0

KUMPULAN SOAL-SOAL STAN 2020

SEJARAH PKN

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) adalah Perguruan Tinggi Vokasi di bawah naungan Kementerian Keuangan RI yang menyelenggarakan Program Studi Diploma di Bidang Keuangan Negara. Sesuai dengan Undang Undang Nomor 12 tahun 2012, bentuk tertinggi untuk pendidikan vokasi adalah Politeknik, yang dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi mulai dari jenjang Diploma I hingga Doktor (S3) Terapan.

Politeknik Keuangan Negara STAN diresmikan pada tanggal 15 Juli 2015 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 137/PMK.01/ 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Keuangan Negara STAN. PKN STAN merupakan transformasi dari sekolah kedinasan yang cukup dikenal yaitu Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Dalam sejarahnya, pendirian Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) melalui periode yang cukup panjang. STAN merupakan penggabungan dari penyelenggara pendidikan tinggi di bidang keuangan negara berbentuk kursus jabatan, akademi, dan sekolah tinggi yang dikelola oleh institusi pemerintah pengelola keuangan negara saat itu yaitu Jawatan Pajak dan Jawatan Pabean yang saat ini kita kenal dengan nama Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Berdirinya akademi dan kursus tersebut telah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka sebagai respon terhadap kebutuhan SDM berkeahlian khusus bidang keuangan negara yang belum dapat dipenuhi oleh lembaga pendidikan tinggi lain yang ada saat itu. Namun, dari sumber catatan lengkap yang diketahui bahwa berdirinya STAN dapat dirunut sejak tahun 1952. Nama Sekolah Tinggi Akuntansi Negara sendiri dipakai mulai tahun 1975. Perjalanan sejarah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, sebagai berikut:

  1. Kursus Jabatan Ajun Akuntan yang didirikan Melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.167941/UP tanggal 31 Juli 1952. Kursus Djabatan Ajun Akuntan (KDAA) meliputi Ajun Akuntan Negara (AAN) yang diselenggarakan di Bandung dan Ajun Akuntan Pajak (AAP) yang diselenggarakan di Jakarta.
  2. Akademi Pajak dan Pabean (AP2) yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Keuangan No:248621/UP tanggal 25 November 1957. Akademi ini awalnya bernama Akademi Pajak yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No: 213812/UP pada tanggal 4 Oktober 1956. Penyelenggaraan kuliah Akademi Pajak dan Pabean berada di 3 tempat yang salah satunya dilaksanakan di Jl. Purnawarman 99 Kebayoran Baru Jakarta.
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara (STIKN), berdiri tahun 1959 berdasarkan Surat Keputusan Menkeu No: 175402/UP/X tanggal 31 Desember 1959. Para mahasiswa STIKN juga berkuliah di kampus Purnawarman atau kampus yang dikenal dengan nama Kampus Sumitro Djojohadikusumo. STIKN merupakan pengganti dari Akademi Pajak dan Pabean yang dibubarkan oleh Menteri Keuangan pada saat itu. Selama periode berdirinya STIKN, terdapat pula beberapa sekolah bidang keuangan lain di antaranya Akademi Treasury Negara (ATN) yang dibentuk pada tahun 1958 oleh Departemen Keuangan dan Akademi Dinas Pemeriksa Keuangan (ADPK) yang didirikan tahun 1963 oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
  4. Institut Ilmu Keuangan (IIK) yang berdiri pada tahun 1967 berdasarkan Keppres  No.167 tahun 1968. IIK merupakan peleburan dari STIKN, ATN, dan ADPK dan telah berbentuk perguruan tinggi setara dengan perguruan tinggi lainnya yang melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Namun pada akhirnya IIK dibubarkan pada tahun 1975.
  5. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada awalnya bukan merupakan perubahan dari IIK. STAN merupakan salah satu Pusdiklat di bawah Badan Pendidikan dan Latihan keuangan (BPLK) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 1974 jo. Keputusan Presiden Nomor 12 tahun 1967. Pada tanggal 17 Maret 1975 melalui Surat Keputusan Nomor 13495/MPK/1975 diperoleh ijin penyelenggaraan pendidikan akuntan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada tahun pertama berdirinya, penyelenggaraan pendidikan STAN masih menggunakan kampus Purnawarman. Kampus STAN Bintaro mulai digunakan pada tahun 1988, 2 tahun setelah peresmiannya oleh Menteri Keuangan RI saat itu, Radius Prawiro pada tanggal 16 Juli 1986. Sejak saat itu Kampus Bintaro menjadi kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau yang dikenal juga dengan nama kampus Ali Wardhana. Nama kampus Ali Wardhana diberikan sebagai penghargaan kepada Menteri Keuangan era tahun 1968 hingga 1983.

Sebelum dikenal dengan nama kampus STAN Bintaro, dulunya kampus ini bernama Kampus STAN Jurangmangu. Alasannya adalah karena pintu masuk utama ke kampus pada saat itu hanya dari arah Jalan Ceger Raya Jurangmangu Timur. Baru pada tahun 2001 pintu masuk dari arah Jalan Bintaro Utama dibuka, dan bahkan saat ini sudah menjadi pintu masuk utama menuju kampus STAN, sehingga masyarakat lebih mengenal kampus ini dengan sebutan kampus STAN Bintaro.

Perkembangan program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan menuntut Kementerian Keuangan untuk melakukan penataan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Penataan ini dimaksudkan agar STAN dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam menyediakan SDM berkompeten dan berintegritas di bidang keuangan negara sejalan dengan arah dan tujuan transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan. Hingga pada tanggal 15 Juli 2015 keluarlah Peraturan Menteri Keuangan RI No. 137/PMK.01/ 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Keuangan Negara STAN yang menandai berdirinya Politeknik Keuangan Negara STAN.

Hingga tahun 2009 jumlah bangunan gedung di kampus STAN belum begitu banyak. Perubahan terbesar dirasakan mulai tahun tersebut dengan dibangunnya sebuah ikon baru kampus berupa kolam air mancur besar yang menghiasi gedung I dan J yang baru dibangun di sebelahnya. Selain itu terdapat beberapa gedung baru yang dibangun yaitu gedung K dan Student Center. Gedung-gedung tersebut diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada tanggal 20 Januari 2010.

Politeknik Keuangan Negara memliki 4 jurusan, yaitu:

  1. Jurusan Akuntansi
  2. Jurusan Pajak
  3. Jurusan Kepabeanan dan Cukai
  4. Jurusan Manajemen Keuangan

Masing-masing jurusan dipimpin oleh Ketua Jurusan.

