0

SOAL TIU CPNS 2020

Berikut ini kami bagikan contoh soal Tes Inteligensia Umum (TIU) untuk ajang latihan bagi kamu yang mau mengikuti Ujian SKD CPNS/CASN Tahun 2020.

CONTOH TES INTELIGENSIA UMUM (TIU)

  1. TUJUAN : GOAL
    (A) TERTATA : RAPI
    (B) TERLAKSANA : PELAKSANAAN
    (C) ROKOK : ASAP
    (D) BIROKRAT : BIROKRASI
    (E) PELUANG : OPORTUNITI
  2. TEROR : PARIWISATA
    (A) KAMPUS : DOSEN
    (B) KERETA : ANGKUTAN
    (C) PEMBAJAKAN : PRODUKSI
    (D) OTORITAS : KEKUASAAN
    (E) SAWAH : PERTANIAN
  3. SARJANA : PENAMPILAN : KEAHLIAN
    (A) AKUNTANSI : AKUNTAN : UANG
    (B) PEMASARAN : PASAR : LAKU
    (C) PRODUK : KEMASAN : DAYA JUAL
    (D) PIMPINAN : MEMIMPIN : KEPEMIMPINAN
    (E) PEMBINAAN : KUD : TANI
  4. TELUR : ULAT : KEPOMPONG : KUPU-KUPU
    (A) MENGANTUK : TIDUR : MIMPI : BASAH
    (B) LAHIR : SIANG : MALAM : PAGI
    (C) LAHIR : REMAJA : DEWASA : TUA
    (D) ANAK : AYAH : KAKEK : MATI
    (E) KAYU : BALOK : KURSI : EMPUK
  5. 17,5 x 5% = …
    (A) 3,75
    (B) 4,3%
    (C) 4,37
    (D) 37,5
  6. 6,13 x 7,15 = …
    (A) 43,83
    (B) 43,38
    (C) 41,86
    (D) 37,63
  7. 70,6 : 8,7 = …
    (A) 9,6
    (B) 8,1
    (C) 8,3
    (D) 8,01
  8. 347 x (12 + 7) = …
    (A) 703
    (B) 702
    (C) 728
    (D) 72,9
  9. 18, 10, 20, … , … , 16, 32, 24
    (A) 8 dan 16
    (B) 12 dan 24
    (C) 32 dan 24
    (D) 9 dan 3
    (E) 28 dan 24
  10. 0, …. , …. , 1 ½, 9 , 2 ½ , 13 ½ , 3 ½
    (A) 3 ½ dan 12 ½
    (B) 4 ½ dan 4 ½
    (C) ½ dan 4 ½
    (D) 2 dan 2 ½
    (E) 2 ¼ dan 3 ¼
  11. …. , …. , 4, 8, 6, 6, 8, 4
    (A) 2 dan 10
    (B) 8 dan 10
    (C) 8 dan 2
    (D) 4 dan 2
    (E) 10 dan 12
  12. 81, 64, …. , …. , 63, 48, 54, 40, 45, 32, 36
    (A) 71 dan 66
    (B) 72 dan 67
    (C) 73 dan 65
    (D) 72 dan 56
    (E) 66 dan 52
  13. …. , …. , 19, 49, 19, 19, 56, 25, 19, 63, 31
    (A) 18 dan 24
    (B) 62 dan 31
    (C) 42 dan 13
    (D) 66 dan 34
    (E) 30 dan 22
  14. 1, 1, …. , …. , 5, 8, 13, 21
    (A) 2 dan 7
    (B) 1 dan 5
    (C) 5 dan 8
    (D) 7 dan 9
    (E) 2 dan 3
  15. …. , …. , 16, 19, 38, 41, 82, 85
    (A) 4 dan 5
    (B) 5 dan 8
    (C) 4 dan 4
    (D) 8 dan 7
    (E) 4 dan 8
  16. 2, 3, 6, …. , …. , 15, 30, 31
    (A) 4 dan 6
    (B) 8 dan 2
    (C) 9 dan 3
    (D) 7 dan 14
    (E) 16 dan 32
  17. 1, 2, 3, 9, 10, 11, 121, 122, …. , ….
    (A) 112 dan 1313
    (B) 120 dan 17313
    (C) 133 dan 36342
    (D) 123 dan 15129
    (E) 1217 dan 1612
  18. 15, 10, 5, 20, …. , …. , 40, 35
    (A) 5 dan 10
    (B) 5 dan 15
    (C) 15 dan 10
    (D) 0 dan 25
    (E) 10 dan 50
  19. Jika diketahui P = 11 dan Q = 7,237 + 1,729 + 2, maka pernyataan berikut yang benar adalah …
    (A) P > Q
    (B) P < Q
    (C) P = Q
    (D) Q > 2P
    (E) P > 2Q
  20. Jika diketahui P = 9 dan Q = 2 x 5 x 0,9689, maka pernyataan berikut yang benar adalah …
    (A) P > Q
    (B) P < Q
    (C) P = Q
    (D) Q > 2P
    (E) P > 2Q
  21. Jika diketahui P = 2/3 dan Q = 18/27, maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah …
    (A) P > Q
    (B) P < Q
    (C) P = Q
    (D) Q > 2P
    (E) P . 2Q
  22. Berapakah nilai P x Q jika :

3 2 4
7 P 6
1 5 Q

(A) 2
(B) 3
(C) 5
(D) 4
(E) 9

23. Berapakah nilai P/Q jika :

-3 P 4
8 3 5
5 5 Q

(A) 1,5
(B) 2/3
(C) 0,4
(D) 0,5
(E) 1,2

24. Berapakah suku ke-16 dari deret hitung 4, 7, 10, … ?
(A) 46
(B) 47
(C) 49
(D) 53
(E) 57

25. Apabila suatu deret aritmatika suku ke-5 adalah 5 + 3 dan suku ke-11 adalah 11 + 9, maka jumlah 10 suku pertama adalah :
(A) 20 + 42
(B) 20 + 30
(C) 30 + 33
(D) 60 + 23
(E) 50 + 40

26. Semua manusia tidak bertanduk, semua kucing tidak memamah biak.
(A) Manusia tidak memamah biak.
(B) Kucing tidak bertanduk.
(C) Manusia dan kucing tidak memamah biak dan tidak bertanduk.
(D) Manusia tidak sama dengan kucing.
(E) Tidak dapat ditarik kesimpulannya.

27. Semua nelayan adalah perenang sementara nelayan adalah pelaut
(A) Sementara pelaut adalah perenang.
(B) Sementara perenang adalah bukan penyelam.
(C) Semua pelaut adalah perenang.
(D) Sementara penyelam bukan pelaut.
(E) Sementara penyelam bukan perenang.

