolisian (Akpol) sebenarnya tidak begitu susah. Syaratnya Adik-adik mesti mempersiapkan diri sejak mulai masuk SMA tepatnya dikelas 10 SMA. Minimal satu tahun, sebelum adik-adik  ikut tes Akpol sudah dipersiapkan dengan baik, maka sudah dapat dipastikan semuanya bisa menjadi lebih mudah, karena di era keterbukaan dan transparansi ini proses seleksi berjalan clear and clean.

Tidak ada titip-titipan karena semua disumpah, baik peserta, orangtua, dan panitia. Semua memiliki hak yang sama untuk bisa masuk Akpol, baik itu anak jenderal atau pun yang lainnya.

Berikut lima hal yang mesti mesti Adik-adik persiapkan bila ingin masuk Akpol Sbb :

1. Persiapkan nilai akademik sebaik mungkin.

Sejak awal masuk SMA adik-adik mesti serius belajar. Nilai akademik mesti bagus agar bisa bersaing dengan calon lainnya.

2. Latihan fisik sejak dini

  • Adik-adik mesti rajin berolahraga. Sebagai gambaran, di Akpol adik-adik akan menjalani tes kemampuan berlari mengelilingi lapangan sepakbola dalam waktu 12 menit.
  • Kemudian tes pull up, push up, sit up dalam waktu 1 menit. Sebanyak-banyaknya adik-adik mesti bisa melakukannya. 
  • Kemudian ada lari cepat dalam waktu 16 detik. Selama waktu itu Adik-adik dihitung bisa berlari sejauh mana.
  • Dan begitu juga renang, adik-adik akan diminta renang sejauh 25 meter, yang terbaik tentu yang catatan waktunya paling baik.
  • “Seorang taruna Akpol harus pintar dan memiliki kemampuan fisik yang prima,”

3. Siapkan diri hadapi tes psikologi

  • Adik-adik akan menjalani tes psikologi. Kemampuan bekerjasama, leadership, lalu menangani dan mencari solusi persoalan akan dilihat.
  • Untuk tes ini, psikolog ahli dari luar kepolisian dilibatkan. Peserta akan dipantau ketika dihadapkan pada suatu masalah.
  • Mereka yang ingin menang sendiri, egois, anak mami, dan tak bisa mandiri akan sulit melewati tes ini.

4. Tes Kesehatan

  • Adik-adik akan dilihat dari sisi kesehatan. Seorang taruna Akpol tak boleh memiliki mata minus, buta warna, sakit berat seperti sakit jantung dan yang lainnya. Tak boleh ambeien, kaki bengkok, serta gagap.
  • Tinggi badan Adik-adik juga minimal 165 cm untuk calon taruna pria.
  • “Anak-anak zaman sekarang memang mesti baik-baik memperhatikan kesehatannya, apalagi banyak makanan junk food dan udara yang kurang bersih.

5. Integritas

  • Jangan coba-coba menyuap, KKN, dan berlaku curang. Semua panitia seleksi, orangtua, dan siswa disumpah untuk berlaku jujur.
  • Sekali-kali coba main curang akan langsung dicoret. Bahkan untuk tes lari saja ada run trecker guna mencatat sejauh mana Adik-adik berlari saat tes fisik.
  • Jadi jujur adalah yang utama saat ikut tes Akpol ini.
Iklan
0

PERSYARATAN MASUK AKPOL TAHUN 2020

Akademi Kepolisian atau sering disingkat Akpol adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri. Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 Akpol bertujuan menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi. Lama pendidikan 4 tahun dengan output pangkat Inspektur Dua Polisi. Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan.

PERSYARATAN MASUK AKPOL 2020
A. Persyaratan umum:

  1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  4. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
  5. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
  6. Berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri;
  7. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (SKCK);
  8. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
  9. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian.
     

B. Persyaratan khusus:

  1. Pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
  2. Berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS (bukan lulusan dan atau berijazah Paket A, B dan C) dengan ketentuan:
    1. Nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan):
      § Tahun 2015 s.d. 2019 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      § Tahun 2020 akan ditentukan kemudian.
    2. Nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat:
      § Tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      § Tahun 2018 dengan nilai rata-rata minimal 55,00;
      § Tahun 2019 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      § Tahun 2020 akan ditentukan kemudian
    3. Bagi lulusan tahun 2020 (yang masih kelas XII) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
    4. Bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 75,00.
  3. Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
  4. Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
    1. Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm;
    2. Wanita : 163 (seratus enam puluh tiga) cm
  5. Belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
  6. Tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
  7. Bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal/TMS karena tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) tidak dapat mendaftar kembali;
  8. Mantan Siswa/i yang diberhentikan tidak dengan hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara tidak dapat mendaftar;
  9. Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
  10. Membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
  11. Bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemdikbud;
  12. Berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
  13. Bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
  14. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri;
  15. Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
  16. Tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
  17. Bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan;
  18. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
    1. Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
    2. Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna/i Akpol

SUMBER : https://akpol.ac.id/ (revisi)