Alamat Kampus

Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya
Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
15222

+ Tel: +6221 7361654-58 ext. 264
+ Fax: +6221 7361653

Email: humas.baak @pknstan.ac.id

Untuk adik-adik yang mau mendaftar di PKN-STAN perlu banyak berlatih soal-soal USM PKN-STAN agar dapat lulus nantinya. Selain harus lulus SKD ( Seleksi Kompetensi Dasar) yang 100 soal (TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal) adik-adik juga harus lulus TPA (Tes Potensi Akademik) dan TBI (Tes Bahasa Inggris). Berikut kami bagikan kumpulan soal-soal untuk bisa adik-adik gunakan untuk berlatih dirumah sbb:

  1. Soal USM Tahun 1999 , penyelesaian USM Tahun 1999
  2. Soal USM Tahun 2000 , penyelesaian USM Tahun 2000
  3. Soal USM Tahun 2001 , penyelesaian USM Tahun 2001
  4. Soal USM Tahun 2002 , penyelesaian USM Tahun 2002
  5. Soal USM Tahun 2003 , penyelesaian USM Tahun 2003
  6. Soal USM Tahun 2004 , penyelesaian USM Tahun 2004
  7. Soal USM Tahun 2005 , penyelesaian USM Tahun 2005
  8. Soal USM Tahun 2006 , penyelesaian USM Tahun 2006
  9. Soal USM Tahun 2007 , penyelesaian USM Tahun 2007
  10. Soal USM Tahun 2008 , penyelesaian USM Tahun 2008
  11. Soal USM Tahun 2009 , penyelesaian USM Tahun 2009
  12. Soal USM Tahun 2010 , penyelesaian USM Tahun 2010
  13. Soal USM Tahun 2011 , penyelesaian USM Tahun 2011
  14. Soal USM Tahun 2012 , penyelesaian USM Tahun 2012 (Moratorium)
  15. Soal USM Tahun 2013 , penyelesaian USM Tahun 2013
  16. Soal USM Tahun 2014 , penyelesaian USM Tahun 2014
  17. Soal USM Tahun 2015 , penyelesaian USM Tahun 2015
  18. Soal USM Tahun 2016 , penyelesaian USM Tahun 2016
  19. Soal USM Tahun 2017 , penyelesaian USM Tahun 2017
  20. Soal USM Tahun 2018 , penyelesaian USM Tahun 2018
  21. Soal USM Tahun 2019 , penyelesaian USM Tahun 2019

Demikian yang bisa kami bagikan untuk adik-adik, semoga bermanfaat !

Iklan
0

MATERI TES CPNS 2020

Bagi anda yang akan mengikuti SKD PNS Tahun 2019 perlu membaca kutipan berikut ini :

Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019 akan diberikan tes terkait radikalisme. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Setiawan Wiraatmaja mengatakan peserta seleksi CPNS akan ditanyakan soal radikalisme.
“Kan seleksi soal CPNS ada dua tahap, satu seleksi dasar, dan seleksi kompetensi bidang. Ini di antaranya ada tes wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan inilah salah satu seleksi yang kita lihat terkait hal ini [radikalisme],” katanya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.
Pendalaman wawasan kebangsaan juga akan diperkuat bagi peserta yang lulus seleksi. Menurut Setiawan, sebelum diangkat menjadi PNS secara penuh, mereka akan mendapat pendalaman pemahaman saat Pra Jabatan.
Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah pada seleksi ini guna mengantisipasi masuknya ideologi radikal di tubuh PNS. Pun begitu 11 kementerian lembaga telah menandatangani surat keputusan bersama penanganan radikalisme ASN.
Adapun 11 instansi tersebut mulai dari KemenPAN RB, Kemendagri, Kemenkominfo, Kemendag, Kemendikbud Kemenkumham, Badan Kepegawaian Negara, BNPT, BIN, BPIP dan Komisi ASN. Seluruh instansi ini juga meluncurkan portal aduan bernama aduanasn.id.
“Kembali di dalam UU ASN kan jelas, seorang anggota ASN harus taat pada yang disebutkan, mulai UUD 1945, patuh pada Pancasila, NKRI juga pemerintah, itu bunyinya,” katanya. (sumber : https://bisnis.tempo.co/)

dan yang berikut ini juga :

Kepala Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan bahwa soal-soal seleksi calon pegawai negeri sipil ( CPNS) tahun 2019 akan mengandung pertanyaan terkait radikalisme. Namun, Bima mengakui bahwa jumlah soal terkait radikalisme untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tersebut tidak signifikan. “Akan ada soal seperti itu tapi tidak signifikan. Jadi ini untuk soal-soal TWK, soal-soal tes intelegensia umum, masih standar,” kata Bima di Kantor KemenPANRB, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019). Ia pun mengakui bahwa BKN sudah berkeinginan untuk memasukkan soal terkait radikalisme. Baca juga: BKN Pastikan Keamanan Seleksi CPNS 2019, tetapi Khawatir soal Hoaks Namun, BKN memang belum dapat memasukkan banyak soal terkait topik tersebut karena kisi-kisi yang terbatas. BKN pun berencana memperbanyak tes mengenai radikalisme. “Tetapi karena soal TWK ini kisi-kisinya terbatas, jadi yang bisa dimasukkan juga sangat terbatas. Mungkin ke depan kami akan mencoba mengubah kisi-kisi soal TWK ini dengan memasukkan tes-tes mengenai radikalisme,” tuturnya. Kemudian, Bima membicarakan soal-soal untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Menurut dia, bahasa pada soal tes tersebut sudah disederhanakan dibanding proses seleksi CPNS sebelumnya. “Soal-soal tes karakteristik pribadi masih akan juga sama, tapi mungkin dengan bahasa yang sedikit berbeda,” ujar dia. “Kemarin itu bahasanya lebih sulit, sehingga untuk menangkap secara cepat itu agak kesulitan dan jawabannya juga sangat tipis. Mungkin soal-soal tes karakteristik pribadi mudah-mudahan sudah bisa lebih jelas,” tutur Bima. Pembukaan rekrutmen CPNS akan dimulai pada 11-24 November 2019. Sebagaimana proses rekrutmen sebelumnya, pendaftaran CPNS dilakukan melalui situs SSCASN milik BKN, www.sscasn.bkn.go.id.
Sumber : https://nasional.kompas.com/

 

Pasal 2 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019 menegaskan bahwa Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 meliputi:

  1. Tes Karakteristik Pribadi (TKP);

Topik yang sering keluar pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam Tes Seleksi CPNS diantaranya: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (meliputi sistem tata negara Indonesia baik pemerintah pusat dan daerah, sejarah perjuangan bangsa, serta peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global) ditambah soal terkait radikalisme. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) adalah bagian dari Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang seringkali dianggap paling sulit karena biasanya banyak peserta seleksi penerimaan CPNS gagal mencapai skor yang memenuhi standar minimal kelulusan (passing grade).