28. Semua seniman kreatif, sementara ilmuwan tidak kreatif.
(A) Sementara ilmuwan bukan seniman.
(B) Tidak ada seniman yang ilmuwan.
(C) Sementara individu yang kreatif bukan seniman.
(D) Sementara ilmuwan kreatif
(E) Semua ilmuwan kreatif.

29. Tidak semua hipotesis penelitian terbukti benar, sementara penelitian tidak menguji hipotesis.
(A) Sementara dokter tidak menulis disertasi.
(B) Sementara hipotesis disertai terbukti benar.
(C) Semua hipotesis disertasi terbukti benar.
(D) Semua hipotesis penelitian terbukti benar.
(E) Semua dokter hipotesis disertasinya benar.

30. Pengendara sepeda motor yang melewati jalan protokol harus mengenakan helm, sementara murid yang bersepeda motor tidak mempunyai helm.
(A) Semua murid tidak boleh melewati jalan protokol.
(B) Semua murid bersepeda motor boleh melewati jalan protokol
(C) Semua murid bersepeda motor tidak boleh melewati jalan protokol
(D) Semua murid bersepeda motor harus mengenakan helm
(E) Sementara murid bersepeda motor boleh melewati jalan protokol.

Baca Juga : Contoh Soal TKP CPNS 2020 Contoh Soal TWK CPNS 2020

 

Iklan
0

SOAL TWK CPNS 2020

Berikut ini kami bagikan contoh soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk ajang latihan bagi kamu yang mau mengikuti Ujian SKD CPNS/CASN Tahun 2020.

CONTOH TES WAWASAN KEBANGSAAN (TWK)

  1. Syarat-syarat menjadi anggota PBB sebagai berikut, kecuali . . . . .
    A. negara cinta damai
    B. diusulkan oleh Dewan Keamanan dan disahkan oleh Majelis Umum PBB
    C. sanggup mematuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Piagam PBB
    D. negara merdeka
    E. negara individualis
  2. Menurut pernyataan dalam pembukaan UUD 1945 perjuangan kemerdekaan merupakan tindakan yang diberkati oleh Allah karena . . . . .
    A. bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius
    B. banyak pengorbanan yang harus diberikan untuk mendapatkan kemerdekaan
    C. kemerdekaan itu sudah lama diperjuangkan
    D. kemerdekaan karunia Allah yang tidak perlu diperjuangkan
    E. kehidupan kebangsaan yang bebas merupakan keinginan luhur
  3. Negara Indonesia sebagai negara yang warga negaranya bersatu erat serta kepentingan individu diakui secara seimbang. Hal ini karena Indonesia merupakan negara . . . . .
    A. Persamaan
    B. Persatuan
    C. Kesukuan
    D. Kemakmuran
    E. Otonomi
  4. Ekspedisi Pamalayu dikenal pada saat Kerajaan Singasari. Yang dimaksud dengan ekspedisi Pamalayu adalah . . . . .
    A. Penyerangan ke Melayu untuk membebaskan tawanan.
    B. Ekspedisi yang dilakukan oleh Portugis ke seluruh bagian Indonesia.
    C. Pengiriman tentara ke Melayu untuk usaha memperluas wilayah.
    D. Ekspedisi yang dilakukan oleh prajurit Singasari untuk menghancurkan Kerajaan Kediri.
    E. Penundukan Sriwijaya
  5. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hal ini tercantum dalam UUD 1945 pasal . . . . .
    A. 31 ayat 3
    B. 31 ayat 4
    C. 31 ayat 1
    D. 31 ayat 2
    E. 31 ayat 5
  6. Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan yang menonjol antara Indonesia dan Colombo Plan adalah program pelatihan penanganan …..
    A. banjir
    B. kemiskinan
    C. tsunami
    D. drug abuse
    E. baby boom
  7. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah . . . . .
    A. perencanaan terpadu pembangunan di daerah
    B. pelestarian nilai-nilai tradisional di daerah
    C. optimalisasi pemanfaatan kekayaan daerah
    D. kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa
    E. kebebasan dalam memerintah
  8. Kalimat efektif terdapat pada pernyataan . . . . .
    A. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak baik dan pengawasan yang kurang cermat.
    B. Meskipun negara Brasil merupakan penghasil kapas nomor satu dunia, tetapi harga tekstilnya sangat tinggi.
    C. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan yang harus dilaksanakan bersama.
    D. Budiman ingin menjadi juara umum di sekolahnya, tetapi ia hanya berhasil menjadi juara ketiga.
    E. Dalam pertemuan itu memutuskan bahwa Andi yang ditunjuk menjadi ketua koperasi.
  9. Terdapat beberapa perubahan UUD 1945 yang memengaruhi sistem politik Negara republik Indonesia, salah satunya adalah adanya pembatasan masa jabatan Presiden. Hal tersebut diatur dalam UUD 1945 pasal . . . . .
    A. 7B
    B. 6A
    C. 7C
    D. 7
    E. 7A
  10. Indonesia mendukung Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) karena APEC . . . . .
    A. mendukung peningkatan ekonomi negara-negara ASEAN
    B. melibatkan seluruh Negara ASEAN
    C. mengembangkan kerja sama ekonomi antarnegara Asia Pasifik
    D. mengembangkan sistem ekonomi berbasis kerakyatan
    E. mendukung proteksi hasil pertanian negara-negara Asia Pasifik
  11. Masalah-masalah yang menjadi jangkauan pengadilan tata usaha negara adalah sebagai berikut, kecuali …..
    A. bidang umum
    B. bidang sosial
    C. bidang hak asasi manusia
    D. bidang ekonomi
    E. bidang politik
  12. Apabila terjadi kekosongan wakil presiden, yang memilih wakil presiden selanjutnya adalah . . . . .
    A. Presiden
    B. Mahkamah Konstitusi
    C. Komisi Yudisial
    D. MPR
    E. DPR
  13. Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali jabatan. Pasal yang mengatur hal ini telah mengalami amandemen sebanyak . . . . .
    A. Empat kali.
    B. Satu kali.
    C. Tiga kali.
    D. Lima kali.
    E. Dua kali.
  14. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Bunyi pasal tersebut hasil amandemen . . . . .
    A. Kelima
    B. Ketiga
    C. Keempat
    D. Kesatu
    E. Kedua
  15. Sikap menjunjung tinggi keadilan, menjaga kelestarian lingkungan sekitar, serta menghormati pemeluk agama lain merupakan salah satu contoh pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Pancasila yang dimaksud adalah . . . . .
    A. Nilai filosofis.
    B. Nilai kerohanian.
    C. Nilai umum.
    D. Nilai abstrak.
    E. Nilai filsafat.
  16. UUD 1945 sebelum diamandemen menegaskan bahwa kedaulatan diatur di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh . . . . .
    A. Majelis Permusyawaratan Rakyat
    B. Mahkamah Agung
    C. Presiden
    D. Dewan Perwakilan Rakyat
    E. Perdana Menteri
  17. Terbentuknya suatu negara harus memenuhi beberapa unsur yang terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu deklaratif dan konstitutif. Yang menjadi unsur deklaratif berdirinya suatu negara adalah . . . . .
    A. Ada kedaulatan.
    B. Pengakuan dari negara lain.
    C. Pemerintah yang berdaulat.
    D. Adanya wilayah tertentu.
    E. Adanya rakyat yang akan dipimpin.
  18. Pancasila termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea . . . . .
    A. keempat
    B. ketiga dan keempat
    C. kedua
    D. pertama
    E. ketiga
  19. Dalam kitab Sutasoma istilah Pancasila diartikan sebagai “pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila Krama)” yang isinya sebagai berikut, kecuali . . . . .
    A. tidak boleh marah
    B. tidak boleh melakukan kekerasan
    C. tidak boleh berbohong
    D. tidak boleh mencuri
    E. tidak boleh mabuk minuman keras
  20. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Belanda untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan melakukan pelayaran Hongi. Yang dimaksud dengan pelayaran Hongi adalah . . . . .
    A. Mendatangkan pedagang Belanda yang lebih banyak ke Indonesia.
    B. Melakukan perdagangan keluar wilayah nusantara kemudian kembali lagi ke Indonesia.
    C. Pelayaran untuk mencegah pelanggaran monopoli rempah-rempah di Maluku.
    D. Sistem yang digunakan untuk mengusir Portugis dan Spanyol dari Indonesia.
    E. Melakukan pelayaran keliling seluruh wilayah nusantara.
  21. Berikut merupakan isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959, kecuali . . . . .
    A. berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950
    B. akan dibentuk MPRS dalam waktu singkat
    C. pemilihan Presiden dan wakil Presiden
    D. akan dibentuk DPAS dalam waktu singkat
    E. pembubaran Konstituante
  22. Keputusan MPR mengenai pemberhentian presiden atau wakil presiden harus disetujui sekurang-kurangnya . . . . .
    A. 50% + 1 dari jumlah anggota yang hadir.
    B. 3/4 dari jumlah anggota yang hadir.
    C. 2/3 dari jumlah anggota yang hadir.
    D. 25% dari jumlah kehadiran.
    E. 50% dari jumlah anggota yang hadir.
  23. Di Indonesia dikenal adanya sistem kekerabatan patrilineal dan matrilineal. Suku yang menganut sistem kekerabatan matrilineal adalah . . . . .
    A. Gayo
    B. Rejang
    C. Minangkabau
    D. Batak
    E. Bali
  24. Budi Utomo yang berdiri pada 20 Mei 1908 dipelopori oleh . . . . .
    A. Wahidin Sudirohusodo
    B. H. Samanhudi
    C. Dr. Douwes Dekker
    D. R.P. Sosrokartono
    E. Moh. Yamin
  25. Pasal di bawah ini yang merupakan hasil amandemen tanggal 9 November 2001 adalah . . . . .
    A. Lagu kebangsaan ialah Indonesia Raya.
    B. Negara kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan undang-undang.
    C. Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR.
    D. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
    E. Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu kota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi.
  26. Suatu negara pasti memiliki ideologinya masing-masing. Ideologi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam menjalankan roda kehidupan suatu negara. Berikut yang termasuk salah satu fungsi ideologi adalah . . . . .
    A. Menjadi alat untuk menjalankan pemerintahan.
    B. Mengesampingkan ideologi lainnya.
    C. Menyatukan perbedaan yang ada di dalamnya.
    D. Mengedepankan pendapat golongannya.
    E. Menghargai sejarah yang telah terlewati.
  27. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi. Hal tersebut merupakan penjabaran sila . . . . .
    A. Ketuhanan Yang Maha Esa.
    B. Persatuan Indonesia.
    C. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
    E. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  28. Republik Demokrasi Timor Leste (RDTL), saat ini belum dikategorikan sebagai anggota ASEAN sepenuhnya. RDTL masih diberikan status …..
    A. watcher
    B. spectator
    C. witness
    D. bystander
    E. observer
  29. Tokoh-tokoh yang memegang peran kunci proses pendirian Gerakan Non Blok sejak awal adalah sebagai berikut, kecuali …..
    A. Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic
    B. Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru
    C. Presiden Indonesia, Sukarno
    D. Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser
    E. Presiden Ghana, Kwame Nkrumah
  30. Pada masa awal kemerdekaan, negara Indonesia belum mempunyai infrapolitik lengkap, yaitu lembaga-lembaga negara yang mestinya ada sesuai ketentuan UUD 1945. Berdasarkan aturan peralihan pasal IV kekuasaan lembaga negara dijalankan oleh …..
    A. Wakil Presiden
    B. Perdana Menteri
    C. PPKI
    D. BPUPKI
    E. Presiden

Baca Juga : Contoh Soal TKP CPNS 2020 , Contoh Soal TIU CPNS 2020

0

SOAL TKP CPNS 2020

Berikut ini kami bagikan contoh soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk ajang latihan bagi kamu yang mau mengikuti Ujian SKD CPNS/CASN Tahun 2020.

                 CONTOH TES KARAKTERISTIK PRIBADI (TKP)

1. Saya telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan                    presentasi di kantor besok pagi.
A. Saya yakin besok presentasi saya berjalan dengan baik, namun
     saya tetap mempersiapkan dengan maksimal.
B. Meski begitu saya cemas kalau-kalau ternyata besok presentasi saya
    kurang lancar
C. Saya pasrah jika ada kendala
D. Tak mungkin presentasi saya tidak lancar
E. Tapi Mungkin saja presentasi saya terganggu hal lain

2. Dalam setiap pekerjaan pasti memiliki job description masing-masing,          dan saya telah melakukan sesuai dengan job description tersebut.
A. Ditengah-tengah kesibukan pekerjaan, saya tetap mau membantu teman
     menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda
B. Saya akan membantu kawan saya yang lain jika diminta.
C. Saya mau mempelajari hal lain diluar deskripsi jabatan saya.
D. Saya hanya akan melakukan pekerjaan diluar deskripsi jabatan jika
    diminta oleh atasan.
E. Enggan berkontribusi lebih dari apa yang telah dikerjakan saat ini.