2. Tes Intelegensia Umum (TIU); dan

Topik yang sering keluar pada Tes Intelegensia Umum (TIU) dalam Tes Seleksi CPNS diantaranya: Penalaran Verbal, Penalaran Numerikal, Penalaran Logika, dan Penalaran Analitis.
Penalaran Verbal
Kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Meliputi: sinonim, antonim, analogi, dan kelompok kata.
Penalaran Numerikal
Kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan di antara angka-angka. Meliputi: aljabar, aritmetika, dan deret.
Penalaran Logika
Kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematik.
Penalaran Analitis
Kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

3. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) sangat penting karena hasil tes akan mengungkap kelebihan dan kekurangan Anda. Berbeda dengan tes yang lain, TKP tidak memiliki jawaban benar atau salah. Jadi tidak ada nilai nol. Pilihlah salah satu opsi jawaban pada pilihan ganda yang menyatakan sikap Anda dalam menghadapi berbagai macam kondisi yang dipaparkan pada soal.
Topik yang sering keluar pada Tes Karakteristik Pribadi dalam Tes Seleksi CPNS diantaranya:

  1. Integritas diri,
  2. Semangat berprestasi,
  3. Kreativitas dan inovasi,
  4. Orientasi pada pelayanan,
  5. Orientasi kepada orang lain,
  6. Kemampuan beradaptasi,
  7. Kemampuan mengendalikan diri,
  8. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas,
  9. Kemampuan dan kemauan belajar terus-menerus,
  10. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta;
  11. Kemampuan menggerakkan dan mengoordinasi orang lain.

Berikut bahan bacaan yang bisa anda baca sebagai latihan persiapan Seleksi Kompetensi Dasar tes CPNS Tahun 2019

  1. Materi TWK klik disini
  2. Materi TIU klik disini
  3. Materi TKP klik disini

 

0

SOAL TIU CPNS 2020

Berikut ini kami bagikan contoh soal Tes Inteligensia Umum (TIU) untuk ajang latihan bagi kamu yang mau mengikuti Ujian SKD CPNS/CASN Tahun 2020.

CONTOH TES INTELIGENSIA UMUM (TIU)

  1. TUJUAN : GOAL
    (A) TERTATA : RAPI
    (B) TERLAKSANA : PELAKSANAAN
    (C) ROKOK : ASAP
    (D) BIROKRAT : BIROKRASI
    (E) PELUANG : OPORTUNITI
  2. TEROR : PARIWISATA
    (A) KAMPUS : DOSEN
    (B) KERETA : ANGKUTAN
    (C) PEMBAJAKAN : PRODUKSI
    (D) OTORITAS : KEKUASAAN
    (E) SAWAH : PERTANIAN
  3. SARJANA : PENAMPILAN : KEAHLIAN
    (A) AKUNTANSI : AKUNTAN : UANG
    (B) PEMASARAN : PASAR : LAKU
    (C) PRODUK : KEMASAN : DAYA JUAL
    (D) PIMPINAN : MEMIMPIN : KEPEMIMPINAN
    (E) PEMBINAAN : KUD : TANI
  4. TELUR : ULAT : KEPOMPONG : KUPU-KUPU
    (A) MENGANTUK : TIDUR : MIMPI : BASAH
    (B) LAHIR : SIANG : MALAM : PAGI
    (C) LAHIR : REMAJA : DEWASA : TUA
    (D) ANAK : AYAH : KAKEK : MATI
    (E) KAYU : BALOK : KURSI : EMPUK
  5. 17,5 x 5% = …
    (A) 3,75
    (B) 4,3%
    (C) 4,37
    (D) 37,5
  6. 6,13 x 7,15 = …
    (A) 43,83
    (B) 43,38
    (C) 41,86
    (D) 37,63
  7. 70,6 : 8,7 = …
    (A) 9,6
    (B) 8,1
    (C) 8,3
    (D) 8,01
  8. 347 x (12 + 7) = …
    (A) 703
    (B) 702
    (C) 728
    (D) 72,9
  9. 18, 10, 20, … , … , 16, 32, 24
    (A) 8 dan 16
    (B) 12 dan 24
    (C) 32 dan 24
    (D) 9 dan 3
    (E) 28 dan 24
  10. 0, …. , …. , 1 ½, 9 , 2 ½ , 13 ½ , 3 ½
    (A) 3 ½ dan 12 ½
    (B) 4 ½ dan 4 ½
    (C) ½ dan 4 ½
    (D) 2 dan 2 ½
    (E) 2 ¼ dan 3 ¼
  11. …. , …. , 4, 8, 6, 6, 8, 4
    (A) 2 dan 10
    (B) 8 dan 10
    (C) 8 dan 2
    (D) 4 dan 2
    (E) 10 dan 12
  12. 81, 64, …. , …. , 63, 48, 54, 40, 45, 32, 36
    (A) 71 dan 66
    (B) 72 dan 67
    (C) 73 dan 65
    (D) 72 dan 56
    (E) 66 dan 52
  13. …. , …. , 19, 49, 19, 19, 56, 25, 19, 63, 31
    (A) 18 dan 24
    (B) 62 dan 31
    (C) 42 dan 13
    (D) 66 dan 34
    (E) 30 dan 22
  14. 1, 1, …. , …. , 5, 8, 13, 21
    (A) 2 dan 7
    (B) 1 dan 5
    (C) 5 dan 8
    (D) 7 dan 9
    (E) 2 dan 3
  15. …. , …. , 16, 19, 38, 41, 82, 85
    (A) 4 dan 5
    (B) 5 dan 8
    (C) 4 dan 4
    (D) 8 dan 7
    (E) 4 dan 8
  16. 2, 3, 6, …. , …. , 15, 30, 31
    (A) 4 dan 6
    (B) 8 dan 2
    (C) 9 dan 3
    (D) 7 dan 14
    (E) 16 dan 32
  17. 1, 2, 3, 9, 10, 11, 121, 122, …. , ….
    (A) 112 dan 1313
    (B) 120 dan 17313
    (C) 133 dan 36342
    (D) 123 dan 15129
    (E) 1217 dan 1612
  18. 15, 10, 5, 20, …. , …. , 40, 35
    (A) 5 dan 10
    (B) 5 dan 15
    (C) 15 dan 10
    (D) 0 dan 25
    (E) 10 dan 50
  19. Jika diketahui P = 11 dan Q = 7,237 + 1,729 + 2, maka pernyataan berikut yang benar adalah …
    (A) P > Q
    (B) P < Q
    (C) P = Q
    (D) Q > 2P
    (E) P > 2Q
  20. Jika diketahui P = 9 dan Q = 2 x 5 x 0,9689, maka pernyataan berikut yang benar adalah …
    (A) P > Q
    (B) P < Q
    (C) P = Q
    (D) Q > 2P
    (E) P > 2Q
  21. Jika diketahui P = 2/3 dan Q = 18/27, maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah …
    (A) P > Q
    (B) P < Q
    (C) P = Q
    (D) Q > 2P
    (E) P . 2Q
  22. Berapakah nilai P x Q jika :