3. Saya diutus untuk menghadiri seminar menggantikan atasan saya. Pada         saat yang bersamaan saya sedang mengerjakan laporan yang tidak                 terlalu mendesak.
A. Saya akan selesaikan terlebih dahulu laporan tersebut, sebab bisa
    saja diminta oleh atasan sewaktu-waktu.
B. Laporan tersebut akan menjadi merepotkan kalau tertunda.
C. Saya akan menghadiri seminar tersebut agar dapat menghindar dari
    tugaslaporan.
D. Saya akan menghadiri seminar tersebut karena laporan belum harus
     segera diserahkan kepada atasan.
E. Saya bisa menghadiri seminar dan mengerjakan laporannya nanti saja.

4. Andi adalah seorang karyawan yang rajin. Namun apa yang akan terjadi
    pada masa mendatang tak ada yang tahu
A. Andi tetap saja akan terkena PHK jika ekonomi nasional lesu
B. Mustahil karyawan serajin Andi kena PHK
C. Karakter Andi sebagai karyawan rajin dapat membantu kenaikan                  karirnyakelak
D. Pemecatan banyak karyawan tidaklah terlalu berpengaruh terhadap             citraperusahaan
E. Harusnya karyawan rajin tak boleh kena PHK

5. Setelah mematangkan rencana,
A. Saya masih khawatir apakah rencana tersebut bisa berhasil
B. Berhasil tidaknya tak lepas dari pihak lain juga
C. Manusia berusaha sebaik-baiknya dan Tuhan yang menentukan
D. Bagaimanapun caranya rencana harus berhasil
E. Saya minta pendapat orang lain terlebih dulu, sebab pendapat banyak
    orang lebih baik daripada pendapat satu orang

6. Jika suatu rencana kerja terlihat rumit, maka
A. Saya tak mau repot-repot mencobanya
B. Saya khawatir jika mencobanya dan gagal
C. Saya berani mencoba setelah mempertimbangkan risikonya
D. Saya minta pendapat isteri Yang penting saya coba dulu
E. Yang penting saya coba dulu

7. Sikap saya terhadap perubahan, ide-ide dan cara-cara baru dalam b              bekerja
A. Perubahan bukan jaminan keberhasilan pekerjaan.
B. Perubahan adalah suatu yang pasti.
C. Keberhasilan pekerjaan bergantung pada jenis perubahan, ide dan cara-
     cara baru tersebut
D. Stabilitas dalam bekerja lebih penting.
E. Dengan adanya perubahan, kondisi kerja pasti lebih baik.

8. Berpindah-pindah pekerjaan adalah hal yang wajar
A. Saya tidak berpendapat bahwa karyawan harus setia terhadap
     perusahaannya
B. Saya meyakini nilai-nilai yang mengatakan bahwa loyalitas terhadap
     pekerjaan adalah sikap yang terpuji.
C. Pekerjaan saya saat ini tidak dapat menjamin masa depan saya.
D. Saya meyakini bahwa loyalitas itu penting, sehingga saya merasakan
     pentingnya tanggung jawab moral karyawan.
E. Saya menyukai pekerjaan saya, tetapi jika ada pekerjaan yang lebih
    baik saya tidak ragu untuk pindah

9. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi pribadi      yang bermanfaat. Berkaitan dengan hal itu saya senang..
A. Pekerjaan yang menantang.
B. Pekerjaan yang rutin.
C. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru.
D. Bekerja dengan standar yang tinggi.
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih.

10. Saya memiliki buku favorit dan buku tersebut dihilangkan oleh teman
      dekat saya.
A. Saya marah pada teman saya
B. Saya memintanya untuk mengganti buku tersebut karena buku itu
     favorit saya.
C. Saya sangat menyukai buku tersebut, namun buku itu sudah hilang.
D. Saya memusuhinya dan melarangnya meminjam buku saya lagi.
E. Saya memintanya untuk mengganti dan mengatakan padanya untuk               lebih berhati-hati jika dia meminjam buku saya lagi.

11. Sudah sejak lama saya berusaha untuk memperbaiki kelemahan diri,            tetapi belum juga tampak hasilnya. Pada akhirnya saya :
A. Dengan terpaksa menerimanya
B. Menerimanya dengan sedikit kekecewaan
C. Menerimanya dengan lapang dada
D. Membenci diri sendiri
E. Meratapi diri sendiri

12. Untuk mencapai tujuan kelompok yang telah ditetapkan saya :
A. Tidak mempermasalahkan apakah orang lain mau bekerja dengan baik
     atau tidak
B. Mendorong orang lain untuk bekerja dengan baik jika situasi
     memungkinkan
C. Mendorong orang lain bekerja dengan baik jika diperlukan
D. Menstimulasi orang lain untuk mau bekerja dengan baik
E. Mengajak orang lain bersama-sama untuk bekerja dengan baik

13. Ketika teman kantor sedang membicarakan satu teman yang                            bermasalah, saya akan ;
A. Membicarakan dengan teman dekat kemungkinan terbaik
B. Mengajak teman-teman mempertimbangkan suatu tindakan tertentu
C. Meyakinkan teman-teman akan keperluannya dilakukan suatu tindakan
D. Mengajukan usulan alternatif tindakan yang tepat
E. Menyetujui saja apa yang menjadi keputusan

14. Ketika sedang mengerjakan tugas bersama yang harus selesai pada hari
      itu, seorang teman akan meninggalkan terlebih dahulu, maka saya:
A. Memaksa untuk tetap tinggal
B. Membujuknya untuk menyelesaikan tugas
C. Mempersilakan pergi
D. Meminta pertimbangan teman yang lain
E. Memintanya untuk mempertimbangkan

15. Saya mengerjakan tugas koreksi laporan kantor yang harus selesai                 besok pagi. Tiba-tiba sahabat datang dengan muka cemberut dan                   tampaknya ingin curhat (mencurahkan isi hati) kepada saya. Atas                   kejadian itu saya :
A. Menanggapi dan memberi berbagai alternatif penyelesaiannya
B. Meneruskan koreksi laporan dan tidak memerdulikan keinginan teman
     saya
C. Mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
D. Dengan menyesal tidak dapat mendengarkan keluhannya
E. Terus mengoreksi laporan sambil sesekali mendengarkan ceritanya

16. Ketika muncul suatu masalah dan terkait dengan hal-hal yang menjadi
      kewajiban saya, maka saya :
A. Akan bertanggung jawab
B. Menunjuk orang lain sebagai penyebab
C. Mencermati dulu apakah saya terlibat di dalamnya
D. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber masalah
E. Membiarkan masalah tetap berlangsung

17. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi                       pribadi yang bermanfaat bagi organisasi. Berkaitan dengan hal                       tersebut, saya senang …
A. Bekerja dengan standar hasil yang tinggi
B. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru
C. Pekerjaan yang rutin
D. Pekerjaan yang menantang
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih

18. Ketika saya harus menjelaskan sesuatu kepada orang lain hal yang
      terjadi adalah:
A. Kebanyakan orang ingin agar penjelasan tersebut diulang
B. Sebagian orang masih meminta penjelasan
C. Orang memahami penjelasan saya
D. Orang menjadi antusias atas penjelasan saya
E. Tidak ada seorang pun yang memberikan tanggapan

19. Pada pertemuan keluarga dalam rangka merayakan hari raya, saya :
A. Berusaha menjajagi peluang untuk mendapatkan kesempatan                         pengembangan masa depan saya
B. Mengarahkan pembicaraan pada halhal yang memungkinkan orang lain
     mengetahui kelebihan saya
C. Berusaha memuaskan tamu dengan menjamu tamu sebaik-baiknya
D. Menunggu kesempatan untuk mendapatkan tawaran bagi                                 pengembangan masa depan saya
E. Menjamu dengan ramah sambil menunjukkan kelemahan saya

20. Dalam melaksanakan suatu tugas yang dipercayakan kepada saya, saya …
A. Selalu mencari alternatif lain agar tidak mengambil keputusan
     sendiri
B. Tidak berani mengambil keputusan sendiri
C. Selalu menunggu keputusan pimpinan
D. Berani mengambil keputusan karena tugas tersebut telah dipercayakan
     kepada saya
E. Menyadari bahwa keputusan pimpinan diperlukan jika keputusan
    tersebut diluar wewenang saya

Baca Juga : Contoh Soal TWK CPNS 2020, Contoh Soal TIU CPNS 2020

0

SNMPTN, UTBK & SBMPTN 2020

LATAR BELAKANG

Peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi (PT) telah menjadi kebutuhan dan kebijakan nasional. Upaya peningkatan kualitas penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri telah dilakukan sejak tahun 1976, yaitu ketika lima perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU) melakukan seleksi calon mahasiswa baru secara bersama-sama. Selanjutnya sistem seleksi SKALU dikembangkan menjadi Proyek Perintis, Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dan pada tahun 2008 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pada tahun 2011 SNMPTN dikembangkan menjadi dua pola yaitu pola penerimaan melalui penelusuran kemampuan dan prestasi akademik yang tetap menggunakan nama SNMPTN sebagai sistem seleksi nasional dan pola seleksi melalui ujian tertulis yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada tahun 2013-2018 terdapat 3 (tiga) jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.

Upaya peningkatan kualitas proses seleksi tersebut berdasarkan semangat untuk mendapatkan in take calon mahasiswa mengacu kepada kemampuan potensi calon mahasiswa melalui proses seleksi yang proposional dan berkeadilan. Model dan proses seleksi calon mahasiswa baru masuk Perguruan Tinggi Negeri dikembangkan sesuai perkembangan teknologi informasi, teknologi cyber, dan era digitalisasi serta tuntutan masyarakat terhadap out put pendidikan tinggi yang kompeten. Selain itu masyarakat membutuhkan model tes dan seleksi calon mahasiswa baru yang mengacu pada prinsip-prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas.

Merespon kebutuhan terhadap peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru berupa: a). tes yang mampu memprediksi kemampuan calon mahasiswa untuk bisa menyelesaikan belajar di perguruan tinggi, b). tes kompetensi calon mahasiswa yang akan melanjutkan di program studi tertentu, c). pentingnya lembaga permanen yang melaksanakan tes terstandar secara Nasional, maka diperlukan Lembaga yang dapat memfasilitasi pelaksanaan tes secara berkelanjutan. Pembentukan lembaga tersebut perlu dirancang secara seksama yang meliputi analisis situasi secara global maupun nasional, penyusunan road map lembaga sesuai fungsinya dan perundangan yang berlaku, identifikasi sumberdaya yang diperlukan, penyusunan instrumen tes yang handal dan siap pakai, hingga kelembagaan yang tepat, kredibel, proporsional, efisien dan efektif. Lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (selanjutnya disebut LTMPT).

LTMPT memberikan persepsi positif kepada masyarakat antara lain: a). Indonesia akan mempunyai lembaga permanen yang melayani tes tes masuk Perguruan Tinggi berstandar nasional, b). Pelaksaaan tes dilakukan di beberapa tempat dan berkali-kali dengan metode UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) menggunakan Desktop, c). Peserta mendapatkan hasil tes secara transparan 10 hari setelah pelaksanaan tes.

Dengan demikian, keberadaan LTMPT diharapkan bisa yang benar-benar mempunyai mendapatkan calon mahasiswa baru yang diperkirakan mempunyai keberhasilan studi di Perguruan Tinggi. Selain itu diharapkan masyarakat akan mendapat kenyamanan dan kemanfaatan yang lebih.

LTMPT secara resmi diluncurkan oleh Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia pada tanggal 4 Januari 2019.

DEFINISI DAN ASAS

LTMPT atau Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang menyelenggarakan tes masuk PT bagi calon mahasiswa baru berdasarkan kesetaraan, keadilan, fleksibilitas, efisiensi dan akuntabel. LTMPT merupakan lembaga penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru secara terstruktur dan terukur.

LTMPT berasaskan: adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel

FUNGSI

 Fungsi LTMPT adalah :

  1. Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN oleh rektor PTN.
  2. Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SBMPTN oleh rektor PTN.
  3. Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai salah satu kriteria seleksi calon mahasiswa oleh PTN jalur SBMPTN dan Mandiri.
  4. Memberikan informasi hasil UTBK SBMPTN kepada peserta dan PTN tujuan.

TUJUAN

 Tujuan LTMPT adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan tes masuk PT yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel.
  2. Membantu perguruan tinggi untuk memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan nilai akademik dan/atau prestasi siswa lainnya.
  3. Memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan hasil UTBK SBMPTN dan kriteria lain.

LANDASAN HUKUM

 Landasan hukum LTMPT, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2014 tentang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan/atau Pembelajaran Layanan Khusus pada Pendidikan Tinggi;
  5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  6. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Layanan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;
  7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2018 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

PRINSIP PENERIMAAN MAHASISWA BARU

 Penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN diselenggarakan dengan prinsip :

  1. adil, yaitu tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial, kondisi fisik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa dan kekhususan Program Studi di PTN yang bersangkutan;
  2. akuntabel, yaitu dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas;
  3. fleksibel, yaitu pelaksanaan TPS diselenggarakan beberapa kali dan setiap calon mahasiswa dapat menempuh lebih dari satu kali tes;
  4. efisien, yaitu penyelenggaraan tes masuk PTN menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pelibatan sumber daya manusia, dan fleksibilitas waktu; dan
  5. transparan, yaitu pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru PTN dilakukan secara terbuka dan hasil pelaksanaan dapat diakses secara mudah.