3 2 4
7 P 6
1 5 Q

(A) 2
(B) 3
(C) 5
(D) 4
(E) 9

23. Berapakah nilai P/Q jika :

-3 P 4
8 3 5
5 5 Q

(A) 1,5
(B) 2/3
(C) 0,4
(D) 0,5
(E) 1,2

24. Berapakah suku ke-16 dari deret hitung 4, 7, 10, … ?
(A) 46
(B) 47
(C) 49
(D) 53
(E) 57

25. Apabila suatu deret aritmatika suku ke-5 adalah 5 + 3 dan suku ke-11 adalah 11 + 9, maka jumlah 10 suku pertama adalah :
(A) 20 + 42
(B) 20 + 30
(C) 30 + 33
(D) 60 + 23
(E) 50 + 40

26. Semua manusia tidak bertanduk, semua kucing tidak memamah biak.
(A) Manusia tidak memamah biak.
(B) Kucing tidak bertanduk.
(C) Manusia dan kucing tidak memamah biak dan tidak bertanduk.
(D) Manusia tidak sama dengan kucing.
(E) Tidak dapat ditarik kesimpulannya.

27. Semua nelayan adalah perenang sementara nelayan adalah pelaut
(A) Sementara pelaut adalah perenang.
(B) Sementara perenang adalah bukan penyelam.
(C) Semua pelaut adalah perenang.
(D) Sementara penyelam bukan pelaut.
(E) Sementara penyelam bukan perenang.

28. Semua seniman kreatif, sementara ilmuwan tidak kreatif.
(A) Sementara ilmuwan bukan seniman.
(B) Tidak ada seniman yang ilmuwan.
(C) Sementara individu yang kreatif bukan seniman.
(D) Sementara ilmuwan kreatif
(E) Semua ilmuwan kreatif.

29. Tidak semua hipotesis penelitian terbukti benar, sementara penelitian tidak menguji hipotesis.
(A) Sementara dokter tidak menulis disertasi.
(B) Sementara hipotesis disertai terbukti benar.
(C) Semua hipotesis disertasi terbukti benar.
(D) Semua hipotesis penelitian terbukti benar.
(E) Semua dokter hipotesis disertasinya benar.

30. Pengendara sepeda motor yang melewati jalan protokol harus mengenakan helm, sementara murid yang bersepeda motor tidak mempunyai helm.
(A) Semua murid tidak boleh melewati jalan protokol.
(B) Semua murid bersepeda motor boleh melewati jalan protokol
(C) Semua murid bersepeda motor tidak boleh melewati jalan protokol
(D) Semua murid bersepeda motor harus mengenakan helm
(E) Sementara murid bersepeda motor boleh melewati jalan protokol.

Baca Juga : Contoh Soal TKP CPNS 2020 Contoh Soal TWK CPNS 2020

 

0

SOAL TWK CPNS 2020

Berikut ini kami bagikan contoh soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk ajang latihan bagi kamu yang mau mengikuti Ujian SKD CPNS/CASN Tahun 2020.

CONTOH TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK)