JALUR PENERIMAAN DAN ALOKASI DAYA TAMPUNG MAHASISWA BARU

 Jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN dilakukan melalui: (a) Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) yang dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa; dan (b) Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dilakukan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)  yang terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) serta kriteria lain yang disepakati PTN. Selain penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan SBMPTN, PTN dapat melakukan seleksi mandiri dimana dapat menggunakan nilai hasil UTBK.

Kuota daya tampung setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SNMPTN ditetapkan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan. Adapun kuota setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SBMPTN ditetapkan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan. Sementara, kuota setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi mandiri ditetapkan paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan.

Persyaratan peserta untuk mengikuti SNMPTN adalah: (a) calon peserta berada di kelas terakhir pada pendidikan menengah yang akan lulus pada tahun berjalan; (b) calon peserta memiliki prestasi akademik baik dan konsisten ditunjukkan dengan merupakan kuota terbaik di sekolah dan dilakukan oleh LTMPT; (c)  calon peserta masuk kuota peringkat terbaik di sekolah yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah; dan (d) calon peserta memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN ditetapkan oleh LTMPT.

Persyaratan peserta untuk mengikuti SBMPTN adalah: (a) Peserta memiliki nilai UTBK SBMPTN yang masih berlaku; (b) peserta telah memiliki ijazah atau surat keterangan lulus pendidikan menengah; dan (c) lulusan pendidikan menengah maksimal tiga tahun terakhir. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPTN ditetapkan oleh LTMPT. Adapun ketentuan mengenai persyaratan, metode, tata cara, dan kriteria seleksi mandiri yang dilaksanakan oleh masing- masing PTN diatur dan ditetapkan oleh PTN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seleksi mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN menggunakan nilai hasil UTBK SBMPTN sebagai salah satu kreteria seleksi difasilitasi oleh LTMPT. Penggunaan kriteria lain dalam seleksi mandiri tidak diperkenankan menggunakan hasil ujian tertulis yang dilaksanakan oleh PTN.

PENGEMBANGAN MATERI TES

Pengembangan materi tes dilakukan berdasarkan studi banding di beberapa negara yang telah melaksanakan seleksi calon mahasiswa baru masuk ke PT oleh suatu lembaga pelayanan tes yang independen dan kredibel. Tiap negara tersebut menerapkan metode tes, tata laksana tes dan bentuk lembaga tes sesuai kebutuhan nasional masing-masing.

PELAKSANAAN TES

Tes yang dikembangkan dan dilaksanakan LTMPT dilakukan dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer, oleh karena itu diberi nama UTBK. LTMPT melaksanakan tes secara objektif, adil dan akuntabel. Hasil tes berupa nilai atau skor UTBK SBMPTN bisa diberikan kepada peserta tes.

UTBK dilaksanakan di PTN sebagai pelaksana Pusat UTBK PTN dibawah koordinasi dan tanggung jawab lembaga LTMPT. Periode tes yang ditentukan secara nasional dan rencana dilaksanakan 10 (sepuluh) kali dan setiap hari dilakukan 2 (dua) sesi. Jadwal UTBK dilakukan dengan mempertimbangkan jadwal atau kalender akademik dan kegiatan akademik nasional untuk siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

JADWAL PENTING UTBK

  1. SNMPTN klik disini
  2. UTBK klik disini
  3. SBMPTN klik disini

LEMBAGA TES MASUK PERGURUAN TINGGI (LTMPT)

Gedung BPPT II Lantai 23

Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta 10340

Telepon: (021) 3104041

Faksimili: (021) 3104042

E-mail: sekretariat@ltmpt.ac.id

Call-Center: 0804 1 450 450 (Pukul 08.00 – 20.00 WIB)

Helpdesk: https://halo.ltmpt.ac.id

SUMBER : ltmpt.ac.id

0

NILAI AMBANG BATAS SKD CPNS TAHUN 2019 SESUAI PERMENPAN RB NOMOR 24 TAHUN 2019

Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Permenneg PAN RB Nomor 24 Tahun 2019 sudah ditetapkan dengan pertimbangan sbb:

  1. Bahwa untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil yang bersih, kompeten, dan melayani, setiap Pegawai Negeri Sipil wajib memiliki kompetensi dasar dan kompetensi bidang sesuai dengan tuntutan jabatan dan peranannya sebagai penyelenggara pemerintahan dan pelayan masyarakat;
  2. Bahwa untuk menjamin terpenuhinya kompetensi dasar setiap Calon Pegawai Negeri Sipil ditetapkan standar penilaian dalam bentuk nilai ambang batas seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Menpan atau Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019 Tentang Nilai Ambang Batas Kelulusan SKD CPNS Tahun 2019 disampaikan bahwa Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 2 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019 mengaskan bahwa Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 meliputi:

  1. Tes Karakteristik Pribadi (TKP);
  2. Tes Intelegensia Umum (TIU); dan
  3. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Nilai Ambang Batas Kelulusan SKD CPNS Tahun 2019 ditegakan dalam Pasal 3 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, bahwa Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yaitu:

  1. 126 (seratus dua puluh enam) untuk TKP;
  2. 80 (delapan puluh) untuk TIU; dan
  3. 65 (enam puluh lima) untuk TWK.

Dalam Pasal 4 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, dinyatakan bahwa Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dikecualikan bagi peserta yang mendaftar pada jenis penetapan kebutuhan Formasi Khusus:

  1. Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat “Dengan Pujian” /Cum Laude;
  2. Penyandang Disabilitas;
  3. Putra/Putri Papua dan Papua Barat; dan
  4. Diaspora

Selanjutnya Pasal 5 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, menyatakan bahwa Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019 pada jenis penetapan kebutuhan Formasi Khusus Tenaga Pengamanan Siber (Cyber Security) berlaku ketentuan Pasal 3.

Pasal 6 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, menegaskan bahwa Penetapan nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar bagi peserta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 berlaku ketentuan sebagai berikut:

  1. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat “Dengan Pujian”/Cum Laude dan Diaspora paling rendah 271 (dua ratus tujuh puluh satu), dengan nilai TIU paling rendah 85 (delapan puluh lima);
  2. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi Penyandang Disabilitas paling rendah 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU paling rendah 70 (tujuh puluh); dan
  3. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi Putra/Putri Papua dan Papua Barat paling rendah 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU paling rendah 60 (enam puluh).