  1. Syarat-syarat menjadi anggota PBB sebagai berikut, kecuali . . . . .
    A. negara cinta damai
    B. diusulkan oleh Dewan Keamanan dan disahkan oleh Majelis Umum PBB
    C. sanggup mematuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Piagam PBB
    D. negara merdeka
    E. negara individualis
  2. Menurut pernyataan dalam pembukaan UUD 1945 perjuangan kemerdekaan merupakan tindakan yang diberkati oleh Allah karena . . . . .
    A. bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius
    B. banyak pengorbanan yang harus diberikan untuk mendapatkan kemerdekaan
    C. kemerdekaan itu sudah lama diperjuangkan
    D. kemerdekaan karunia Allah yang tidak perlu diperjuangkan
    E. kehidupan kebangsaan yang bebas merupakan keinginan luhur
  3. Negara Indonesia sebagai negara yang warga negaranya bersatu erat serta kepentingan individu diakui secara seimbang. Hal ini karena Indonesia merupakan negara . . . . .
    A. Persamaan
    B. Persatuan
    C. Kesukuan
    D. Kemakmuran
    E. Otonomi
  4. Ekspedisi Pamalayu dikenal pada saat Kerajaan Singasari. Yang dimaksud dengan ekspedisi Pamalayu adalah . . . . .
    A. Penyerangan ke Melayu untuk membebaskan tawanan.
    B. Ekspedisi yang dilakukan oleh Portugis ke seluruh bagian Indonesia.
    C. Pengiriman tentara ke Melayu untuk usaha memperluas wilayah.
    D. Ekspedisi yang dilakukan oleh prajurit Singasari untuk menghancurkan Kerajaan Kediri.
    E. Penundukan Sriwijaya
  5. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hal ini tercantum dalam UUD 1945 pasal . . . . .
    A. 31 ayat 3
    B. 31 ayat 4
    C. 31 ayat 1
    D. 31 ayat 2
    E. 31 ayat 5
  6. Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan yang menonjol antara Indonesia dan Colombo Plan adalah program pelatihan penanganan …..
    A. banjir
    B. kemiskinan
    C. tsunami
    D. drug abuse
    E. baby boom
  7. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah . . . . .
    A. perencanaan terpadu pembangunan di daerah
    B. pelestarian nilai-nilai tradisional di daerah
    C. optimalisasi pemanfaatan kekayaan daerah
    D. kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa
    E. kebebasan dalam memerintah
  8. Kalimat efektif terdapat pada pernyataan . . . . .
    A. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak baik dan pengawasan yang kurang cermat.
    B. Meskipun negara Brasil merupakan penghasil kapas nomor satu dunia, tetapi harga tekstilnya sangat tinggi.
    C. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan yang harus dilaksanakan bersama.
    D. Budiman ingin menjadi juara umum di sekolahnya, tetapi ia hanya berhasil menjadi juara ketiga.
    E. Dalam pertemuan itu memutuskan bahwa Andi yang ditunjuk menjadi ketua koperasi.
  9. Terdapat beberapa perubahan UUD 1945 yang memengaruhi sistem politik Negara republik Indonesia, salah satunya adalah adanya pembatasan masa jabatan Presiden. Hal tersebut diatur dalam UUD 1945 pasal . . . . .
    A. 7B
    B. 6A
    C. 7C
    D. 7
    E. 7A
  10. Indonesia mendukung Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) karena APEC . . . . .
    A. mendukung peningkatan ekonomi negara-negara ASEAN
    B. melibatkan seluruh Negara ASEAN
    C. mengembangkan kerja sama ekonomi antarnegara Asia Pasifik
    D. mengembangkan sistem ekonomi berbasis kerakyatan
    E. mendukung proteksi hasil pertanian negara-negara Asia Pasifik
  11. Masalah-masalah yang menjadi jangkauan pengadilan tata usaha negara adalah sebagai berikut, kecuali …..
    A. bidang umum
    B. bidang sosial
    C. bidang hak asasi manusia
    D. bidang ekonomi
    E. bidang politik
  12. Apabila terjadi kekosongan wakil presiden, yang memilih wakil presiden selanjutnya adalah . . . . .
    A. Presiden
    B. Mahkamah Konstitusi
    C. Komisi Yudisial
    D. MPR
    E. DPR
  13. Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali jabatan. Pasal yang mengatur hal ini telah mengalami amandemen sebanyak . . . . .
    A. Empat kali.
    B. Satu kali.
    C. Tiga kali.
    D. Lima kali.
    E. Dua kali.
  14. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Bunyi pasal tersebut hasil amandemen . . . . .
    A. Kelima
    B. Ketiga
    C. Keempat
    D. Kesatu
    E. Kedua
  15. Sikap menjunjung tinggi keadilan, menjaga kelestarian lingkungan sekitar, serta menghormati pemeluk agama lain merupakan salah satu contoh pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Pancasila yang dimaksud adalah . . . . .
    A. Nilai filosofis.
    B. Nilai kerohanian.
    C. Nilai umum.
    D. Nilai abstrak.
    E. Nilai filsafat.
  16. UUD 1945 sebelum diamandemen menegaskan bahwa kedaulatan diatur di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh . . . . .
    A. Majelis Permusyawaratan Rakyat
    B. Mahkamah Agung
    C. Presiden
    D. Dewan Perwakilan Rakyat
    E. Perdana Menteri
  17. Terbentuknya suatu negara harus memenuhi beberapa unsur yang terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu deklaratif dan konstitutif. Yang menjadi unsur deklaratif berdirinya suatu negara adalah . . . . .
    A. Ada kedaulatan.
    B. Pengakuan dari negara lain.
    C. Pemerintah yang berdaulat.
    D. Adanya wilayah tertentu.
    E. Adanya rakyat yang akan dipimpin.
  18. Pancasila termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea . . . . .
    A. keempat
    B. ketiga dan keempat
    C. kedua
    D. pertama
    E. ketiga
  19. Dalam kitab Sutasoma istilah Pancasila diartikan sebagai “pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila Krama)” yang isinya sebagai berikut, kecuali . . . . .
    A. tidak boleh marah
    B. tidak boleh melakukan kekerasan
    C. tidak boleh berbohong
    D. tidak boleh mencuri
    E. tidak boleh mabuk minuman keras
  20. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Belanda untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan melakukan pelayaran Hongi. Yang dimaksud dengan pelayaran Hongi adalah . . . . .
    A. Mendatangkan pedagang Belanda yang lebih banyak ke Indonesia.
    B. Melakukan perdagangan keluar wilayah nusantara kemudian kembali lagi ke Indonesia.
    C. Pelayaran untuk mencegah pelanggaran monopoli rempah-rempah di Maluku.
    D. Sistem yang digunakan untuk mengusir Portugis dan Spanyol dari Indonesia.
    E. Melakukan pelayaran keliling seluruh wilayah nusantara.
  21. Berikut merupakan isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959, kecuali . . . . .
    A. berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950
    B. akan dibentuk MPRS dalam waktu singkat
    C. pemilihan Presiden dan wakil Presiden
    D. akan dibentuk DPAS dalam waktu singkat
    E. pembubaran Konstituante
  22. Keputusan MPR mengenai pemberhentian presiden atau wakil presiden harus disetujui sekurang-kurangnya . . . . .
    A. 50% + 1 dari jumlah anggota yang hadir.
    B. 3/4 dari jumlah anggota yang hadir.
    C. 2/3 dari jumlah anggota yang hadir.
    D. 25% dari jumlah kehadiran.
    E. 50% dari jumlah anggota yang hadir.
  23. Di Indonesia dikenal adanya sistem kekerabatan patrilineal dan matrilineal. Suku yang menganut sistem kekerabatan matrilineal adalah . . . . .
    A. Gayo
    B. Rejang
    C. Minangkabau
    D. Batak
    E. Bali
  24. Budi Utomo yang berdiri pada 20 Mei 1908 dipelopori oleh . . . . .
    A. Wahidin Sudirohusodo
    B. H. Samanhudi
    C. Dr. Douwes Dekker
    D. R.P. Sosrokartono
    E. Moh. Yamin
  25. Pasal di bawah ini yang merupakan hasil amandemen tanggal 9 November 2001 adalah . . . . .
    A. Lagu kebangsaan ialah Indonesia Raya.
    B. Negara kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan undang-undang.
    C. Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR.
    D. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
    E. Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu kota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi.
  26. Suatu negara pasti memiliki ideologinya masing-masing. Ideologi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam menjalankan roda kehidupan suatu negara. Berikut yang termasuk salah satu fungsi ideologi adalah . . . . .
    A. Menjadi alat untuk menjalankan pemerintahan.
    B. Mengesampingkan ideologi lainnya.
    C. Menyatukan perbedaan yang ada di dalamnya.
    D. Mengedepankan pendapat golongannya.
    E. Menghargai sejarah yang telah terlewati.
  27. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi. Hal tersebut merupakan penjabaran sila . . . . .
    A. Ketuhanan Yang Maha Esa.
    B. Persatuan Indonesia.
    C. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
    E. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  28. Republik Demokrasi Timor Leste (RDTL), saat ini belum dikategorikan sebagai anggota ASEAN sepenuhnya. RDTL masih diberikan status …..
    A. watcher
    B. spectator
    C. witness
    D. bystander
    E. observer
  29. Tokoh-tokoh yang memegang peran kunci proses pendirian Gerakan Non Blok sejak awal adalah sebagai berikut, kecuali …..
    A. Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic
    B. Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru
    C. Presiden Indonesia, Sukarno
    D. Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser
    E. Presiden Ghana, Kwame Nkrumah
  30. Pada masa awal kemerdekaan, negara Indonesia belum mempunyai infrapolitik lengkap, yaitu lembaga-lembaga negara yang mestinya ada sesuai ketentuan UUD 1945. Berdasarkan aturan peralihan pasal IV kekuasaan lembaga negara dijalankan oleh …..
    A. Wakil Presiden
    B. Perdana Menteri
    C. PPKI
    D. BPUPKI
    E. Presiden