Pasal 7 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, menyatakan bahwa Untuk jabatan Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, Instruktur Penerbang, Rescuer, Bosun, Jenang Kapal, Juru Mesin Kapal, Juru Minyak Kapal, Juru Mudi Kapal, Kelasi, Kerani, Oiler, Nakhoda, Mualim Kapal, Kepala Kamar Mesin Kapal, Masinis Kapal, Mandor Mesin Kapal, Juru Masak Kapal dan Pengamat Gunung Api pada penetapan kebutuhan Formasi Umum, nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar diberikan pengecualian.

Pasal 8 Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, menyatakan bahwa Pengecualian nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar bagi jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 berlaku ketentuan sebagai berikut:

  1. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi formasi jabatan Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, Instruktur Penerbang paling rendah 271 (dua ratus tujuh puluh satu), dengan nilai TIU 80 (delapan puluh); dan
  2. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi formasi jabatan Rescuer, Bosun, Jenang Kapal, Juru Mesin Kapal, Juru Minyak Kapal, Juru Mudi Kapal, Kelasi, Kerani, Oiler, Nakhoda, Mualim Kapal, Kepala Kamar Mesin Kapal, Masinis Kapal, Mandor Mesin Kapal, Juru Masak Kapal dan Pengamat Gunung Api paling rendah 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU paling rendah 70 (tujuh puluh).

Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019 Tentang Nilai Ambang Batas Kelulusan SKD CPNS Tahun 2019 (pdf) dapat di download melalui link download di bawah ini

Link download Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019

Demikianlah informasi tentang Peraturan Menpan atau Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019 Tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019.

Untuk latihan menghadapi tes SKD CPNS 2019 silahkan klik link www.tryoutcpns.online

Semoga ini bermanfaat dan bisa berbagi dengan yang lain, terima kasih.

0

MATERI PENGUATAN KEPALA SEKOLAH 2019-2020

Gelombang peradaban keempat yang saat ini dikenal dengan era pendidik 4.0 memaksa kita menyesuaikan seluruh kerangka sendi dan perangkat kerja pada setiap segmen kehidupan, termasuk pengelolaan sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat menuntut kepala sekolah untuk mengembangkan kompetensinya secara berkelanjutan. 

Inovasi menjadi kunci paling utama di era industri 4.0 yang menuntut kepala sekolah membentuk peserta didik memiliki kompetensi abad 21 yang mampu berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Peserta didik yang berkualitas merupakan keluaran (output) dari sistem persekolahan yang baik. Kepala sekolah menjadi aktor utama yang mengelola masukan (input), proses, dan keluaran (output) dengan berpedoman pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). 

Salah satu kebijakan prioritas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah peningkatan kompetensi kepala sekolah yang mampu berpikir visioner dalam memimpin dan mengelola sekolahnya. Target utamanya adalah membangun tata kelola dan budaya mutu di sekolah yang berdaya saing tinggi.

Penguatan Kepala Sekolah dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah. Untuk dapat menjadi manajer sekaligus pemimpin yang baik, seorang kepala sekolah harus benar-benar memahami tugas dan fungsinya sebagai pemimpin perubahan dan pemimpin pembelajaran di sekolah,memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu mengajak seluruh warga sekolah berpartisipasi aktif untuk mewujudkan visi -misi sekolah.

Berikut ini kami bagikan bahan bacaan yang bisa Bapak/Ibu pelajari isinya, dengan harapan bisa diterapkan di unit kerja masing-masing sebagai berikut:

01.   Teknik Analisis Manajemen

02.   Pengembangan Rencana Kerja Sekolah

03.   Pengelolaan Keuangan

04.   Pengelolaan Kurikulum

05.   Pengelolaan Sarana Prasarana

06.   Pengelolaan Peserta Didik

07.   Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

08.   Supervisi dan PK Guru

09.   Supervisi dan PK Tendik

10.   Rencana PKB

11.   Kepemimpinan Perubahan

12.   Pengembangan Kewirausahaan

13.   Pengembangan Sekolah Berdasarkan 8 SNP 

Demikian dulu yang bisa kami bagikan, selamat membaca ! semoga bermanfaat

sumber : LPPKS Solo

 

0

MATEMATIKA PEMINATAN SMA KELAS 10  KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami sediakan  materi untuk pelajaran Matematika Peminatan SMA kelas X  kurikulum 2013 Revisi 2018. Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur  di mulai dari materi Sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat), Sistem pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat), grafik, persamaan, dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma, pertidaksamaan mutlak, pecahan, dan irasional, persamaan dan fungsi Kuadrat, fungsi rasional, sampai dengan skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor, yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat)
  2. Sistem pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat)
  3. Grafik, Persamaan, dan Pertidaksamaan Eksponen dan Logaritma
  4. Pertidaksamaan mutlak, pecahan, dan irasional
  5. Skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor
  6. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  7. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  8. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Wajib SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Demikian dulu materi Matematika Peminatan Kelas 10 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

MATEMATIKA PEMINATAN SMA KELAS 10  KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami sediakan  materi untuk pelajaran Matematika Peminatan SMA kelas X  kurikulum 2013 Revisi 2018. Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur  di mulai dari materi Sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat), Sistem pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat), grafik, persamaan, dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma, pertidaksamaan mutlak, pecahan, dan irasional, persamaan dan fungsi Kuadrat, fungsi rasional, sampai dengan skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor, yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Sistem persamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat)
  2. Sistem pertidaksamaan dua variabel (linear-kuadrat dan kuadrat-kuadrat)
  3. Grafik, Persamaan, dan Pertidaksamaan Eksponen dan Logaritma
  4. Pertidaksamaan mutlak, pecahan, dan irasional
  5. Skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor
  6. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  7. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  8. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Wajib SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Demikian dulu materi Matematika Peminatan Kelas 10 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

MATEMATIKA PEMINATAN SMA KELAS 11 KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami sediakan  materi untuk pelajaran Matematika Peminatan SMA kelas XI  kurikulum 2013 Revisi 2018. Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur  di mulai dari materi fungsi trigonometri, persamaan trigonometri, rumus jumlah dan selisih sinus dan cosinus, irisan kerucut, polinomial, irisan dua lingkaran, sampai dengan integral tentu, yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Fungsi Trigonometri
  2. Persamaan Trigonometri
  3. Rumus Jumlah dan Selisih Sinus dan Cosinus
  4. Irisan Kerucut
  5. Polinomial
  6. Persamaan Lingkaran dan Irisan Dua Lingkaran
  7. Integral Tentu
  8. Integral Parsial
  9. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  10. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  11. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Wajib SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

 