Baca Juga : Contoh Soal TKP CPNS 2020 , Contoh Soal TIU CPNS 2020

0

SOAL TKP CPNS 2020

Berikut ini kami bagikan contoh soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk ajang latihan bagi kamu yang mau mengikuti Ujian SKD CPNS/CASN Tahun 2020.

                 CONTOH TES KARAKTERISTIK PRIBADI (TKP)

1. Saya telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan                    presentasi di kantor besok pagi.
A. Saya yakin besok presentasi saya berjalan dengan baik, namun
     saya tetap mempersiapkan dengan maksimal.
B. Meski begitu saya cemas kalau-kalau ternyata besok presentasi saya
    kurang lancar
C. Saya pasrah jika ada kendala
D. Tak mungkin presentasi saya tidak lancar
E. Tapi Mungkin saja presentasi saya terganggu hal lain

2. Dalam setiap pekerjaan pasti memiliki job description masing-masing,          dan saya telah melakukan sesuai dengan job description tersebut.
A. Ditengah-tengah kesibukan pekerjaan, saya tetap mau membantu teman
     menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda
B. Saya akan membantu kawan saya yang lain jika diminta.
C. Saya mau mempelajari hal lain diluar deskripsi jabatan saya.
D. Saya hanya akan melakukan pekerjaan diluar deskripsi jabatan jika
    diminta oleh atasan.
E. Enggan berkontribusi lebih dari apa yang telah dikerjakan saat ini.

3. Saya diutus untuk menghadiri seminar menggantikan atasan saya. Pada         saat yang bersamaan saya sedang mengerjakan laporan yang tidak                 terlalu mendesak.
A. Saya akan selesaikan terlebih dahulu laporan tersebut, sebab bisa
    saja diminta oleh atasan sewaktu-waktu.
B. Laporan tersebut akan menjadi merepotkan kalau tertunda.
C. Saya akan menghadiri seminar tersebut agar dapat menghindar dari
    tugaslaporan.
D. Saya akan menghadiri seminar tersebut karena laporan belum harus
     segera diserahkan kepada atasan.
E. Saya bisa menghadiri seminar dan mengerjakan laporannya nanti saja.

4. Andi adalah seorang karyawan yang rajin. Namun apa yang akan terjadi
    pada masa mendatang tak ada yang tahu
A. Andi tetap saja akan terkena PHK jika ekonomi nasional lesu
B. Mustahil karyawan serajin Andi kena PHK
C. Karakter Andi sebagai karyawan rajin dapat membantu kenaikan                  karirnyakelak
D. Pemecatan banyak karyawan tidaklah terlalu berpengaruh terhadap             citraperusahaan
E. Harusnya karyawan rajin tak boleh kena PHK

5. Setelah mematangkan rencana,
A. Saya masih khawatir apakah rencana tersebut bisa berhasil
B. Berhasil tidaknya tak lepas dari pihak lain juga
C. Manusia berusaha sebaik-baiknya dan Tuhan yang menentukan
D. Bagaimanapun caranya rencana harus berhasil
E. Saya minta pendapat orang lain terlebih dulu, sebab pendapat banyak
    orang lebih baik daripada pendapat satu orang

6. Jika suatu rencana kerja terlihat rumit, maka
A. Saya tak mau repot-repot mencobanya
B. Saya khawatir jika mencobanya dan gagal
C. Saya berani mencoba setelah mempertimbangkan risikonya
D. Saya minta pendapat isteri Yang penting saya coba dulu
E. Yang penting saya coba dulu

7. Sikap saya terhadap perubahan, ide-ide dan cara-cara baru dalam b              bekerja
A. Perubahan bukan jaminan keberhasilan pekerjaan.
B. Perubahan adalah suatu yang pasti.
C. Keberhasilan pekerjaan bergantung pada jenis perubahan, ide dan cara-
     cara baru tersebut
D. Stabilitas dalam bekerja lebih penting.
E. Dengan adanya perubahan, kondisi kerja pasti lebih baik.

8. Berpindah-pindah pekerjaan adalah hal yang wajar
A. Saya tidak berpendapat bahwa karyawan harus setia terhadap
     perusahaannya
B. Saya meyakini nilai-nilai yang mengatakan bahwa loyalitas terhadap
     pekerjaan adalah sikap yang terpuji.
C. Pekerjaan saya saat ini tidak dapat menjamin masa depan saya.
D. Saya meyakini bahwa loyalitas itu penting, sehingga saya merasakan
     pentingnya tanggung jawab moral karyawan.
E. Saya menyukai pekerjaan saya, tetapi jika ada pekerjaan yang lebih
    baik saya tidak ragu untuk pindah

9. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi pribadi      yang bermanfaat. Berkaitan dengan hal itu saya senang..
A. Pekerjaan yang menantang.
B. Pekerjaan yang rutin.
C. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru.
D. Bekerja dengan standar yang tinggi.
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih.

10. Saya memiliki buku favorit dan buku tersebut dihilangkan oleh teman
      dekat saya.
A. Saya marah pada teman saya
B. Saya memintanya untuk mengganti buku tersebut karena buku itu
     favorit saya.
C. Saya sangat menyukai buku tersebut, namun buku itu sudah hilang.
D. Saya memusuhinya dan melarangnya meminjam buku saya lagi.
E. Saya memintanya untuk mengganti dan mengatakan padanya untuk               lebih berhati-hati jika dia meminjam buku saya lagi.