Demikian dulu materi Matematika Peminatan Kelas 11 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

MATEMATIKA PEMINATAN KELAS 12 SMA KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami sediakan  materi untuk pelajaran Matematika Peminatan SMA kelas XII  kurikulum 2013 Revisi 2018 . Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur  di mulai dari materi limit fungsi trigonometri, trigonometri dan kalkulus, sampai dengan statistik inferensial  yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Limit Fungsi Trigonometri
  2. Trigonometri dan Kalkulus
  3. Statistik Inferensial
  4. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  5. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  6. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Wajib SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Demikian dulu materi Matematika Peminatan Kelas 12 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

MATEMATIKA WAJIB KELAS 12 SMA  KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami sediakan materi untuk pelajaran Matematika Wajib SMA kelas XII kurikulum 2013 Revisi 2018. Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur di mulai dari materi geometri bidang datar, geometri bidang ruang, statistika, data tunggal, penyajian data, data berkelompok, kaidah pencacahan, sampai dengan peluang kejadian majemuk, yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Geometri Bidang Datar
  2. Geometri Bidang Ruang
  3. Pengantar Statistika
  4. Data Tunggal
  5. Penyajian Data
  6. Data Berkelompok
  7. Kaidah Pencacahan
  8. Peluang Kejadian Majemuk
  9. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  10. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  11. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Peminatan SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Demikian dulu materi Matematika Wajib Kelas 12 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

MATEMATIKA WAJIB SMA KELAS 11 KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami berikan materi untuk pelajaran Matematika Wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 Revisi. Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur di mulai dari materi logika matematika, notasi sigma, induksi matematika, pertidaksamaan linear dua variabel, program linear dua variabel, matriks, baris dan deret, limit fungsi aljabar, turunan fungsi aljabar, sampai dengan integral tak tentu fungsi aljabar, yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Logika Matematika
  2. Notasi Sigma
  3. Induksi Matematika
  4. Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
  5. Program Linear Dua Variabel
  6. Matriks
  7. Transformasi Geometri
  8. Barisan dan Deret
  9. Limit Fungsi Aljabar
  10. Turunan Fungsi Aljabar
  11. Integral Tak Tentu Fungsi Aljabar
  12. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  13. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  14. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Peminatan SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Demikian dulu materi Matematika Wajib Kelas 11 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

MATEMATIKA WAJIB SMA KELAS 10 KURIKULUM 2013 REVISI 2018

Di sini kami berikan materi untuk pelajaran Matematika Wajib SMA kelas X kurikulum 2013 Revisi 2018. Semua materi di bawah ini disusun dengan teratur di mulai dari materi  materi persamaan dan pertidaksamaan linear nilai mutlak satu variabel, sistem persamaan linear tiga variabel, fungsi, fungsi linear – persamaan garis, persamaan dan fungsi Kuadrat, fungsi rasional, sampai dengan trigonometri, yang bisa adik-adik download dalam format PDF sebagai bahan latihan soal sebagai berikut :

  1. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Nilai Mutlak Satu Variabel
  2. Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
  3. Fungsi
  4. Fungsi Linear – Persamaan Garis
  5. Persamaan dan Fungsi Kuadrat
  6. Fungsi Rasional
  7. Trigonometri
  8. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS)
  9. Soal Penilaian Akhir Semester (PAS)
  10. Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT)

Baca Juga :

  1. Matematika Wajib SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  2. Matematika Wajib SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  3. Matematika Peminatan SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  4. Matematika Peminatan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Revisi 2018
  5. Matematika Peminatan SMA Kelas 12 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Demikian dulu materi Matematika Wajib Kelas 10 SMA Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat bagi adik-adik sekalian

0

SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) GANJIL TAHUN 2019

PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS)

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.  Penilaian hasil belajar peserta didik meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas.
  2. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
  3. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik/guru dilakukan dalam bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.

Untuk Adik-adik kami yang akan menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil Tahun 2019 berikut kami bagikan contoh soal PTS untuk mapel Matematika Peminatan kelas X, XI dan XII sbb:

  1. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS) Matematika Peminatan Kelas X       klik disini
  2. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS) Matematika Peminatan Kelas XI     klik disini
  3. Soal Penilaian Tengah Semester (PTS) Matematika Peminatan Kelas XII   klik disini

Demikian soal PTS Matematika Peminatan yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat untuk adik-adik dan Bapak/Ibu guru sekalian !

 

0

SPMI-SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL TAHUN 2019

Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.” Lalu pada pasal 11 dinyatakan bahwa “Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.”

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Penjaminan mutu pendidikan adalah amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal ayat (3) dinyatakan bahwa “Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.”

Hal ini dipertegas dalam Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pada pasal 91 ayat (1), (2), dan (3) dinyatakan bahwa;

(1) Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan;

(2) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan; (3) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.

Dalam upaya mencapai SNP, Mendikbud menerbitkan Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) Dasar dan Menengah. Pada pasal 1 ayat (3) disebutkan bahwa “Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah yang saling berinteraksi secara sistematis, terencana dan berkelanjutan.”

SPMP terdiri dari dua bentuk, yaitu; (1) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan (2) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Pasal 1 ayat (4) Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 menyatakan bahwa “Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disingkat SPMI-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.”

Lalu pasal 1 ayat (5) menyatakan bahwa “Sistem Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disingkat SPME-Dikdasmen, adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan fasilitasi dan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah.”

Kedua sistem tersebut saling terkait, sama-sama penting, dan sama-sama diperlukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, tetapi hal yang paling utama adalah penjaminan mutu yang dilakukan oleh sekolah. SPMI membangun semangat kesadaran terhadap pentingnya budaya mutu dan perbaikan mutu berkelanjutan.

SPMI melibatkan warga sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Staf, siswa, Komite Sekolah, orang tua siswa, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), di bawah binaan atau pendampingan pengawas sekolah. Berbagai pihak tersebut diharapkan duduk bersama, memikirkan dan menyusun berbagai program peningkatan mutu sekolah.

Kurikulum 2013

Integrasi Kurikulum 2013 (K-13) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), utamanya berkaitan dengan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berhubungan dengan empat standar akademik, yaitu; (1) standar kelulusan (SKL), (2) standar isi, (3) standar proses, dan (4) standar penilaian. Keempat standar tersebut dijabarkan dalam indikator dan subindikator pada instrumen Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP). Hasil pengisian instrumen PMP lalu menjadi rapor mutu satuan pendidikan. Berbagai indikator atau subindikator yang nilainya masih rendah atau belum mencapai SNP, perlu dipenuhi atau ditingkatkan berdasarkan skala prioritas melalui program yang disusun dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).

BELUM TUNTAS BRO