11. Sudah sejak lama saya berusaha untuk memperbaiki kelemahan diri,            tetapi belum juga tampak hasilnya. Pada akhirnya saya :
A. Dengan terpaksa menerimanya
B. Menerimanya dengan sedikit kekecewaan
C. Menerimanya dengan lapang dada
D. Membenci diri sendiri
E. Meratapi diri sendiri

12. Untuk mencapai tujuan kelompok yang telah ditetapkan saya :
A. Tidak mempermasalahkan apakah orang lain mau bekerja dengan baik
     atau tidak
B. Mendorong orang lain untuk bekerja dengan baik jika situasi
     memungkinkan
C. Mendorong orang lain bekerja dengan baik jika diperlukan
D. Menstimulasi orang lain untuk mau bekerja dengan baik
E. Mengajak orang lain bersama-sama untuk bekerja dengan baik

13. Ketika teman kantor sedang membicarakan satu teman yang                            bermasalah, saya akan ;
A. Membicarakan dengan teman dekat kemungkinan terbaik
B. Mengajak teman-teman mempertimbangkan suatu tindakan tertentu
C. Meyakinkan teman-teman akan keperluannya dilakukan suatu tindakan
D. Mengajukan usulan alternatif tindakan yang tepat
E. Menyetujui saja apa yang menjadi keputusan

14. Ketika sedang mengerjakan tugas bersama yang harus selesai pada hari
      itu, seorang teman akan meninggalkan terlebih dahulu, maka saya:
A. Memaksa untuk tetap tinggal
B. Membujuknya untuk menyelesaikan tugas
C. Mempersilakan pergi
D. Meminta pertimbangan teman yang lain
E. Memintanya untuk mempertimbangkan

15. Saya mengerjakan tugas koreksi laporan kantor yang harus selesai                 besok pagi. Tiba-tiba sahabat datang dengan muka cemberut dan                   tampaknya ingin curhat (mencurahkan isi hati) kepada saya. Atas                   kejadian itu saya :
A. Menanggapi dan memberi berbagai alternatif penyelesaiannya
B. Meneruskan koreksi laporan dan tidak memerdulikan keinginan teman
     saya
C. Mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
D. Dengan menyesal tidak dapat mendengarkan keluhannya
E. Terus mengoreksi laporan sambil sesekali mendengarkan ceritanya

16. Ketika muncul suatu masalah dan terkait dengan hal-hal yang menjadi
      kewajiban saya, maka saya :
A. Akan bertanggung jawab
B. Menunjuk orang lain sebagai penyebab
C. Mencermati dulu apakah saya terlibat di dalamnya
D. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber masalah
E. Membiarkan masalah tetap berlangsung

17. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi                       pribadi yang bermanfaat bagi organisasi. Berkaitan dengan hal                       tersebut, saya senang …
A. Bekerja dengan standar hasil yang tinggi
B. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru
C. Pekerjaan yang rutin
D. Pekerjaan yang menantang
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih

18. Ketika saya harus menjelaskan sesuatu kepada orang lain hal yang
      terjadi adalah:
A. Kebanyakan orang ingin agar penjelasan tersebut diulang
B. Sebagian orang masih meminta penjelasan
C. Orang memahami penjelasan saya
D. Orang menjadi antusias atas penjelasan saya
E. Tidak ada seorang pun yang memberikan tanggapan

19. Pada pertemuan keluarga dalam rangka merayakan hari raya, saya :
A. Berusaha menjajagi peluang untuk mendapatkan kesempatan                         pengembangan masa depan saya
B. Mengarahkan pembicaraan pada halhal yang memungkinkan orang lain
     mengetahui kelebihan saya
C. Berusaha memuaskan tamu dengan menjamu tamu sebaik-baiknya
D. Menunggu kesempatan untuk mendapatkan tawaran bagi                                 pengembangan masa depan saya
E. Menjamu dengan ramah sambil menunjukkan kelemahan saya

20. Dalam melaksanakan suatu tugas yang dipercayakan kepada saya, saya …
A. Selalu mencari alternatif lain agar tidak mengambil keputusan
     sendiri
B. Tidak berani mengambil keputusan sendiri
C. Selalu menunggu keputusan pimpinan
D. Berani mengambil keputusan karena tugas tersebut telah dipercayakan
     kepada saya
E. Menyadari bahwa keputusan pimpinan diperlukan jika keputusan
    tersebut diluar wewenang saya

Baca Juga : Contoh Soal TWK CPNS 2020, Contoh Soal TIU CPNS 2020

0

SNMPTN, UTBK & SBMPTN 2020

LATAR BELAKANG

Peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi (PT) telah menjadi kebutuhan dan kebijakan nasional. Upaya peningkatan kualitas penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri telah dilakukan sejak tahun 1976, yaitu ketika lima perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU) melakukan seleksi calon mahasiswa baru secara bersama-sama. Selanjutnya sistem seleksi SKALU dikembangkan menjadi Proyek Perintis, Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dan pada tahun 2008 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pada tahun 2011 SNMPTN dikembangkan menjadi dua pola yaitu pola penerimaan melalui penelusuran kemampuan dan prestasi akademik yang tetap menggunakan nama SNMPTN sebagai sistem seleksi nasional dan pola seleksi melalui ujian tertulis yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada tahun 2013-2018 terdapat 3 (tiga) jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.

Upaya peningkatan kualitas proses seleksi tersebut berdasarkan semangat untuk mendapatkan in take calon mahasiswa mengacu kepada kemampuan potensi calon mahasiswa melalui proses seleksi yang proposional dan berkeadilan. Model dan proses seleksi calon mahasiswa baru masuk Perguruan Tinggi Negeri dikembangkan sesuai perkembangan teknologi informasi, teknologi cyber, dan era digitalisasi serta tuntutan masyarakat terhadap out put pendidikan tinggi yang kompeten. Selain itu masyarakat membutuhkan model tes dan seleksi calon mahasiswa baru yang mengacu pada prinsip-prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas.

Merespon kebutuhan terhadap peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru berupa: a). tes yang mampu memprediksi kemampuan calon mahasiswa untuk bisa menyelesaikan belajar di perguruan tinggi, b). tes kompetensi calon mahasiswa yang akan melanjutkan di program studi tertentu, c). pentingnya lembaga permanen yang melaksanakan tes terstandar secara Nasional, maka diperlukan Lembaga yang dapat memfasilitasi pelaksanaan tes secara berkelanjutan. Pembentukan lembaga tersebut perlu dirancang secara seksama yang meliputi analisis situasi secara global maupun nasional, penyusunan road map lembaga sesuai fungsinya dan perundangan yang berlaku, identifikasi sumberdaya yang diperlukan, penyusunan instrumen tes yang handal dan siap pakai, hingga kelembagaan yang tepat, kredibel, proporsional, efisien dan efektif. Lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (selanjutnya disebut LTMPT).

LTMPT memberikan persepsi positif kepada masyarakat antara lain: a). Indonesia akan mempunyai lembaga permanen yang melayani tes tes masuk Perguruan Tinggi berstandar nasional, b). Pelaksaaan tes dilakukan di beberapa tempat dan berkali-kali dengan metode UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) menggunakan Desktop, c). Peserta mendapatkan hasil tes secara transparan 10 hari setelah pelaksanaan tes.

Dengan demikian, keberadaan LTMPT diharapkan bisa yang benar-benar mempunyai mendapatkan calon mahasiswa baru yang diperkirakan mempunyai keberhasilan studi di Perguruan Tinggi. Selain itu diharapkan masyarakat akan mendapat kenyamanan dan kemanfaatan yang lebih.

LTMPT secara resmi diluncurkan oleh Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia pada tanggal 4 Januari 2019.

DEFINISI DAN ASAS

LTMPT atau Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang menyelenggarakan tes masuk PT bagi calon mahasiswa baru berdasarkan kesetaraan, keadilan, fleksibilitas, efisiensi dan akuntabel. LTMPT merupakan lembaga penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru secara terstruktur dan terukur.

LTMPT berasaskan: adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel

FUNGSI

 Fungsi LTMPT adalah :

  1. Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN oleh rektor PTN.
  2. Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SBMPTN oleh rektor PTN.
  3. Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai salah satu kriteria seleksi calon mahasiswa oleh PTN jalur SBMPTN dan Mandiri.
  4. Memberikan informasi hasil UTBK SBMPTN kepada peserta dan PTN tujuan.

TUJUAN

 Tujuan LTMPT adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan tes masuk PT yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel.
  2. Membantu perguruan tinggi untuk memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan nilai akademik dan/atau prestasi siswa lainnya.
  3. Memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan hasil UTBK SBMPTN dan kriteria lain.

LANDASAN HUKUM

 Landasan hukum LTMPT, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2014 tentang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan/atau Pembelajaran Layanan Khusus pada Pendidikan Tinggi;
  5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  6. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Layanan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;
  7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2018 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

PRINSIP PENERIMAAN MAHASISWA BARU

 Penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN diselenggarakan dengan prinsip :

  1. adil, yaitu tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial, kondisi fisik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa dan kekhususan Program Studi di PTN yang bersangkutan;
  2. akuntabel, yaitu dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas;
  3. fleksibel, yaitu pelaksanaan TPS diselenggarakan beberapa kali dan setiap calon mahasiswa dapat menempuh lebih dari satu kali tes;
  4. efisien, yaitu penyelenggaraan tes masuk PTN menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pelibatan sumber daya manusia, dan fleksibilitas waktu; dan
  5. transparan, yaitu pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru PTN dilakukan secara terbuka dan hasil pelaksanaan dapat diakses secara mudah.

JALUR PENERIMAAN DAN ALOKASI DAYA TAMPUNG MAHASISWA BARU

 Jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN dilakukan melalui: (a) Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) yang dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa; dan (b) Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dilakukan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)  yang terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) serta kriteria lain yang disepakati PTN. Selain penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan SBMPTN, PTN dapat melakukan seleksi mandiri dimana dapat menggunakan nilai hasil UTBK.

Kuota daya tampung setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SNMPTN ditetapkan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan. Adapun kuota setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SBMPTN ditetapkan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan. Sementara, kuota setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi mandiri ditetapkan paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan.

Persyaratan peserta untuk mengikuti SNMPTN adalah: (a) calon peserta berada di kelas terakhir pada pendidikan menengah yang akan lulus pada tahun berjalan; (b) calon peserta memiliki prestasi akademik baik dan konsisten ditunjukkan dengan merupakan kuota terbaik di sekolah dan dilakukan oleh LTMPT; (c)  calon peserta masuk kuota peringkat terbaik di sekolah yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah; dan (d) calon peserta memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN ditetapkan oleh LTMPT.

Persyaratan peserta untuk mengikuti SBMPTN adalah: (a) Peserta memiliki nilai UTBK SBMPTN yang masih berlaku; (b) peserta telah memiliki ijazah atau surat keterangan lulus pendidikan menengah; dan (c) lulusan pendidikan menengah maksimal tiga tahun terakhir. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPTN ditetapkan oleh LTMPT. Adapun ketentuan mengenai persyaratan, metode, tata cara, dan kriteria seleksi mandiri yang dilaksanakan oleh masing- masing PTN diatur dan ditetapkan oleh PTN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seleksi mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN menggunakan nilai hasil UTBK SBMPTN sebagai salah satu kreteria seleksi difasilitasi oleh LTMPT. Penggunaan kriteria lain dalam seleksi mandiri tidak diperkenankan menggunakan hasil ujian tertulis yang dilaksanakan oleh PTN.

PENGEMBANGAN MATERI TES

Pengembangan materi tes dilakukan berdasarkan studi banding di beberapa negara yang telah melaksanakan seleksi calon mahasiswa baru masuk ke PT oleh suatu lembaga pelayanan tes yang independen dan kredibel. Tiap negara tersebut menerapkan metode tes, tata laksana tes dan bentuk lembaga tes sesuai kebutuhan nasional masing-masing.

PELAKSANAAN TES

Tes yang dikembangkan dan dilaksanakan LTMPT dilakukan dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer, oleh karena itu diberi nama UTBK. LTMPT melaksanakan tes secara objektif, adil dan akuntabel. Hasil tes berupa nilai atau skor UTBK SBMPTN bisa diberikan kepada peserta tes.

UTBK dilaksanakan di PTN sebagai pelaksana Pusat UTBK PTN dibawah koordinasi dan tanggung jawab lembaga LTMPT. Periode tes yang ditentukan secara nasional dan rencana dilaksanakan 10 (sepuluh) kali dan setiap hari dilakukan 2 (dua) sesi. Jadwal UTBK dilakukan dengan mempertimbangkan jadwal atau kalender akademik dan kegiatan akademik nasional untuk siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

JADWAL PENTING UTBK

  1. SNMPTN klik disini
  2. UTBK klik disini
  3. SBMPTN klik disini

LEMBAGA TES MASUK PERGURUAN TINGGI (LTMPT)

Gedung BPPT II Lantai 23

Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta 10340

Telepon: (021) 3104041

Faksimili: (021) 3104042

E-mail: sekretariat@ltmpt.ac.id

Call-Center: 0804 1 450 450 (Pukul 08.00 – 20.00 WIB)

Helpdesk: https://halo.ltmpt.ac.id

SUMBER : ltmpt.ac.id